Monthly Archives: October 2017

Tanda-tanda Kebodohan

Imam Husain a.s. berkata, “Dari tanda-tanda kebodohan adalah berdebat dengan orang-orang yang bukan ahli berfikir.” (Dikutip dari buku “560 Hadis dari 14 Manusia Suci”)

Ahlulbait Indonesia 55

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara 34Kata-kata Mutiara Imam Ali: Antara Lidah dan Hati 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi Ahlulbait Indonesia 46Nasihat Imam Ja’far Ash Shadiq agar Terhindar dari Gangguan Setan

Membentuk Karakter Anak Melalui Cerita

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di Medan, Selasa (31/10), mengatakan, Indonesia kaya akan budaya tradisional dengan nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal seperti halnya mendongeng. Mendongeng merupakan warisan leluhur yang dinilai dapat menjadi sarana untuk melatih imajinasi dan kreativitas anak secara natural, sehingga mereka bisa menjadi orang yang berkualitas saat dewasa. “Bagaimanapun karakter anak harus dibentuk secara alami melalui proses yang seharusnya dilaluinya pada dimensi-dimensi waktu tertentu. Ada begitu banyak buku dogeng yang bisa dijadikan inspirasi bagi orang tua untuk mendongengkan anaknya,” kata Akhyar.

Selain pembentukan karakter sejak dini pada anak, Akhyar menilai, mendongeng (cerita) juga dapat mendekatkan orang tua dengan anaknya baik secara psikologis maupun secara emosional sehingga terjalin hubungan romantis dalam keluarga. “Bayangkan saja, anak-anak zaman sekarang sudah lebih berkutat dengan gadget. Bangun tidur cari gadget, mau tidurpun cari gadget. Bagaimana anak-anak kita bisa cerdas bekembang kalau salah proses pembentukannya,” ujar Akhyar seperti dilansir situs berita Antara.

Ia menambahkan, bahwa anak adalah manivestasi bangsa yang sejak usia dini perlu didorong perkembangannya secara motorik dan psikomotorik, karena pada usia dini ini, perkembangan anak sangat ditentukan.

Cerita di dalam Islam

Jika dongeng yang merupakan kisah fiksi atau khayalan dinilai mampu membangun karakter pada anak-anak, maka Islam memiliki khazanah cerita lebih kaya. Banyak kisah nyata kehidupan para Nabi dan Rasul maupun keluarga dan para sahabatnya yang diabadikan di dalam al-Quran maupun diceritakan dalam hadis-hadis. Allah Swt telah mengirimkan para Nabi dan Rasul di tengah-tengah umat manusia sebagai teladan yang bisa dicontoh segala sifat baiknya mulai dari tutur kata hingga tingkah lakunya.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (Q.S. Al-Ahzab ayat 21)

Melalui cerita yang diabadikan itu Islam tidak hanya ingin menggiring pembacanya pada proses pembentukan karakter saja, melainkan juga menguatkan keimanan terhadap Sang Pencipta, Allah Swt. Melalui mukjizat-mukjizat yang diperlihatkan para nabi dan rasul, dapat dijadikan pelajaran bagi umat-umat setelahnya untuk meneguhkan hati umat manusia.

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah datang kepadamu kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Hud ayat 120). (M/Z)

Related posts:

anak menangisManfaat Tangisan Anak menurut Imam Jafar Shadiq Sejarah Peradaban IslamSekilas tentang Sumbangsih Muslim di Bidang Ilmu Pengetahuan Bag. 2 IMG_20160205_131832Kisah Iblis Menjerumuskan Kaum Nabi Luth a.s. elegi-cinta-salman-al-farisi 1KISAH – SALMAN AL FARISI

Pahala Menulis tentang Ilmu

Rasulullah saw bersabda, “Seorang Mukmin jika mati meninggalkan tulisan tentang ilmu, maka lembaran itu pada Hari Kiamat akan menjadi penghalang antara dia dan neraka. dan untuk setiap huruf di situ, akan Allah ganti dengan sebuah kota yang lebih luas dari bumi tujuh kali lipat.” (Mizanul Hikmah)

Ahlulbait Indonesia 49

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 44Penyebab Runtuhnya Pahala C6xFN_2VwAIdC7_Kemdikbud Gelar Lomba Menulis Naskah Lakon Teater Berhadiah Puluhan Juta Rupiah benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi

Din Syamsudin: NU-Muhammadiyah Bersinergi, Persoalan Umat Terselesaikan

Malang – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban Prof Dr Din Syamsudin mengemukakan jika NU dan Muhammadiyah bersinergi dengan baik, permasalahan umat juga akan terselesaikan dengan baik pula.

