Monthly Archives: July 2017

Hamas: Iran Tidak Pernah Berhenti Mendukung Palestina

Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas), Fauzi Barhoum, dalam wawancaranya dengan kantor berita Mehr News, Sabtu (8/7/2017) mengatakan, dukungan Iran terhadap rakyat tertindas Palestina terus berlanjut di berbagai level dan Hamas mengapresiasi seluruh bantuan Iran.

Barhoum menambahkan, Hamas sebagai sebuah gerakan perlawanan rakyat membutuhkan dukungan besar untuk menghadapi Israel sehingga mampu menjaga Jalur Gaza dan Palestina pendudukan. Oleh karena itu diharapkan dukungan Iran terhadap Palestina tetap berlanjut.

Berbicara soal resolusi baru UNESCO bahwa kota Quds adalah kota pendudukan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Israel, Barhoum mengatakan, resolusi UNESCO telah mengungkap kebohongan selama puluhan tahun soal pengaitan rezim Zionis dengan wilayah pendudukan Quds.

Menurutnya, Quds merupakan langkah penting bagi bangsa Palestina dan juga negara-negara Arab dan Islam. (ParsToday)

Related posts:

barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani 131008164823PNS Palestina Terancam Tak Rayakan Idul Adha Roket Hamas Hantam IsraelRoket Hamas Hantam Israel palestina-_140128172624-596Statemen Hamas Peringati Hari Bumi Palestina

Karet Indonesia Jadi Primadona di Argentina

Buenos Aires, Argentina – Bahan Baku Karet dari Indonesia menjadi primadona di Argentina, khususnya bagi industri otomotif negara kedua terbesar di Amerika Selatan ini. Hal ini terlihat dari nilai impor salah satu perusahaan penghasil ban kendaraan bermotor di Argentina, Fate S.A.I.C.I (Fate) yang hampir 90% bahan bakunya didatangkan dari Indonesia.

“Indonesia memiliki produk dengan kualitas yang sangat baik, utamanya dalam hal kadar viskositas yang sangat sesuai dengan yang kami butuhkan”. Hal ini disampaikan Jorge del Priore, Corporate Procurement Manager Perusahaan Fate saat menerima KBRI Buenos Aires di Kantor Fate S.A.I.C.I dan Fate-Aluar Group di Provinsi Buenos Aires, Argentina pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Diana Rodriguez (Raw Material Procurement Manager) dan Diego Coppola (Head of Raw Material Procurement) yang berhubungan langsung dengan pemasok (supplier) dari Indonesia. Sedangkan dari KBRI Buenos Aires terdiri dari Dubes RI, Pelaksana Fungsi Ekonomi dan staf serta Pelaksana Fungsi Pensosbud.

Perusahaan Fate, sebagai salah satu dari 5 (lima) besar perusahaan penghasil ban kendaraan bermotor di Argentina, mengimpor sekitar 18.000 ton bahan baku karet per tahun yang mana hampir 90%-nya diimpor dari Indonesia.

Perusahaan Fate mengimpor karet berstandarkan SIR-20 (Standard Indonesian Rubber-20) dari berbagai perusahaan di Indonesia seperti Kirana Megatara Group, PT Asia Rubberindo, PT Felda Indo Rubber, dan sebagainya. Nilai impor bahan baku karet dari Indonesia tersebut diperkirakan mencapai US$ 18 juta pada tahun 2016.

Perusahaan Fate berdiri sejak tahun 1940 dan saat ini mempekerjakan kurang lebih 2100 orang karyawan. Fate memproduksi sekitar 4 juta ban kendaraan per tahun dan jenis ban yang diproduksi adalah untuk kendaraan mobil penumpang, bus, truk, serta mesin pertanian.

Kapasitas produksi pabrik yang dimiliki adalah 15.350 ban per harinya, namun saat ini  hanya memproduksi sekitar 85% dari kapasitas yang terpasang, mayoritas untuk ban kendaraan mobil penumpang dan truk ringan.

