Berita Nasional

Reklamasi Semarang, Bali dan Jakarta: Berkah atau Bencana?

Dua pertiga wilayah bumi adalah lautan. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan, dan sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di pesisir pantai. Sehingga, semestinya, lautan juga mendapat perhatian besar seperti halnya daratan. Kesalahan dalam memperlakukan lautan, dampaknya akan sangat besar bagi daratan. Salah satu bentuk perhatian pada urusan laut adalah reklamasi. Ya, tentunya adalah reklamasi yang …
The post Reklamasi Semarang, Bali dan Jakarta: Berkah atau Bencana? appeared first on Ahlulbait Indonesia.
Source: ABI

Ceramah Pak Din di Jepang: Radikalisme Muncul Karena Sempitnya Menafsirkan Teks Kitab Suci

din-syamsuddin-di-jepangJAKARTA, Arrahmahnews.com – Pada akhir kunjungan di Jepang, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin berceramah di Markas Sasakawa Peace Foundation, Tokyo. Ceramah dihadiri seratus tokoh dari berbagai kalangan baik tokoh agama, akademisi, mahasiswa, profesional, pengusaha, dan umum. (Baca juga: Blogger dan Hacker Anak Negri Sepakat Perangi Radikalisme di Dumay) Read More »

Pantaskah Umat Islam Melarang Haul Sayidina Husein?

ya-hussein-pictures-660x330Setiap memasuki bulan Muharam, Yayasan Azzahra Balikpapan selalu memiliki agenda peringatan wafatnya Sayidina Husein ra.

Sabtu (24/10) lalu, bertempat di gedung Balai Sudirman tak jauh dari markas Kodam VI Mulawarman, haul cucunda Nabi Muhammad saw itu berlangsung, dirangkai aksi sosial donor darah bekerjasama dengan PMI dan Basarnas. Sebelum acara dimulai, para undangan secara sukarela mengikuti sesi donor darah dengan mendatangi posko yang telah disiapkan dan dibuka lebih awal oleh panitia. Read More »

Asyura Semarang

Asyura-Semarang-2015-480x330Di tengah siang terik bersuhu kurang lebih 39 derajat, ribuan orang dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah, bahkan ada beberapa rombongan dari Jawa Timur dan Jawa Barat berduyun-duyun hadir dalam peringatan tragedi Karbala yang untuk kesekian kalinya diadakan di Kota Semarang, tepatnya di Gedung Pertemuan Kompleks PRPP Semarang. Read More »

Semangat Karbala: Semangat Persatuan Dan Anti Kezaliman

Dzikir-10-Muharram-633x330Tragedi Karbala yang diperingati oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia tiap tanggal 10 Muharam telah menjadi api yang membakar dada orang-orang beriman. Darinya umat Islam meneladani berbagai nilai agung perjuangan Al Husein, keluarga dan sahabatnya yang syahid dibunuh pasukan Yazid. 

Ustaz Muhammad Rusli Malik, dalam ceramahnya saat peringatan Asyura bertajuk Dzikir 10 Muharam 1437H, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD city, Tangerang (24/10), menegaskan pencinta Al Husein harus meneladani semangat perjuangan beliau dalam membela keadilan dan kemanusiaan.

“Al Husein adalah Alquran yang hidup, salat yang hidup. Yang hidupnya mencegah kekejian dan kemungkaran,” terang Rusli Malik. 

“Apa itu keji dan mungkar? Yaitu penistaan kepada kemanusiaan,” tambahnya. 

“Nabi Musa diutus tidak untuk melawan agama, karena belum ada agama saat itu. Tapi Musa melawan kesewenang-wenangan, kezaliman Firaun, yang kemudian itu menjadi agama.”

“Jadi agama itu adalah menegakkan kemanusiaan,” tegas Rusli Malik. Inilah, yang menurut Rusli Malik ditegakkan oleh Imam Husein di Karbala. 

“Perjuangan Imam Husein bukan hanya perjuangan menegakkan agama. Perjuangan Imam Husein adalah perjuangan menegakkan kemanusiaan. Karena kemanusiaan hanya akan tegak apabila ada ‘din’ (agama). Dan ‘din’ itu yang bisa menegakkan adalah Dinul Haq,” tandasnya.

Karena inti dari kemanusiaan adalah persatuan, karena itu menurut Rusli Malik, pencinta Al Husein harus berada di garda terdepan membangun persatuan dan kesatuan.

“Imam Husein waktu hidup tidak menjelek-jelekkan dan mencaci-maki tokoh-tokoh yang mereka (Ahlusunnah) hormati,” ujar Rusli Malik. 

“Jadi kalau ada di antara kita, yang mengaku mencintai Imam Husein, tetapi mencaci-maki tokoh-tokoh yang saudara-saudara Ahlusunnah hormati, maka itu bukan dari madrasah Husein. Apalagi orang yang mereka hormati itu orang yang juga pernah disayang oleh Rasul kita Muhammad saw.”

“Kita boleh tidak sepakat dalam hal khilafah, kita menjadi syiahnya Imam Ali, mereka mengikuti Abu Bakar as-Shiddiq. Tapi keyakinan kita tentang kebenaran Imam Ali tidak boleh menjadi pembenar untuk mencaci-maki apa yang mereka pilih. Maka kita harus menghormati mereka sebagaimana Imam kita menghormati orang-orang di sekitarnya,” pungkas Rusli Malik yang disambut gemuruh shalawat oleh ribuan pencinta Al Husein yang menghadiri peringatan Asyura ini. (Muhammad/Yudhi)

 

Sumber : Ahlulbait Indonesia

Bima Arya: Potret Pragmatisme Politik Berbuah Intoleransi

bima aryaBogor kembali tercoreng oleh aksi yang menodai prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Setelah kasus GKI Yasmin, Walikota Bogor, Bima Arya, dalam surat edaran yang ditandatanganinya melarang peringatan Asyura Muslim Syiah di Bogor.

Tindakan Bima Arya ini jelas melanggar konstitusi dan Pancasila. Padahal tadinya Bima Arya adalah sosok muda yang naik dengan mengusung isu pro toleransi.

Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut wawancara ABI Press dengan Direktur Eksekutif ICRP, Muhammad Monib, sejawat Bima Arya saat di Universitas Paramadina. Read More »

Kenapa Peringatan Asyuro Menjadi Momok bagi Wahabi?

Masih segar dalam ingatan kita betapa pengikut-pengikut wahabi berusaha keras untuk mengacaukan majlis-majlis asyuro yang diadakan oleh kaum muslimin dari kalangan mazhab syiah di Indonesia. Berbagai macam yang mereka tempuh, dari mendatangi majlis tersebut secara bergerombolan seperti yang mereka lakukan di Makasar dan Bandung; sampai meminta pemda untuk membatalkan acara tersebut seperti yang mereka lakukan di Bogor.bima-arya

Wali kota Bogor Bima Arya sepertinya tidak bisa membaca permainan politik yang dilakukan oleh kelompok wahabi ini: ANNAS, FORKAMI dan sebagian orang MUI Bogor yang kalau diamati maka kita dapati orangnya ya itu itu juga. Akhirnya wali kota yang masih “ingusan” ini jatuh dalam prahara politik dimana dia mendapatkan serangan yang bertubu-tubi dari kawan dan lawan politiknya. Bahkan yang tadinya dijagokan akan menjadi calon pemimpin nasional yang akan datang, ternyata kualitas leadershipnya sebatas wilayah Bogor semata. Orang-orang yang selevel ANNAS sekalipun mampu mencundanginya.

Tujuan kelompok wahabi ini sebenarnya bukan faktor agama murni, misalnya acara asyuro itu adalah sesat dan menyesatkan. Toh di negeri wahabi, yakni Saudi Arabia, acara-acara Asyuro dengan leluasa diadakan oleh orang-orang syiah yang hidup di Saudi bagian timur seperti Ihsa’, Qatif, Dammam dan sebagainya. Tujuan mereka semata-mata untuk “menjalankan” pesan-pesan tertentu yang darinya mereka memperoleh imbalan yang tidak sedikit.

Saudi sangat kecewa ketika tahu bahwa di Indonesia ternyata banyak orang-orang syiah. Dahulunya tidak pernah terdengar. Tapi dua puluh tahun terakhir ini mereka tiba-tiba muncul ke permukaan, terutama di bulan Muharram. Padahal Saudi sudah menanamkan “investasi” yang sangat banyak untuk menyogok orang Indonesia jadi wahabi. Harapannya ketika banyak yang jadi wahabi maka akan sangat mudah bagi Amerika dan Yahudi mendikte Indonesia. Karena di saat itu muslim Indonesia tidak lagi kritis bahkan apatis seperti rakyat Saudi sekarang ini. dengan itu maka Amerika dengan mudah bisa menguasai negeri yang sangat kaya raya ini.

Hilary Clinton, calon presiden Amerika setelah Obama  secara public mengatakan itu ketika ia hearing dengan DPRnya Amerika. Dia dengan jelas berkata bahwa Amerikalah yang menciptakan dan membiayai para teroris yang terdiri dari orang-orang salafi wahabi.

Anda bisa menyaksikan hearing itu di alamat youtube berikut:  https://www.youtube.com/watch?v=SBhBkpDtDeo&feature=related

Di sana sangat jelas bagaimana intimnya hubungan antara wahabi-salafi-teroris dengan Saudi dan Amerika? Lebih dari sekedar hubungan induk dan anak; bahkan persis seperti hubungan antara tuan dan budak.

Hubungannya dengan penggagalan asyuro di Indonesia apa? Karena lewat peringatan asyuro seperti yang dilakukan oleh orang syiah di Indonesia maka orang akan tersadarkan akan perbedaan antara pesan agama yang dibawa oleh Imam Husain as dengan pesan agama yang dibawa oleh Yazid dan Muawiyah. Orang bisa membedakan mana Islam ala wahabi dan mana Islam ala syiah.

Wahabi menginginkan ummat ini tetap “bobok” dan menerima saja Islam ala Muawiyah dan Yazid, atau Islam ala Saudi-Wahabi. Sementara lewat peringatan-peringatan asyuro dan Karbala Imam Husain orang bisa tahu bahwa Islam yang dikibarkan oleh Ahlul Bait ini adalah Islam yang anti kezaliman, anti nina bobok, anti kejahilan dan anti kejumudan. Islam sejati adalah Islam yang progresif, inklusif, visoner dan rahmatan lil alamin. Itulah Islam yang dikibarkan oleh Rasulullah dan dilanjutkan oleh Ahlul Bait as.

Masjid DT Dibakar? Ini Klarifikasinya!

berita-masjid-dt-dibakar-ini-klarifikasinya-373-lMenanggapi isu yang berkembang terkait pembakaran masjid Daarut Tauhiid, Bandung, pihak Yayasan Daarut Tauhiid telah mengeluarkan klarifikasi, pada Senin (11/5).

Menurut Gatot Kunta Kumara, Ketua Yayasan Daarut Tauhiid, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (8/5), pukul 2.45. Gatot juga menambahkan, kejadian tersebut tidak sampai membakar lantai dasar masjid Daarut Tauhiid tapi hanya sebuah rak sepatu. Read More »

GUSDURian Rilis Pernyataan Sikap Atas Pemblokiran Situs Radikal

Jaringan GUSDURian Indonesia telah merilis pernyataan sikap yang pada intinya mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI dengan memblokir situs-situs yang menyebarkan paham radikalisme.

Jaringan GUSDURian Indonesia telah merilis pernyataan sikap yang pada intinya mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI dengan memblokir situs-situs yang menyebarkan paham radikalisme.

Menurut Kantor Berita ABNA, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah meminta Kemenkominfo untuk memblokir 22 situs dan blog radikal. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu.

“Suratnya (dari BNPT) kemarin diterima, ada 19 situs (minta diblokir). Sekarang nambah tiga situs, jadi jumlahnya 22 (situs diblokir),” Ismail, seperti dikutip inilah.com Senin (30/3/2015).

Kemenkominfo menindaklanjuti permintaan BNPT dengan mengirimkan surat ke Internet Service Provider (ISP) perihal pemblokiran situs dan blog tersebut.

Atas perkembangan ini, Jaringan GUSDURian Indonesia telah merilis pernyataan sikap yang pada intinya mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI dengan memblokir situs-situs yang menyebarkan paham radikalisme. Dalam pernyataan yang dirilis di website gusdurian.net ini, GUSDURian mengingatkan agar langkah pemerintah selalu berdasarkan undang-undang. Read More »

Mengapa Media-media Islam Perlu Diblokir?

Apa salah jika pemerintah memberangus media yang menyerukan permusuhan dan menyulut kebencian kepada sesama WNI hanya karena perbedaan sampai menyerang pribadi dan nama baik tokoh-tokoh tertentu?.

Apa salah jika pemerintah memberangus media yang menyerukan permusuhan dan menyulut kebencian kepada sesama WNI hanya karena perbedaan sampai menyerang pribadi dan nama baik tokoh-tokoh tertentu?.

Pertama, kita harus tahu dan klasifikasi yang mana yang dimaksud media Islam itu?. Media Islam adalah media yang keseluruhan redaksi dan staffnya adalah muslim dan aktivis dakwah yang materi-materi berita dan informasinya secara khusus didominasi pemberitaan mengenai dunia Islam dan artikel-artikel keIslaman.

Kedua, apakah semua media Islam diblokir?. Tidak bukan?. Berarti ada dua jenis media Islam. Media Islam yang diblokir Kominfo dan media Islam yang tidak diblokir.

Ketiga, fokus kita media Islam yang diblokir. Apa ciri-cirinya dan mengapa perlu diblokir?

Keempat, ciri-cirinya adalah mengajarkan paham radikalisme dan ekstrimisme, mendukung gerakan terorisme atau menjadi simpatisannya, menyulut kebencian dan permusuhan pada kelompok Islam selain mereka, bahkan memancing perseteruan antar penganut agama, dengan memuat materi-materi berita yang gemar menyinggung isu SARA dan sektarian. Selain itu, kritikan yang ditujukan pada pemerintah, tidak solutif malah bersifat melecehkan dan mengolok simbol-simbol negara bahkan secara terang-terangan menyerukan makar kepada pemerintah. Read More »