Monthly Archives: January 2018

Lembaga Falak ABI: Gerhana Super Blue Moon 31 Januari 2018

Di penghujung Januari 2018 pemerhati falak akan disuguhi sebuah fenomena langka pada saat bulan memasuki fase purnamanya. Sesuai perhitungan astronomis memang bulan akan memasuki fase purnamanya pada hari Rabu, 31 Januari pada jam 20:28 WIB. Menariknya, beberapa fenomena astronomis lainnya terjadi mengiringi event purnama ini, yaitu gerhana bulan total dan supermoon.

Bagaimana memahami terjadinya gerhana bulan?

Fase-fase bulan

Berdasarkan penampakannya selama mengorbit bumi, bulan melalui fase-fasenya. Empat fase bulan yang utama adalah fase new moon, fase quarter pertama, fase full moon (purnama) dan fase quarter akhir, dan selebihnya adalah fase-fase waxing dan waning. Fase-fase ini ditandai oleh para astronom berdasarkan posisi bulan dalam “formasi bersama” Matahari-Bumi-Bulan. Karena bulan mengelilingi bumi, dan bumi mengelilingi matahari, sementara matahari merupakan satu-satunya  sumber cahaya dalam formasi tersebut, maka penampakan bulan dari bumi akan selalu berubah-ubah sesuai formasi ketiganya.

fase-bulan

Purnama versus gerhana

Bulan tampak bulat penuh pada fase purnama karena seluruh bagian bulan yang terkena sinar matahari menghadap ke arah bumi. Pada saat itu matahari, bumi dan bulan dalam formasi sebaris. Namun pada saat fase ini terjadi, adakalanya bulan dalam posisi melintasi bayang-bayang bumi sehingga terjadilah gerhana bulan. Jadi, gerhana bulan itu pasti terjadi pada saat fase purnama.

Bulan selalu mengulang tiap fasenya sekali dalam satu periode orbit synodic (29,5 hari). Artinya, fase purnama akan terjadi sekali dalam setiap bulan atau bisa dua. Jika gerhana bulan itu terjadinya pada fase purnama, mengapa tidak setiap bulan terjadi gerhana?

Terjadinya peristiwa gerhana bulan bulan tergantung pada posisi line up dalam formasi sebaris matahari-bumi-bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam bidang edar yang miring terhadap bidang ekliptik (bidang edar bumi mengelilingi matahari), sehingga bulan menyeberang bidang ekliptik dua kali dalam satu periode orbitnya. Pada saat bulan melintas di bidang ekliptik inilah berkemungkinan terjadi gerhana; jika terjadinya pada fase new moon akan terjadi gerhana matahari dan jika terjadi pada fase purnama akan terjadi gerhana bulan.

Pada peristiwa gerhana bulan, bayang-bayang yang dihasilkan bumi sebagai akibat dari pencahayaan dari matahari dikelompokkan dalam dua tingkat keredupan; mulai bayang-bayang tepi (penumbra) dan bayang-bayang inti yang gelap (umbra). Gerhana bulan, apakah akan bersifat parsial (sebagian) ataupun total, tergantung dari lintasan bulan saat menyeberangi bayang-bayang bumi ini. Parsialitas terjadi jika hanya sebagian dari bulatan bulan terkena  bayang-bayang umbral bumi. Adapun totalitas terjadi saat bulatan bulan sepenuhnya memasuki bayang-bayang umbral bumi.

1

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan berada pada puncak orbitnya. Gambar TAMPAK ATAS menunjukkan matahari, bumi dan bulan dalam formasi sebaris. Akan tetapi, karena bulan berada di puncak orbitnya (yang miring 5,2° terhadap bidang ekliptika) sebagaimana ditunjukkan oleh gambar TAMPAK SAMPING, maka tidak terjadi gerhana bulan.

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan tidak berada pada puncak orbitnya. Bulan juga masih jauh dari bayang-bayang bumi. Maka, tidak terjadi gerhana bulan.

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan tidak berada pada puncak orbitnya. Bulan juga masih jauh dari bayang-bayang bumi. Maka, tidak terjadi gerhana bulan.

3

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bulan masuk ke dalam bayang-bayang Penumbra (bayang-bayang tepi). Maka, terjadi gerhana bulan Penumbra.