Perusahaan Fate bekerja sama dengan banyak produsen otomotif di Argentina untuk penjualan jenis kendaraan tertentu, seperti dengan VW, Renault, Fiat, Scania, Mercedes-Benz, dan Iveco. Sebanyak 39% dari ban yang diproduksi adalah untuk pasar ekspor baik untuk pasar Amerika maupun Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan agar Perusahaan Fate terus meningkatkan impor karet dari Indonesia. “Kami juga mengundang anda (Fate) untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 11-15 Oktober 2017″, demikian disampaikan Dubes RI.

Perusahaan Fate berada di bawah Fate-Aluar Group, suatu kelompok usaha yang juga mempunyai usaha peleburan (smelter) aluminium dengan nama Aluar Aluminio; mengelola pembangkit hidroelektrik di Futaleufu (Provinsi Chubut); serta mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi listrik (Transpa S.A.) dan proyek listrik dari energi terbarukan (Infa S.A.).

Karet: Produk Unggulan Indonesia di Pasar Argentina

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia ke Argentina. Pada tahun 2016 tercatat nilai ekspor untuk karet alam TSNR (technically specified natural rubber/HS 400122) mencapai US$ 24,65 juta.

Dengan menggunakan penghitungan country of origin, nilainya menjadi US$ 36,32 juta karena sebagian dikirim melalui Singapura. Untuk tahun 2017, nilai ekspornya mencapai US$ 18,23 juta (sampai dengan bulan Mei 2017). (Sumber: KBRI Buenos Aires/Ekonomi-Pensosbud)

Related posts:

yohanes suryaIndonesia Bisa Jadi Super Power Tahun 2045 91160313-kekerasaan agama358 santri se-Indonesia ikrar “Say No to Adu Jotos” Haidar BaqirPeran Kunci Pendidikan dalam Menangkal Radikalisme Agama e93502d1-2f74-48ee-89cd-07b1abb4a5ddWahid Foundation Luncurkan Laporan Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia

Kemenag Siapkan 12 Program Pengarusutamaan Islam Moderat di Madrasah

Jakarta – Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan, saat ini Kemenag tengah menyiapkan program strategis dalam mengawal moderatisme Islam di lembaga pendidikan, khususnya madrasah.

“Ada 12 program strategis yang sudah kita rumuskan dalam rangka mengarusutamakan Islam moderat dan kontra radikalisme di madrasah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (06/07).

“Program ini dikembangkan dalam rangka menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambungnya, seperti dilansir situs kemenag.go.id.

Kenapa Islam moderat? M. Nur Kholis Setiawan beralasan pemahaman Islam moderat terbukti membawa negara dalam kehidupan damai dan rukun di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan. Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kesepakatan bersama para pendiri bangsa juga tetap terjaga.

Selain itu, siswa madrasah adalah generasi bangsa yang menentukan wajah Islam mendatang. Keberlangsungan keberagamaan yang moderat di Indonesia, ditentukan juga oleh bagaimana pemahaman keagamaan yang saat ini diajarkan kepada mereka.

Ke-12 program tersebut, menurut M Nur Kholis, dilaksanakan mulai pada tahun ini dan tahun 2018. Enam program dilaksanakan pada tahun 2017, yaitu:

Pertama, penyusunan modul pendidikan multikulturalisme untuk siswa MI, MTs, dan MA. “Kami akan menyediakan sumber bacaan pendidikan rahmatan lil ‘alamin bagi siswa madrasah,” jelasnya.

Kedua, menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN).  “Event ini sudah dilaksanakan pada Mei lalu. Para peserta bahkan telah melakukan Deklarasi Siswa Madrasah Cinta NKRI. Event ini juga dimeriahkan dengan lomba cerita pahlawan Muslim,” ujarnya.

Ketiga, penguatan siswa menuju Madrasah BERSINAR (Bersih, Sehat, Inklusif, Aman, dan Ramah Anak).

