TANYA-JAWAB

apa kriteria suatu aliran dianggap sesat atau tidak sesat

Tanya 6
Asww. Ust yang mulia. Akhir-akhir ini kita sering dengar istilah aliran sesat. Termasuk yang dikatakan sebagai aliran sesat itu adalah Syiah. Mohon saya diberikan pencerahan apa kriteria suatu aliran dianggap sesat atau tidak sesat. Terima kasih.

Jawab
Ini pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab. Karena banyak orang yang hanya lata ketika mengatakan suatu aliran tertentu itu sesat atau tidak. Seperti aliran Syiah misalnya tidak sedikit orang yang hanya termakan isu mengatakan bahwa Syiah sesat tanpa mereka tahu sedikitpun apa itu Syiah dan apakah mazhab itu berdiri di atas dalil-dalil yang benar atau tidak.
Mengatakan sesat kepada suatu golongan haruslah berdasarkan dalil yang valid di sisi Allah dan di sisi Rasulullah saw. Tanpa itu maka bisa saja tuduhan kesesatan itu akan kembali kepadanya. Sebab yang tahu sessorang atau suatu golongan itu sesat atau tidak sesat hanya Allah dan Rasul-Nya. Selain dari itu maka siapa pun tidak punya hak untuk mengecap siapapun.
Apa kriteria kesesatan?
Aliran yang sesat adalah aliran yang benar-benar menentang Allah dan RasulNya. Sebab kriteria kebenaran hanya Allah dan Rasul saw.
Allah berfirman
الحق من ربك فلا تكونن من الممترين
“Kebenaran hanyalah yang datang dari Allah karena itu jangan kalian menjadi orang-orang yang ragu”
Tentang Rasulullah saw Allah berfirman:

وما آتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا

“Apa yang dibawa oleh Rasul maka harus kalian ambil dan apapun yang dilarang olehnya maka haruslah kalian menghindariny”
Pertanyaannya apakah mazhab syiah itu punya dalil dari Alquran dan hadis Nabi?
Syiah sebagai sebuah mazhab sama seperti Sunni atau salafi tidak punya dalil khusus dari Alquran. Tidak ada kata Ahlu Sunnah dalam Alquran sebagImana tidak ada kata mazhab syiah atau salafi dalam Alquran. Demikian juga dalam Hadis Nabi saw.
Yang ada adalah kata Ahlul Bait dan al-Qurba dalam Alquran dan hadis-hadis Nabi dimana kaum muslimin diwajibkan oleh Allah untuk mencintai mereka dan mengikuti mereka. Syiah adalah pengikut Ahlul Bait dan setia kepada mereka. Syiah mengikuti dan bermakmum kepada Ahlul Bait dalam segala hal baik itu akidah, fikih maupun dalam berdoa dan bermuamalah. Sebab Ahlul Bait adalah manusia-manusiia suci yang dijamin oleh Allah dan Rasulullah saw seperti yang bisa kita lihat dalam surah 33:33.
Masak ia sih mengikuti orang yang disucikan oleh Allah dalam Alquran dikatakan sesat.
Apakah orang-orang yang menuduh syiah itu sesat ada kriteria lain selain Alquran dan hadis Nabi.

Apakah Ahlul Bait hanya milik orang Syiah ?

Tanya:Ustadz kenapa orang syiah itu selalu bilang ikut Ahlul Bait. Apakah Ahlul Bait itu hanya milik orang Syiah. Mohon pencerahan?

 

Jawab:

Ahlul Bait artinya keluarga. Ahlul Bait Nabi berarti keluarga Nabi. Allah menyebut Ahlul Bait Nabi sebagai manusia- manusia suci dan yang telah Allah hilangkan dari mereka segala nista. (Lihat Alquran surah 33:33)

Dalam banyak hadis Nabi memerintahkan umatnya untuk berpegang teguh kepada Ahlul Bait ini setelah ketiadaannya, sama seperti merek wajib berpegang teguh kepada Alquran. Hadis Nabi yang sangat populer tentang ini adalah hadis tsaqalain dimana beliau bersabda: “Kutinggalkan kepada kalian dua pusaka yang besar : pertama Kitab Allah dan kedua Itrah Keluargaku. Merek tidak akan pernah berpisah selama- lamanya sampailah mereka menemuiku kelak di telaga ( syurga).”

