Monthly Archives: December 2017

Tiga Faktor Penarik Kasih Sayang

Imam Muhammad Al-Jawad a.s: “Tiga hal dapat menimbulkan kasih sayang: Memahami orang lain, saling menolong ketika masa kesulitan, dan menjalani kehidupan dengan hati yang bersih.”

Ahlulbait Indonesia 88

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 25Kasih Sayang dan Toleransi Adalah Kartu Identitas Orang Islam Ahlulbait Indonesia 68Tiga Amal dan Pahalanya 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi Ahlulbait Indonesia 55Tanda-tanda Kebodohan

Ternyata Syi’ah dan Ahlussunnah Sependapat

Pembahasan tentang Imam Mahdi sering kali didentikkan dengan akidah Syi’ah Imamiyah, sehingga bila kita tidak cermat dan obyektif di bidang ini maka kita akan termakan “isu murahan” bahwa Imam Mahdi itu hanya milik orang Syi’ah dan hanya Syi’ah yang membesar-besarkannya.

Tulisan singkat ini membedah secara singkat bahwa akidah tentang kedatangan Imam Mahdi adalah keyakinan bersama seluruh umat Islam, apapun mazhab dan aliran mereka. Perbedaan terkait dengan Imam Mahdi hanya berkisar pada detail sosoknya, kedatangannya, kelahirannya dan para pengikutnya. Tapi prinsip bahwa dunia di akhir zaman akan dipimpin oleh salah satu keturunan Fatimah az-Zahra yang namanya sama dengan nama Nabi saw adalah kesepakatan kaum Muslimin.

Termasuk problema akidah Islam yang mendapat perhatian besar oleh kalangan penulis, sejarawan, dan pengamat adalah problema Imam Mahdi. Terdapat ribuan kitab dan risalah yang ditulis sepanjang generasi berkenaan dengan tema ini. Oleh karena itu, kita bertanya: Mengapa dan dari mana keyakinan ini?

Jawabnya ialah: bahwa keyakinan seorang Muslim mempunyai dua sumber, yaitu Alquran dan sunah (hadis). Apa saja yang ditetapkan oleh Alquran harus dipercayainya dan yakin bahwa itu memang dari Allah SWT. Dan seorang Muslim harus menyesuaikan ibadahnya, muamalahnya, akhlaknya, serta pengetahuannya tentang para nabi dan umat-umat terdahulu sesuai dengan pandangan dan petunjuk Alquran.

Begitu juga hal-hal yang ditetapkan oleh Nabi saw dan diyakini berasal dari beliau, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang tidak bertentangan dengan Alquran juga harus dipatuhi dan diimani. Maka, keimanan kepada Imam Mahdi yang akan datang pada akhir zaman dan sebelum datangnya kiamat di mana beliau akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kemungkaran dan kezaliman adalah merupakan konsekuensi atau akibat dari keimanan kepada sunah dan pembenaran sabda Rasul saw, meskipun secara umum dan tidak terperinci. Yang demikian ini karena hadis-hadis yang menjelaskan tentang Imam Mahdi, baik yang shahih, hasan, maupun yang dhoif (lemah) cukup banyak dan tidak patut diragukan kebenarannya.

Abu Dawud dalam kitab Shahih-nya nomer 4283 meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib yang berkata: “Rasulullah saw bersabda, ‘Seandainya masa hanya tersisa satu hari niscaya Allah akan membangkitkan seorang lelaki dari ahlul baitku yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman.’” Dalam riwayat lain, Abu Dawud menyebutkan hadis yang berbunyi: “Al-Mahdi dari keluargaku dan dari keturunan Fatimah.” Sementara itu Turmudzi juga meriwayatkan pada nomer 2231 dan 2232 dari kitab al-Fitan bab “Ma jaa’a fil Mahdi” bahwa Rasulullah saw bersabda: “Akan datang seorang lelaki dari ahlul baitku dimana namanya sama dengan namaku.” Kemudian Abu Hurairah mengatakan: “Seandainya dunia hanya tinggal satu hari maka Allah akan memanjangkan hari tersebut sehingga ia (al-Mahdi) datang.”