“Kalau kedua organisasi masyarakat Islam terbesar di Tanah Air bisa bersinergi, saya kira permasalahan umat juga akan terselesaikan dengan baik dan damai,” kata Din Syamsudin di sela acara Tabligh Akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (29/10).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga mengapresiasi digelarnya acara halalbihalal seluruh komponen masyarakat di wilayah Kota Malang yang digagas dan diselenggarakan bersama kedua ormas Islam tersebut. “Ini sangat luas biasa,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Din juga mengapresiasi berbagai prestasi yang telah ditorehkan Kota Malang, baik skala regional, nasional maupun internasional. “Dan, yang tidak kalah penting adalah suksesnya Kota Malang dalam menjaga kondusivitas antarorganisasi keagamaan dam antarumat beragama di kota ini,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Malang Moch Anton mengaku jika suasana kondusif yang tercipta selama ini merupakan buah hasil sinergitas antarseluruh elemen, termasuk dari kalangan ormas keagamaan.

Menurut Anton, peran Muhammadiyah dalam pembangunan dan menjaga suasana aman, tentram dan kondusif di Kota Malang sangat baik. Hal itu tak lepas dari komunikasi aktif  di tataran pimpinan organisasi keagamaan itu dengan jajaran Forkopimda.

“Kota Malang ini telah ditunjuk sebagai kota paling kondusif di Indonesia. Sinergitas antara dua ormas Islam besar, yakni NU dan Muhammadiyah sangat bagus dan dari titik ini kita bisa membangun peradaban Islam yang baik,” katanya.

Anton menerangkan sinergitas antara NU dan Muhammadiyah telah diwujudkan dalam acara halalbihalal bersama yang digagas oleh dua ormas itu bebeberapa waktu lalu. Hal ini, merupakan bukti cukup kuat bagaimana mensinergikan berbagai kelompok dalam menjalin persatuan dan kesatuan demi menuju suksesnya program pembangunan.

“Sinergitas itu sejalan dengan misi Pemkot Malang dengan jargon Malang Bermartabat. Harapan kami sinergitas dan prestasi ini bisa kita pertahankan, bahkan terus kita tingkatkan agar lebih banyak lagi prestasi yang diraih di level internasional,” tuturnya.

Tabligh Akbar yang digagas PDM Kota Malang ini biasanya dilaksanakan satu bulan sekali atau tepatnya setiap pekan terakhir, namun khusus pada tabligh kali ini tausiyah disampaikan oleh Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsudin. (Antara)

Related posts:

hilal66Ormas-Ormas Islam Perlu Duduk Bersama Atasi Perbedaan Hilal MUI Din Syamsuddin dan Ma'ruf AminMUI Pusat Bahas Bahaya Gerakan Radikal ISIS nahdlatul ulamaNU Persiapkan Ensiklopedia ketua-umum-pbnu-kh-said-aqil-siradj-beserta-sejumlah-_170711150717-486Pengurus NU Dilarang Salatkan Jenazah Koruptor

Nasihat Imam Ja’far Ash Shadiq agar Terhindar dari Gangguan Setan

Imam Ja’far Ash Shadiq a.s. berkata, “Janganlah kalian minum sambil berdiri, jangan buang air kecil di atas air bergenang, jangan buang air besar di kuburan, jangan di rumah sendirian, jangan jalan dengan satu sandal, karena sesungguhnya setan paling cepat dapat menguasai seseorang jika dia dalam salah satu keadaan tersebut. jika dia tertimpa sesuatu pada saat-saat itu, sangat susah untuk hilang, kecuali kalau Allah kehendaki.” (Dikutip dari buku “Perjumpaan dengan Iblis”)