Memang Syiah secara tegas mendeklarasikan bahwa mereka ikut Ahlul Bait setelah Nabi Muhammad. Beda dengan Sunni yang tidak mengatakan secara tegas siapa yang diikutinya setelah wafatnya Rasulullah saw.

Hal ini karena perselisihan yang sangat serius terjadi antara Ahlul Bait dengan para sahabat setelah Nabi tiada. Seperti perselisihan antara Abubakar, Umar dan Usman dengan Imam Ali bin Abi Thalib. Atau perselisihan internal antara para sahabat sendiri seperti perselisihan antara Abubakar dan Malik bin Nuwairah atau antara Umar dan Khalid bin Walid dsb. Dan puncak perselisihan ini adalah terbunuhnya Usman bin Affan di tangan para sahabat yang mengepung rumahnya.

Ummat bingung. Terjadi perselisihan yang sangat hebat di awal periode Islam ini. Dan itu sudah dikatakan oleh Nabi. Itulah kenapa Nabi memerintahkan ummat ini untuk ikut Ahlul Bait karena Ahlul Bait adalah manusia-manusia suci yang tidak akan mengajak mereka kepada kepentingan pribadi atau kelompok. Tetapi benar-benar membawa mereka kepada apa yang dibawa oleh Rasulullah saw. Dalam hal ini Nabi bersabda: “perumpamaan Ahlul Baitku bagaikan bahtera Nabi Nuh. Yang ikut akan selamat dan yang enggan ikut akan tenggelam dan tersesat.”

Jadi Ahlul Bait itu bukan milik orang Syiah. Tetapi titipan Nabi untuk seluruh kaum Muslimin. Orang Syiah hanya berkomitmen untuk ikut mereka saja.

Wallahualam

Apa Pandangan Anda Tentang Syiah

Tanya: Asww. Saya mau tanya, ada sebagian orang menyebut syiah dengan sangat sinis sehingga mereka berkata bahwa syiah itu adalah agama tersendiri. Mana yang benar agama syiah atau mazhab syiah?

 

Jawab:

Adalah fakta yang tak dapat diinkari bahwa orang-orang Islam ini terbagi kepada berbagai mazhab dan aliran. Baik itu dalam akidah, fikih maupun tasawuf.

Dalam hal akidah ada mazhab Asya’ari, Muktazlah, Maturidiah dan Syiah. Dalam hal fikih ada Hanafi, Maliki, Syafei, Syiah dll. Dalam hal tasawuf ada Naqsyabandi, Qadiriah dll,

Peebedaan mazhab artinya perbedaan pandangan dalam mengartikan nas al-Quran dan Hadis. Dan itu sah-sah saja selagi penafsiran itu berdiri di atas prinsip yang ilmiah, objektif dan bisa dipertanggung-jawabkan.

Problem biasanya muncul ketika ada pihak yang mengatakan bahwa penafsiran saya benar dan penafsiran orang lain salah; mazhab saya benar dan mazhab orang lain salah.

Dan itu pasti lambat laun akan melahirkan perpecahan bahkan peperangan sesama ummat Islam itu sendiri.

Yang mengatakan syiah sebagai agama dengan kata Agama Syiah datangnya dari kelompok ini. Kelompok takfiri. Mereka tidak mau tunduk pada fakta historis dan objektifitas ilmiah. Mereka menjadi kelompok yang arogan dan intoleran.

Adapun yang mengatakan syiah dengan kata Mazhab Syiah adalah mereka yang berpandangan ilmiah, objektif dan bermotifasi baik.

Apalagi kalau  kita lihat rukun-rukun prinsip dalam ajaran syiah adalah sama dengan prinsip ajaran ahlu sunnah wal jamaah. Allah mereka satu, Nabi mereka satu, kitab al-Quran mereka satu dan syareat mereka satu.

Apa itu asyuro dan Karbala?

 Tanya:  Apa itu asyuro dan Karbala? Sebagian bilang bahwa pada hari asyuro Nabi Ibrahim selamat dari unggun api raja Namrud. Nabi Musa selamat dari kejaran Firaun? Apa memang gitu ustadz?