Tentu pada kesempatan yang terbatas ini, kami tidak mungkin mengungkap semua hadis yang berkenaan dengan Imam Mahdi, namun kami hanya ingin menegaskan bahwa masalah Imam Mahdi adalah masalah keislaman yang umum yang telah menggelinding sejak zaman Nabi saw, dan bahwa sahabat-sahabat beliau pun telah memahami tentang apa yang beliau katakan berkaitan dengan al-Mahdi. Dengan demikian, problema Imam Mahdi adalah problema islami yang disepakati oleh mayoritas kaum Muslim. Jadi, ia bukan problema Syi`ah semata.

Sehubungan dengan ayat ke-12 dari surah al-Maidah, yaitu: “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin…” Allamah Ibnu Katsir mengatakan, “Imam Ahmad berkata, ‘Husain bin Musa meriwayatkan kepada kami, Humad bin Zaid meriwayatkan kepada kami dari Mujahid dari asy-Sya`bi dari Masruq yang berkata:

Kami duduk-duduk di sisi Abdullah bin Mas`ud di mana saat itu ia membacakan Alquran kepada kami, lalu seorang lelaki berkata kepadanya, ’Wahai Abu Abdurrahman, apakah engkau pernah bertanya kepada Rasulullah saw berapa banyak khalifah yang dimiliki umat ini? Abdullah menjawab, “Tidak seorang pun bertanya kepadaku sejak aku datang ke Irak selainmu.” Kemudian ia melanjutkan, “Ya. Kami telah bertanya kepada Rasulullah saw tentang hal itu lalu beliau menjawab, “Terdapat dua belas pemimpin seperti jumlah pemimpin Bani Israil.”

Syi`ah Imamiyah sepakat bahwa bahwa Imam Mahdi dilahirkan pada pertengahan bulan Sya`ban tahun 255 Hijriah di Sarra Man Ra’a. Ada beberapa tokoh Ahlu Sunah yang sama pandangannya dengan Syi`ah yang menyatakan bahwa al-Mahdi adalah putra al-Hasan al-Askari, seperti pengarang Raudhah al-Ahbab, Ibnu Shobah, pengarang al-Fushul al-Muhimmah, Syeikh Nuruddin Abdurrahman al-Jami al-Hanafi dalam kitab Syawahid an-Nubuwwah, dan al-Hafizh Muhammad bin Yusuf al-Kanji asy-Syafi`i, pengarang al-Bayan fi Ikhbar Shohibuz Zaman.

Jadi, Imam Mahdi adalah juru selamat dunia yang akan memenuhi alam semesta dengan keadilan sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman. Beliau datang dan akan mengakhiri segala bentuk perselisihan dan perbedaan pendapat di tengah kaun Muslimin, sehingga tidak ada lagi sesama Muslim saling menyesatkan dan mengkafirkan.

Maka, selama qadhi (hakim) yang dalam hal ini adalah Imam Mahdi datang maka tidak dibenarkan seseorang mengklaim memonopoli kebenaran dan menyatakan hanya dirinya yang paling benar dan selainnya salah dan sesat. Marilah kita bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan dan sesama ahli kiblat yang sama-sama meyakini Imam Mahdi tidak perlu saling menyesatkan dan mengkafirkan serta saling menyudutkan. Ahlu Sunnah dan Syi’ah sama-sama percaya terhadap konsep kedatangan Imam Mahdi. Dan keduanya adalah saudara seiman. (Safinah-online)

Related posts:

Lukman-Hakim-SaifuddinMPR: Rekonsiliasi, Syiah tak harus pindah keyakinan Asian Muslim Action NetworkAsian Muslim Action Network (AMAN): Tidak Ada Konflik Berbasis Agama UntitledAktivis Persis: Rasionalitas dan Akhlakul Karimah, Sendi Dakwah Islam Masjid Al-Bina, Gelora Bung KarnoMilad ALI dan ABI Di Masjid Al Bina Gelora Bung Karno

Mensyukuri Nikmat

Imam Muhammad Al-Jawad a.s. berkata:

“Nikmat yang tidak disyukuri bagaikan dosa yang tidak diampuni”

(Sumber: Buku “Manusia suci: Biografi Singkat, Mutiara Hikmah, dan Adab Menziarahinya”)

 

123456

Related posts:

benderra_abi 1Pernyataan Sikap Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) tentang Kebrutalan Rezim Zionis di Masjid Al-Aqsa 123Sarasehan Nasional SAR dan Sosial Ahlulbait Indonesia tessssMemperbaiki Hubungan dengan Allah Screenshot_2017-09-21-18-00-35_com.android.chrome_1505991678165Himbauan Ormas Islam Ahlulbait Indonesia terkait Aksi Umat Islam di Monas

Hubungan Sesama Jenis dalam Catatan Al-Qur’an dan Hadis

Perdebatan mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) kembali marak diperbincangkan. Ada negara-negara yang tegas memberlakukan larangan tentang LGBT, namun ada juga yang terang-terangan melegalkan berkembangnya perilaku menyimpang ini. Sementara, pakar hukum pidana, Suparji Ahmad, menyatakan ada kekosongan hukum  di Indonesia ihwal regulasi bagi kaum LGBT, sehingga seringkali timbul pro dan kontra terkait persoalan ini.

Dari sudut pandang Islam, tercatat di dalam Al-Quran, pertama kali muncul hubungan sesama jenis atau praktik dari LGBT bermula pada zaman Nabi Luth a.s. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 80-81 Allah swt berfirman: “Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Dengan tegas, Allah menyebut kaum Nabi Luth yang saling menyukai sesama jenis, sebagai perbuatan yang hina.

Allah SWT mengutus Nabi Luth untuk menyadarkan kaumnya itu. Puluhan tahun Nabi Luth berusaha membimbing dan menyadarkan mereka, namun hanya segelintir saja yang sadar, sedang sebagian besar mereka tetap bahkan tambah tak bermoral.

Ketika mereka merasa tidak nyaman dengan dakwah-dakwah Nabi Luth, mereka memutuskan untuk segera mengusirnya.

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri” (Al-A’raf: 82)

Lebih dari itu, Luth memperingatkan akan malapetaka yang segera terjadi jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu. Akan tetapi mereka justru menanggapinya dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri, karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi. Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan mengamputasi mereka alias dimusnahkan.

Nabi Luth a.s. kemudian berdoa kepada Allah. Biasanya yang beliau minta adalah petunjuk dan hidayah agar kaumnya sadar kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya kali ini Nabi Luth a.s. meminta agar diturunkannya azab supaya tidak menjalarnya virus amoral ke daerah-daerah lainnya. Nabi Luth sudah merelakan bila kaumnya dihukum.

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. (Q.S. Asy-Syu’ara, ayat 173).

Tentang hubungan sesama jenis ini juga mendapat perhatian serius dari Rasulullah Muhammad Saw. Di dalam hadis Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, ketakutan yang paling kutakutkan dari umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 127, hadis No.5717).

Dalam hadis lain, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa dari umatku yang mengerjakan perbuatan kaum Luth kemudian mati dalam keadaan itu, maka dia hanya akan menunggu hingga diletakkan di liang lahatnya, dan jika telah diletakkan di dalamnya, maka tidak berlalu tiga (hari) kecuali bumi memuntahkannya dan mengirimkannya bergabung dengan tulang-belulang kaum Luth. Kelak di Hari Kiamat, dia pun akan dibangkitkan bersama mereka.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 128, hadis No.5718).

