Berita

Fatimah Az-Zahra Belahan Jiwa Rasulullah SAW

Rasulullah saw. bersabda: “Fatimah adalah belahan jiwaku. Barangsiapa membuatnya senang, dia telah membuatku senang; dan barangsiapa membuatnya marah, dia telah membuatku marah. Fatimah adalah orang yang paling mulia di sisiku.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal: 134, hadis No. 412)

1234

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya putriku (Fatimah) dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Azza Wajalla telah menghindarkannya dan menghindarkan orang-orang yang mencintainya dari api neraka.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal. 133, hadis No. 410)

54321

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Rasulullah SAW tentang Persaudaraan 20Jadilah Sahabat bagi Mukmin lainnya Ahlulbait Indonesia 271Pesan Rasulullah SAW tentang Salat Lima Waktu tes 414Sedekah yang Utama Menurut Rasulullah SAW

Fatimah Az Zahra a.s. dalam Surat Al-Kautsar

Ditulis dalam Tafsir Al-Mizan, Allamah Thabathaba’i mengatakan bahwa para Mufasir mempunyai banyak perbedaan pendapat dalam memaknai ‘Kautsar’. Dalam tafsirnya Allamah menukil 14 makna. Beberapa di antaranya adalah sebagian mufasir menafsirkan dengan keturunan yang banyak, ada juga yang memaknai nikmat yang banyak, sebagian lagi menafsirkan kautsar sebagai telaga di surga. Ada juga yang menafsirkanya dengan para sahabat dan pengikut sampai hari kiamat lalu makna ayat pun menjadi, ‘Kami memberikan kamu para sahabat dan pengikut sampai hari kiamat’.

Namun Allamah menulis bahwa makna ‘keturunan yang banyak’ lebih sesuai dengan makna Kautsar. Beliau berdalil dengan melihat ayat selanjutnya yaitu “Inna syaniaka huwal abtar” yang artinya bahwa “sesungguhnya, musuh-musuh mu-lah yang terputus (keturunannya).”

Jadi ketika Kautsar dimaknai selain ‘keturunan yang banyak’ misalnya dengan telaga di surga maka hubungan ayat akan terputus dan hubungan makna ayat menjadi rancu. Ia akan menjadi “Sesungguhnya Kami telah memberi mu telaga (di surga), maka shalatlah untuk Tuhan mu dan berkurbanlah. Sesungguhnya musuh-musuh mu lah yang terputus.” Apa hubungan telaga dengan terputusnya musuh-musuh? Akan tetapi ketika kautsar dimaknai dengan keturunan yang banyak maka hubungan antara ayat satu dengan yang lainnya akan terjalin.

Selain itu terdapat banyak riwayat yang menjelaskan bahwa surah ini turun berkenaan tentang musuh-musuh Nabi yang mengolok-olok beliau dengan mengatakan bahwa beliau tidak akan mempunyai keturunan. Karena pada waktu itu dua putra Nabi yakni Qasim dan Abdullah meninggal dunia. Maka dari itu, setiap Mufasir dianggap keliru apabila memaknai Kautsar selain dengan makna keturunan yang banyak. (Tarjumeh-ye Al-Mizan, jild 20, hal 640)

Selanjutnya, pertanyaannya adalah siapa mishdaq dari Kautsar? Yang mana keturunan dan dzuriyat Nabi saw bisa terhubung hingga sekarang. Tidak lain bahwa Kautsar adalah Sayyidah Fathimah Az-Zahra as. Tidak diragukan bahwa melalui Sayidah Fathimah lah keturunan Nabi saw bisa terhubung hingga saat ini dan bukan hanya menjaga keturunan Nabi, akan tetapi beberapa putra-putra Fathimah as yang terpilih menjadi Imam telah menjaga Islam murni sampai saat ini.  (Sutia)

Related posts:

IZ. Muttaqin DarmawanMengapa Imam Husain Menjadi Simbol Abadi Perjuangan Moral Universal? Mearajut Tali PersaudaraanMerajut Toleransi Di Tengah Perbedaan muslim-familyPeran Ibu dalam Mendidik Anak keluarga-muslim-31o7ms5aq4yaviegwcbci2_hirl1u (1)Bersikap Adil pada Anak

Fatimah Az Zahra Penghulu Wanita Penghuni Surga

Rasulullah Saw. bersabda, “Fathimah adalah penghulu wanita penghuni surga.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal.135, hadis No. 415; Musnad Ahmad bin Hanbal, hal.3, hadis 80)

Ahlulbait Indonesia 104

Related posts:

38Haramnya Surga bagi Pencela Ahlulbait Indonesia 70Ranting Pohon Surga yang Menjulang ke Bumi Ahlulbait Indonesia 96Renungan untuk Orang Kaya (dr kiri) Dewi Candraningrum, Neng Dara AffiahPerempuan Dalam Cengkeraman Budaya Patriarki

Pesan Rahbar untuk Konferensi Mahasiswa Islam Eropa ke-52

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Uzma Sayid Ali Khamenei, pada Rabu (24/1), dalam pesan tertulisnya untuk Persatuan Asosiasi Mahasiswa Islam di Eropa yang tengah mengadakan Konferensi yang ke-52. Ia dalam pesannya, menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa harus mengenal zaman sekarang dan perkembangannya serta mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Pesan ini baru dirilis, Sabtu (27/1). Redaksi pesan Ayatullah Sayid Ali Khamanei adalah sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Pemuda-pemuda mahasiswa yang saya cintai!