4

Fase purnama yang diilustrasikan pada gambar di atas menunjukkan bahwa bola bulan masuk sebagian ke dalam bayang-bayang Umbra (bayang-bayang inti). Maka, terjadi gerhana bulan Parsial (sebagian).

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan tepat berada pada salah satu orbital node-nya (titik perpotongan antara lintasan bulan dengan bidang ekliptik). Secara otomatis, matahari, bumi dan bulan berada dalam formasi sebaris dilihat dari sisi mana pun sebagaimana ditunjukkan pada gambar TAMPAK ATAS dan TAMPAK SAMPING. Dengan formasi line up seperti ini, maka terjadi gerhana bulan total sempurna, di mana bulan berada tepat di pusat bayang-bayang Umbra.

Ilustrasi di atas menggambarkan fase purnama ketika bulan tepat berada pada salah satu orbital node-nya (titik perpotongan antara lintasan bulan dengan bidang ekliptik). Secara otomatis, matahari, bumi dan bulan berada dalam formasi sebaris dilihat dari sisi mana pun sebagaimana ditunjukkan pada gambar TAMPAK ATAS dan TAMPAK SAMPING. Dengan formasi line up seperti ini, maka terjadi gerhana bulan total sempurna, di mana bulan berada tepat di pusat bayang-bayang Umbra.

Event gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 nanti mirip dengan yang diilustrasikan gambar terakhir di atas, di mana event itu terjadi pada saat bulan berada dekat dengan ascending node sehingga nyaris menyentuh pusat bayang-bayang umbra. Pada saat puncak gerhana pada jam 20:30 WIB, bulan berada pada jarak hanya di 0,3° (lebih kecil dari diameter bulan itu sendiri) dari pusat umbra. Bulan mencapai ascending node pada 01:45 WIB (1 Februari 2018).

Dari mana gerhana bulan bisa terlihat?

Karena pada peristiwa gerhana bulan posisi matahari dan bulan saling berlawanan satu sama lain (oposisi), dan karena bumi itu bulat, Maka hanya mereka yang berada di belahan malam saja yang bisa melihat peristiwa itu.

Peta dunia via US Naval Observatory memperlihatkan pembagian malam dan siang pada saat puncak gerhana 31 Januari 2018 jam 20:30 WIB. Puncak gerhana terjadi pada waktu yang sama untuk seluruh dunia; hanya dari belahan malam gerhana bisa terlihat. Batas gelap-terang di sebelah kiri adalah garis sunrise (moonset), sementara yang di sebelah kanan adalah garis sunset (moonrise). Karena totalitas gerhana berlangsung selama lebih dari 1 jam, area di sekitar sebelah timur (kanan) garis sunrise masih akan bisa menyaksikan fase parsial atau total rendah di ufuk barat sebelum sunrise (dan sebelum puncak gerhana). Sedangkan area di sekitar sebelah barat (kiri) garis sunset masih bisa menyaksikan fase total atau parsial rendah di ufuk timur setelah sunset (dan setelah puncak gerhana).

Peta dunia via US Naval Observatory memperlihatkan pembagian malam dan siang pada saat puncak gerhana 31 Januari 2018 jam 20:30 WIB. Puncak gerhana terjadi pada waktu yang sama untuk seluruh dunia; hanya dari belahan malam gerhana bisa terlihat. Batas gelap-terang di sebelah kiri adalah garis sunrise (moonset), sementara yang di sebelah kanan adalah garis sunset (moonrise). Karena totalitas gerhana berlangsung selama lebih dari 1 jam, area di sekitar sebelah timur (kanan) garis sunrise masih akan bisa menyaksikan fase parsial atau total rendah di ufuk barat sebelum sunrise (dan sebelum puncak gerhana). Sedangkan area di sekitar sebelah barat (kiri) garis sunset masih bisa menyaksikan fase total atau parsial rendah di ufuk timur setelah sunset (dan setelah puncak gerhana).