Ahlulbait Indonesia 46

Related posts:

Ahlulbait Indonesia 47Nasihat bagi Pengendara benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara 1234Karakter terbaik menurut Imam Hasan Al-Askari 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi

Bertemu Menag, Cak Nun Minta Kampanyekan Kerukunan Agama

Maraknya penggunaan isu-isu agama dalam berbagai ajang perebutan kekuasaan di berbagai level pemerintahan membuat banyak kalangan prihatin. Budayawan Emha Ainun Najib meminta Kementerian Agama (Kemenag) terus menyuarakan pesan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Hal itu disampaikan Cak Nun, sapaan akrab Emha Ainun Najib, saat bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Rumah Maiyah di kawasan Kadipiro, Yogyakarta. Di kediaman Cak Nun tersebut, Lukman Hakim didampingi sejumlah pejabat Kemenag. Percakapan kedua sahabat lama ini tampak berlangsung cair di ruang tamu Cak Nun. Tidak lupa, suguhan kopi hitam menemani keduanya.

“Kami berharap Menteri Agama maupun Kemenag bisa terus menyuarakan pesan universalitas agama agar tercipta kerukunan umat beragama,” ujar Cak Nun seperti dilansir sindonews kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nun mengungkapkan ada begitu banyak persoalan di lapis bawah umat Islam. Fakta tersebut dijumpai Cak Nun saat berkunjung ke berbagai pelosok Tanah Air melalui forum-forum Maiyah. Berbagai persoalan itu harusnya menjadi domain dari Kementerian Agama untuk menyelesaikannya.

Pria asli Jombang itu juga menyampaikan masukan kepada Menteri Lukman Hakim Saifuddin untuk merangkul semua lembaga, seperti Bahtsul Masail atau Majelis Tarjih di tiap-tiap ormas untuk duduk bersama merumuskan fatwa bersama mengenai hal-hal yang selama ini membikin pertikaian dari soal bidah hingga mengkafirkan sesama.

Dengan demikian, umat Islam tidak lagi terpecah belah atas berbagai persoalan khilafiyah. Sementara itu, Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi kiprah Kyai Kanjeng pimpinan Cak Nun yang terus menebar pesan-pesan keagamaan yang tawasuth atau moderat.

Hal itu sejalan dengan program Kemenag yang sejak dua tahun lalu mengusung moderasi agama. Menag berharap Cak Nun istiqomah dalam membina umat. Menag mengakui saat ini Indonesia kekurangan figur, terutama setelah wafatnya Gus Dur. “Kami berharap Cak Nun bisa mengambil posisi sebagai bapak bangsa tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengundang Cak Nun untuk bisa hadir dalam peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama pada Januari 2018. Menurut Menag, kementerian yang dipimpinnya memiliki agenda rutin berupa peringatan HAB.

“Sejak tahun lalu kami ingin cari suasana baru, memberi warna bahwa mengurus agama juga tidak bisa dilepaskan dengan budaya. Karenanya, tahun lalu di antara rangkaian HAB, kita membuat acara di Taman Ismail Marzuki,” ucapnya. (M/Z)

Related posts:

Kunjungan Menag Lukman Hakim Saifuddin di pengungsian Muslim Syiah SampangCari Solusi Pemulangan: Menteri Agama Kunjungi Muslim Syiah Sampang Peran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap PerempuanPeran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan 451877Klarifikasi Menag soal Sertifikasi Khatib 466739Menag Apresiasi Ikadi Lakukan Sertifikasi Dai

Penyebab Runtuhnya Pahala

Imam Ali a.s berkata, “Ambillah pelajaran dari apa yang telah dilakukan Allah terhadap Iblis; bagaimana Allah telah menghapus (pahala) amalnya yang panjang dan usahanya yang sangat keras! Iblis telah menyembah Allah selama enam ribu tahun -tidak diketahui apakah itu tahun duniawi ataukah di akhirat- namun semua pahala amalnya itu dihapus lantaran kesombongannya yang sesaat.” (Dikutip dari buku “Perjumpaan dengan Iblis)