Zaman sekarang dan perkembangannya menentukan harapan-harapan dari kawula muda. Harapan-harapan itu tidak ada atau belum dikenal pada masa-masa sebelumnya. Pemuda-pemuda mahasiswa harus mengenali perkembangan dan harapan itu dengan tepat serta mempersiapkan dirinya.

Himpunan-himpunan Islami dan suasana keagamaan yang terdapat di dalamnya bisa membantu kalian dalam persiapan ini. Poin utamanya adalah hendaknya kalian bekerja demi Allah Swt dan dengan semangat menjalankan tugas.

Manakala kalian memperoleh taufik ini, maka hidayah Ilahi juga akan datang membantu kalian. Insyaallah.

Saya doakan semoga Allah Swt melimpahkan kebahagiaan kepada kalian semua.

Sayid Ali Khamenei

24 Januari 2018

Persatuan Asosiasi Mahasiswa Islam di Eropa berdiri pada bulan Desember tahun 1965 atas prakarsa Ayatullah Behesti. (Abna)

Related posts:

syeikh-al-azhar-mesir-prof-dr-ahmed-al-tayeb-_120321133653-243Al-Azhar: Serangan AS di Suriah, Agresi atas Arab Islam 940117ac-1573-40b4-a4f9-3da22bf23043Kemajuan Iran Pasca Revolusi Islam 4bmw91ff255cc7p2mg_800C450Reaksi Rahbar terhadap Serangan Rudal AS ke Suriah 506088Konferensi Internasional Studi Islam Akan Meriahkan IIEE 2017

Pentingnya Memperhatikan Tetangga

Imam Ali as: “Perhatikanlah baik-baik tetanggamu, karena sesungguhnya mereka itu adalah wasiat Nabi kalian. Beliau (Nabi saw) terus menerus memesankan perlakuan yang sebaik-baiknya terhadap mereka, sehingga kami pernah menduga bahwa beliau akan menetapkan hak bagian atas warisan untuk mereka.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 85

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 100Hak-Hak Tetangga 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi Ahlulbait Indonesia 55Tanda-tanda Kebodohan tsssWaspadai Pembicaraan yang Tidak Penting

Aksi Fogging ABI Rescue di Rawajati, Jakarta Selatan

Sabtu pagi, 27 Januari 2018 ‘pasukan oranye’ ABI Rescue mengadakan bakti sosial fogging (pengasapan) di wilayah Rt 002 / Rw 003 Rawajati, Jakarta Selatan. Pengasapan dilakukan di lingkungan sekolah SD Negeri 03, komplek Zeni AD VII. “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, sekaligus untuk berkhidmat kepada masyarakat” kata Rimba selaku koordinator fogging.

Rimba mengatakan, pihaknya siap memberikan pelayanan fogging gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Rencananya kami adakan setiap satu minggu sekali,” pungkas Rimba.

94139411-b3d0-4e48-9875-4591521a567d

0ae5a1a3-542d-4997-92e5-72622e7f6ff7

35489d80-cc9b-4fbb-b81e-2f1e96633418

50f4a0d0-4eb6-47f3-8ab2-160c2eb9ff8d

d6fdb66f-1f74-4349-aa51-8e6c899e8396

1f76eddb-a101-44db-9d52-3f05000852e3

Related posts:

asasasaRaker III ABI: Khidmat dan Ketulusan untuk Kemajuan Organisasi abi rescue6ABI Rescue Santuni Yatim dan Duafa Bantuan RCTI Peduli bekerjasama dengan DPW ABI Sulawesi TengahKiprah RCTI Peduli dan ABI Dongkrak Mutu Pendidikan di Palu Aparat Sigap Peringatan Asyura Semarang Berjalan LancarAparat Sigap, Peringatan Asyura Semarang Berjalan Lancar

Adab Mempekerjakan Seseorang

Imam Ali as: “Rasulullah Saw. melarang untuk mempekerjakan seseorang sebelum orang itu diberi tahu berapa upahnya.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 86

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara DPPPPHidup dan Mati menurut Imam Ali tessssMemperbaiki Hubungan dengan Allah Ahlulbait Indonesia 86567890Mutiara Hikmah Imam Ali Ar-Ridha a.s.