Supermoon

Bulan mengelilingi bumi dalam lintasannya yang elips sementara bumi berada pada salah satu titik fokusnya. Dengan demikan jarak bulan-bumi tidak selalu tetap sebagaimana yang berlaku jika orbit bulan itu lingkaran sempurna. Dalam satu periode orbitnya, bulan dua kali berada pada jarak ekstrim dengan bumi; jarak terdekat (Perigee) dan jarak terjauh (Apogee). Variasi jarak ini yang membuat bulan tampil dalam ukuran berbeda-beda, terutama terlihat dalam fase-fase purnamanya.

micro-normal-super

Istilah super moon digunakan untuk menandai fase purnama yang terjadi bersamaan atau sangat berdekatan waktunya dengan event perigee. Pada fenomena supermoon, bulan purnama akan tampak lebih besar dan lebih terang dibandng penampakan rata-ratanya. Kebalikan dari supermoon adalah event purnama-apogee yang disebut dengan micro moon.

Peristiwa lunar yang terjadi pada 31 Januari 2018 nanti merupakan kombinasi dari event Gerhana bulan total dan supermoon.

Beberapa fenomena yang juga dikaitkan dengan Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Blue Moon

Jangan berharap akan melihat warna biru pada bulan! Blue Moon hanyalah istilah yang digunakan untuk  menamai bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender Solar. Gerhana bulan total 31 Januari merupakan purnama kedua di bulan Januari 2018 setelah purnama pertama 2 Januari yang lalu.

Kombinasi gerhana bulan total dengan supermoon memang bukan fenomena yang terbilang langka. Terakhir kali kombinasi yang sama terjadi pada tahun 2015 pada tanggal 28 September. Namun, dengan adanya fenomena blue moon, event gerhana bulan 31 Januari menjadi langka dan spesial karena event dengan kombinasi serupa itu terakhir terjadi 55 tahun yang lalu (30 Desember 1963) untuk zona waktu yang sama.

Blood Moon

Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan perubahan warna bulan menjadi kemerahan pada hampir setiap event gerhana bulan yang bersifat total. Gerhana bulan total 31 Januari juga diprediksikan akan berwarna merah!

Visibilitas Gerhana Bulan

Dalam kaitannya dengan ketertampakan peristiwa gerhana bulan, belahan bumi dibagi menjadi beberapa bagian:

  1. Bagian yang bisa melihat seluruh proses gerhana secara utuh.
  2. Bagian yang melihat bulan terbit sudah dalam keadaan gerhana (setelah sunset).
  3. Bagian yang melihat bulan terbenam masih dalam keadaan gerhana (sebelum sunrise).
  4. Bagian yang sama sekali tdak bisa melihat gerhana karena berada di belahan siang.

Ketertampakan gerhana bulan 31 Januari 2018 dari permukaan bumi digambarkan pada peta visibilitas gerhana bulan berikut ini:

peta-visibilitas

P1:         Fase kontak awal penumbra (awal gerhana)

U1:         Fase kontak awal umbra (awal parsial)

U2:         Fase awal total

U3:         Fase akhir total

U4:         Fase kontak akhir umbra (akhir parsial)

P4:         Fase kontak akhir penumbra (akhir gerhana)

Bagaimanakah ketertampakan gerhana bulan total pada 31 Januari 2018 di Indonesia?

Dari peta visibilitas di atas bisa kita lihat bahwa wilayah indonesia terbagi dalam dua area visibilitas. Hampir secara keseluruhan wilayah Indonesia bisa menyaksikan proses terjadinya gerhana mulai awal hingga akhir gerhana, menyisakan Sumatera dan bagian barat dari pulau Jawa yang tidak kebagian fase awal gerhana. Kedua wilayah ini masuk dalam area P1 – U1 yang berarti untuk wilayah tersebut kontak awal gerhana sudah terjadi saat bulan terbit atau bahkan saat bulan masih di bawah ufuk. Namun demikaian, fase total dari gerhana masih bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 dalam Diagram

diagram-gerhana

Kewajiban syar’i saat terjadi Gerhana Bulan dapat dibaca pada link berikut: Fatwa Seputar Shalat Ayat

Sumber: Falak-ABI

Related posts:

505595Kemenag Siapkan 240 Miliar untuk Anggaran Penelitian Tahun 2018 Dialog Kebangsaan Sikapi Intoleransi BeragamaDialog Kebangsaan Sikapi Intoleransi Beragama Walhi-ReklamasiWALHI Tegas Tolak Reklamasi Nobar-RPP-Solidaritas-PerempuanSolidaritas Perempuan dan Rayuan Pulau Palsu