Imam Ali Ridha a.s. berkata: “Sebab diharamkannya hubungan sejenis, laki-laki dengan laki-laki (homoseksual) dan perempuan dengan perempuan (lesbian) adalah karena naluri yang ada dalam setiap laki-laki dan perempuan, terputusnya keturunan, rusaknya pengaturan dan ambruknya dunia.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 129, hadis No.5721).

(MZ)

Related posts:

Kerja PahlawanKerja Husain, Kerja Zainab, Kerja Pahlawan Fikri DesyacitaDua Ustaz Memaknai Asyura tahun-baru-hijrah-sudahkah-kita-merenungTahun Baru Hijriyah: Sudahkah Kita Merenung? 20151231_115610Pemuda Muslim Penyelamat Peradaban

Upaya Bawaslu Atasi Isu SARA Jelang Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merancang sejumlah upaya sebagai bagian dari pencegahan semakin merebaknya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Salah satunya, dengan menyelenggarakan kegiatan semacam Jambore Lintas Iman yang diikuti kalangan muda dari daerah yang melaksanakan Pilkada 2018.

“Kami ingin lakukan semacam Jambore Lintas Iman. Harus digelorakan di kalangan muda,” kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (26/12/2017).

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu akan memberikan pendidikan politik terkait isu SARA serta bahaya yang akan timbul.

Dengan cara ini, diharapkan muncul deterrent effect atau efek gentar sehingga masyarakat tak lagi menggunakan isu SARA dalam kontestasi politik.

Hal senada juga akan diberikan untuk mengurangi praktik politik uang pada Pilkada.

“Kami harap bisa ada dampaknya,” ujar Afifuddin.

Sebelumnya, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti juga memprediksi politik SARA tak akan berhenti pada Pilkada 2018.

Menurut Ray, bahkan bisa terus berlanjut hingga Pemilu 2019. Ray mengatakan, efek politik SARA bisa melebihi bahaya politik uang.

“Pengalaman kita di Pilkada DKI Jakarta, memperlihatkan bahayanya isu SARA bahkan melebihi bahaya politik uang. Politik uang berbahaya tapi efeknya tidak panjang,” kata Ray.

Menurut Ray, politik SARA perlu diantisipasi karena seolah ada suasana yang melegalisasi praktik politik tersebut.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Bawaslu RI tidak bisa sendirian dalam menjalankan fungsi supervisi untuk mengatasi hal itu.

“Ekstensifikasi penggunaan politik SARA yang menyimpang dari koridor demokrasi membuat Bawaslu harus melakukan langkah-langkah antisipasi yang maksimal. Tidak bisa sendirian, tetapi harus melibatkan semua pihak terkait,” kata Titi.

Bawaslu RI, menurut Titi, bisa melibatkan semua pihak dalam mengawasi politik SARA, mulai dari institusi negara, kelompok masyarakat sipil, maupun media massa. (Kompas)

Related posts:

KPUMengawal Demokrasi Dari Racun Intoleransi AJITilep Dana Bansos Demi Pilkada Kementerian-Kominfo-Siap-Tutup-Akun-Penyebar-KebencianKementerian Kominfo Siap Tutup Akun Penyebar Kebencian garam-620x330Menanti Keseriusan Pemerintah Atasi Persoalan Garam

Pesan Natal Mahfud MD: Khamenei Beri Contoh Bagus

Dalam momen hari raya Natal tahun ini, Mahfud MD me-retwit sebuah twit yang mengutip pesan Natal dari Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Pada pesan itu, Khamenei mengatakan, “Yesus Kristus, selama berada di tengah umat manusia, beliau tidak pernah kendur dalam berjuang melawan angkara murka dan menyeru manusia kepada kebajikan”.

