Monthly Archives: July 2017

Pemkab Sampang Berusaha Pulangkan Pengungsi Syiah Melalui Rekonsiliasi

Pelaksana Tugas (Plt). Bupati Sampang, H. Fadhilah Budiono menegaskan bahwa pemerintah Sampang tidak pernah melepas bahkan meninggalkan warga pengungsi karena tetap merupakan warga Sampang.

Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Rusun Puspo Agro, Jemundo-Sidoarjo dalam rangka silaturahmi dan melihat situasi pengungsi Syiah menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin. Dalam kunjungan itu, Bupati juga didampingi Kapolres dan Dandim 0828 beserta rombongan.

“Pihak Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sampang berusaha mengembalikan warga pengungsi ke Sampang melalui mekanisme rekonsiliasi, namun meminta dukungan dan kesabaran dari para warga,” kata Fadhilah Budiono saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan itu Bupati juga memberikan dana sebesar Rp. 50 juta dengan peruntukan Rp. 500 ribu untuk setiap KK untuk belanja hidangan Lebaran dan sisanya agar dikelola untuk acara Halal Bi Halal pada saat hari Raya Idhlu Fitri 1438 H di Rusun.

Setelah itu Ustaz Tajul selaku pimpinan dan koordinator para warga memberikan beberapa tanggapan dan harapan serta ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati, Kapolres, Dandim dan rombongan yang sudi melihat warga pengungsi di Rusun. Menurut beliau Pihaknya dan para warga tetap menganggap warga Sampang adalah saudara dan tidak ada kebencian di hati warga pengungsi meskipun menjadi korban penyerangan, pengusiran dan pembakaran pada saat terjadi konflik.

”Berharap bantuan dari pemerintah Sampang untuk memfasilitasi ruang komunikasi dengan ulama dan kiai Sampang sehingga upaya rekonsiliasi akan segera terwujud.” Pungkas Ustaz Tajul.

Related posts:

Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampungan22 Keluarga Pengungsi Syiah Siap Dipulangkan pengungsi-sampang-130923cRekonsiliasi Syiah Sampang Bisa Jadi Model Solusi Konflik Keagamaan 7653_17064Manisnya Proses Islah Sunni dan Syiah Sampang

Buku: 25 Hidangan dari Al-Quran

25 Hidangan dari Al-QuranJudul Buku: 25 Hidangan dari Al-Quran

Penulis: Ust. Muhammad bin Alwi

Penerbit: Khazanah Al-Quran

Jumlah Halaman: 322 Halaman

Ukuran Buku: 15×23 cm

Edisi: 2017

Al-Quran adalah sumber pengetahuan. Di dalamnya memuat dan menjabarkan segala sesuatu. Zhahir ayatnya elegan bergaya, kedalaman maknanya luas tiada bertara. Uniknya, tidak ada kontroversi sekecil apapun di dalamnya, betapapun kita menciduknya. Sebab al-Quran dari sisi Allah swt.

Sebagai kitab suci yang dipersembahkan untuk umat manusia, al-Quran laksana jamuan dan hidangan dari Allah swt. Barangsiapa menikmati, maka akan memperoleh bimbingan. Sebaliknya, barangsiapa menelantarkan, maka ia sengsara penuh kebimbangan.

Setelah hadir dengan buku “Kado dari Al-Quran”, kini Khazanah menyajikan kepada Anda, “25 Hidangan dari Al-Quran”. Di dalamnya memuat resep-resep praktis Qurani bagi Anda, apapun profesinya. Kajian-kajian segar yang disuguhkan adalah materi ceramah, yang juga sudah dipublish di situs, www.khazanahalquran.com.

