Berita

Prof. Din Syamsuddin: Kedepankan Dialog untuk Cegah Potensi Konflik

prof din syamsuddin

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAP), Prof. Dr. Din Syamduddin menilai, konflik antar umat beragama biasanya terjadi bukan disebabkan oleh faktor agama tapi oleh faktor-faktor non-agama. “Seperti kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik. Agama kemudian dijadikan sebagai faktor pembenaran terhadap faktor-faktor non-agama itu,” ungkapnya.

Oleh karena itu menurutnya untuk mencegah konflik perlu dikedepankan dialog. Dialog yang bersifat dialogis, yaitu dialog yang bertumpu atas dasar ketulusan, keterbukaaan, keterusterangan, untuk penyelesaian masalah. Oleh karena itu pihaknya melalui Kantor UKP-DKAP menyelenggarakan “Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa” dengan menghadirkan pemuka-pemuka agama dari tingkat pusat hingga daerah. Musyawarah berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, 8-10 Februari 2018.

Dalam forum yang juga ditujukan sebagai ajang silaturrahmi itu membahas tujuh pokok permasalahan. Keterangan selengkapnya bisa disimak dalam pidato sambutan Prof. Dr. Din Syamsuddin berikut:

Artikel terkait: Ketua Umum ABI di acara Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa

Related posts:

din syamsuddinDin : Ulama Harus Tampil Sebagai Juru Damai din syamsuddinDin: Islam Perlu Menanggapi Kemajuan China Asian Muslim Action NetworkAsian Muslim Action Network (AMAN): Tidak Ada Konflik Berbasis Agama Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang

Ketum ABI: Mari Kita Saling Menghargai dalam Kebhinnekaan

KH. Hassan Alaydrus ABI

Ketua Umum Ahlulbait Indonesia (ABI), KH. Hassan Alaydrus menekankan akan pentingnya sesama anak bangsa menjaga persatuan dan saling menghargai dalam kebhinnekaan. “Indonesia adalah negeri kita bersama, mari kita rawat dan jaga. Indonesia bukan tempat untuk mereka yang merasa benar sendiri. Bukan tempat untuk mereka yang sulit diajak dialog. Bukan tempat untuk mereka yang mau menang sendiri,” tutur KH. Hassan Alaydrus.

Hal itu beliau sampaikan ketika menghadiri acara “Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa,” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 8 Februari 2018. Acara diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja sama Antaragama dan Peradaban, dengan menghadirkan sekitar 450 pemuka agama baik dari tingkat pusat maupun daerah.

KH. Hassan Alaydrus juga menyampaikan rasa gembiranya karena negara mengakui keberadaan pecinta Ahlul Bait di Indonesia dengan mengundang beliau secara resmi dalam forum itu.

Penuturan selengkapnya bisa disimak dalam video berikut:

Artikel terkait: Pidato Sambutan Prof. Din Syamsuddin dalam Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa

Related posts:

donaldKPK Diminta Tancap Gas Tuntaskan Tunggakan Kasus 91160313-kekerasaan agama358 santri se-Indonesia ikrar “Say No to Adu Jotos” RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama Dr. Kholid Al WalidNasib Filsafat Islam Klasik

Posko Banjir ABI Rescue di Cililitan, Jakarta Timur

abi rescue 10

Jakarta – Setelah melakukan evakuasi korban banjir Senin malam, keesokan harinya, Selasa 6 Februari 2018 tim ABI Rescue mendirikan Posko Banjir di Cililitan, Jakarta Timur. Bantuan berupa pakaian layak pakai, beras, air mineral, biskuit, mie instan, gula, minyak goreng, dan bantuan-bantuan lain dibagikan gratis kepada warga sekitar yang terdampak banjir.

Koordinator posko, Tedi Nurbani mengatakan pihaknya dalam menggalang bantuan bekerja sama dengan aparat setempat, dan berbagai pihak khususnya para donatur yang mengirimkan berbagai macam bantuan. “Kita juga akan mendirikan dapur umum, namun kondisinya belum memungkinkan,” kata Tedi.