Mahfud memberikan komentar terhadap twit tersebut yang isinya, “Beragama bukan untuk saling memaki. Khamenei memberi contoh bagus tentang itu.”

pesan natal

Beragam komentar datang dari para netizen, di antaranya dari akun @ridhorahadi menulis, “contoh yang bagus toleransi dan menghormati umat agama lain sudah banyak diajarkan Rasulullah, mengacu ke Al Quran.” Akun lainnya, @GunawanAS1 menulis, “nabi Isa memang penuh kasih sayang, nabi Muhammad juga.”

Namun tidak sedikit yang menyudutkan Prof. Mahfud MD terkait pandangannya itu. Akun @agussusenoitonk misalnya, berkomentar “Owh ternyata dia syiah .”

Akun lain, @Ukom12 menulis, “Ulama ahlusunah di dunia buaaaaaaanyak, kenapa harus dari tokoh syiah sih prof!?????”

Ada juga dari @TristanArqani, “Maaf prof.. dgn tidak mengurangi rasa hormat saya kepada anda… Apa anda tidak salah ketik nih..khomeini itu syiah..apa anda ahlul sunnah waljamaah?? mohon konfir aja prof..biar umat jelas dimana posisi prof skrng…. biar pemahaman kami tidak binggung menilai prof.. terima kasih.”

@agus_erl mengatakan, “aduh kok syiah pula yg jadi contohnya…. jd mumet saya.”

@IrfanSkapa, “Astagfirullahhalazim… duhhh prof.. jgn2 akun prof ni di retas ama cebong.. atau jgn2 udh ikut cebong pula.. tabayun aja dah saya..”

Sementara itu, akun @santrialbanjari menimpali, “Mengutip salah satu tokoh aja langsung bilang syiah. Nanti sama aja kalau mengutip einstein langsung disebut yahudi. Mbokya jangan langsung ‘kalau begini pasti begitu,’ kesalahan pemikiran klasik.”

“Mengutip kalimat bijak dari tokoh syiah bukan berarti syiah, tidak lebih hanya mengutip.” komentar lain dari akun @aan_tawlee. 

Ada juga dari akun @krishjogja mengatakan, “Setuju sekali Prof. Negara dan bangsa kita sangat membutuhkan figur2 seperti Prof untuk menyebarkan pencerahan dan kedamaian. Matur nuwun…”

Sebelumnya pada 24 Desember, Mahfud sempat memberikan ucapan selamat natal, “selamat natal untuk yang merayakannya. Semoga kita selalu di jalan yang diridhoi dan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.” 

Related posts:

parmadMahfud MD; Tuhan Saja Mengajarkan Toleran, Masak Manusianya Tidak Toleran WhatsApp Image 2017-11-13 at 15.18.44Pesan Ketua MUI Jepara di Peringatan Arbain Imam Husain as. Ahlulbait IndonesiaWAWANCARA SEKJEN ABI DENGAN ASTRO TV Disabilitas-LBHPenyandang Disabilitas Tagih Janji Kampanye Jokowi

Imam Khomeini: Bila Muslimin Bersatu, Cukup Seember Air untuk Menenggelamkan Israel

Sampai sekarang salah satu pertanyaan besar terkait dengan isu Palestina ialah mengapa umat Islam yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang begitu luar biasa tampak lemah dan tidak berdaya di hadapan Rezim Zionisme Israel? Jawaban pertanyaan ini bisa kita dapatkan dengan baik saat kita menelusuri gagasan dan peryataan Imam Khomaini yang berhubungan dengan Palestina berikut ini.

Dari awal perjuangannya sebelum mencapai kemenangan, Imam Khomeini secara tegas menentang Israel. Sehingga masalah Palestina mendapat tempat yang istimewa dalam kehidupan politik dan Ilahiah Imam Khomeini, dan bila kita  hapus peran beliau dari perjuangan secara teoritis dan praktis dalam membela Palestina maka kita tidak akan pernah menyaksikan pengaruh kepemimpinannya yang luar biasa di tengah masyarakatnya dan bagaimana beliau menginspirasi pelbagai gerakan perlawanan melawan Israel.