Hancurnya Situs-Situs Islam, Hingga Politisasi Haji Arab Saudi

Sekjen Muslim Student Organisation (MSO) of India, Syujaat Ali, dalam forum seminar internasional di Jakarta, (25/1/18), mengungkapkan keprihatinannya atas rusaknya situs-situs Islam di Arab Saudi. Menurutnya 90 persen situs Islam di sana hancur akibat ulah rezim Saudi yang tidak menghargai peninggalan-peninggalan sejarah Islam. Situs-situs yang dimaksud seperti rumah istri dan anak-anak nabi, makam para sahabat dan keluarga nabi, tempat-tempat di mana nabi mengajar, bahkan seperti terjadi sebuah pengusiran terhadap zuriat (keturunan nabi) yang saat ini lebih banyak tinggal di Yaman dan negara-negara lainnya.

Dalam forum yang sama, intelektual Muslim sekaligus mantan Anggota DPR RI, Ir. Sayuti Asyathri menerangkan, makna dari penghancuran situs-situs Islam adalah upaya untuk menghalangi kemajuan Islam. “Menghancurkan situs tujuannya adalah merusak arsip. Definisi arsip adalah semua rekaman visual, kegiatan manusia. Kalau arsip itu ada, bisa menjadi kekuatan bagi seseorang untuk melakukan verifikasi, objektifikasi, dan ilmu pengetahuan bisa berkembang. Jadi kenapa Islam ini ilmu pengetahuannya lemah? Karena memang tidak diizinkan untuk berkembang; tidak diizinkan ada semangat verifikasi; tidak diizinkan ada semangat objektifikasi; tidak diizinkan ada perbaikan. Hal itu dilakukan dengan cara menghancurkan situs-situs peninggalan sejarahnya,” ungkapnya.

Sekjen Garda Suci Merah Putih, Ir. Mujtahid Hashem, pembicara lain dalam seminar itu mengatakan bahwa konferensi haji pertama menentang Saudi sebagai pengelola haji, dilakukan oleh Al-Azhar. “Al-Azhar dalam konferensi pertama menentang Saudi ketika awal berkuasa yang didukung oleh Inggris. Al-Azhar mengumpulkan kaum Muslimin, dan ulama-ulama. Hasil konferensinya menyatakan bahwasannya Saudi tidak memiliki kapasitas intelektual, tidak mempunyai kapasitas spiritual, dan juga kapasitas keilmuan. Mereka tidak layak mengurus tempat-tempat suci, dan tidak sah mereka mengelola tempat-tempat suci. Akan tetapi karena Saudi didukung oleh pemenang Perang Dunia I dan Perang Dunia II, juga melakukan konferensi internasional (tandingan) mengumpulkan siapa saja yang dianggap ulama untuk menjustifikasi, melegitimasi, bahwasannya Saudi layak mengurus Mekah dan Madinah,” ungkap Mujtahid.

Politisasi haji

Mujtahid mengungkapkan banyak hal terkait politisasi haji yang dilakukan Arab Saudi. Misalnya untuk kasus Syiria. Karena masalah politik yang dilakukan Arab Saudi dan Syiria, kuota haji tidak ditentukan oleh Presiden Bashar Assad tapi ditentukan oleh oposisi yang ada di luar negeri, yang ada di Perancis, yang ada di Inggris, mungkin juga yang ada di Arab Saudi, dan mereka yang menentukan siapa yang berhak melakukan haji. Politisasi haji juga dilakukan terhadap Yaman dan Iran.

Untuk kasus Yaman, Mujtahid melanjutkan, Saudi juga melarang orang-orang Yaman untuk melakukan haji disebabkan karena perang yang terjadi di Yaman. “Kita mengetahui koalisi Arab Saudi melakukan penyerangan ke negara Yaman. Untuk itu Saudi Arabia sangat membatasi dan tidak memberikan visa bagi siapa-siapa saja yang berafiliasi dengan Ansharullah Movement atau Houthi. Dan inilah bagian mayoritas yang ada di Yaman. Tapi Saudi hanya memberikan visa kepada pengikutnya.”

Lebih lanjut dijelaskan, sikap Saudi melarang orang pergi haji adalah jelas bertentangan dengan Islam. “Karena haji adalah perintah Allah swt secara langsung. Undangan dari Allah swt secara langsung kepada setiap orang. Menghalangi orang berhaji sama saja dia melawan Allah. Sama halnya dengan shalat; shalat adalah perintah Allah swt kepada umat manusia, bagi siapa saja yang melarang orang lain untuk melakukan shalat maka pada dasarnya mereka menentang Allah swt.”

