Tag Archives: syiah

Muslim Syiah Sampang Rayakan Idul Adha Kedua Di Pengungsian

Pengungsi-Syiah-Sampang-Qurban-di-PengungsianBersamaan dengan prosesi wukuf di Arafah, Mina, bagi para jamaah haji, pada Minggu (5/10) umat Islam di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya merayakan Idul Adha atau yang juga dikenal dengan Hari Raya Haji. Pada hari itu akan dipotong sejumlah hewan qurban berupa kambing atau sapi yang dagingnya akan dibagi-bagikan kepada fakir miskin.

Lalu bagaimana Muslim Syiah Sampang yang sudah dua tahun dipaksa hidup sebagai pengungsi menyambut Idul Adha tahun ini?

Sebagai seorang Muslim, para pengungsi Syiah Sampang juga turut memperingati Hari Raya Qurban. Menggunakan sejumlah kendaraan emergensi yang berada di rusunawa, pagi-pagi mereka sudah berbondong-bondong melaksanakan shalat Idul Adha bersama warga sekitar di SMP 2 Tamanan Sidoarjo. Read More »

Seminar Internasional: Pesona Kedamaian Islam Nusantara

Dr.-Moh.-Husein-Safakhah-dan-Abdullah-BeikIslam Is Peace, menjadi tema seminar internasional “Pesona Kedamaian Islam di Nusantara” yang terselenggara atas kerjasama BEM Fakultas Aqidah Filsafat dengan pihak Ormas Islam Ahlulbait Indonesia. Senin (13/10) pagi acara itu dilaksanakan di kampus UIN Jakarta.

Isu perpecahan umat Islam serta perkembangan kelompok-kelompok radikal di kalangan umat Islam adalah salah satu alasan diselenggarakannya acara tersebut. Read More »

Konsep Kenabian Sunni, Syiah Dan Ahmadiyah

Seminar-Konsep-Kenabian-Sunni-Syiah-Ahmadiyah.42-PM-copy-660x330

Khazanah pemikiran Islam diwarnai dengan berbagai  interpretasi terhadap penafsiran Al-Quran yang pada akhirnya memunculkan berbagai mazhab atau aliran dalam Islam. Termasuk di dalamnya perspektif tentang Nabi yang pada tiap aliran dalam Islam itu berbeda antara satu aliran dengan aliran yang lainnya.

Lalu seperti apakah perspektif kenabian dalam Sunni, Syiah dan Ahmadiyah? Read More »

Dr. Mundzir Al-Hakim: Al-Ghadir, Nikmat Terbesar Allah Swt

Idul-Ghadir-1345-H-ICC-copy-660x330Aula dan Husainiyyah Islamic Cultural Center (ICC) Al-Huda terlihat meriah bakda Maghrib, Senin (13/10) kemarin. Mobil-mobil berjejer meluber hingga ke jalanan dan ke parkiran gedung sebelah karena tak mampu ditampung ICC saat seribu lebih Muslimin datang untuk memperingati Hari Raya Al-Ghadir, hari diangkatnya Imam Ali bin Abi Thalib sebagai washi atau penerus kepemimpinan Islam pasca Nabi.

Acara yang dimulai sehabis shalat Maghrib berjamaah itu dibuka oleh Ketua Umum Ormas Islam Ahlulbait Indonesia, Hasan Daliel Alaydrus yang mengingatkan jamaah akan pentingnya memperingati Hari Al-Ghadir yang merupakan momentum penyempurnaan agama.

Dalam perayaan ini, ICC kehadiran tamu istimewa dari Qum, Dr. Mundzir Al-Hakim, seorang guru besar Universitas Imam Khomeini. 

Dalam Khutbah berbahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustad Abdullah Beik, Dr. Mundzir mendedahkan beberapa dimensi penting peristiwa Al-Ghadir.

Menurut Dr. Mundzir, pengangkatan Imam Ali sebagai penerus Nabi di Ghadir Khum adalah bagian dari proses penyempurnaan manusia untuk mendekat kepada Allah. Dengan dipilihnya Ali, sudah sempurna Islam sebagai agama yang diridhai Allah Swt.

Namun menurut Dr. Mundzir, sepanjang sejarah ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan sejarah yang tercatat paling mutawatir menurut muhaditsin Sunni dan Syiah. “Ada yang berusaha melupakan, mengingkari, atau mentakwilnya,” ujar Dr. Mundzir. “Ada juga yang menganggap Al-Ghadir itu adalah hari raya khusus Syiah saja. Padahal periwayatan peristiwa Al-Ghadir itu lebih banyak berada di kitab-kitab Ahlusunnah ketimbang di kitab Syiah sendiri.”

Menurut Dr. Mundzir, sebagaimana tertulis di surah At-Takatsur, manusia nanti akan ditanya mengenai nikmat terbesar yang diberikan Allah Swt kepada Muslimin. Nikmat besar itu adalah Ahlulbait dan Al-Ghadir.

“Kita nanti akan ditanya mengenai Ahlulbait sebagai jalan untuk menyempurna. Jika kita tak mencapainya, padahal sudah dikenalkan Ahlulbait, kita akan ditanya mengapa kita tak sampai mencapai kesempurnaan itu. Itu tanggung jawab kita,” ujar Dr. Mundzir.

Usai khutbah, acara peringatan Hari Raya Al-Ghadir ini ditutup dengan pementasan drama pengangkatan Imam Ali di Ghadir Khum oleh Nabi Muhammad Saw yang dibawakan oleh siswa Hauzah Jami’ah Mustafa dan pembacaan shalawat oleh anak-anak Ulumul Ushul Childern Islamic Studies (ULCIS).

Usai doa bersama yang dibawakan oleh Umar Shahab, jamaah menikmati permen dan hidangan khusus Yaumul Ghadir yang disediakan oleh panitia. (Muhammad/Yudhi)

 

sumber :Abi Press

Bedah Buku SMS Di P3M

Bedah-Buku-Syiah-Menurut-Syiah-di-P3MKlaim Sunni dan Syiah selalu saling bertikai ternyata tidak terbukti di Cililitan, Jakarta Timur. Hari itu, tepatnya Kamis (16/10) bertempat di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Muslim Sunni dan Syiah duduk bersama dalam sebuah diskusi bedah buku Syiah Menurut Syiah (SMS) yang ditulis oleh Tim Ahlulbait Indonesia. Read More »