Imam Khomeini meyakini bahwa persoalan utama Muslimin, bahkan masyarakat dunia adalah hegemoni yang diistilahkannya dengan “Zionisme Internasional” terhadap pelbagai bangsa. Dan satu-satunya jalan untuk menghadapi ini adalah perlawanan dengan pelbagai bentuk melalui persaudaraan dan kesetiakawanan sesama umat Islam.

Terkait dengan perjuangan panjang Imam Khomeini dalam membela Palestina, beliau berkata:

“Saya nyaris dua puluh tahun telah membicarakan bahaya Zionisme Internasional.”

Pandangan yang cukup lama tersebut menunjukkan kecerdasan dan kejelian Imam Khomeini dalam mengenali musuh. Padahal, waktu itu orang yang paling cerdas di dunia Islam hanya berbicara tentang ancaman Zionisme bagi umat Islam saja, namun Imam justru telah memperkenalkan bahaya Zionisme bagi masyarakat dunia secara umum.

Imam Khomeini sering mengutip hadis Nabi saw yang berbunyi: “Barangsiapa memasuki waktu pagi dan ia tidak peduli terhadap urusan Muslimin maka ia bukan termasuk orang Muslim.”[1]

Ya, Imam Khomeini cukup menderita melihat berkobarnya perselisihan Sunnah dan Syiah hingga melupakan problema besar dan utama dunia Islam seperti Palestina. Imam tidak ingin persoalan sempit mazhab sampai menengelamkan masalah krusial dunia Islam seperti al-Quds dan Palestina. Dan untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan Sunni dan Syi’i, beliau menggagas Pekan Persatuan yang diadakan dari tanggal 12 sampai 17 Rabiul Awal dengan mengambil momentum kelahiran Nabi Muhammad saw yang sangat dihormati kedua madrasah besar Islam tersebut.

Berulangkali Imam Khomeini menegaskan perihal pentingnya persatuan antara sesama kelompok dan komunitas Islam. Isu Sunnah-Syi’ah harus “dikubur”untuk menghadapi Israel dan menghentikan pendudukan Zionisme. Israel hanya berpikir kehancuran Islam, ngak peduli Sunnah, apa Syiah.

Meskipun mayoritas orang-orang Arab yang tinggal di Palestina adalah pengikut mazhab Ahlu Sunnah namun Imam Khomeini sebagai Fakih (ahli fikih) dan Marja’ Syiah tidak pernah sedikit pun mengendur dalam pembelaannya terhadap mereka, bahkan beliau menganggap masalah Palestina sebagai persoalan yang terkait dengan eksistensi Islam. Oleh karena itu,  Imam Khomeini selalu mengajak seluruh Muslimin, khususnya Syiah Lebanon untuk membantu rakyat Palestina dan beliau menegaskan bahwa masalah Palestina adalah masalah dunia Islam.

Imam Khomeini menganggap sebuah aib besar ketika kelompok kecil Zionis justru berkuasa atas lebih dari satu milyar umat Islam, dan dalam hal ini beliau berkata:

“Mengapa negara-negara yang memiliki segala sesuatu dan mempunyai pelbagai kekuatan dan potensi justru dikuasai oleh Israel yang merupakan kelompok kecil? Mengapa mesti demikian? Ini terjadi karena umat tercerai berai dan pelbagai negara Islam tidak terkonsolidasi dengan baik. Satu milyar masyarakat Islam yang memiliki pelbagai peralatan dan aset hanya duduk dan berpangku tangan menonton kebiadaban Israel terhadap rakyat Lebanon dan Palestina.”[2]

Ada pernyataan Imam Khomeini yang terkenal, yaitu bahwa bila seluruh kaum Muslim bersatu dan masing-masing mereka membawa seember air yang ditumpahkan di Israel maka Israel akan tenggelam dan kebanjiran. Dalam hal ini, Imam Khomeini berkata:

“Ada masalah yang menjadi misteri bagi saya. Yaitu seluruh negara Islam dan bangsa Islam mengetahui apa problema sebenarnya. Mereka mehamami bahwa tangan-tangan asing berada di balik perpecahan ini, dan mereka sadar bahwa dengan perpecahan ini, mereka melemah dan akan binasa. Mereka melihat bahwa negara fiktif Israel berdiri tegak di hadapan umat Islam yang bilamana umat Islam bersatu maka masing-masing dari Muslim membawa seember air lalu ditumpahkan di kawasan Israel nicaya mereka akan mengalami kebanjiran dan tenggelam. Ironisnya, mereka tampak kerdil dan hina di hadapan Israel.”

“Selama kita belum kembali kepada Islam; Islam Rasulullah saw; selama kita belum kembali kepada Islam Rasulullah maka kita akan tetap dililit masalah. Kita tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah Palestina, demikian juga Afganistan, dan juga kawasan-kawasan lainnya. Umat harus kembali ke masa permulaan Islam.”[3]

Dalam pelbagai kesempatan berulang kali Imam Khomeini mengingatkan bahwa jangan sampai umat Islam justru saling berhadapan, utamanya Ahlu Sunnah dan Syiah sehingga masalah Palestina terbengkalai dan terpinggirkan. Ini adalah jebakan dan konspirasi musuh. Dan sekarang sudah tidak relevan lagi mempertetangkan antara Sunnah dan Syiah, apalagi saling menyesatkan dan mengkafirkan. Saat ini kita lebih memerlukan persatuan dan toleransi lebih dari zaman sebelumnya.

Alhamdulillah, musuh-musuh kebenaran adalah orang-orang yang bodoh dan marilah kita manfaatkan kebodohan mereka untuk menggalang komunikasi, silaturahmi dan konsolodasi antar pelbagai kelompok Islam demi pembelaan terhadap rakyat Palestina dan kita perlu mengapresiasi dalam bentuk dukungan moril, materi dan minimal doa kepada siapapun yang secara nyata berada di garis terdepan dalam perjuangan membela hak-hak rakyat Palestina.

 

[1] Riwayat ini terdapat dalam al-Hakim fi al-Mustadrak (7902), ath-Tahbrani fi al-Mu’jam al-Austah (474), al-Baihaqi fi asy-Syi’b (10586). [2] Sayed Ruhullah Musawi Khumaini, Shahifah Imam,  Muassaseh Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, tahun 1394, jilid 10, hal. 417-418. [3] Shahifah Imam, jilid 9, hal. 274.

Sumber: ikmalonline.com

Related posts:

tentara-israel-menahan-seorang-warga-palestina-_130130163431-659Israel Tangkap 10 Ribu Warga Palestina timnas iranDemi Palestina, Tim Olahraga Iran Menolak Berhadapan dengan Tim Israel 4bmwb4bb902d57p9ec_800C450Militer Israel Serang Warga Palestina Zionis-Israel100 Tahun Penjajahan Zionis Israel di Tanah Palestina

Pahala Membuat Sunnah (Kebiasaan) yang Baik

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa membuat sunnah (kebiasaan) baik yang dikerjakan orang-orang sepeninggalnya, maka dia akan mendapatkan pahalanya, juga mendapat pahala orang-orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa membuat sunnah (kebiasaan) buruk yang dikerjakan orang-orang sepeninggalnya, maka dia akan mendapatkan dosanya, juga mendapatkan dosa-dosa orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (Mizanul Hikmah. Jilid 2, halaman 612, hadis No.3139)

Ahlulbait Indonesia 85

 

 

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 49Pahala Menulis tentang Ilmu Ahlulbait Indonesia 501Pahala Sedekah Menanam Tumbuhan Ahlulbait Indonesia 57Niat Baik Memperpanjang Usia Ahlulbait Indonesia 68Manfaat Perkataan yang Baik

Majelis Umum PBB Menolak Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih untuk menolak deklarasi kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel. Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan memotong bantuan bagi negara anggota PBB yang menolak pengakuan Yerusalem.

