Berita Nasional

MUI Sulsel Gelar Tablig Akbar Melawan Kelompok Takfir

MUI sulselMakassar, Satu Islam — Marak dan gegap gempitanya kampanye penyesatan dan pengkafiran (takfirisme) akhir-akhir ini membuat keprihatinan yang dalam bagi sebagian anak bangsa yang peduli kerukunan dan kedamaian antar sesama umat beragama dan sesama umat seagama. Read More »

Habib Muhammad Rizieq Shihab: “Fatwa MUI hanya untuk Syiah Ghulat”

Habib Riziq Shihab

Habib Riziq Shihab

“Namanya juga media massa, ada orang di pinggir jurang belum jadi berita. Tapi kalau sudah nyebur ke jurang baru jadi berita. Kadang-kadang dia tunggu dulu sampai orang itu masuk jurang. Bahkan bila perlu didorong agar masuk jurang supaya jadi berita.” Read More »

Apa Kata Tokoh Indonesia Tentang Syiah

KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia)

KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia)

 

KH.Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia): ?Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI tersebut, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.?(tempointeraktif)

 

Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU):

Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU):

 

 

 

Said Agil Siradj (Ketua Umum PB NU): ? Ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat ?(tempo.co)

 

 

 

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

 

 

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah):? Tidak ada beda Sunni dan Syi?ah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama muslim? (republika.co.id)

Buya Syafii Maarif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah)

Buya Syafii Maarif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah)

 

 

 

Buya Syafii Maarif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah):?      Kalau Syiah dikalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima,? (okezone.com)

 

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah)

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah)

 

 

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah):?Sunnah dan Syi?ah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam ? (satuislam.wordpress.com)

Marzuki Ali (Ketua DPR RI)

Marzuki Ali (Ketua DPR RI)

 

 

 

Marzuki Ali (Ketua DPR RI): ? Syi?ah itu mahzab yang diterima di negara manapun diseluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa                                                       Islam Syi?ah adalah aliran sesat ?(okezone.com)

Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI)

Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI)

 

 

 

 

Jusuf Kalla ( Wakil Presiden RI): ? Harus ada toleransi terhadap perbedaan karena perbedaan adalah rahmat ? (tempo.co)

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta)

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta)

 

 

 

 

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta): ?Syiah adalah bagian integral dari umat Islam dan tidak ada perbedaan yang prinsipil dan fundamental dalam Syiah dan Sunni, kecuali masalah kepemimpinan politik?

 

Fatwa haram atau sesat Syiah itu tidak diperlukan, baik secara teologis, ibadah dan fiqh karena pertaruhannya Ukhuwah Islamiyah di Indonesia,? (republika.co.id)

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

 

 

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta): ? Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, Karenanya akidahnya sama, Alqurannya, dan nabinya juga sama,?

(republika.co.id)

Rhoma Irama ( Seniman dan Mubaligh )

Rhoma Irama ( Seniman dan Mubaligh )

 

 

 

Rhoma Irama ( Seniman dan Mubaligh ): ?Tuhan kita sama, nabi kita sama, kiblat kita sama, sholat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama, kenapa harus saling mengkafirkan? (tempo.co)

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU)

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU)

 

 

 

 

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PB NU): ? Caranya terus menjaga persamaan sesama Umat Islam, bukan mencari perbedaannya,?(republika.co.id)

Muhammad Mahfud MD (Ketua MK)

Muhammad Mahfud MD (Ketua MK)

 

 

Muhammad Mahfud MD (Ketua MK): ? Kalau saya mengatakan semua keyakinan itu tidak boleh diintervensi oleh negara. Keyakinan itu tak boleh diganggu orang lain, kecuali dia mengganggu keyakinan orang lain,?(Okezone.com)

Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat)

Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat)

 

 

 

Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat):? Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam,? (rakyamerdekaonline.com)

Alm, Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat)

Alm, Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat)

 

 

 

Alm, Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat): Mengutip pernyataan Imam Syafi?i ? Jika saya dituduh Syiah karena mencintai keluarga Muhammad     Saw, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia, bahwa saya ini orang Syiah. Jika dituduhkan kepada saya bahwa saya Syiah karena membela Imam Ali, saya bersaksi bahwa saya Syiah?(majalah.tempointeraktif.com)

KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP)

KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP)

 

 

 

KH Nur Iskandar Sq (Ketua Dewan Syuro PPP):? Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah, ?(Inilah.com)

Di kota Jawa Tengah ini, Sunni dan Syiah hidup rukun

Persahabatan dan toleransi adalah sifat hubungan Sunni-Syiah di wilayah pelabuhan yang membanggakan riwayat penuh toleransinya ini.