Ahlulbait Indonesia 44

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara 1234Karakter terbaik menurut Imam Hasan Al-Askari 34Kata-kata Mutiara Imam Ali: Antara Lidah dan Hati 36Pesan Imam Muhammad Al-Baqir tentang Silaturrahmi

Perjalanan Cinta Dali Menuju Karbala

Selasa malam, 24 Oktober 2017 menjadi hari tersulit bagi Dali. Sudah empat hari ayahnya dirawat di ICU RSUD Usada Insani, Tangerang karena mengalami pembengkakan jantung dan paru-paru. Malam itu juga ia harus bergegas menyiapkan keberangkatan perjalanan ziarahnya esok hari menuju Karbala, Irak menyambut peringatan 40 hari gugurnya Imam Husain a.s. cucunda Nabi Muhammad Saw. Perjalanan spiritualnya menuju Karbala memang sudah direncanakan Dali sejak lama.

22789027_142928033120191_6078299867885295575_n“Ayahmu sedang sakit keras Dali,” kata sebagian saudara menasihati Dali supaya mengurungkan kepergiannya. Sebagian yang lain tetap menyuruhnya berangkat. “Pergi saja ziarah baba (ayah) sudah ikhlas, yang penting doain baba biar cepat sembuh dan keluarga kita diberikan kesehatan dan keberkahan ya Dali,” pesan ayah menguatkan langkahnya.

Perjuangannya memenuhi panggilan cinta Imam Husain a.s memang tidak semulus jalan tol. “Banyak hambatan silih berganti,” kata Dali. Bahkan pemilik nama lengkap Muhammad Murdali ini sempat berencana membatalkan ziarahnya karena tak sanggup membayar visa dan pelunasan tiket. Belum lagi untuk kebutuhan makan dan penginapan selama kurang lebih 20 hari perjalanan.

Ia juga sempat ingin menggadaikan motornya yang baru lunas cicilan untuk menutupi kebutuhan. “Tapi nggak jadi karena motor itu buat bolak-balik mengurus baba di rumah sakit,” kata Dali. Sedangkan sebagai anak pertama ia juga bertanggungjawab membantu adik-adiknya yang masih sekolah. Apalagi ayahnya hanya bekerja sebagai pemungut sampah dengan penghasilan tak seberapa.

“Sampai akhirnya saya meminjam perhiasan istri, dijual untuk bayar tiket dan visa,” tutur remaja yang sudah dua tahun mengakhiri masa lajangnya ini. Beruntung bagi Dali dikarunia seorang istri yang selalu mendukung langkah-langkahnya.

Perlahan, permasalahannya terselesaikan dengan bantuan dari berbagai pihak. Ada yang meminjamkan uang untuk keperluan keluarganya, ada pula dermawan yang membantu memenuhi kebutuhan keberangkatan ziarahnya.

Keberangkatan

Selasa Malam 24 Oktober, pukul 19:30 WIB, dengan perasaan sedih Dali pergi meninggalkan rumah sakit setelah berpamitan dengan ayah dan keluarganya. Ia segera menuju kantor DPP Ahlulbait Indonesia (ABI) tempatnya mengabdikan diri, untuk bergabung dengan rombongan peziarah lain dari pelbagai daerah. Rombongan backpacker ini terdiri dari 10 orang. Salah satu dari mereka adalah Eman Sulaiman, rekan Dali yang juga mengabdikan diri DPP ABI. Mereka sengaja memilih perjalanan backpacker karena minimnya dana, “meski harus tidur di mana saja dan makan seadanya, ini demi menyambut panggilan Imam Husain a.s.,” tutur Dali.

Rombongan berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta hari Rabu pukul 3 pagi. Satu jam kemudian mereka sampai di Bandara. Sembari menunggu jadwal keberangkatan pesawat dua jam kemudian, Dali bersama rombongan menggunakan waktu senggangnya untuk berdoa dan beribadah salat subuh.

Pukul 06:15 WIB, pesawat berangkat menuju Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka sampai di Kuala Lumpur pukul 9 pagi (waktu Malaysia) dengan menempuh perjalanan lebih dari dua jam. Setelah transit lebih dari 10 jam, rombongan melanjutkan perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Teheran, Iran untuk transit perjalanan selanjutnya.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 17.47.06Rombongan ziarah sampai di Bandara Teheran Rabu malam pukul 23:00 (waktu Iran) setelah menempuh 9 jam perjalanan. “Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Dali. Rombongan disambut pelajar di Tehran dan mendapat persinggahan sementara di sana.