Selain itu, Tedi mengaku timnya siap membantu warga hingga selesai menghadapi permasalahan banjir ini. “Kita akan bantu hingga beberapa hari ke depan, termasuk membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir. Ada juga permintaan dari pihak masjid dan SD Muhammadiyah 4 untuk dibantu dibersihkan,” pungkasnya.

abi rescue 10

abi rescue

abi rescue 3

c96e1dbc-8812-4225-abd7-5e73af1e2d5e

banjir ciliwung

abi rescue 9

Related posts:

542c00ae-5e40-4f81-aee6-d27e34e60a6dABI Rescue Bantu Evakuasi Korban Banjir di Cililitan, Jakarta Timur 44e45cf5-6535-41dc-891c-5927e93b4d6fAksi Fogging ABI Rescue di Cakung, Jakarta Timur IMG_0814Posko Peduli Korban Banjir Ormas Islam Ahlulbait Indonesia 23313262-1d13-4917-b33f-e7ec198e8b17Pelatihan Dasar SAR dan Pelantikan ABI Rescue

Menjadi Wanita Mulia dengan Meneladani Fatimah Az-Zahra

WhatsApp Image 2018-02-04 at 19.51.49

DPW ABI bekerja sama dengan Pimwil Muslimah ABI Sulawesi Selatan mengadakan peringatan Syahadah Fatimah Az-Zahra as, hari Minggu pagi 4 Februari 2018. Kegiatan diselenggarakan sebagai upaya meneladani sosok yang oleh Rasulullah saw sebut sebagai penghulu para wanita penghuni surga, dalam penuturan yang lain disebut sebagai wanita paling agung sejagad baik dari kalangan terdahulu maupun yang kemudian.

“Kehormatan dan kemuliaan perempuan dapat dicapai sejauh mana mereka meneladani dan mengikuti jalan hidup Sayidah Fatimah Az-Zahra as,” tutur Ustadz Mahdi selaku panitia acara.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Salam selaku penceramah pada peringatan syahadah itu menyampaikan pentingnya mencintai Fatimah Az-Zahra as. “Kecintaan kepada Fatimah Az-Zahra as adalah syarat mendapat syafaat Rasulullah kelak,” tuturnya.

Acara peringatan Syahadah Fatimah Az-Zahra as diakhiri dengan doa ziarah dan shalat dhuhur berjamaah.

WhatsApp Image 2018-02-04 at 19.51.49WhatsApp Image 2018-02-04 at 19.51.50WhatsApp Image 2018-02-04 at 19.52.51

Related posts:

KALIGRAFI MuhammadMaulid Bersama Perekat Persatuan Bangsa Makam Almarhumah Khadijah Binti Umar AlaydrusPesan Ukhuwah dan Nasionalisme Almarhumah Khadijah Binti Umar Alaydrus ustazMilad Fatimah Az Zahra di ICC Jakarta 1234Fatimah Az-Zahra Belahan Jiwa Rasulullah SAW

Aksi Fogging ABI Rescue di Cakung, Jakarta Timur

ABI Rescue kembali mengadakan bakti sosial berupa fogging (pengasapan) sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Fogging dilakukan di wilayah RT 06 / RW 06, Cakung Timur, Jakarta Timur Sabtu pagi 3 Februari 2018. “Salah satu komitmen kami adalah memberikan pelayanan fogging gratis untuk masyarakat, di samping kegiatan-kegiatan sosial lainnya.” kata Rimba Nasution selaku koordinator fogging.

15d9e3ad-bb37-4b28-8e61-5a06053e395e

6d487663-d603-482d-ab70-e6ee3ae9a457

c091dd89-f51f-4537-b15b-16624753a20d

0f86a61f-f0be-490b-9938-71a1407be014

Artikel terkait:

Pelatihan Dasar SAR dan Pelantikan ABI Rescue

ABI Rescue Turut Serta dalam Peluncuran Ekoriparian Ciliwung

ABI Rescue Renovasi Masjid

ABI Rescue Santuni Yatim dan Dhuafa

Sarasehan Nasional SAR dan Sosial Ahlulbait Indonesia

Baksos ABI Rescue di Citeurep Bogor

Aksi Fogging ABI Rescue di Rawajati, Jakarta Selatan

 