Banyak orang berkata Indonesia semakin tidak toleran terhadap kaum minoritasnya, tetapi hal itu tidak terjadi di beberapa tempat. Di desa Banjaran, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Muslim Sunni dan Syiah hidup rukun. Read More »

Menag Minta Soal Sunni-Syiah Disikapi dengan Arif

menagMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam untuk menyikapi perbedaan Sunni dan Syiah dengan arif.

  Ia mengakui bahwa diskursus yang mengangkat perbedaan Sunni – Syiah belakangan meningkat, sesuatu yang tidak ditemui 5-10 tahun lalu.

“Kita harus menyikapi fenomena ini dengan arif. Jangan sampai kita diadu dan dibenturkan dengan saudara sesama Muslim,” harap Menag usai menjadi Narasumber pada Mudzakarah Perhajian di Jakarta, seperti dikutip laman kemenag.go.id, Kamis (26/2/2015).

Menurutnya,  pertentangan yang terjadi di Timur Tengah sungguh memprihatinkan. Pasalnya, umat, dengan syahadat yang sama dan Muhammad sebagai Rasulnya, karena berbeda faham justru saling menumpahkan darah. “Jika kita salah sikap, pertumpahan darah itu, berpeluang terjadi di negeri tercinta ini,” tuturnya.

Menag sadar bahwa Indonesia memang tidak bisa disamakan dengan negara-negara di Timur Tengah, karena mempunyai dasar negara yang berbeda. Namun demikian, lanjut Menag, apakah perbedaan itu harus dilanjutkan dengan saling mengkafir-kafirkan, lalu saling membunuh?

“Hal ini perlu kita sikapi bersama. Kami membutuhkan masukan dan arahan para ulama, agar apa yang terjadi di Timur Tengah, tidak terjadi di Indonesia,” harapnya. (IRIB Indonesia / Antara / SL)

Read More »

Umat Muslim Bisa Saling Bergandengan Tangan

IMG_3544Berkumpulnya beberapa tokoh dan pemimpin organisasi masyarakat Islam di kediaman Ustadz Arifin Ilham, selepas insiden penurunan spanduk anti-syiah yang berujung pada pemukulan terhadap pemimpin penegak Syariah kompleks Perumahan Az-Zikra beberapa waktu lalu, membuat kesimpulan yang mengarah kepada kelompok Syiah sebagai pelakunya. Read More »

Warga Syiah dan Sunni Hidup Rukun di Irak

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.

Jakarta, Aktual.co — Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.   Read More »

Dialog Aswaja NU-Syiah Jember

Dialog-terbuka-Sunnah-Syiah-di-Jember-660x330Kisruh dunia Islam saat ini mendorong Lembaga Dakwah NU (LDNU) Jember, Jawa Timur mengadakan dialog Aswaja NU dengan Syiah tentang buku Putih Mazhab Syiah di IAIN Jember pada Senin (26/1). Dialog ini bertujuan untuk memberi pemahaman umat tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ahlusunnah dan hal-hal yang berkaitan dengan Syiah. Read More »

Bedah Buku Syiah Menurut Syiah Di UIN Jakarta

Muhsin-LabibUntuk kesekian kalinya, buku Syiah Menurut Syiah (SMS) dibedah. Kali ini (27/11) tim penulis buku Syiah Menurut Syiah dari Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) bekerjasama dengan pihak UIN Syarif Hidayatullah (Fakultas Ushuluddin) Jakarta. Acara tersebut berlangsung di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelumnya, ABI juga sempat bekerjasama dengan pihak lain dalam bedah buku SMS (Bedah Buku SMS di P3M).

Secara umum, Dr. Muhsin Labib, MA selaku narasumber mewakili tim penulis ABI membagi sistematika penulisan buku tersebut ke dalam dua garis besar yaitu konsep dan realita. Secara khusus, ingin memahamkan kepada pembaca bahwa apa yang setiap orang pahami adalah sebuah persepsi, tidak absolut, relatif dan tidak mutlak benar. Sehingga, apa yang dilihat secara realita bukanlah sebuah tolak ukur untuk memahami sebuah kebenaran.