 

Jawab:

Asyuro artinya kesepuluh. Ia berasal dari kata asyroh yang artinya sepuluh. Istilah asyuro populer karena sebuah peristiwa yang maha besar yang terjadi dalam sejarah Islam pada tanggal 10 Muharram. Itulah peristiwa Karbala yang terjadi pada tanggal10 Muharram tahun 61 H. Dimana Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib dari pasangan Siti Fatimah ax-Zahra binti Muhammad saw gugur syahid dalam keadaan yang paling mengenaskan bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Itu yang pasti dan telah terbukti secara historis.

Ada pun peristiwa lain yang konon Nabi Ibrahim selamat dari unggun api raja Namrud atau Nabi Musa selamat dari Firaun, semua itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara historis maupun secara ilmiah riwaiyyah.

Riwayat-riwayat tentang itu lebih berwarnaa israiliyat alias umawiyat. Mereka menyebut Asyuro sebagai hari kemenangan sep menangnya Ibarahim atas Namrud atau menagnya Musa atau Firaun. Sebenarnya secara tidak langsung mereka berkata bahwa hari itu adalah hari kemenangan Yazid ke atas Husain cucunda Nabi saw.

Banu Umayah berpesta pora dan bersenang- senang pada hari ke 10 Muharram. Karena mereka anggap sebagai hari kemenangan YaZid bin Muawiyah ke atas Husain cucu Nabi saw.

Ahlul Bait menjadi kan hari itu sebagai hari duka lantaran hampir semua ahlul bait gugur di jalan Allah.

Bagaimana Pandangan Anda tentang ISIS

 Tanya: Pa Ustadz, akhir-akhir ini kita selalu mendengar berita ttg ISIS. Yang kita dengar semuanya negatif mulai dari kekejaman mereka terhadap kelompok minoritas sep pengikut agama Yazidis, Kristen, bahkan juga kepada sesama Muslim seperti ahlu Sunnah wal jamaah dari Kurdi , dan juga orang-orang Syiah. Padahal mereka bilang mereka menegakkan sistem khilafah yang notabene adalah sistem pemerintahan para khulafa’. Bagaimana pandangan Ust?

 

Jawab: 

ISIS itu adalah sebuah organisasi pecahan Alqaedah. Ia bikinan Amerika dan zionisme Israel yang bekerjasama dengan negara-negara Arab wahabi seperti Saudi dan Qatar.
Tujuannya jelas ingin memecah belah kesatuan dan persatuan kaum Muslimin dari dalam tubuh ummat Islam itu sendiri dan melemahkan negara-negara Islam yang dikenal sebagai musuh Amerika dan Israel.
Kita lihat saja ISIS tidak pernah menembakkan pelurunya kepada Israel yang sangat zalim terhadap bangsa Palestina yang pemberani. Tetapi menembakkan hampir seluruh peluru dan kekuatannya kepada kaum Muslimin yang ada di Syria, Irak, Lebanon dan Mesir.
Mereka menjadikan tanah kaum muslimin sebagai lahan jihad mereka. Dan berjabat tangan dengan Israel dan zionisme. Kalau kita menyadari ini maka mudah bagi kita untuk berkesimpulan bahwa nama-nama Islam seperti Khilafah dan Jihad yang dipakai oleh ISIS tidak lebih daripada sebuah pengelabuan terhadap ummat Islam. Dan sangat disayangkan tidak sedikit dari anak-anak muda Muslim yang kemudian terpengaruh dan siap memberikan nyawa mereka untuk kepentingan politik ISIS.
Semua ini akibat dari kecetekan wawasan dan ilmu pengetahuan anak-anak muda kita tentang ajaran Agama Islam.
Kita tidak boleh puas hanya dengan semangat dan slogan. Kita harus isi diri kita dengan ilmu dan wawasan yang luas. Nabi Muhammad SAW saja sebelum bergerak untuk berdakwah diperintahkan oleh Allah untuk “Iqra” dulu. Artinya berilmu dulu baru berdakwah. Demikian juga berilmu dulu baru berjihad. Itulah manhaj atau metode perjuangan Nabi saw.
Dalam sebuah hadis disabdakan bahwa “orang yang mengerjakan sesuatu tanpa ilmu maka kerusakan yang ia akan lakukan lebih banyak dari kebaikan yang akan ia lakukan.
Karena kejahilan maka sangat diSayangkan banyak dari anak-anak muda ISIS yang kemudian
mati konyol dan suul khatimah bukan mati syahid seperti yang mereka dambakan. Lahaula wala quwwata illa billahi. Wallahualam

Kenapa kaum muslim terpecah menjadi berbagai mazhab ?