Keempat, menyelenggarakan ajang Minat dan Bakat Madrasah untuk mengasah dan menyalurkan minat dan bakat siswa di berbagai bidang baik akademik maupun seni. “Kita adakan Ajang  Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) serta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2017 di Yogyakarta awal Agustus 2017,” katanya.

Kelima, sosialisasi pendidikan multikultural kepada Kepala Madrasah. Menurut M. Nur Kholis, sosialisasi ini penting agar kepala madrasah memiliki pemahaman yang benar terhadap pendidikan multikultural dan dapat menularkan kepada guru madrasah.

Keenam, menggelar Seminar Internasional tentang penanggulangan radikalisme global melalui pendidikan dasar dan menengah. “Seminar akan menghadirkan para pemerhati pendidikan dunia. Diikuti stakeholders pendidikan Islam, seminar ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dan menghasilkan rumusan strategis gerakan global penanggulangan radikalisme di dunia pendidikan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut M. Nur Kholis, enam program lainnya akan dilaksanakan pada tahun 2018, yaitu:

Pertama, penyusunan panduan penilaian dan pembinaan sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Panduan ini diharapkan dapat menjadi pegangan guru dalam menilai dan menyikapi sikap ektrimisme pesera didik.

Kedua, penyusunan model kegiatan ekstra kurikuler berbasis nilai moderasi. “Akan disiapkan beberapa bentuk dan model kegiaan ekstra kurikuler yang akan mengembangkan sikap moderasi dan toleransi,” jelasnya.

Ketiga, penyusunan Panduan Layanan dalam penanaman nilai rahmatan lil’alamin bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Dengan itu, guru BK diharapkan dapat memberikan layanan dan pendampingan terhadap peserta didik yang terindikasi dan berpotensi memiliki sikap ekstrim dalam beragama, bernegara, berbangsa dan bergaul.

Keempat, penyusunan panduan layanan BK sebaya bagi guru BK dan peserta didik. Ini akan menjadi panduan guru BK dalam mengembangkan layanan BK sebaya untuk mendampingi peserta didik rawan ajaran ektrimisme.

Kelima, penyusunan panduan pendeteksian ajaran ekstrim di lingkungan madrasah. Panduan ini berisi cara mendeteksi ajaran dan sikap ekstrim peserta didik dan warga madrasah lainnya.

Keenam, sosialisasi kebijakan pengarusutamaan deradikalisasi melalui inovasi kurikulum. Sosialisasi ini akan diberikan kepada para Kabid dan Kasi Madrasah, serta Kepala Madrasah. Dengan demikian, diharapkan akan ada persepsi dan pemahaman yang sama dalam tindakan deradikalisasi melalui inovasi kurikulum di madrasah. (AM)

Related posts:

Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama C5Bo8GyUMAAthMMBeasiswa Santri Berprestasi Kembali Dibuka Bulan Depan kemenag jadi1Dubes: Iraq Nilai Indonesia Sukses Rangkul Perbedaan

Menlu Qatar: Daftar Tuntutan Arab Saudi Tidak Realistis

Doha – Menteri luar negeri Qatar pada Selasa (4/7) mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan ke Doha oleh Arab Saudi dan sekutunya tidak mungkin dipenuhi.

“Daftar tersebut tidak realistis dan tidak dapat ditindaklanjuti,” ujar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani kepada para wartawan di Doha, sebagaimana dilansir AFP.

“Ini bukan tentang terorisme, ini tentang mematikan kebebasan berbicara,” katanya dalam sebuah konferesi pers gabungan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir — yang menuduh Qatar mendukung para ekstremis — memberikan Doha tambahan 48 jam untuk memenuhi tuntutan mereka setelah batas waktu 10 hari berakhir pada Minggu.

Tuntutan ini termasuk penutupan stasiun penyiaran Doha Al Jazeera serta mengurangi hubungan diplomatik dengan Iran.

Qatar secara resmi memberikan tanggapannya ke Kuwait pada Senin, yang menengahi perselisihan tersebut, namun isinya tidak diungkapkan.