Persoalan lain adalah sikap Saudi yang memilih berkoalisi dengan kaum Musyrikin (imperialisme modern, zionisme internasional, yang diwakili Amerika, Israel dan juga Inggris) bertentangan dengan semangat haji itu sendiri. Karena dalam ritual ibadah haji salah satunya adalah berlepas diri dari kaum Musyrikin.

Ditambah lagi soal keamanan. Mujtahid menjelaskan bahwa Saudi Arabia menyerahkan national security, termasuk bandara, kemudian haji di Mekah dan Madinah kepada kontraktor-kontraktor zionis Israel. Ini yang menurutnya jadi problem sampai saat ini di Arab Saudi. Bagi siapa saja yang serius melakukan perlawanan terhadap rezim zionis Israel, maka ketika datang ke haji dan umrah itu bisa membuat dirinya terancam keamanannya.

Seminar internasional dengan tema “Peran Umat Islam dalam Pengelolaan Pelaksanaan Haji dan Menjaga Situs-situs Sejarah Islam” ini rencananya diselenggarakan di UIN Jakarta akan tetapi terjadi perubahan lokasi sehingga terlaksana di Universitas Indonesia.

“Pindahnya kita di sini pun tidak lepas dari tekanan Kedubes Arab Saudi. Dua hari menjelang acara saya dihubungi pihak rektorat (UIN) bahwa acara harus dibatalkan. Saya tanya kenapa? Karena Arab Saudi tidak mau acara ini berlangsung. Saya tidak menyerah, saya akan terus mengadakan acara-acara seperti ini karena ini merupakan kebebasan kita sebagai mahasiswa untuk mengkaji segala ilmu. Dengan sikap seperti itu Arab Saudi telah mencampuri kedaulatan kita sebagai rakyat Indonesia yang merdeka….. Hidup mahasiswa!!!” ungkap Ziyad Abdul Malik, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, selaku penyelenggara acara. Seminar ini terselenggara atas kerja sama HMI, Garda Suci Merah Putih dan Al Haramain Watch. (M/Z)

 

Related posts:

505286Info Haji 2017: Jemaah Meninggal di Arab Saudi Mencapai 516 Orang 092252_sultan2Perusakan Makam Nodai Nilai-nilai Islam RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama qatarMenlu Qatar: Daftar Tuntutan Arab Saudi Tidak Realistis

Menyantuni Anak Yatim

Rasulullah Saw. kepada seorang lelaki yang mengadukan tentang kekerasan hatinya: “Apakah kau ingin melunakkan hatimu, dan terpenuhi hajatmu? sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah dia makan dengan makananmu, maka akan lembut hatimu dan akan terpenuhi hajatmu.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 83

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 45Terhalangnya Doa Tanpa Shalawat tessssMemperbaiki Hubungan dengan Allah 123456Mensyukuri Nikmat Ahlulbait Indonesia 93Kerugian bagi Orang Kikir

Pidato Imam Ali Khamenei dalam Pertemuan dengan Peserta Kongres Antar Parlemen Negara-Negara Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Selasa (16/1) sore, berpidato dalam pertemuan dengan peserta Kongres Antar Parlemen Negara-Negara Islam ke-13. Pidato lengkap beliau sebagai berikut:

بسم‌الله‌الرّحمن‌الرّحيم

و الحمدلله ربّ العالمين والصّلاة والسّلام علي سيدنا محمد و آله الطيبين و صحبه المنتجبين و من تبعهم باحسان الي يوم الدّين

Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Segala puja dan puji kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Sayidina Muhammad dan keluarga sucinya, sahabat pilihannya, dan siapa yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Pembalasan.

Selamat datang saudara-saudara yang terhormat, saudari-saudari yang terhormat! Di sini kalian berada di antara saudara-saudari dan di rumah kalian sendiri. Mudah-mudahan Allah Swt melimpahkan taufik kepada kalian semua, membantu dan membimbing kalian semua agar dapat insyaallah menyukseskan pekerjaan besar yang kalian pikul.

