Monthly Archives: July 2017

PNA Serukan Persatuan dengan HAMAS di Tengah Kemelut Jerusalem

Ramallah, Palestina – Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) pada Minggu (23/7) mengeluarkan seruan persatuan kepada HAMAS di Jalur Gaza, dalam menghadapi peningkatan pertikaian dengan Israel mengenai Masjid Al-Aqsha.

Juru Bicara PNA Tariq Rishmawi mengatakan di dalam satu pernyataan pers bahwa HAMAS, yang telah menguasai Jalur Gaza sejak 2007, mesti menanggapi gagasan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bagi perujukan, dengan menyerahkan kendali semua lembaga pemerintah di Jalur Gaza kepada PNA.

“HAMAS harus selalu mengingat kepentingan rakyat Palestina untuk jadi prioritas sebelum mencari kepentingan kelompoknya,” kata Rishmawi, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin pagi.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari Antara, HAMAS mengatakan di dalam satu siaran pers bahwa organisasi tersebut siap mengulurkan tangan kepada Fatah dan Abbas agar bersatu dan mengakhiri perpecahan internal sejalan dengan pemahaman dan kesepakatan terdahulu.

“HAMAS menyerukan kesepakatan mengenai satu strategi mendesak nasional untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsha dan menghadapi pendudukan (oleh Israel) serta mempertahankan hak sah rakyat Palestina sampai berakhirnya pendudukan dan mendirikan negara kita,” katanya.

Ketegangan antara Israel dan Palestina telah meningkat sejak 14 Juli, ketika Israel mendirikan pos pemeriksaan dan memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk Kompleks Masjid Al-Aqsha setelah tiga pria bersenjata menembak hingga tewas dua polisi Israel di dekat lokasi tersebut. Ketiga orang itu belakangan tewas oleh polisi Israel.

Sejak itu, bentrokan telah berkecamuk antara pasukan keamanan Israel dan pemrotes Palestina di gerbang Kompleks Masjid Al-Aqsha dan tempat lain di Tepi Barat.

Dalam bentrokan selama protes besar pada Jumat, pasukan keamanan Israel menewaskan sedikitnya tiga orang Palestina dan melukai ratusan orang lagi. (Z/M)

Related posts:

131008164823PNS Palestina Terancam Tak Rayakan Idul Adha Senior Hamas leader Mahmoud Al-Zahar, appearing for the first time since the start of a seven-week conflict, speaks during a rally by Palestinians celebrating what they said was a victory over Israel, following a ceasefire in Gaza CityMahmoud Zahar: Hamas, Suriah dan Lebanon, Bantu Bebaskan Palestina. Serang Israel! palestina-_140128172624-596Statemen Hamas Peringati Hari Bumi Palestina 4bmte294b98a1flzv3_800C450Iran Desak Persatuan Umat Islam Lawan Israel

Jumlah Korban Kekerasan Aparat Keamanan Zionis Meningkat

Jumlah syuhada dan korban terluka dalam serangan aparat keamanan rezim Zionis Israel terhadap demonstran Palestina hingga Jumat kemarin, meningkat sekitar 200 orang.

Menurut laporan IRNA, Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataannya pada Jumat (21/7/2017) menyebutkan, tiga warga Palestina gugur syahid dan 193 lainnya terluka setelah aparat keamanan Israel dan warga Zionis menyerbu demonstran Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis.

Dijelaskan bahwa dua pemuda Palestina gugur syahid di Baitul Maqdis dan seorang warga Palestina lainnya di Ramallah.

Menurut sumber-sumber Palestina, aparat keamanan Israel juga menyerbu rumah sakit yang merawat warga Palestina yang terluka.

Sejak Jumat pekan lalu, rezim Zionis meningkatkan tindakan represifnya menyusul bentrokan sengit di Masjid al-Aqsa.

Israel juga menerapkan berbagai pembatasan terhadap warga Palestina seperti menutup pintu-pintu Masjid al-Aqsa dan melarang pelaksanaan shalat dan azan di tempat suci ini. (ParsToday)

Related posts:

462933Setahun Lebih, Korban Crane Belum Terima Santunan dari Pemerintah Arab Saudi 4bk82fcecfbec1c9ip_800C450Serangan Zionis ke Masjid Al-Aqsa Meningkat politisi PKSTanggapan Sekjen DPP ABI Atas Pernyataan Politisi PKS yang Mendukung Serangan AS ke Suriah nicolas-maduro-_131001224828-332Venezuela Usir Dubes AS

Sebab Hancurnya Bangsa

Ayatullah Murtadha Mutahhari pernah menerangkan bahwa akhlak buruk merupakan salah satu faktor penghancur sebuah bangsa dan negara. Negara mempunyai penduduk, dan penduduk atau masyarakat itu dibentuk dari personal, lalu personal itu pastinya mempunyai akhlak masing-masing. Kalau seandainya setiap dari mereka berakhlak buruk, mereka akan dengan gampang mabuk-mabukan, dengan gampangnya berzina, dengan gampangnya mencuri atau korupsi, dan dengan gampangnya mencetak majalah-majalah yang tidak mendidik. Bila hal ini terjadi maka para penduduk tidak akan ada keinginan dan hasrat untuk membangun bangsa. Dengan begitu, maka dapat dipastikan bahwa bangsa tersebut akan segera hancur dengan sendirinya.

Faktor selanjutnya adalah perpecahan. Muthahhari mengatakan bahwa, musuh-musuh sudah sampai pada tahap ketika ada seseorang yang berbicara tentang persatuan maka mereka ciptakan sebuah kelompok untuk menghancurkannya. Sebuah bangsa yang mana masyarakatnya tidak bersatu dan terpecah-belah maka ia adalah bangsa yang lemah.

Perintah agar tidak saling berpecah belah juga sudah ditekankan di dalam Al-Quran:

…وَ اعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَميعاً وَ لا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” Q.S Ali-Imran: 103)

Hendaklah kita senantiasa berakhlak baik, dan menghindari perpecahan agar bangsa dan negara kita tetap terjaga, dan terus melangkah ke arah yang lebih baik tentunya. (AM/Sutia)

Related posts:

Membaca dengan Akal dan NuraniMembaca dengan Akal dan Nurani Haji: Tour Simulasi AkhiratHaji: Tour Simulasi Akhirat RUMAH PRESIDEN DAN NASIB PENGUNGSI SAMPANGRumah Presiden dan Nasib Pengungsi Sampang ABI Press_Dieudonn Mbala Mbala dan Maurice SinetCharlie Hebdo, Dieudonné dan Sinet

Program Nasional Pelatihan 100 Qori dan Hafiz Internasional di Irak

KARBALA (IQNA) – Program nasional mendukung sejumlah potensi Qurani guna mendidik 100 qori dan hafiz internasional diselenggarakan atas prakarsa divisi Darul Quran makam suci Huseini di kota kecil para peziarah Imam Hasan al-Mujtaba (As) di jalan Najaf – Karbala.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari situs resmi makam suci Huseini, tujuan dari implementasi program ini adalah mendidik 100 qori dan hafiz Quran untuk delegasi Irak di majelis Qurani internasional.

Shafa al-Sailawi, pengurus informasi Darul Quran makam suci Huseini mengatakan, tokoh-tokoh ini dipilih dari antara para pelajar al-Quran program seribu hafiz al-Quran yang diselenggarakan bertahun-tahun oleh makam suci Huseini.

“Sejumlah pengajar dari dalam dan luar negeri Irak mengawasi program ini dan para qori dan hafiz mengajar pelajaran-pelajaran al-Quran siang dan malam,” imbuhnya.

Program ini diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran program workshop musim panas hafalan al-Quran khusus para pelajar SD, SMP dan SMA di pekarangan Imam Husein (As)

http://www.iqna.ir/fa/news/3620062

 

 

Related posts:

0932361Bom-Mobil-di-Sadr-City780x390Sembilan Bom Hantam Permukiman Syiah di Baghdad, 30 Tewas Jose Mujica: Presiden Bergaya JelataJose Mujica: Presiden Bergaya Jelata Laporan Lanjutan dari Najaf, IrakLaporan Lanjutan dari Najaf, Irak Isis-Ancam-Tumbangkan-HamasISIS Ancam Tumbangkan Hamas dan Agresi Palestina

Militer Israel Serang Warga Palestina

Aksi demo besar-besaran warga al-Quds dan berbagai kota lain di Tepi Barat Sungai Jordan mendukung Masjid al-Aqsa berubah menjadi ajang bentrokan antara demonstran dan militer rezim Zionis Israel.

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, al-Quds pendudukan dan berbagai kota di Tepi Barat hari Rabu (19/7) menjadi ajang demonstrasi puluhan ribu warga Palestina mendukung Masjid al-Aqsa serta menentang agresi Israel ke tempat suci ini serta penempatan alat keamanan di pintu masuk masjid.

Demonstrasi ini kemudian berujung pada bentrokan sengit antara warga Palestina dan tentara Zionis yang mengakibatkan sejumlah demonstran terluka dan sejumlah lainnya ditangkap.

Sebagaimana dikutip dari ParsToday, Aksi demo di berbagai wilayah Palestina digelar atas seruan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Fatah, Jihad Islam serta berbagai kelompok Palestina lainnya untuk mengungkapkan solidaritas terhadap al-Quds, Masjid al-Aqsa serta jamaah shalat Palestina yang mendapat perlakuan keji dari Israel.

Warga Jalur Gaza hari Rabu di aksi demo mereka menyatakan penentangannya atas aksi-aksi brutal rezim Zionis di kota al-Quds.

Rezim Zionis Israel meningkatkan brutalitasnya terhadap warga Palestina selama beberapa hari terakhir sejak Jumat lalu. Mereka menutup pintu-pintu Masjid al-Aqsa bagi jamaah shalat Palestina serta tidak mengijinkan shalat jamaah dan azan di masjid ini. (MZ)

Related posts:

politisi PKSTanggapan Sekjen DPP ABI Atas Pernyataan Politisi PKS yang Mendukung Serangan AS ke Suriah tentara-israel-menahan-seorang-warga-palestina-_130130163431-659Israel Tangkap 10 Ribu Warga Palestina Roket Hamas Hantam IsraelRoket Hamas Hantam Israel timnas iranDemi Palestina, Tim Olahraga Iran Menolak Berhadapan dengan Tim Israel

Detik-Detik Wafatnya Imam Ja’far Ash-Shadiq

Imam begitu kurus dan fisiknya melemah di tahun-tahun terakhir hidup beliau. Para penjenguk Imam berkata, “Kami tidak melihat apapun kecuali kepala beliau saja.” Ini adalah sebuah ungkapan bahwa beliau begitu sangat menderita akibat ancaman dan tekananan Khalifah di akhir-akhir masa hidupnya.

Suatu hari, Manshur, yang saat itu menjabat khalifah memerintahkan Rab’i (pejabat pemerintahan) untuk membawa Imam as ke hadapannya. Dan Rab’i pun membawa Imam as.

Rab’i berkata, “Aku melihat Imam Shadiq as. Ketika ia masuk, bibirnya bergerak-gerak. Begitu pun ketika ia duduk di samping Manshur. Lalu amarah Manshur perlahan menghilang.” Ketika Imam pergi dari Manshur, aku pun mengikuti beliau dari belakang dan berkata kepadanya, “Ketika engkau masuk, Manshur begitu sangat murka padamu. Namun saat engkau menggerak-gerakkan bibirmu, murkanya mereda. Sebenarnya apa yang kau lakukan?”

“Sesungguhnya aku menggerakkan bibirku untuk membaca doa Imam Husain as. Dan doa tersebut adalah  ‘Wahai Engkau yang memberikanku kekuatan kala sulit dan Wahai Engkau yang menjadi tempat naunganku kala sedih. Jagalah aku dengan mata-Mu yang tak pernah tidur. Dan tempatkanlah aku dalam naungan-Mu yang kuat dan tak akan pernah rusak,” Jawab Imam as.

Pembakaran Rumah Imam Shadiq as

Mufazal (salah satu murid kepercayaan Imam as) berkata, “Manshur Dawaniqi memberikan surat kepada Hasan bin Zaid yang mana waktu itu ia menjadi wakil Manshur di Madinah. Di pesan tersebut tertulis, ‘Bakarlah rumah Ja’far bin Muhammad!’ Dan Hasan bin Zeid pun melaksanakannya. Ia membakar rumah Imam sehingga api sampai ke koridor rumah Imam Shadiq as. Kala api membakar rumahnya, Imam Shadiq as berjalan keluar dari tengah-tengah api yang membakar rumahnya dan berkata, ‘Aku adalah putra Ismail yang keturunannya seperti urat-urat dunia, tersebar di mana-mana dan aku adalah putra Ibrahim yang api Namrud menjadi dingin untuknya dan menyelamatkannya,’”

Tragedi Pembunuhan Imam Shadiq as

Pada akhirnya Manshur tidak bisa melihat perkembangan Imam Shadiq as dan tidak mampu menanggung kebesaran beliau. Manshur pun merencanakan pembunuhan Imam dengan cara meracuninya.

Manshur memerintah seorang wakil di Madinah untuk menjalankan misisnya mengantarkan Imam kepada kesyahidan. Seorang wakil yang diutus membunuh Imam as dengan racun yang dicampur ke buah anggur. Setelah itu Manshur dengan aksi tipu daya berpura-pura menyelenggarakan acara kesedihan (berkabung) meratapi kesyahidan Imam Shadiq as. untuk mengelabui masyarakat atas aksi pembunuhan itu.

Mungkin sebenarnya Manshur tidak ingin membunuh Imam as. Namun apa yang bisa dikatakan ketika kekuasaan dan kedudukan melatarbelakangi ini semua. Dan pada akhirnya Bani Abbas pun seperti Bani Ummayyah membunuh enam Imam Maksum as. (AM/Sutia)

#Diterjemahkan dari situs media berbahasa Persia.

Related posts:

 Teladan Ukhuwah Guru Besar Imam 4 Mazhab Musda 112th International Congress of Women Qur’an Researches Keutamaan Bulan Sya'banSekelumit Keutamaan Sya’ban Keutamaan Salat MalamKeutamaan Salat Malam

Tips Bepergian ke Luar Negeri

Bepergian ke luar negeri menjadi impian bagi sebagian orang. Entah sekadar ingin jalan-jalan, sekolah, bekerja, bahkan ada pula yang ingin menata hidup baru di negeri orang.

Kondisi setiap negara berbeda. Mulai dari cuaca, makanan pokok, bahkan bahasa untuk komunikasi sehari-hari. Sebab itu bekal yang cukup perlu disiapkan sebelum bepergian ke luar negeri.

Apa saja yang perlu disiapkan? Sutia, salah satu pelajar Indonesia di Timur Tengah, berbagi tips berikut ini:

Pertama, menguasai bahasa. Menguasai bahasa Inggris itu bagus dan sebuah kelebihan. Namun karena tidak semua orang menguasainya maka supaya tak terjadi masalah maka kita juga harus mempelajari bahasa nasional negara yang kita kunjungi.

Kedua, mempersiapkan bumbu-bumbu masakan dari negara sendiri, menurutnya juga sangat penting. Karena untuk mendapatkan bumbu khas Indonesia di negara lain tidaklah mudah. Apalagi jika lidah nusantara kita belum terbiasa dengan makanan di negara lain.

Ketiga, adalah mempersiapkan baju-baju yang sesuai untuk berbagai musim. Karena negara-negara yang tidak terletak di kawasan tropis mempunyai banyak musim, seperti musim dingin, panas, hujan, dan semi! Bukan hanya musim hujan dan kemarau saja, seperti di Indonesia.

Selain itu, juga harus memperhatikan isi dompet anda, apakah sesuai dengan biaya kebutuhan di negara yang akan dikunjungi. Yang tak kalah penting adalah berdo’a untuk keselamatan diri. (MZ)

Related posts:

Sumpah PemudaKemanakah Aksara Lama Bertepi? Keutamaan Salat MalamKeutamaan Salat Malam Shalat-MalamTiga Penghalang Utama Gagal Salat Malam Rasa Cinta, Suami-Istri,Pentingnya Saling Mengungkapkan Rasa Cinta Antara Suami-Istri

Penjelasan tentang Dugaan Kesalahan Terjemah Al Quran Kementerian Agama

Jakarta – Beberapa hari terakhir viral di media sosial postingan tentang keputusan Majelis Adzikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham untuk mengganti semua terjemahan Al-Quran Kementerian Agama dengan Terjemah Tafsiriyah hasil publikasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), karena diduga terdapat 3.229 kesalahan penerjemahan. Disebutkan juga, kalau mengamalkan terjemahan Kementerian Agama akan menjadi teroris.

Menanggapi itu, soal pilihan terjemahan, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama Muchlis M Hanafi mengatakan bahwa pihaknya mempersilakan masyarakat untuk menggunakan terjemahan Al-Quran mana pun. Banyak terjemah beredar yang ditulis oleh para ulama yang berkompeten.

“Silakan pilih yang nyaman untuk dibaca. Tetapi tidak perlu saling menyalahkan, menganggap karya tertentu yang paling benar, dan yang lainnya salah, sebab masing-masing memiliki argumentasi,” katanya di Jakarta, Selasa (18/07).

Menurutnya, sejauh ini terjemahan Kemenag masih menjadi rujukan utama masyarakat karena disusun oleh para ulama yang kompeten. Sesuai tugas dan fungsinya, LPMQ berwenang mentashih teks Al-Quran dan mengkaji terjemahan dan tafsir yang beredar di Indonesia.

Doktor tafsir lulusan Al Azhar University Kairo ini mengatakan, tidak ada karya manusia yang sempurna, apalagi menyangkut pemahaman terhadap kalâmullâh. Hanya Allah yang tahu hakikatnya. Wallahu a`lamu bisshawaab.

Tetapi, lanjutnya, mengatakan dalam terjemahan Al-Quran Kemenag terdapat 3.229 kesalahan di antara 6.236 ayat Al-Quran sangatlah berlebihan dan terlalu mengada-ada. Majelis Mujahidin sendiri tidak konsisten dalam menyebut kesalahan yang ada.

“Dalam surat Amir Majelis Mujahidin kepada Menteri Agama RI Nomor 80/MMLT/VII/1431 tanggal 26 Agustus 2010, dan di Majalah Gatra edisi 8 September 2010 disebutkan terdapat 1000 kesalahan. Di lain kesempatan menyebutkan terdapat 3424 kesalahan dalam terjemahan versi terbaru, dan 3114 kesalahan dalam terjemahan versi lama. Kali ini disebut terdapat 3229 kesalahan,” jelasnya.

Berdasarkan kajian tim yang terdiri dari para ulama, menurut Muchlis, apa yang disebut sebagai kesalahan hanyalah perbedaan terjemah, baik karena pilihan kata maupun makna. Perbedaan itu wajar terjadi. Sebab, salah satu karakteristik Bahasa Al-Quran adalah hammâlun dzû wujûhin (mengandung berbagai penafsiran).

Selain itu, perbedaan dimungkinkan terjadi juga karena beda pendekatan dan metode dalam terjemahan. Terjemah MMI menggunakan metode tafsiriah, sedangkan terjemahan Kemenag perpaduan metode terjemah harfiah, lafzhiyyah, dan tafsiriyah. Terjemahan Kemenag disusun oleh para ulama dan pakar, sedangkan terjemahan MMI disusun oleh Ust. M. Thalib seorang.

“Terjemahan Al-Quran dengan pendekatan tafsiriyah juga telah dilakukan oleh Kemenag dalam karya Tafsir Ringkas Al-Quran yang telah diterbitkan dan dapat diakses dalam aplikasi Al-Quran digital Kemenag,” ujarnya.

Muchlis mencontohkan kata ‘uqtuluuhum’ pada QS. Al-Baqarah/2: 191. Secara bahasa dan dalam terjemahan mana pun, kata tersebut diartikan ‘bunuhlah mereka’. Sedangkan kata ‘akhrijuuhum’ artinya ‘usirlah’ atau ‘keluarkan mereka’. Tetapi itu tidak berarti, setiap orang boleh membunuh dan mengusir musuh-musuh di mana pun dan kapan pun dijumpainya.

“Memahami Al-Quran tidak cukup hanya dengan mengandalkan terjemahan, tetapi juga harus merujuk kepada penjelasan kitab-kitab tafsir dan penjelasan ulama yang otoritatif,” jelasnya.

Tuduhan bahwa terjemahan Al-Quran Kemenag memicu aksi terorisme juga terkesan mengada-ada. Muchlis mengatakan, faktor penyebab aksi terorisme tidaklah tunggal, tetapi melibatkan banyak faktor seperti sosial, politik, ekonomi dan lain sebagainya. Kesalahpahaman terhadap teks-teks keagamaan (Al-Quran dan hadis) adalah salah satunya. Penyebabnya bukan terjemahan, tetapi pemahaman terhadap teks-teks keagamaan secara parsial (sepotong-sepotong), sempit dan sikap tidak terbuka terhadap berbagai perbedaan pandangan keagamaan.

“Seandainya tuduhan itu benar, tentu jumlah teroris akan lebih banyak dari yang ada sekarang, dan sudah muncul teroris dari dulu, bukan belakangan ini saja. Terjemahan Kemenag sudah ada sejak tahun 1965. Mengapa teroris baru muncul belakangan ini saja, padahal dari dulu orang sudah gunakan terjemahan,” terangnya.

Muchlis menegaskan bahwa Kemenag terbuka menerima berbagai masukan dari masyarakat untuk penyempurnaan terjemahan Al-Quran. Sebelumnya, Kemenag juga pernah memberikan tanggapan balik terhadap masukan MMI, baik dalam bentuk publikasi media maupun secara langsung melalui dialog terbuka-terbatas.

“Bila Ustadz Arifin Ilham dan Majelis Adzikra ingin mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam, Kemenag siap memfasilitasi dialog antara ustaz Arifin Ilham dengan para pakar Al-Quran yang saat ini sedang bekerja dalam tim penyempurnaan terjemahan Al-Quran,” tandasnya. (Kemenag)

Related posts:

Peran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap PerempuanPeran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan KontraSDilema Polri: Di Bawah Presiden atau Kementerian? 468447Tingkatkan Toleransi Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama kamaruddin aminDirjen Pendis: Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Pernyataan Sikap Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) tentang Kebrutalan Rezim Zionis di Masjid Al-Aqsa

Dalam sepekan terakhir, rezim zionis Israel terus meningkatkan aksi brutalnya terhadap rakyat Palestina. Diawali dengan penutupan seluruh akses menuju Masjidil Aqsa dan dilanjutkan dengan aksi-aksi kekerasan fisik atas warga yang hendak melakukan ibadah di kiblat pertama umat Islam tersebut. Dua hari silam, tentara zionis menembak mati setidaknya dua warga Palestina yang hendak shalat di Masjidil Aqsa. Aksi keji dan biadab ini sayangnya terus terjadi tanpa perhatian yang memadai dari kalangan pegiat HAM dunia pada umumnya dan umat Muslim pada khususnya.

Sebagai kiblat pertama umat Islam, Masjidil Aqsa adalah simbol kemuliaan dan kehormatan Islam. Bahkan ia juga telah menjadi simbol kesucian agama-agama samawi. Aksi-aksi keji dan sadis yang dipertontonkan oleh rezim arogan zionis tidak bisa dibiarkan. Dukungan dan solidaritas seluruh insan yang merdeka dan umat Muslim harus terus disuarakan.

Atas terjadinya eskalasi kekerasan dan aksi kebiadaban rezim zionis Israel itu, kami dari Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) menyatakan beberapa sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk seluruh aksi biadab dan brutal rezim zionis Israel atas warga Palestina yang hendak melakukan ibadah di Masjidil Aqsa.

2. Mengajak umat Muslim agar senantiasa sigap dan waspada atas kebiadaban yang terus terjadi, terutama karena aksi-aksi tersebut termasuk dalam rencana rezim zionis untuk mengubah demografi wilayah timur Al Quds (Yerusalem) dan desain besar rezim ini untuk menghancurkan bagian-bagian Masjidil Aqsa.

3. Meminta seluruh komponen umat Islam untuk memprioritaskan perjuangan membebaskan Al-Aqsa dari cengkraman rezim zionis Israel dan tidak larut dalam konflik sektarian yang melemahkan agenda utama tersebut, karena perpecahan internal umat selalu dijadikan momentum oleh rezim zionis untuk melanjutkan penjajahan.

4. Memohon agar pemerintah Republik Indonesia ikut menyuarakan protes atas rencana dan upaya sistematis rezim zionis melakukan apa yang disebut sebagai Yudaisasi Yerusalem.

5. Meminta seluruh komponen bangsa agar terus menyuarakan aspirasi kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari jatidiri bangsa dan amanat konstitusi.

Demikian pernyataan sikap Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) terkait eskalasi kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah pendudukan Palestina.

 

Jakarta, 17 Juli 2017

Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia

K.H. Hassan Alaydrus

Related posts:

ahlulbait-indonesia-benderaPernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia tentang Bom di Kampung Melayu iedDPP Ahlulbait Indonesia Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H Perlak Aceh 2Kerajaan Perlak, Kerajaan Islam Indonesia yang Pertama Ahlulbait IndonesiaMengutuk Bom Bunuh Diri di Qatif

Kajian – Bisakah Akhlak Diubah?

Orangtua mana yang tidak menghendaki anaknya berakhlak baik? Istri mana yang tidak ingin suaminya berakhlak baik? Atau penduduk mana yang tidak suka jika masyarakatnya berakhlak baik? Manusia yang sehat akalnya, tentu menghendaki orang-orang sekitar kita berakhlak baik.

Akan tetapi kenyataannya banyak orang berperilaku buruk. Jauh dari akhlak baik. Entah karena pengaruh lingkungan, atau pendidikan dalam keluarga.

Lalu, jika perilaku buruk seseorang dilakukan sejak kecil, sudah mendarah daging, atau sebagian orang menyebut “sudah wataknya,” apakah hal demikian bisa diubah?

Ayyatullah Makarim menulis dalam bukunya bahwa ada dua kelompok yang berbeda pandangan tentang hal ini. Pertama, mereka yang percaya bahwa akhlak itu tidak bisa diubah dan kelompok kedua percaya bahwa akhlak itu bisa diubah. Tentunya mereka mempunyai dalil-dalil tersendiri untuk menguatkan pendapatnya.

Kelompok pertama mengatakan bahwa akhlak itu tidak bisa diubah walaupun seandainya ia berubah maka lambat laun ia akan kembali pada keadaan awalnya. Mereka bersandar pada dalil bahwa perubahan akhlak itu disebabkan oleh sebab-sebab eksternal seperti pendidikan moral, nasihat, dan peringatan. Ketika sebab-sebab eksternal ini menghilang maka ia akan kembali pada keadaan semula. Lebih lanjut, seperti air menjadi panas dikarenakan panas dari faktor yang lain, ketika terpisah dengan zat tersebut maka air akan kembali pada keadaan semula.

Bagaimana dengan pandangan kelompok kedua?

Kelompok kedua mengatakan bahwa seandainya akhlak kita tidak bisa diubah maka adanya ilmu akhlak menjadi sia-sia. Dan yang lebih buruk dari itu ketika akhlak tidak bisa kita ubah maka seluruh aktivitas mendidik para Nabi Allah swt dan kitab-kitab suci langit pun menjadi percuma dan kandas.

Maka dari itu Ayyatullah Makarim mengatakan bahwa “Aku heran terhadap para filsuf dan ulama akhlak yang membahas apakah akhlak itu bisa diubah atau tidak (padahal tujuan pengutusan para Nabi as adalah mendidik manusia)?”.

Lalu bagaimana pendapat al-Quran tentang hal ini?

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آياتِهِ وَ يُزَكِّيهِمْ وَ يُعَلِّمُهُمُ الْكِتابَ وَ الْحِكْمَةَ وَ إِنْ كانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah, meskipun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Surah Jumuah, ayat 2)

Ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa tujuan dari pengutusan para Nabi adalah untuk mendidik, mengajar, dan menyucikan mereka yang berada dalam kesesatan. Ketika akhlak tidak bisa diubah maka pengutusan para Nabi akan sia-sia, dan melakukan sesuatu yang sia-sia merupakan hal mustahil bagi Allah swt.

Dalam sebuah riwayat yang termahsyur juga ditegaskan bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak”.

Akhir kata, penulis lebih cenderung memilih pandangan kedua yaitu bahwa akhlak bisa kita ubah. Sebab jika akhlak tak bisa diubah maka tujuan pengutusan para Nabi Allah swt akan sia-sia, dan itu sesuatu yang mustahil dilakukan Allah swt.

(AM/Sutia)

Related posts:

ABI Press_Ada Apa dengan BahrainAda Apa dengan Bahrain ? Keutamaan Salat MalamKeutamaan Salat Malam Shalat-MalamTiga Penghalang Utama Gagal Salat Malam Rasa Cinta, Suami-Istri,Pentingnya Saling Mengungkapkan Rasa Cinta Antara Suami-Istri