Menlu Qatar menolak memberi rincian lebih lanjut pada Selasa, namun mengatakan Doha sedang mencari solusi untuk krisis yang telah berlangsung sebulan itu, melalui dialog.

(Antaranews)

Related posts:

DBtWAgrXoAA6IH0 (1)Bahas perkembangan Timteng Menlu Retno Hubungi Menlu Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Iran Buku-buku Kyai Alawi Nurul Alam al-Bantani“Fatwa NU Lebih Kuat Dibanding Fatwa MUI” Peran Penting Saudi Dalam Pembantaian Muslimin SuriahPeran Penting Saudi Dalam Pembantaian Muslimin Suriah erdoganQatar Diasingkan Tetangganya, Turki Turun Tangan Membantu

Dirjen Pendis: Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Jakarta – Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini dihadapkan pada problem utama berupa kekurangan guru agama. Menurunya, kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif.

“Data kita, kira-kira sekitar 21 ribu kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujarnya di Jakarta, Senin (03/07).

Seperti dilansir situs kemenag.go.id, Kamaruddin menilai hal itu menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran.

“Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar. Karena pemahaman keagamaannya sangat tanggung,” terangnya.

“Saya sering mengumpamakan, kalau yang mendesain bangunan bukan arsitek, mungkin saja akan jadi, tapi bangunan itu bisa roboh. Begitu juga agama, kalau bukan ahlinya, pasti akan fatal, generasi menjadi korbannya,” sambungnya.

Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif.

“Kalau saat ini kekurangan 21 ribu guru agama, maka kira-kira kasaranya ada sekitar 20 ribu sekolah yang tidak punya guru agama. Itu kan massif dan itu sangat fundamental. Kalau itu tidak diatasi, maka kita tidak bisa berbicara banyak,” jelasnya.

“Solusinya diangkat guru. Menag sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud, Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan ini dulu,” tutur Kamaruddin.

Menurut Guru besar UIN Alauddin Makassar ini,  Pemda harus mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya.

Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.

“Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan  sarjana non agama,” tandasnya. (AM)

Related posts:

092252_sultan2Perusakan Makam Nodai Nilai-nilai Islam Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang 189344171 Guru Pendidikan Agama Dapat Honor Tetap 468447Tingkatkan Toleransi Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama

Festival Tabuh Bedug ke-30 di Kecamatan Teluknaga

Tangerang – Warga kecamatan Teluknaga, Tangerang kembali merayakan hajatan tahunan “Festival Tabuh Bedug”. Festival Tabuh Bedug ini sudah ada sejak 30 tahun lalu dan diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri. Pada peringatan ke-30 ini, Festival Bedug terselenggara di lapangan Tunas Jaya kecamatan Teluknaga, Sabtu 30 1 Juli 2017.

Kegiatan Festival Tabuh Beduk ini diselenggarakan setiap tahunnya guna mempertahankan tradisi keagamaan yang sudah mengakar di masyarakat sekitar. “Sekaligus sebagai ajang menjalin silaturrahmi antar warga,” kata Murdali salah satu panitia acara ini.

Festival diawali dengan acara karnaval dengan berbagai ornamen hiasan kendaraan, dan peserta memakai pakaian tradisional. Acara karnaval secara resmi dibuka oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan.

bedug 3

bedug 4Sebanyak 25 tim mengikuti perhelatan Festival Bedug ini, dan tak kurang dari 3000 orang memadati lapangan untuk menyaksikan acara ini.

bedug 6

Festival Tabuh Bedug diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan Karang Taruna dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kecamatan Teluknaga. Selain itu terselenggaranya acara juga disponsori oleh PT. Angkasa Pura II dan Polres Kota Tangerang.

bedug 8

Acara Festival Tabuh Bedug juga dihadiri oleh Bupati kab. Tangerang, Anggota DPRD kab. Tangerang, Camat Teluknaga, Kapolres Kota Tangerang, Kapolsek beserta jajarannya dan para pejabat lainnya.

bedug 7

Pada kesempatan itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kegiatan ini adalah kegiatan positif dan harus tetap dilanjutkan sampai anak cucu kita nanti,” kata Ahmed Zaki.