Fatimah Az-Zahra Belahan Jiwa Rasulullah SAW

Rasulullah saw. bersabda: “Fatimah adalah belahan jiwaku. Barangsiapa membuatnya senang, dia telah membuatku senang; dan barangsiapa membuatnya marah, dia telah membuatku marah. Fatimah adalah orang yang paling mulia di sisiku.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal: 134, hadis No. 412)

1234

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya putriku (Fatimah) dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Azza Wajalla telah menghindarkannya dan menghindarkan orang-orang yang mencintainya dari api neraka.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal. 133, hadis No. 410)

54321

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Rasulullah SAW tentang Persaudaraan 20Jadilah Sahabat bagi Mukmin lainnya Ahlulbait Indonesia 271Pesan Rasulullah SAW tentang Salat Lima Waktu tes 414Sedekah yang Utama Menurut Rasulullah SAW

Fatimah Az Zahra a.s. dalam Surat Al-Kautsar

Ditulis dalam Tafsir Al-Mizan, Allamah Thabathaba’i mengatakan bahwa para Mufasir mempunyai banyak perbedaan pendapat dalam memaknai ‘Kautsar’. Dalam tafsirnya Allamah menukil 14 makna. Beberapa di antaranya adalah sebagian mufasir menafsirkan dengan keturunan yang banyak, ada juga yang memaknai nikmat yang banyak, sebagian lagi menafsirkan kautsar sebagai telaga di surga. Ada juga yang menafsirkanya dengan para sahabat dan pengikut sampai hari kiamat lalu makna ayat pun menjadi, ‘Kami memberikan kamu para sahabat dan pengikut sampai hari kiamat’.

Namun Allamah menulis bahwa makna ‘keturunan yang banyak’ lebih sesuai dengan makna Kautsar. Beliau berdalil dengan melihat ayat selanjutnya yaitu “Inna syaniaka huwal abtar” yang artinya bahwa “sesungguhnya, musuh-musuh mu-lah yang terputus (keturunannya).”

Jadi ketika Kautsar dimaknai selain ‘keturunan yang banyak’ misalnya dengan telaga di surga maka hubungan ayat akan terputus dan hubungan makna ayat menjadi rancu. Ia akan menjadi “Sesungguhnya Kami telah memberi mu telaga (di surga), maka shalatlah untuk Tuhan mu dan berkurbanlah. Sesungguhnya musuh-musuh mu lah yang terputus.” Apa hubungan telaga dengan terputusnya musuh-musuh? Akan tetapi ketika kautsar dimaknai dengan keturunan yang banyak maka hubungan antara ayat satu dengan yang lainnya akan terjalin.

Selain itu terdapat banyak riwayat yang menjelaskan bahwa surah ini turun berkenaan tentang musuh-musuh Nabi yang mengolok-olok beliau dengan mengatakan bahwa beliau tidak akan mempunyai keturunan. Karena pada waktu itu dua putra Nabi yakni Qasim dan Abdullah meninggal dunia. Maka dari itu, setiap Mufasir dianggap keliru apabila memaknai Kautsar selain dengan makna keturunan yang banyak. (Tarjumeh-ye Al-Mizan, jild 20, hal 640)

Selanjutnya, pertanyaannya adalah siapa mishdaq dari Kautsar? Yang mana keturunan dan dzuriyat Nabi saw bisa terhubung hingga sekarang. Tidak lain bahwa Kautsar adalah Sayyidah Fathimah Az-Zahra as. Tidak diragukan bahwa melalui Sayidah Fathimah lah keturunan Nabi saw bisa terhubung hingga saat ini dan bukan hanya menjaga keturunan Nabi, akan tetapi beberapa putra-putra Fathimah as yang terpilih menjadi Imam telah menjaga Islam murni sampai saat ini.  (Sutia)

Related posts:

IZ. Muttaqin DarmawanMengapa Imam Husain Menjadi Simbol Abadi Perjuangan Moral Universal? Mearajut Tali PersaudaraanMerajut Toleransi Di Tengah Perbedaan muslim-familyPeran Ibu dalam Mendidik Anak keluarga-muslim-31o7ms5aq4yaviegwcbci2_hirl1u (1)Bersikap Adil pada Anak

Fatimah Az Zahra Penghulu Wanita Penghuni Surga

Rasulullah Saw. bersabda, “Fathimah adalah penghulu wanita penghuni surga.” (Mizanul Hikmah, jil.1, hal.135, hadis No. 415; Musnad Ahmad bin Hanbal, hal.3, hadis 80)