Related posts:

0ae5a1a3-542d-4997-92e5-72622e7f6ff7Aksi Fogging ABI Rescue di Rawajati, Jakarta Selatan 23313262-1d13-4917-b33f-e7ec198e8b17Pelatihan Dasar SAR dan Pelantikan ABI Rescue IMG-20170416-WA0107ABI Rescue Turut Serta dalam Peluncuran Kawasan Ekoriparian Ciliwung abi rs jadi 1Bakti Sosial, ABI Rescue Renovasi Masjid

Hizbullah Siap Jaga Migas Lebanon dari Ketamakan Israel

Hizbullah Lebanon menilai statemen terbaru menteri urusan perang rezim Zionis mengenai sumber minyak dan gas negara ini di laut Mediterania sebagai indikasi berlanjutnya kerakusan Israel terhadap sumber daya alam Lebanon.

Hizbullah dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan hari Rabu (31/1) mereaksi statemen Avigdor Lieberman dengan mengatakan, Hizbullah senantiasa mendukung pemerintah Lebanon dalam menjaga dan melindungi sumber daya alam, termasuk minyak dan gas di laut Mediterania dari ancaman Israel.

Hizbullah menyerukan supaya presiden, ketua parlemen dan perdana menteri Lebanon bertindak cepat untuk mereaksi langkah baru rezim Zionis yang berambisi untuk menjarah minyak dan gas Lebanon.

Sebelumnya, Avigdor Lieberman mengklaim proses mengenai penyerahan ladang minyak dan gas Lebanon provokatif, dan blok 9 ladang gas milik Israel, tapi Lebanon melakukan tender terhadap ladang itu.

Avigdor Leiberman

Avigdor Leiberman

Pernyataan Leiberman menyulut reaksi keras dari para pejabat tinggi Lebanon termasuk  presiden dan perdana menteri Lebanon. Mereka menilai statemen tersebut sebagai bagian dari politik ekspansif Israel untuk merampas hak negara lain serta mengancam keamananan regional.

Ladang minyak Lebanon berada di perairan negara ini di laut Mediterania, yang sebagian besar ditemukan di tahun 2009.

Negara ini memiliki 10 blok minyak yang akan dieksplorasi dan diproduksi untuk pertama kalinya dari blok 2. (Parstoday)

 

Related posts:

barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani 4bhe7e6ffc0fb9iem_800C450Presiden Lebanon Tolak Sanksi Baru AS terhadap Hizbullah Hizbullah jadi1Rudal Hizbullah, Ancaman Terbesar Israel 4bhf9fdabd1407mfe_800C450Nasrullah: Pasca Daesh, Hizbullah Fokus Hadapi Israel

Keagungan Fatimah Az-Zahra as

Ahlulbait Indonesia 111

Diriwayatkan dari Ammarah; “Aku bertanya kepada Abu Abdillah as tentang Fatimah, megapa dia dinamai ‘Az-Zahra’? Abu Abdillah (Imam Ja’far Shadiq) a.s. menjawab, “sebab, Fatimah a.s. jika berdiri di mihrabnya, maka cahaya bersinar menerangi penduduk langit, sebagaimana cahaya bintang bersinar menerangi penduduk bumi.”

(Mizanul Hikmah, jil.1, hal.134, hadis No.411)

Ahlulbait Indonesia 105Rasulullah Saw. Bersabda: “Adapun putriku Fathimah, dia adalah penghulu wanita sejagad, baik dari kalangan orang-orang yang terdahulu maupun orang-orang yang kemudian.”

(Mizanul Hikmah, jil.1, hal.135, hadis No.416; Kanz al-Ummul, hadis 37725)

Ahlulbait Indonesia 111

Rasulullah Saw. bersabda: “Putriku Fathimah adalah penghulu wanita semesta alam.”

(Mizanul Hikmah, jil.1, hal. 135, hadis No.414)

Ahlulbait Indonesia 112

Related posts:

1234Fatimah Az-Zahra Belahan Jiwa Rasulullah SAW 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi Ahlulbait Indonesia 55Tanda-tanda Kebodohan tsssWaspadai Pembicaraan yang Tidak Penting

Video – Ceramah KH. Hassan Alaydrus Memperingati Syahadah Fathimah Az-Zahra a.s

WhatsApp Image 2018-02-01 at 21.20.36

Ceramah KH. Hassan Alaydrus Memperingati Syahadah Fathimah Az-Zahra a.s (Islamic Cultural Center Jakarta, 31 Januari 2018).

Related posts:

9cfd678f-d72d-4f3d-b22f-7610c8fb505cMemperingati Syahadah Fatimah Az Zahra di ICC Jakarta 7994ae0e-0650-4726-a7d0-fdc7a3bdb041Video: Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang WhatsApp Image 2017-12-13 at 09.58.36Video – Ormas ABI Gelar Aksi Dukungan untuk Palestina DPP Ahlulbait Indonesia ucapkan selamat kepada Muhammadiyah-NUDPP Ahlulbait Indonesia: Selamat Kepada Muhammadiyah NU

Aksi Massa Tuntut Arab Saudi Akhiri Politisasi Haji

IMG20180202143058

Jakarta – Kedutaan Arab Saudi di Jakarta kembali digeruduk massa, Jum’at siang 2 Februari 2018. Massa yang mewakili Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta, International Union for Muslim Students, Haramain Watch, menuntut Arab Saudi mengakhiri politisasi haji dan menghentikan ‘kolonialisasi’ di Tanah Suci.

Dalam aksinya massa menyebut Arab Saudi telah melakukan banyak pelanggaran yang merugikan umat Islam. Salah satunya dengan pembatasan kuota haji yang menurut mereka tak ubahnya menghalangi orang pergi haji. Jika alasannya tidak muat, menurut mereka semestinya dilakukan perluasan bukan malah disuruh antre hingga belasan tahun.

Persoalan lain adalah pelarangan, pembatasan, dan intimidasi terhadap jemaah haji  Qatar, Bahrain, Syiria, Yaman, Irak, Libya dan Iran bukan atas nama kepentingan Islam, tapi kepentingan politik Klan Saudi.

Baca juga: Hancurnya Situs-Situs Islam, Hingga Politisasi Haji Arab Saudi

Pernyataan berikutnya soal kapasitas Saudi sebagai pengelola haji. Pada awal berdirinya Kerajaan Saudi (atas dukungan Inggris), Al-Azhar menyatakan Klan Saudi tidak layak menjadi pengelola haji karena tidak memiliki kelayakan spiritual maupun intelektual. Massa juga menyebut hancurnya 90 situs-situs warisan sejarah Islam di Hejaz adalah kesengajaan yang tidak bisa ditolerir.

Massa juga menyayangkan tindakan konyol Saudi yang mempercayakan keamanan tempat-tempat suci Islam di Mekah dan Madinah kepada musuh-musuh Islam, kontraktor-kontraktor Zionist; juga keberadaan tentara-tentara Amerika di tanah Arab.

Massa  aksi mendorong Pemerintah Indonesia, para ulama dan ormas-ormas Islam untuk menghentikan politisasi haji oleh Arab Saudi dan menggalang dukungan internasional untuk mengembalikan otoritas Hejaz (Mekah, Madinah dan Jeddah) kepada seluruh umat Islam. (M/Z)

IMG20180202143058

IMG20180202144121

IMG20180202142938

Related posts:

505286Info Haji 2017: Jemaah Meninggal di Arab Saudi Mencapai 516 Orang 121345Hancurnya Situs-Situs Islam, Hingga Politisasi Haji Arab Saudi Jokowi 1Presiden Ingin Pelayanan Ibadah Haji Semakin Baik 20170705menlu_qatarQatar Bantah Klaim Saudi Soal Internasionalisasi Penyelenggaraan Haji

Lembaga Falak ABI: Gerhana Super Blue Moon 31 Januari 2018

Di penghujung Januari 2018 pemerhati falak akan disuguhi sebuah fenomena langka pada saat bulan memasuki fase purnamanya. Sesuai perhitungan astronomis memang bulan akan memasuki fase purnamanya pada hari Rabu, 31 Januari pada jam 20:28 WIB. Menariknya, beberapa fenomena astronomis lainnya terjadi mengiringi event purnama ini, yaitu gerhana bulan total dan supermoon.