Persatuan Parlemen Negara-Negara Islam, yang berumur hampir seperempat abad, punya posisi yang sangat penting. Pertama-tama bahwa kalian adalah ketua dan anggota parlemen negara-negara Islam. Kalian adalah wakil rakyat. Ini poin penting. Kedua, dari sisi lain kalian tidak punya keterbatasan diplomatis pemerintah. Kalian bisa menunjukkan sikap yang lebih serius dan menyatakan secara lebih tegas tuntutan rakyat kalian dan bangsa-bangsa Muslim serta Umat Islam di dunia. Menurut saya urgen sekali menggunakan posisi penting ini untuk menunaikan tugas keagamaan dan historis. Kita di hadapan Umat Islam punya tanggungjawab keagamaan yang besar. Kita semua; semua orang yang punya posisi di belahan Dunia Islam, sebagaimana kalian, dan kami pun demikian, sekali lagi kita semua punya tugas keagamaan. Artinya, Islam dan agama punya tuntutan terhadap kita. Pertama-tama kita harus melakukannya. Yang kedua bahwa kita punya tugas historis. Seperti yang orang rasakan, sekarang ini dunia sedang berada dalam sebuah arus transformasi yang penting, sedang mengalami perubahan-perubahan penting. Seluruh dunia. Bukan kawasan tertentu saja, Asia, Afrika, atau Barat saja. Seluruh dunia merasakan transformasi sedang terjadi. Harus berperang dalam transformasi ini. Pada masa tertentu, Dunia Islam kena pukulan telak. Pasca Perang Dunia Pertama, Dunia Islam tercabik-cabik. Orang-orang yang sama sekali tidak punya kelayakan, orang-orang yang sama sekali tidak berhak, berkuasa terhadap negara-negara Islam; di Asia Barat, di Afrika Utara. Tanpa alasan apa pun, tanpa kelayakan apa pun. Dampak-dampak jangka panjangnya masih ada di Dunia Islam, pukulan-pukulannya masih terasa. Jangan sampai kita biarkan peristiwa dan pengalaman ini terulang kembali.

Sesuai program yang dipaparkan kepada saya, ada topik-topik penting dalam agenda kongres ini. Sebagiannya nanti akan saya singgung. Tapi, ada juga isu-isu yang terabaikan dan semestinya mendapat perhatian. Seperti masalah Yaman, masalah Bahrain. Ini juga merupakan persoalan yang sangat penting dan luka yang dalam dan parah pada tubuh Umat Islam. Semua ini harus ditanggulangi. Memang masalah Myanmar sudah diutarakan. Masalah Kisymir juga telah disampaikan. Pesan saya kepada saudara-saudari mukmin dan muslim adalah dalam isu-isu utama Dunia Islam, dalam persoalan-persoalan vital Dunia Islam, kita harus tegas. Kalau kita tegas, maka kita bisa membuat arus di dunia. Kita perlu membuat arus di tengah opini publik dunia dan pikiran elit dunia. Ada hakikat-hakikat. Dan hakikat-hakikat ini harus kita pulish global. Kita harus mempengaruhi opini publik dan masyarakat umum dunia. Jangan biarkan kalian disepelekan. Jangan biarkan “Konspirasi Diam” menghapus isu-isu penting Dunia Islam. jangan perkenankan imperium horor dan beracun propaganda Barat yang pada umumnya berada di tangan zionis membuat masalah-masalah penting Dunia Islam ini terabaikan. Sekarang, saya akan mengisyarakatn kepada sebagian dari masalah-masalah itu. Masalah Palestina salah satu isu yang sangat penting, bahkan persoalan Dunia Islam yang paling penting. Masalah ini sepenuhnya diabaikan. Betapa banyak tekanan dan kendala yang dihadapi oleh rakyat Palestina. Menurut kami, imperium media zionis Barat bisa dikalahkan. Target ini bisa dicapai. Sekiranya kita semua bersemangat, maka kita pasti bisa. Kekalahan zionis di perang lunak juga sesuatu yang mungkin terjadi. Sebagaimana di perang keras zionis mengalami kekalahan, seperti kalian saksikan sendiri bagaimana rezim zionis kalah di Libanon, terpaksa mundur, dan terpaksa mengakui kekalahan, padahal semua orang mengira rezim ini tak terkalahkan, di perang lunak pun rezim zionis dan agen-agennya bisa dikalahkan.

Ada berapa masalah utama yang ingin saya isyaratkan dan di agenda kongres ini juga disinggung. Yang pertama adalah masalah Palestina. Masalah palestina jangan pernah sesaat pun dilupakan. Masalah Palestina adalah masalah yang sangat penting. Apa yang terjadi selama tujuh puluh-delapan puluh tahun terakhir di Palestina, menurut saya tidak pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah. Sejauh yang kami tahu, hal seperti ini, di mana pun, baik pada masa kita maupun pada masa-masa yang dekat dengan kita, bahkan di masa kapan pun sepanjang sejarah, kami tidak menemukan masalah yang seperti ini terjadi.

Apa masalahnya? Masalahnya adalah tiga peristiwa terjadi pada sebuah bangsa. Yang pertama adalah mereka merampas tanah airnya, menjajahnya. Baik! Di sebagian belahan dunia juga ada tanah air yang dijajah. Ini bukan hal baru. Tapi, di samping penjajahan ini, mereka juga melakukan pengasingan massal. Jutaan orang dari rakyat Palestina sekarang berada di pengasingan. Terasing dari tanah air mereka sendiri, dari rumah mereka sendiri, dari kota dan kampung halaman mereka sendiri. Terusir, terasing jauh, dan tidak diperkenankan untuk kembali. Dua hal ini sama dengan pengasingan massal jutaan orang. Yang ketiga adalah dua peristiwa ini disertai dengan pembantaian massal. Banyak sekali orang yang ketika itu dibantai. Perempuan, laki, anak-anak. Di kota dan di desa. Mereka bunuh massal. Ini kejahatan kemanusiaan besar yang terjadi. Ini soal Palestina. Yakni peristiwa penjajahan, pengasingan, dan  pembunuhan massal terhadap sebuah bangsa. Bukan terhadap satu orang atau satu kelompok orang yang terbatas. Ini masalah yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Iya, kadang –anggap saja sebagai contoh- di sebagian negara ada sekelompok orang yang dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain, tapi tetap dalam negeri mereka sendiri. Bukan pengusiran sebuah bangsa dari negerinya sendiri. Sekarang, sudah puluhan tahun kelompok-kelompok orang Palestina, diri mereka sendiri atau bapak-bapak mereka, diusir dari Palestina dan hidup di kamp-kamp. Ini apa artinya? Hal seperti ini tidak pernah terjadi di belahan dunia mana pun. Ini satu masalah. Dan masalah yang luar biasa. Ini sebuah kezaliman historis yang tiada duanya. Ini tidak diragukan lagi adalah sebuah kezaliman bersejarah yang tidak ada padanannya. Kita punya kewajiban. Artinya, di dalam Islam dan disepakati oleh seluruh mazhab Islam bahwa dalam kasus-kasus semacam ini, orang-orang Muslim harus terjun ke medan, membela, dan melakukan pembelaan sebisa mungkin. Pada akhirnya, hal ini harus dilakukan.

Saya percaya bahwa perjuangan melawan rezim zionis ini pasti akan menghasilkan. Kami yakin ini. Keliru apabila kita mengira bahwa “Tidak ada gunanya. Semuanya sudah terlambat.” Tidak! Sama sekali tidak demikian! Walau pun puluhan tahun telah berlalu, tapi insyaallah dan dengan izin Allah Swt pasti akan menghasilkan. Sebagaimana sampai hari ini pun Muqawama terus maju. Kalian lihat sendiri; suatu hari mereka –zionis- berselogan “Dari Nil sampai Furat”. Tapi sekarang, mereka malah mengurung diri dengan tembok dan berharap bisa menjaga diri di dalam tanah air gasab. Itu berarti Muqawama mengalami kemajuan. Setelah ini pun pasti akan terus maju. Palestina adalah sebuah kesatuan. Sebuah negara. Sebuah sejarah. Palestina sebagaimana berulangkali ditekankan adalah “Dari Sungai sampai Laut”. Dari sungai Yordania sampai laut Mediterania. Ini Palestina. Dan tidak diragukan lagi bahwa Quds adalah ibukota Palestina ini. Pikiran utama dan hakikat ini sama sekali tidak bisa dicederai. Apa yang sampai sekarang dan sedang dilakukan oleh AS terhadap Quds, seperti kegalatan (kekonyolan) berlebihan yang dilakukan oleh orang ini (Trump) sudah pasti tidak mungkin sampai ke mana-mana. Bedanya, orang yang sekarang sedang berkuasa di AS agak terang-terangan dalam bekerja. Tapi penguasa-penguasa AS yang lain juga punya jalan dan target yang sama dengan dia. Mereka semua tidak ada bedanya. Dan mereka tidak akan mampu merealisasikan apa yang telah mereka katakan.

Pemerintah-pemerintah yang sekarang membantu AS, pemerintah-pemerintah di kawasan kita sendiri, adalah sedang melakukan pengkhianatan. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua. Adalah pengkhianatan yang nyata ketika seseorang bersahabat dengan zionis dan pada saat yang sama menganiaya saudara-saudara Muslimnya. Seperti yang sedang dilakukan oleh Saudi. Sudah pasti ini adalah pengkhianatan terhadap Umat Islam dan Dunia Islam. Ini hal pertama.