Ahlulbait Indonesia 104

Related posts:

38Haramnya Surga bagi Pencela Ahlulbait Indonesia 70Ranting Pohon Surga yang Menjulang ke Bumi Ahlulbait Indonesia 96Renungan untuk Orang Kaya (dr kiri) Dewi Candraningrum, Neng Dara AffiahPerempuan Dalam Cengkeraman Budaya Patriarki

Pesan Rahbar untuk Konferensi Mahasiswa Islam Eropa ke-52

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Uzma Sayid Ali Khamenei, pada Rabu (24/1), dalam pesan tertulisnya untuk Persatuan Asosiasi Mahasiswa Islam di Eropa yang tengah mengadakan Konferensi yang ke-52. Ia dalam pesannya, menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa harus mengenal zaman sekarang dan perkembangannya serta mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Pesan ini baru dirilis, Sabtu (27/1). Redaksi pesan Ayatullah Sayid Ali Khamanei adalah sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Pemuda-pemuda mahasiswa yang saya cintai!

Zaman sekarang dan perkembangannya menentukan harapan-harapan dari kawula muda. Harapan-harapan itu tidak ada atau belum dikenal pada masa-masa sebelumnya. Pemuda-pemuda mahasiswa harus mengenali perkembangan dan harapan itu dengan tepat serta mempersiapkan dirinya.

Himpunan-himpunan Islami dan suasana keagamaan yang terdapat di dalamnya bisa membantu kalian dalam persiapan ini. Poin utamanya adalah hendaknya kalian bekerja demi Allah Swt dan dengan semangat menjalankan tugas.

Manakala kalian memperoleh taufik ini, maka hidayah Ilahi juga akan datang membantu kalian. Insyaallah.

Saya doakan semoga Allah Swt melimpahkan kebahagiaan kepada kalian semua.

Sayid Ali Khamenei

24 Januari 2018

Persatuan Asosiasi Mahasiswa Islam di Eropa berdiri pada bulan Desember tahun 1965 atas prakarsa Ayatullah Behesti. (Abna)

Related posts:

syeikh-al-azhar-mesir-prof-dr-ahmed-al-tayeb-_120321133653-243Al-Azhar: Serangan AS di Suriah, Agresi atas Arab Islam 940117ac-1573-40b4-a4f9-3da22bf23043Kemajuan Iran Pasca Revolusi Islam 4bmw91ff255cc7p2mg_800C450Reaksi Rahbar terhadap Serangan Rudal AS ke Suriah 506088Konferensi Internasional Studi Islam Akan Meriahkan IIEE 2017

Pentingnya Memperhatikan Tetangga

Imam Ali as: “Perhatikanlah baik-baik tetanggamu, karena sesungguhnya mereka itu adalah wasiat Nabi kalian. Beliau (Nabi saw) terus menerus memesankan perlakuan yang sebaik-baiknya terhadap mereka, sehingga kami pernah menduga bahwa beliau akan menetapkan hak bagian atas warisan untuk mereka.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 85

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 100Hak-Hak Tetangga 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi Ahlulbait Indonesia 55Tanda-tanda Kebodohan tsssWaspadai Pembicaraan yang Tidak Penting

Aksi Fogging ABI Rescue di Rawajati, Jakarta Selatan

Sabtu pagi, 27 Januari 2018 ‘pasukan oranye’ ABI Rescue mengadakan bakti sosial fogging (pengasapan) di wilayah Rt 002 / Rw 003 Rawajati, Jakarta Selatan. Pengasapan dilakukan di lingkungan sekolah SD Negeri 03, komplek Zeni AD VII. “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, sekaligus untuk berkhidmat kepada masyarakat” kata Rimba selaku koordinator fogging.

Rimba mengatakan, pihaknya siap memberikan pelayanan fogging gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Rencananya kami adakan setiap satu minggu sekali,” pungkas Rimba.