Bagaimana memahami terjadinya gerhana bulan?

Fase-fase bulan

Berdasarkan penampakannya selama mengorbit bumi, bulan melalui fase-fasenya. Empat fase bulan yang utama adalah fase new moon, fase quarter pertama, fase full moon (purnama) dan fase quarter akhir, dan selebihnya adalah fase-fase waxing dan waning. Fase-fase ini ditandai oleh para astronom berdasarkan posisi bulan dalam “formasi bersama” Matahari-Bumi-Bulan. Karena bulan mengelilingi bumi, dan bumi mengelilingi matahari, sementara matahari merupakan satu-satunya  sumber cahaya dalam formasi tersebut, maka penampakan bulan dari bumi akan selalu berubah-ubah sesuai formasi ketiganya.

fase-bulan

Purnama versus gerhana

Bulan tampak bulat penuh pada fase purnama karena seluruh bagian bulan yang terkena sinar matahari menghadap ke arah bumi. Pada saat itu matahari, bumi dan bulan dalam formasi sebaris. Namun pada saat fase ini terjadi, adakalanya bulan dalam posisi melintasi bayang-bayang bumi sehingga terjadilah gerhana bulan. Jadi, gerhana bulan itu pasti terjadi pada saat fase purnama.

Bulan selalu mengulang tiap fasenya sekali dalam satu periode orbit synodic (29,5 hari). Artinya, fase purnama akan terjadi sekali dalam setiap bulan atau bisa dua. Jika gerhana bulan itu terjadinya pada fase purnama, mengapa tidak setiap bulan terjadi gerhana?

Terjadinya peristiwa gerhana bulan bulan tergantung pada posisi line up dalam formasi sebaris matahari-bumi-bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam bidang edar yang miring terhadap bidang ekliptik (bidang edar bumi mengelilingi matahari), sehingga bulan menyeberang bidang ekliptik dua kali dalam satu periode orbitnya. Pada saat bulan melintas di bidang ekliptik inilah berkemungkinan terjadi gerhana; jika terjadinya pada fase new moon akan terjadi gerhana matahari dan jika terjadi pada fase purnama akan terjadi gerhana bulan.

Pada peristiwa gerhana bulan, bayang-bayang yang dihasilkan bumi sebagai akibat dari pencahayaan dari matahari dikelompokkan dalam dua tingkat keredupan; mulai bayang-bayang tepi (penumbra) dan bayang-bayang inti yang gelap (umbra). Gerhana bulan, apakah akan bersifat parsial (sebagian) ataupun total, tergantung dari lintasan bulan saat menyeberangi bayang-bayang bumi ini. Parsialitas terjadi jika hanya sebagian dari bulatan bulan terkena  bayang-bayang umbral bumi. Adapun totalitas terjadi saat bulatan bulan sepenuhnya memasuki bayang-bayang umbral bumi.

1

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan berada pada puncak orbitnya. Gambar TAMPAK ATAS menunjukkan matahari, bumi dan bulan dalam formasi sebaris. Akan tetapi, karena bulan berada di puncak orbitnya (yang miring 5,2° terhadap bidang ekliptika) sebagaimana ditunjukkan oleh gambar TAMPAK SAMPING, maka tidak terjadi gerhana bulan.

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan tidak berada pada puncak orbitnya. Bulan juga masih jauh dari bayang-bayang bumi. Maka, tidak terjadi gerhana bulan.

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan tidak berada pada puncak orbitnya. Bulan juga masih jauh dari bayang-bayang bumi. Maka, tidak terjadi gerhana bulan.

3

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan masuk ke dalam bayang-bayang Penumbra (bayang-bayang tepi). Maka, terjadi gerhana bulan Penumbra.

4

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bola bulan masuk sebagian ke dalam bayang-bayang Umbra (bayang-bayang inti). Maka, terjadi gerhana bulan Parsial (sebagian).