Hal kedua adalah masalah persatuan Islam. Kita jangan sampai membiarkan perbedaan ras, daerah, bahasa, dan sekte membuat perselisihan di antara kita. Kami sudah mengatakan hal ini kepada semua. Sekarang pun kami katakan lagi. Dan akan senantiasa kami katakan. Bahkan terhadap pihak-pihak yang secara nyata memusuhi kami juga kami telah katakan bahwa kami siap untuk menyikapi kalian secara persaudaraan. Iya, tentunya sebagian orang tidak bisa melakukan hal ini. Sebagian pemerintah tidak sanggup melakukannya. Tapi kami yakin bahwa Dunia Islam dengan populasinya yang besar, fasilitasnya yang berlimpah, posisi dan kawasannya yang sekarang luar biasa sensitif, baik di Afrika maupun di Asia, baik di Asia Barat maupun di Asia Pusat, pasti persatuannya bisa menciptakan kekuatan yang besar di dunia. Kekuatan yang mampu memberi pengaruh di dunia. Persatuan ini harus kita realisasikan. Kita harus bersinergi. Kita harus menolong satu sama yang lain. Kita harus mengirimkan kekuatan kita untuk membantu satu sama yang lain. Permusuhan-permusuhan yang biasa terjadi ini harus segera dihentikan. Pada umumnya ada campur tangan AS dan zionis dalam kebencian dan permusuhan ini. Merekalah yang sedang menciptakan perselisihan di antara kita. Semua itu harus segera dihentikan, dan jangan kita biarkan dengan hal-hal seperti ini zionis membuat margin keamanan untuk dirinya. Salah satu cita-cita musuh Dunia Islam adalah terjadi perselisihan, cekcok, perang, dan pertumpahan darah di dalam Dunia Islam. Hal itu untuk membuat margin keamanan bagi zionis. Kita harus mencegah hal ini. Sebisa mungkin kita jangan biarkan itu terjadi.

Hal ketiga dan poin yang sangat penting adalah upaya untuk kemajuan ilmiah. Dengan perantara ilmu pengetahuan Dunia Barat berhasil mencapai kekayaan. Dengan perantara ilmu pengetahuan mereka berhasil mencapai kekuasaan internasional. Mereka maju dalam ilmu pengetahuan, maka mereka mendominasi di seluruh dunia. Tapi, karena mereka tidak beriman, karena mereka tidak berkapasitas, maka mereka menggunakan ilmu pengetahuan ini secara buruk. Ilmu dan pengetahuan ini mereka gunakan untuk menzalimi, mengeksploitasi, menjajah, dan menindas. Kita tidak ingin melakukan semua itu. Tapi, dari sisi ilmu dan pengetahuan kita terbelakang. Dunia Islam harus mengupayakan agar anak-anak mudanya maju dari sisi keilmuan. Hal ini bisa dilakukan. Di sini, kami telah melakukannya. Kami dari sisi peringkat keilmuan berhasil mengangkat diri berapa tingkat di atas. Dan semua itu pun kami melakukannya pada masa embargo. Kami selama bertahun-tahun diembargo oleh kekuasan-kekuasaan arogan. Namun, embargo ini membantu kita untuk bisa meraih perkembangan. Kami terpikir anak-anak muda kami. Kami terpikir diri kami. Mulailah kami memberdayakan kekuatan-kekuatan diri sendiri. Kami sekarang di bidang-bidang yang penting telah memposisikan diri dalam batas ilmu dan pengetahuan. Padahal sebelumnya kami sangat terbelakang. Dalam kedokteran, dalam nano, dalam sel induk, dalam ilmu nuklir, dan dalam banyak ilmu pengetahuan lainnya. Anak-anak muda kami mampu membuktikan diri, mampu bekerja, mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Jumlah anak muda negeri kami yang terdidik dan ilmuan sekarang lebih banyak dibandingkan dengan kebanyakan bahkan mayoritas negara-negara dunia. Karena itu, salah satu pekerjaan yang harus ditindaklanjuti di negara-negara Islam adalah prihal kemajuan ilmiah. Dan ini bisa. Dalam hal ini juga kita harus saling membantu. Iya, tentunya dan untungnya sebagian negara Islam lainnya juga punya kemajuan yang bagus sekali di bidang ini.