 Tanya: Pa Ust, saya mau tanya, kenapa kaum muslimin ini terpecah menjadi berbagai macam mazhab. Ada Sunni ada syiah bahkan ada juga yang namanya salafi. Apakah tidak sebaiknya kaum muslimin itu bersatu saja. Bukankah kalau orang-orang Islam bersatu maka mereka akan menjadi kuat?

 

Jawab: Bismillahir  Rahmanir Rahim. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.Pada hakekatnya kaum Muslimin itu satu. Ummat Nabi Muhammad saw itu satu. Mereka sesungguhnya disatukan oleh satu keimanan dan keyakinan bahwa Tuhan mereka satu yakni ALLAH; Nabi mereka satu yakni Nabi Muhammad saw; keimanan mereka pada hari akherat sama. Kitab mereka satu yakni kitab suci al-Quran; kiblat mereka satu yakni Ka’bah; syareat mereka satu yakni syareat Allah.

Secara prinsip sesungguhnya mereka itu satu. Karena itu al-Quran menyebut mereka dengan satu kata “wa inna hadzihi ummatukum ummatan wahidatan wa ana Rabbukum fa’buduni” (sesungguhnya ummat kalian ini adalah ummat yang satu. Dan Aku adalah Tuhan kalian maka sembahlah Aku”.

Perbedaan muncul ketika penafsiran yang beraneka ragam lahir. Sebab yang namanya penafsiran pasti akan dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman manusia yang dilaluinya.  Maka wajar saja apabila kemudian kita menyaksikan berbagai macam penafsiran yang berbeda sementara ayat atau hadis yang ditafsirkannya satu.  Ini karena ilmu masing-masing mereka tidaklah sama, demikian juga latar belakang pendidikan, budaya bahkan niat mereka juga berbeda-beda.

Misal ayat al-Quran yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah seperti “Yadullah fauqa aidihim” bahwa tangan Allah di atas tangan mereka. Ayatnya satu. Tapi penafsiran apa yang dimaksudkan dengan tangan Allah itu berbeda-beda. Ada yang menafsirkannya secara harfiah bahwa Allah benar-benar punya tangan meskipun kita tidak perlu tahu bagaimana bentuknya. Ada yang lain menafsirkan tangan Allah di ayat itu berarti Kekuasaan Allah. Sehingga kata “tangan” Allah disitu tidak diartikan secara harfiah tetapi diartikan secara takwil atau kiasan.

DI dalam al-Quran dan hadis-hadis Nabi banyak sekali hal yang serupa itu terjadi. Banyak ayat atau hadis yang ditafsirkan berbeda-beda oleh para ulama atau sarjana Muslim sehingga lama kelamaan ia membentuk sebuah mazhab dan juga komunitas atau pengikut. Dari gambaran ini Insya Allah mudah bagi kita untuk bisa memahami bagaimana asal muasal lahirnya berbagai macam mazhab di tengah ummat Islam yang sekarang telah berjumlah sekitar 1,6 miliar Muslim.

Bagaimana seharusnya kita menyukapi perbedaan2 seperti ini? Saya pikir pada point inilah setiap kita harus berjuang. Kita harus berjuang mensosialisasikan sebuah prinsip bahwa berbeda penafsiran itu tidak jelek bahkan itu adalah kodrat manusia yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT sejak alam azali. Asalkan penafsiran yang diberikan adalah penafsiran yang ilmiah, objekrif dan jauh dari motif-motif tendensius atau destruktif lainnya. Yang jelek itu adalah ketika kita mengecam atau menyalahkan secara sepihak penafsiran orang lain yang berbeda dengan penafsiran kita. Kecam mengecam apalagi kafir mengkafirkan adalah sebuah sifat yang tentu tidak gentleman bahkan itulah yang menyebabkan terciptanya perpecahan dalam tubuh Ummat Islam yang satu ini.

Dari sana kita bisa faham bagaimana pentingnya sifat dan sikap toleran yang harus kita sandang dalam hidup kita demi kesatuan dan kekuatan Ummat Nabi Muhammad saw.