84ac4dab-c40e-4b40-842b-216123798042Hari Kamis, rombongan memanfaatkan waktu untuk menziarahi makam tokoh revolusi Islam Imam Khomeini di Teheran dan beberapa tokoh lain di sana. Hari itu juga rasa bahagia menyelimuti hati Dali setelah mendengar kabar kondisi ayahnya sudah membaik. “Alhamdulillah Ya Allah akhirnya bapak hamba sudah pulang ke rumah dengan keadaan sehat wal afiat,” tulis Dali di akun Facebooknya.

Dari Teheran, rombongan melanjutkan perjalanan ke Mashad menggunakan kereta pada malam hari. Setelah menempuh 8 jam perjalanan, Jumat pagi rombongan sampai di Mashad untuk berziarah ke makam Imam Ali Ar-Ridha a.s dilanjut dengan Salat Jumat di komplek pemakaman Imam. Setelah itu rombongan berjalan kaki sejauh 400 meter menuju penginapan.

Kurang lebih selama 8 hari rombongan akan menghabiskan waktunya untuk menziarahi beberapa tempat di Iran. Pada tanggal 2 November, rombongan akan melanjutkan perjalanan ziarah ke makam Imam Husein a.s di Karbala, Irak dan bergabung dengan jutaan kaum Muslimin dari seluruh dunia. (M/Z)

Bersambung …

Related posts:

Mbah MarijanMbah Maridjan: Pijar di Tengah Kabut Merapi Syafinuddin Al-MandariPesan Peradaban dari Karbala jadi 1Biografi Singkat Imam Muhammad Al-Jawad Belajar-Parenting-IBFBelajar Parenting Bersama Munif Chatib

Sedekah itu Wajib

Disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya wajib bagi setiap Muslim dalam setiap harinya untuk bersedekah.”

Rasulullah saw ditanya, “Siapakah yang sanggup melakukan itu, (Wahai Rasulullah?)”

Rasulullah saw menjawab, “Engkau menyingkirkan gangguan dari jalan, itu adalah sedekah. Engkau menunjukkan jalan kepada seseorang (yang tersesat), itu adalah sedekah. Engkau menjenguk orang sakit, itu adalah sedekah. Engkau menyuruh pada kebaikan, itu sedekah. Engkau melarang terhadap kemungkaran, itu sedekah. Dan engkau membalas salam, itu adalah sedekah.”

Rasulullah saw:

“Setiap kebaikan itu adalah sedekah”

“Meninggalkan perbuatan jahat itu adalah sedekah.”

(Sumber: Mizanul Hikmah)

Related posts:

Sayyid Ali AsyurResensi Buku Ramalan Akhir Zaman Imam Ali bin Abi Thalib 25 Hidangan dari Al-QURAN.Buku: 25 Hidangan dari Al-Quran elegi-cinta-salman-al-farisi 1KISAH – SALMAN AL FARISI anak menangisManfaat Tangisan Anak menurut Imam Jafar Shadiq

Nasihat bagi Pengendara

Imam Ali a.s. berkata, “jika seseorang ingin naik kendaraannya seraya membaca ‘Bismillah,’ malaikat akan menjaganya sampai dia turun. Namun, jika dia tidak mengingat nama Allah, setanlah yang akan menemaninya dan akan berkata kepada orang itu, ‘Bernyanyilah!’ Kalau orang itu tidak mau, dia akan berkata, ‘Berangan-anganlah!’ Dan orang itu akan tetap mengkhayal sampai dia turun.” (Dikutip dari buku “Perjumpaan dengan Iblis”)

Ahlulbait Indonesia 47

 

Related posts:

benderra_abi 1Pesan Imam Ali tentang Mencintai Negara benderra_abi 1Pesan Imam Ali as untuk Berbuat Baik 21Pesan Imam Ali tentang Mencintai Saudara dalam Tingkat Ketakwaan DPPPPHidup dan Mati menurut Imam Ali