Hal berikutnya adalah kita harus membongkar klaim-klaim dusta Setan Akbar. Setan Akbar adalah AS. Mereka membuat klaim-klaim dusta. Klaim-klaim ini harus dibongkar. Salah satu dari klaim itu adalah isu HAM. Mereka itu anti HAM tapi pada saat yang sama mengklaim diri pendukung HAM. Mereka selalu membawa nama HAM dan melontarkannya, padahal apa yang mereka lakukan anti HAM. Sekarang, orang yang sedang berkuasa di sana (Trump) mengungkapkan fakta ini secara terang-terangan. Penguasa-penguasa yang sebelum dia juga melakukan hal yang sama, tapi tidak secara terang-terangan. Yang satu ini agak telanjang dan terbuka dalam berbicara. Terhadap Afrika, terhadap ras-ras, terhadap Amerika Latin, terhadap semua orang, terhadap Muslimin, dan terhadap segala sesuatu dia bicara. Itu artinya, mereka adalah orang-orang yang bertindak anti HAM, tapi mereka bawa-bawa bendera pembelaan HAM. Ini harus dibongkar. Ini kebohongan besar yang harus dibongkar. Contoh lainnya, perjuangan anti terorisme. Mereka mengklaim berjuang melawan terorisme. Padahal, pertama-tama mereka sendirilah yang membela pemerintah teroris zionis. Pemerintah zionis di Palestina jajahan adalah pemerintah teroris. Mereka sendiri yang mengatakan. Orang-orang israel sendiri tidak menolak bahwa mereka maju dengan teror. Hal ini mereka sendiri yang mengatakan. Terkadang mereka mengungkapkannya secara terang-terangan. Tapi, pendukung pemerintah ini di kawasan, pada peringkat pertama adalah AS. Karena itu, merekalah yang mendukung pemerintah teroris. Di samping itu, mereka juga mendukung teroris-teroris lain. ISIS yang sempat menjadi masalah besar bagi sejumlah negara di kawasan kami, yang membuat adalah AS itu sendiri. Hal ini mereka akui sendiri. Mereka nyatakan. Orang ini pun (Trump) dalam kampanye pemilunya berkali-kali menyebut pemerintah sebelumnya sebagai pembuat ISIS. Betul apa yang dia katakan. Ini kata-kata yang benar. Memang merekalah yang membuat ISIS. Sampai saat-saat terakhir pun, ketika ISIS sedang menghirup nafasnya yang terakhir di Suriah, mereka masih terus mendukung dan membelanya. Ini contoh yang terbaru dan berhubungan dengan perkembangan paling kini. Karena itu, mereka sendiri pendukung terorisme, mereka sendiri pelaku terorisme, tapi pada saat yang sama mereka angkat bendera perjuangan anti terorisme. Semua ini harus dibongkar. Semua ini harus dijelaskan kepada Dunia. Saya katakan bahwa hendaknya kalian membuat arus, hendaknya kalian mempengaruhi pikiran elit dunia dan opini publik masyarakat dunia. Hendaknya kalian mengungkapkan hakikat-hakikat ini.

Saya ingin katakan bahwa apa yang kami utarakan di Republik Islam kepada saudara-saudara kami, apa yang kami paparkan, dan apa yang kami tekankan adalah hal-hal yang kami sendiri telah mencobanya. Semua ini pekerjaan-pekerjaan yang secara praktis kami sudah melakukannya. Bukan sekedar kata-kata di mulut. Salah satu hal yang saya tekankan dan wasiatkan kepada himpunan saudara-saudara Muslim dalam pertemuan-pertemuan seperti ini adalah hendaknya kalian tidak memandang hal ini selesai dengan resolusi atau dengan mengeluarkan resolusi. Apabila kalian duduk di sebuah komite, atau anggap saja di majelis umum kongres ini kalian telah mengeluarkan sebuah deklarasi, yakinlah bahwa persoalannya tidak akan selesai dengan ini. Ini hanya bagian dari pekerjaan. Bagian lainnya adalah menindaklanjuti dan membantu teralisasinya keputusan-keputusan. Ini semua harus dilakukan.

Mereka perangi kami secara ekonomi. Mereka tahu bahwa ekonomi adalah hal yang penting di negeri kami. Bertahun-tahun mereka perang ekonomi dengan kami. Mereka lakukan perang ini sekuat-kuatnya. Sekarang juga perang ekonomi masih berlanjut. Embargo salah satu bagian dari perang ekonomi terhadap kami. Kami Alhamdulillah tidak kalah. Kami tidak bertekuk lutut. Kami berhasil menanggulangi masalah ini. Insyaallah setelah ini pun kami akan tetap bisa menanggulangi, dan insyaallah akan mengubah embargo demi embargo menjadi sarana untuk perkembangan. Kami percaya “Kerakyatan Religius” sebagai faktor pertumbuhan, faktor perkembangan; baik perkembangan spiritual maupun perkembangan material. “Kerakyatan Religius” adalah nilai sangat mulia yang kami dapatkan keuntungannya demi dunia dan akhirat rakyat.

Dengan daya dan kekuataan Ilahi, Bangsa Iran telah membuktikan bisa. Dan setelah ini juga pasti bisa melumpuhkan konspirasi-konspirasi AS. Setelah ini pun insyaallah kami bisa melumpuhkan konspirasi AS. Semoga motivasi ini semakin menguat di negara-negara Islam dan di antara Bangsa-Bangsa Islam sehingga menjadi kepalan tangan yang kuat dari himpunan Dunia Islam terhadap seluruh konspirasi arogans. Saya doakan mudah-mudahan kalian sukses. Dan sekali lagi kami sampaikan selamat datang kepada kalian semua. (Abna)

Wassalamualaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Related posts:

940117ac-1573-40b4-a4f9-3da22bf23043Kemajuan Iran Pasca Revolusi Islam Persatuan IslamPersatuan Menurut Imam Khomeini dan Ayatullah Khamenei Rahasia Seputar Malam Nisyfu Sya'banMaulid Nabi di ICC logo-OKI25 Juta Orang dari Penduduk Negara-negara OKI Mengungsi