Sebagai contoh, ketika ada seorang mengaku Syiah dan mengkafirkan sahabat Nabi, tidak dapat disimpulkan bahwa ajaran Syiah mengkafirkan sahabat Nabi. Karena hal itu adalah perilaku individu yang tidak mewakili sebuah konsep ajaran.

“Perilaku individu tidak dapat dijadikan tolok ukur ajaran agama,” tutur Muhsin Labib.

Terlebih, ulama Syiah telah memfatwakan haram menghina simbol-simbol yang diagungkan oleh Muslim Sunni. Ketika masih ada yang mengkafirkan sahabat Nabi yang diagungkan oleh Muslim Sunni, secara otomatis telah keluar dari mainstream Syiah sebagai konsep ajaran yang dipahami. Sebagaimana halnya ketika Saddam Husein membantai jutaan Muslim Syiah, tak satupun Muslim Syiah menganggap Saddam adalah representasi Sunni dalam melakukan pembantaian umat Islam.

Lebih lanjut menurutnya, tidak ada Sunni membunuh Syiah, dan tidak ada Syiah membunuh Sunni. “Kalau ada yang membunuh Sunni, dia bukan Syiah. Kalau ada yang membunuh Syiah, dia bukan Sunni,” tegasnya.

Terkait isu banyaknya cabang Syiah, seorang peserta bedah buku menanyakan soal judul buku Syiah Menurut Syiah. “Syiah yang mana?” tanya peserta. Muhsin Labib menjelaskan bahwa secara umum yang diterima sebagai konsep ajaran Islam adalah Syiah Imamiyah Istna Asyariah dan buku tersebut menjelaskan Syiah secara umum.

Narasumber lain adalah Dr. Faris Pari, dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, perbedaan yang sering dipahami adalah perbedaan dalam ranah praktis. Bukan filosofis teoritis. Hal itu selaras dengan yang dimaksud Muhsin Labib tentang konsep dan realita. Orang banyak menilai sesuatu dalam ranah realita, bukan konsep.

“Karena kalau melihat yang beda akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, problem, pelenyapan bahkan berujung pada pembunuhan,” tutur Faris Pari. Hal itu dapat dilihat misalnya dalam kasus Muslim Syiah Sampang Madura.

Terkait konsep Taqiyah (tidak menampakkan kebenaran) dalam ajaran Syiah diakuinya bahwa hal itu berada dalam ranah praktis dan berkutat dalam problem sosial budaya, bukan pada ranah konsep agama. Sebagai contoh, ketika orang Syiah berbaur, shalat berjamaah dengan Muslim Sunni, tangannya sedekap (tidak lurus), dengan pertimbangan tertentu demi menjaga keharmonisan hubungan sosial.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu dihadiri lebih dari 200 peserta; mahasiswa maupun umum.

Mufin, salah satu peserta dari Fakultas Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ditanya apa yang diketahuinya tentang Syiah, dia mengaku tidak tahu-menahu.

“Awalnya yang saya tahu, Syiah itu mut’ah dan syahadatnya berbeda,” tutur Mufin. “Jadi, ini usaha bagus untuk memperkenalkan diri,” pujinya. (Malik/Yudhi)

 

Sumber :Ahlulbait Indonesia

350 Ulama Islam dari 80 Negara Berkumpul di Qom

4dde694bd4ccc9290f6574312a8306bcKonferensi Internasional Gerakan Ekstrimisme dan Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam sedang berlangsung di Qom [23-24/11]. Kurang lebih 350 ulama Islam sedunia dari 80 negara menghadiri konferensi tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, Konferensi Internasional Gerakan Ekstrimisme dan Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam sedang berlangsung di Qom Republik Islam Iran [23-24/11]. Kurang lebih 350 ulama Islam sedunia dari 80 negara menghadiri konferensi tersebut. Berikut foto-foto saat para tamu sedang memasuki tempat acara di Internasional Rasul Akram Saw di Madrasah Ilmiah Imam Kadzhim As Qom yang memuat kapasitas seribu orang.

Tampak pada gambar, KH. Alawi Nurul Alam al Bantani, delegasi dari PB Nahdatul Ulama, Prof. Dr. H. A. Qadir Gasing, Rektor UIN Alauddin Makassar dan Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, MA Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.

Sumber :Abna.ir