Hasil voting Majelis Umum PBB menunjukkan hasil 128 menolak berbanding 9 suara mendukung pengakuan terhadap Yerusalem. Sementara 35 negara abstain. Dengan hasil ini, pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel batal dan tidak berlaku lagi seperti dikutip dari USA Today, Jumat (22/12/2017).

Resolusi ini, yang disusun oleh Mesir, mendesak negara-negara untuk mendukung resolusi PBB tahun 1967 ketika Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania, yang menyerukan agar status Yerusalem diputuskan melalui perundingan antara Israel dan Palestina.

Israel mengatakan bahwa Yerusalem yang bersatu akan tetap menjadi ibukotanya, sementara orang-orang Palestina menginginkannya untuk menyerahkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara Palestina yang merdeka di masa depan. Hanya segelintir negara yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sementara kebanyakan lainnya mempertahankan kedutaannya di Tel Aviv.

Resolusi tersebut mengatakan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah, karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak sah dan tidak berlaku lagi dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

Trump pada Rabu lalu memperingatkan bahwa pemungutan suara tersebut dapat berdampak pada miliaran dolar bantuan AS.

“Biarkan mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak uang,” kata Trump.

“Kami tidak peduli. Ini tidak seperti dulu tempat mereka bisa memilih melawan Anda dan kemudian Anda membayar mereka ratusan juta dolar dan tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan,” imbuhnya.

“Orang Amerika lelah mendapat keuntungan dari PBB dan kami tidak akan dimanfaatkan lagi,” kata Trump.

Sementara Duta Besar AS ntuk PBB, Nikki Haley, mengancam 193 negara anggota PBB dan PBB dengan pemotongan dana jika majelis menyetujui draf resolusi yang menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ia mengatakan tidak ada suara di PBB akan membuat perbedaan atas keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, yang akan dilanjutkan karena ini adalah hal yang benar untuk dilakukan.”

“Kami akan mengingatnya saat kami dipanggil sekali lagi untuk memberikan kontribusi terbesar di dunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Haley.

“Dan kita akan ingat ketika begitu banyak negara memanggil kita, seperti yang sering mereka lakukan, membayar lebih dan menggunakan pengaruh kita untuk keuntungan mereka,” imbuhnya.

Haley juga mengancam untuk “membuat daftar” negara-negara yang memilih tindakan tersebut.

Pemungutan suara pada pertemuan darurat Majelis Umum terjadi setelah AS memveto langkah yang sama di Dewan Keamanan pada hari Senin. Anggota Dewan Keamanan yang tersisa memilih resolusi tersebut, termasuk sekutu penting AS seperti Italia, Jepang, Inggris, Prancis dan Ukraina.

Sementara lima anggota tetap Dewan Keamanan – Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia dan China – memiliki hak veto dalam pemungutan suara pertama, tidak memiliki hak veto di Majelis Umum.

Sumber: Sindonews

Related posts:

Mamilla CemeteryIsrael Ubah Makam Syuhada Menjadi Hotel timnas iranDemi Palestina, Tim Olahraga Iran Menolak Berhadapan dengan Tim Israel israel 1Pasukan Israel Kembali Menyerang Kerumunan Damai di Situs Suci Yerusalem barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani

Tiga Amal dan Pahalanya

Imam Muhammad Al-Baqir a.s. berkata:

“Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah.”

(Sumber: Buku “Manusia Suci: Biografi Singkat, Mutiara Hikmah, dan Adab Menziarahinya”)

Ahlulbait Indonesia 68

Related posts:

DPPPPHidup dan Mati menurut Imam Ali Ahlulbait Indonesia 58Orang Baik yang Diazab benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi