General

Konsep Kenabian Sunni, Syiah Dan Ahmadiyah

Seminar-Konsep-Kenabian-Sunni-Syiah-Ahmadiyah.42-PM-copy-660x330

Khazanah pemikiran Islam diwarnai dengan berbagai  interpretasi terhadap penafsiran Al-Quran yang pada akhirnya memunculkan berbagai mazhab atau aliran dalam Islam. Termasuk di dalamnya perspektif tentang Nabi yang pada tiap aliran dalam Islam itu berbeda antara satu aliran dengan aliran yang lainnya.

Lalu seperti apakah perspektif kenabian dalam Sunni, Syiah dan Ahmadiyah? Read More »

Dr. Mundzir Al-Hakim: Al-Ghadir, Nikmat Terbesar Allah Swt

Idul-Ghadir-1345-H-ICC-copy-660x330Aula dan Husainiyyah Islamic Cultural Center (ICC) Al-Huda terlihat meriah bakda Maghrib, Senin (13/10) kemarin. Mobil-mobil berjejer meluber hingga ke jalanan dan ke parkiran gedung sebelah karena tak mampu ditampung ICC saat seribu lebih Muslimin datang untuk memperingati Hari Raya Al-Ghadir, hari diangkatnya Imam Ali bin Abi Thalib sebagai washi atau penerus kepemimpinan Islam pasca Nabi.

Acara yang dimulai sehabis shalat Maghrib berjamaah itu dibuka oleh Ketua Umum Ormas Islam Ahlulbait Indonesia, Hasan Daliel Alaydrus yang mengingatkan jamaah akan pentingnya memperingati Hari Al-Ghadir yang merupakan momentum penyempurnaan agama.

Dalam perayaan ini, ICC kehadiran tamu istimewa dari Qum, Dr. Mundzir Al-Hakim, seorang guru besar Universitas Imam Khomeini. 

Dalam Khutbah berbahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustad Abdullah Beik, Dr. Mundzir mendedahkan beberapa dimensi penting peristiwa Al-Ghadir.

Menurut Dr. Mundzir, pengangkatan Imam Ali sebagai penerus Nabi di Ghadir Khum adalah bagian dari proses penyempurnaan manusia untuk mendekat kepada Allah. Dengan dipilihnya Ali, sudah sempurna Islam sebagai agama yang diridhai Allah Swt.

Namun menurut Dr. Mundzir, sepanjang sejarah ada pihak-pihak yang ingin menghilangkan sejarah yang tercatat paling mutawatir menurut muhaditsin Sunni dan Syiah. “Ada yang berusaha melupakan, mengingkari, atau mentakwilnya,” ujar Dr. Mundzir. “Ada juga yang menganggap Al-Ghadir itu adalah hari raya khusus Syiah saja. Padahal periwayatan peristiwa Al-Ghadir itu lebih banyak berada di kitab-kitab Ahlusunnah ketimbang di kitab Syiah sendiri.”

Menurut Dr. Mundzir, sebagaimana tertulis di surah At-Takatsur, manusia nanti akan ditanya mengenai nikmat terbesar yang diberikan Allah Swt kepada Muslimin. Nikmat besar itu adalah Ahlulbait dan Al-Ghadir.

“Kita nanti akan ditanya mengenai Ahlulbait sebagai jalan untuk menyempurna. Jika kita tak mencapainya, padahal sudah dikenalkan Ahlulbait, kita akan ditanya mengapa kita tak sampai mencapai kesempurnaan itu. Itu tanggung jawab kita,” ujar Dr. Mundzir.

Usai khutbah, acara peringatan Hari Raya Al-Ghadir ini ditutup dengan pementasan drama pengangkatan Imam Ali di Ghadir Khum oleh Nabi Muhammad Saw yang dibawakan oleh siswa Hauzah Jami’ah Mustafa dan pembacaan shalawat oleh anak-anak Ulumul Ushul Childern Islamic Studies (ULCIS).

Usai doa bersama yang dibawakan oleh Umar Shahab, jamaah menikmati permen dan hidangan khusus Yaumul Ghadir yang disediakan oleh panitia. (Muhammad/Yudhi)

 

sumber :Abi Press

Bedah Buku SMS Di P3M

Bedah-Buku-Syiah-Menurut-Syiah-di-P3MKlaim Sunni dan Syiah selalu saling bertikai ternyata tidak terbukti di Cililitan, Jakarta Timur. Hari itu, tepatnya Kamis (16/10) bertempat di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Muslim Sunni dan Syiah duduk bersama dalam sebuah diskusi bedah buku Syiah Menurut Syiah (SMS) yang ditulis oleh Tim Ahlulbait Indonesia. Read More »

Perang Uhud Menurut Riwayat Ayatullah Jakfar Subhani

perang-salibTanggal 7 Syawal tahun ketiga Hijriah bertepatan dengan terjadinya Perang Uhud. Musyrikin Mekah yang mengalami kekalahan di Perang Badar menempatkan pasukannya di lereng gunung Uhud sebanyak lima ribu orang dengan bantuan sejumlah kabilah. Mereka berada di sana untuk membalas kekalahan mereka sebelumnya.

Benar. Perang Uhud terjadi dalam kondisi yang sangat genting bagisistem Islam yang baru saja dibangun oleh Nabi Muhammad Saw diMadinah. Perang Uhud merupakan peristiwa yang bersejarah dan mengandung pelajaran penting. Ayatullah Jakfar Subhani dalam bukunya Furugh Velayat tentang Perang Uhud dalam sub judul “Pengorbanan Imam ali as di Perang Uhud” menjelaskan peristiwa itu seperti berikut: Read More »

Manusia di Mata Imam Ali as

thumb_big_other_47552e81a3da4672f4160ed8088dc687Allamah al-Qunduzi dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah menukil bahwa pada malam terjadinya pemukulan atas diri beliau oleh Abdurrahman bin Muljam, Imam Ali as berkali-kali keluar dari rumahnya dan memandang ke arah langit. Berulang kali beliau mengatakan, “Demi Allah aku tidak berbohong dan aku tidak menerima berita yang bohong. Malam ini adalah malam yang dijanjikan untukku.”

Dengan langkah perlahan Imam Ali berjalan menuju masjid. Saat memasuki Masjid beliau melihat Ibnu Muljam sedang tertidur. Imam Ali membangunkannya lalu berjalan menuju ke mihrab untuk melaksanakan shalat Subuh. Masjid telah dipenuhi oleh jamaah yang berbaris rapi membentuk shaf-shaf. Ali memuji Tuhannya dengan mengangkat tangan. Allahu Akbar! Read More »