94139411-b3d0-4e48-9875-4591521a567d

0ae5a1a3-542d-4997-92e5-72622e7f6ff7

35489d80-cc9b-4fbb-b81e-2f1e96633418

50f4a0d0-4eb6-47f3-8ab2-160c2eb9ff8d

d6fdb66f-1f74-4349-aa51-8e6c899e8396

1f76eddb-a101-44db-9d52-3f05000852e3

Related posts:

asasasaRaker III ABI: Khidmat dan Ketulusan untuk Kemajuan Organisasi abi rescue6ABI Rescue Santuni Yatim dan Duafa Bantuan RCTI Peduli bekerjasama dengan DPW ABI Sulawesi TengahKiprah RCTI Peduli dan ABI Dongkrak Mutu Pendidikan di Palu Aparat Sigap Peringatan Asyura Semarang Berjalan LancarAparat Sigap, Peringatan Asyura Semarang Berjalan Lancar

Adab Mempekerjakan Seseorang

Imam Ali as: “Rasulullah Saw. melarang untuk mempekerjakan seseorang sebelum orang itu diberi tahu berapa upahnya.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 86

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara DPPPPHidup dan Mati menurut Imam Ali tessssMemperbaiki Hubungan dengan Allah Ahlulbait Indonesia 86567890Mutiara Hikmah Imam Ali Ar-Ridha a.s.

Hancurnya Situs-Situs Islam, Hingga Politisasi Haji Arab Saudi

Sekjen Muslim Student Organisation (MSO) of India, Syujaat Ali, dalam forum seminar internasional di Jakarta, (25/1/18), mengungkapkan keprihatinannya atas rusaknya situs-situs Islam di Arab Saudi. Menurutnya 90 persen situs Islam di sana hancur akibat ulah rezim Saudi yang tidak menghargai peninggalan-peninggalan sejarah Islam. Situs-situs yang dimaksud seperti rumah istri dan anak-anak nabi, makam para sahabat dan keluarga nabi, tempat-tempat di mana nabi mengajar, bahkan seperti terjadi sebuah pengusiran terhadap zuriat (keturunan nabi) yang saat ini lebih banyak tinggal di Yaman dan negara-negara lainnya.

Dalam forum yang sama, intelektual Muslim sekaligus mantan Anggota DPR RI, Ir. Sayuti Asyathri menerangkan, makna dari penghancuran situs-situs Islam adalah upaya untuk menghalangi kemajuan Islam. “Menghancurkan situs tujuannya adalah merusak arsip. Definisi arsip adalah semua rekaman visual, kegiatan manusia. Kalau arsip itu ada, bisa menjadi kekuatan bagi seseorang untuk melakukan verifikasi, objektifikasi, dan ilmu pengetahuan bisa berkembang. Jadi kenapa Islam ini ilmu pengetahuannya lemah? Karena memang tidak diizinkan untuk berkembang; tidak diizinkan ada semangat verifikasi; tidak diizinkan ada semangat objektifikasi; tidak diizinkan ada perbaikan. Hal itu dilakukan dengan cara menghancurkan situs-situs peninggalan sejarahnya,” ungkapnya.

Sekjen Garda Suci Merah Putih, Ir. Mujtahid Hashem, pembicara lain dalam seminar itu mengatakan bahwa konferensi haji pertama menentang Saudi sebagai pengelola haji, dilakukan oleh Al-Azhar. “Al-Azhar dalam konferensi pertama menentang Saudi ketika awal berkuasa yang didukung oleh Inggris. Al-Azhar mengumpulkan kaum Muslimin, dan ulama-ulama. Hasil konferensinya menyatakan bahwasannya Saudi tidak memiliki kapasitas intelektual, tidak mempunyai kapasitas spiritual, dan juga kapasitas keilmuan. Mereka tidak layak mengurus tempat-tempat suci, dan tidak sah mereka mengelola tempat-tempat suci. Akan tetapi karena Saudi didukung oleh pemenang Perang Dunia I dan Perang Dunia II, juga melakukan konferensi internasional (tandingan) mengumpulkan siapa saja yang dianggap ulama untuk menjustifikasi, melegitimasi, bahwasannya Saudi layak mengurus Mekah dan Madinah,” ungkap Mujtahid.

Politisasi haji

Mujtahid mengungkapkan banyak hal terkait politisasi haji yang dilakukan Arab Saudi. Misalnya untuk kasus Syiria. Karena masalah politik yang dilakukan Arab Saudi dan Syiria, kuota haji tidak ditentukan oleh Presiden Bashar Assad tapi ditentukan oleh oposisi yang ada di luar negeri, yang ada di Perancis, yang ada di Inggris, mungkin juga yang ada di Arab Saudi, dan mereka yang menentukan siapa yang berhak melakukan haji. Politisasi haji juga dilakukan terhadap Yaman dan Iran.