(AM/Murdali)

Related posts:

IMG-20170415-WA0012Peduli Lingkungan, Warga Kecamatan Teluknaga ‘Gerebek’ Sampah Bersama festival-robo-roboSambut Rabu Terakhir Shafar, Warga Mempawah Gelar Festival Robo’-Robo’ ABI Press_masjid Nuruts TsaqolainMaulid Nabi dan Peresmian Masjid Nuruts Tsaqolain Semarang ABI Press_Nelayan Ujung KulonSujud Syukur Damo Usai Divonis Bebas

KISAH – Pembela Mereka yang Teraniaya

Abdul Muthalib, orang yang telah menggali sumur Zamzam, memiliki sepuluh anak. Abdullah, ayah Nabi Muhammad saw, adalah salah satunya. Abu Thalib, paman nabi juga salah satu dari mereka.

Abdullah meninggal saat Nabi saw, masih bayi. Di usia Nabi saw. enam tahun, ibundanya, Aminah, juga meninggal dunia. Sejak saat itu, Nabi saw dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib adalah seorang yang berbudi luhur. Ia mengikuti agama Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. Ia selalu menasihati anak-anaknya untuk mengikuti jalan yang benar.

Abdul Muthalib sangat sayang kepada Nabi saw. Ia tahu bahwa cucunya itu akan menjadi seorang nabi.

Di atas pembaringannya, saat ajalnya akan menjemput, Abdul Muthalib berpesan pada anak-anaknya, “Cucuku akan menjadi seorang nabi, sehingga siapa pun yang ada pada masanya harus beriman kepadanya.”

Kemudian Abdul Muthalib berpaling pada anaknya, Abu Thalib dan berbisik di telinganya, “Abu Thalib, Muhammad akan menjadi orang besar. Maka dukunglah ia dengan tangan dan lidahmu.”

Nabi Muhammad saw. berusia delapan tahun ketika kakeknya meninggal. Sejak saat itu, pamannya, Abu Thalib (ayah dari Imam Ali bin Abi Thalib) merawat dan menjaga Nabi saw.

Nama Abu Thalib sebenarnya adalah Abdul Manaf. Istrinya bernama Fathimah binti Asad. Keduanya memperlakukan Nabi saw. dengan sangat baik. Perhatian yang diberikan kepada Nabi saw. melebihi perhatian yang diberikan kepada anak-anaknya sendiri.

Berjalannya waktu, Nabi saw. bertambah dewasa dan berbagai peristiwa penting dilalui bersama pamannya.

Perang antar suku

Abu Thalib sangat membenci penganiayaan. Pada saat yang sama ia juga mencintai mereka yang teraniaya. Karenanya, Nabi Muhammad saw. sangat mencintai Abu Thalib.

Suatu hari, pecah perang antara suku Kinana dan suku Qais. Suku Qais adalah kaum penindas.

Seorang lelaki dari kaum Kinana datang kepada Abu Thalib dan berkata, “Wahai putra pemberi makan burung dan pemberi minum peziarah Ka’bah, jangan tinggalkan kami. Kami akan beroleh kemenangan dengan kehadiranmu.”

Abu Thalib menjawab, “Aku tidak akan meninggalkan kalian jika kalian menjauhi penganiayaan, permusuhan, kekasaran, dan dusta.”

Mereka pun berjanji kepada Abu Thalib untuk melakukannya. Sehingga Nabi Muhammad saw. bersama pamannya membela suku Kinana.

zahra

Related posts:

IMG_20160205_131832Kisah Iblis Menjerumuskan Kaum Nabi Luth a.s. Resensi BukuResensi Buku: Teologi dan Falsafah Hijab Karya Muthahhari Sayyid Ali AsyurResensi Buku Ramalan Akhir Zaman Imam Ali bin Abi Thalib c92f8c78-77a2-4687-a559-5bc6bc95ff0aKisah Iblis dan Ketabahan Nabi Ayyub a.s.