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan tepat berada pada salah satu orbital node-nya (titik perpotongan antara lintasan bulan dengan bidang ekliptik). Secara otomatis, matahari, bumi dan bulan berada dalam formasi sebaris dilihat dari sisi mana pun sebagaimana ditunjukkan pada gambar TAMPAK ATAS dan TAMPAK SAMPING. Dengan formasi line up seperti ini, maka terjadi gerhana bulan total sempurna, di mana bulan berada tepat di pusat bayang-bayang Umbra.

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan tepat berada pada salah satu orbital node-nya (titik perpotongan antara lintasan bulan dengan bidang ekliptik). Secara otomatis, matahari, bumi dan bulan berada dalam formasi sebaris dilihat dari sisi mana pun sebagaimana ditunjukkan pada gambar TAMPAK ATAS dan TAMPAK SAMPING. Dengan formasi line up seperti ini, maka terjadi gerhana bulan total sempurna, di mana bulan berada tepat di pusat bayang-bayang Umbra.

Event gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 nanti mirip dengan yang diilustrasikan gambar terakhir di atas, di mana event itu terjadi pada saat bulan berada dekat dengan ascending node sehingga nyaris menyentuh pusat bayang-bayang umbra. Pada saat puncak gerhana pada jam 20:30 WIB, bulan berada pada jarak hanya di 0,3° (lebih kecil dari diameter bulan itu sendiri) dari pusat umbra. Bulan mencapai ascending node pada 01:45 WIB (1 Februari 2018).

Dari mana gerhana bulan bisa terlihat?

Karena pada peristiwa gerhana bulan posisi matahari dan bulan saling berlawanan satu sama lain (oposisi), dan karena bumi itu bulat, Maka hanya mereka yang berada di belahan malam saja yang bisa melihat peristiwa itu.

Peta dunia via US Naval Observatory memperlihatkan pembagian malam dan siang pada saat puncak gerhana 31 Januari 2018 jam 20:30 WIB. Puncak gerhana terjadi pada waktu yang sama untuk seluruh dunia; hanya dari belahan malam gerhana bisa terlihat. Batas gelap-terang di sebelah kiri adalah garis sunrise (moonset), sementara yang di sebelah kanan adalah garis sunset (moonrise). Karena totalitas gerhana berlangsung selama lebih dari 1 jam, area di sekitar sebelah timur (kanan) garis sunrise masih akan bisa menyaksikan fase parsial atau total rendah di ufuk barat sebelum sunrise (dan sebelum puncak gerhana). Sedangkan area di sekitar sebelah barat (kiri) garis sunset masih bisa menyaksikan fase total atau parsial rendah di ufuk timur setelah sunset (dan setelah puncak gerhana).

Peta dunia via US Naval Observatory memperlihatkan pembagian malam dan siang pada saat puncak gerhana 31 Januari 2018 jam 20:30 WIB. Puncak gerhana terjadi pada waktu yang sama untuk seluruh dunia; hanya dari belahan malam gerhana bisa terlihat. Batas gelap-terang di sebelah kiri adalah garis sunrise (moonset), sementara yang di sebelah kanan adalah garis sunset (moonrise). Karena totalitas gerhana berlangsung selama lebih dari 1 jam, area di sekitar sebelah timur (kanan) garis sunrise masih akan bisa menyaksikan fase parsial atau total rendah di ufuk barat sebelum sunrise (dan sebelum puncak gerhana). Sedangkan area di sekitar sebelah barat (kiri) garis sunset masih bisa menyaksikan fase total atau parsial rendah di ufuk timur setelah sunset (dan setelah puncak gerhana).