Untuk kasus Yaman, Mujtahid melanjutkan, Saudi juga melarang orang-orang Yaman untuk melakukan haji disebabkan karena perang yang terjadi di Yaman. “Kita mengetahui koalisi Arab Saudi melakukan penyerangan ke negara Yaman. Untuk itu Saudi Arabia sangat membatasi dan tidak memberikan visa bagi siapa-siapa saja yang berafiliasi dengan Ansharullah Movement atau Houthi. Dan inilah bagian mayoritas yang ada di Yaman. Tapi Saudi hanya memberikan visa kepada pengikutnya.”

Lebih lanjut dijelaskan, sikap Saudi melarang orang pergi haji adalah jelas bertentangan dengan Islam. “Karena haji adalah perintah Allah swt secara langsung. Undangan dari Allah swt secara langsung kepada setiap orang. Menghalangi orang berhaji sama saja dia melawan Allah. Sama halnya dengan shalat; shalat adalah perintah Allah swt kepada umat manusia, bagi siapa saja yang melarang orang lain untuk melakukan shalat maka pada dasarnya mereka menentang Allah swt.”

Persoalan lain adalah sikap Saudi yang memilih berkoalisi dengan kaum Musyrikin (imperialisme modern, zionisme internasional, yang diwakili Amerika, Israel dan juga Inggris) bertentangan dengan semangat haji itu sendiri. Karena dalam ritual ibadah haji salah satunya adalah berlepas diri dari kaum Musyrikin.

Ditambah lagi soal keamanan. Mujtahid menjelaskan bahwa Saudi Arabia menyerahkan national security, termasuk bandara, kemudian haji di Mekah dan Madinah kepada kontraktor-kontraktor zionis Israel. Ini yang menurutnya jadi problem sampai saat ini di Arab Saudi. Bagi siapa saja yang serius melakukan perlawanan terhadap rezim zionis Israel, maka ketika datang ke haji dan umrah itu bisa membuat dirinya terancam keamanannya.

Seminar internasional dengan tema “Peran Umat Islam dalam Pengelolaan Pelaksanaan Haji dan Menjaga Situs-situs Sejarah Islam” ini rencananya diselenggarakan di UIN Jakarta akan tetapi terjadi perubahan lokasi sehingga terlaksana di Universitas Indonesia.

“Pindahnya kita di sini pun tidak lepas dari tekanan Kedubes Arab Saudi. Dua hari menjelang acara saya dihubungi pihak rektorat (UIN) bahwa acara harus dibatalkan. Saya tanya kenapa? Karena Arab Saudi tidak mau acara ini berlangsung. Saya tidak menyerah, saya akan terus mengadakan acara-acara seperti ini karena ini merupakan kebebasan kita sebagai mahasiswa untuk mengkaji segala ilmu. Dengan sikap seperti itu Arab Saudi telah mencampuri kedaulatan kita sebagai rakyat Indonesia yang merdeka….. Hidup mahasiswa!!!” ungkap Ziyad Abdul Malik, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, selaku penyelenggara acara. Seminar ini terselenggara atas kerja sama HMI, Garda Suci Merah Putih dan Al Haramain Watch. (M/Z)

 

Related posts:

505286Info Haji 2017: Jemaah Meninggal di Arab Saudi Mencapai 516 Orang 092252_sultan2Perusakan Makam Nodai Nilai-nilai Islam RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama qatarMenlu Qatar: Daftar Tuntutan Arab Saudi Tidak Realistis

Menyantuni Anak Yatim

Rasulullah Saw. kepada seorang lelaki yang mengadukan tentang kekerasan hatinya: “Apakah kau ingin melunakkan hatimu, dan terpenuhi hajatmu? sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah dia makan dengan makananmu, maka akan lembut hatimu dan akan terpenuhi hajatmu.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 83

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 45Terhalangnya Doa Tanpa Shalawat tessssMemperbaiki Hubungan dengan Allah 123456Mensyukuri Nikmat Ahlulbait Indonesia 93Kerugian bagi Orang Kikir