Supermoon

Bulan mengelilingi bumi dalam lintasannya yang elips sementara bumi berada pada salah satu titik fokusnya. Dengan demikan jarak bulan-bumi tidak selalu tetap sebagaimana yang berlaku jika orbit bulan itu lingkaran sempurna. Dalam satu periode orbitnya, bulan dua kali berada pada jarak ekstrim dengan bumi; jarak terdekat (Perigee) dan jarak terjauh (Apogee). Variasi jarak ini yang membuat bulan tampil dalam ukuran berbeda-beda, terutama terlihat dalam fase-fase purnamanya.

micro-normal-super

Istilah super moon digunakan untuk menandai fase purnama yang terjadi bersamaan atau sangat berdekatan waktunya dengan event perigee. Pada fenomena supermoon, bulan purnama akan tampak lebih besar dan lebih terang dibandng penampakan rata-ratanya. Kebalikan dari supermoon adalah event purnama-apogee yang disebut dengan micro moon.

Peristiwa lunar yang terjadi pada 31 Januari 2018 nanti merupakan kombinasi dari event Gerhana bulan total dan supermoon.

Beberapa fenomena yang juga dikaitkan dengan Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Blue Moon

Jangan berharap akan melihat warna biru pada bulan! Blue Moon hanyalah istilah yang digunakan untuk  menamai bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender Solar. Gerhana bulan total 31 Januari merupakan purnama kedua di bulan Januari 2018 setelah purnama pertama 2 Januari yang lalu.

Kombinasi gerhana bulan total dengan supermoon memang bukan fenomena yang terbilang langka. Terakhir kali kombinasi yang sama terjadi pada tahun 2015 pada tanggal 28 September. Namun, dengan adanya fenomena blue moon, event gerhana bulan 31 Januari menjadi langka dan spesial karena event dengan kombinasi serupa itu terakhir terjadi 55 tahun yang lalu (30 Desember 1963) untuk zona waktu yang sama.

Blood Moon

Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan perubahan warna bulan menjadi kemerahan pada hampir setiap event gerhana bulan yang bersifat total. Gerhana bulan total 31 Januari juga diprediksikan akan berwarna merah!

Visibilitas Gerhana Bulan

Dalam kaitannya dengan ketertampakan peristiwa gerhana bulan, belahan bumi dibagi menjadi beberapa bagian:

  1. Bagian yang bisa melihat seluruh proses gerhana secara utuh.
  2. Bagian yang melihat bulan terbit sudah dalam keadaan gerhana (setelah sunset).
  3. Bagian yang melihat bulan terbenam masih dalam keadaan gerhana (sebelum sunrise).
  4. Bagian yang sama sekali tdak bisa melihat gerhana karena berada di belahan siang.

Ketertampakan gerhana bulan 31 Januari 2018 dari permukaan bumi digambarkan pada peta visibilitas gerhana bulan berikut ini:

peta-visibilitas

P1:         Fase kontak awal penumbra (awal gerhana)

U1:         Fase kontak awal umbra (awal parsial)

U2:         Fase awal total

U3:         Fase akhir total

U4:         Fase kontak akhir umbra (akhir parsial)

P4:         Fase kontak akhir penumbra (akhir gerhana)

Bagaimanakah ketertampakan gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 di Indonesia?

Dari peta visibilitas di atas bisa kita lihat bahwa wilayah indonesia terbagi dalam dua area visibilitas. Hampir secara keseluruhan wilayah Indonesia bisa menyaksikan proses terjadinya gerhana mulai awal hingga akhir gerhana, menyisakan Sumatera dan bagian barat dari pulau Jawa yang tidak kebagian fase awal gerhana. Kedua wilayah ini masuk dalam area P1 – U1 yang berarti untuk wilayah tersebut kontak awal gerhana sudah terjadi saat bulan terbit atau bahkan saat bulan masih di bawah ufuk. Namun demikaian, fase total dari gerhana masih bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 dalam Diagram

diagram-gerhana

Kewajiban syar’i saat terjadi Gerhana Bulan dapat dibaca pada link berikut: Fatwa Seputar Shalat Ayat

Sumber: Falak-ABI

Related posts:

505595Kemenag Siapkan 240 Miliar untuk Anggaran Penelitian Tahun 2018 Dialog Kebangsaan Sikapi Intoleransi BeragamaDialog Kebangsaan Sikapi Intoleransi Beragama Walhi-ReklamasiWALHI Tegas Tolak Reklamasi Nobar-RPP-Solidaritas-PerempuanSolidaritas Perempuan dan Rayuan Pulau Palsu