Buku ini memuat 25 tema besar dengan berbagai sub judul yang berkaitan langsung dan menyentuh kehidupan. 25 tema yang dibahas antara lain:

  1. Apa yang Diinginkan Allah dari Manusia?
  2. Cara Al-Quran Mengajak Manusia
  3. Cara Menjawab Ejekan Dalam Al-Quran
  4. Cara Al-Quran Mengajak Berinfak
  5. Cara Menerima Informasi Menurut Al-Quran
  6. 5 Nasihat Al-Quran untuk Orang Kaya
  7. Persatuan Islam
  8. Toleransi dalam Al-Quran
  9. Dakwah dalam Al-Quran
  10. Manusia dalam Al-Quran
  11. “Wanita” dalam Al-Quran
  12. Bakti kepada Orangtua dalam Al-Quran
  13. Sabar dalam Al-Quran
  14. Surga dalam Al-Quran
  15. Neraka dalam Al-Quran
  16. Fir’aun dalam Al-Quran
  17. Setan dalam Al-Quran
  18. “Fitnah” dalam Al-Quran
  19. Yakin dalam Al-Quran
  20. Musibah dalam Al-Quran
  21. Hukum Allah di dalam Al-Quran
  22. Chip (Catatan Amal) dalam Al-Quran
  23. Tawakal dalam Al-Quran
  24. Baqiatussolihat dalam Al-Quran
  25. Jahiliyah dalam Al-Quran

Tema-tema tersebut dikumpulkan dalam sebuah buku “25 Hidangan dari Al-Quran” untuk mempermudah pembaca dalam mengkaji tafsir tematik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Semoga bermanfaat!

Related posts:

Resensi BukuResensi Buku: Teologi dan Falsafah Hijab Karya Muthahhari Sayyid Ali AsyurResensi Buku Ramalan Akhir Zaman Imam Ali bin Abi Thalib IMG_20160205_131832Kisah Iblis Menjerumuskan Kaum Nabi Luth a.s. kisah-nabi-harun-dan-musaKISAH – Pembela Mereka yang Teraniaya

Menanti Keseriusan Pemerintah Atasi Persoalan Garam

Melambungnya harga garam kembali ramai diberitakan pada pekan terakhir bulan ini. Angka kenaikannya bervariasi dari 100 hingga 400 persen. Tidak hanya naik, kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat ini dikabarkan langka di beberapa daerah. Sementara itu, pemerintah masih mengandalkan impor untuk mencukupi kebutuhan garam dalam negeri.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan impor garam memang tidak bisa dihindari guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Ia juga mendukung jika pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melakukan impor garam untuk menyikapi kelangkaan.

“Impor garam memang tidak bisa dihindari karena produksi garam di Indonesia masih sangat sedikit dan belum banyak pabrik garam di Indonesia,” katanya di Semarang, sebagaimana dilaporkan Antara, Minggu (30/7).

Sebagai negara dengan wilayah yang sebagian besar adalah lautan, Indonesia berpeluang menjadi negara swasembada garam. Bahkan berpeluang besar menjadikan kebutuhan pokok satu ini sebagai komoditas ekspor. Namun ironisnya, kelangkaan garam justru terjadi.

Persoalan garam membutuhkan keseriusan pemerintah

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) Prof Indrajaya mengatakan, persoalan garam membutuhkan keseriusan pemerintah.

“Menurut hemat saya persoalan garam dikarenakan kurang gigihnya kita memanfaatkan dan memperjuangkan potensi tambak garam yang kita miliki,” kata Indra seperti dikutip Antara, Sabtu (29/7).

Indra menjelaskan, impor garam terjadi karena jumlah produksi nasional tidak mencukupi tingkat konsumsi. Padahal, teknologi untuk memproduksi garam tergolong rendah (low tech), bukan teknologi tinggi (high tech). Sehingga masalah garam bukan di teknologi, tapi kemauan untuk mandiri atau swasembada yang lemah.

Ia menyebutkan, tambak garam di Indonesia luas, tersebar di sejumlah daerah seperti Madura, NTT, Sulawesi Selatan dan lainnya. Tapi potensi itu kurang digarap secara serius.

“Mestinya kita serius mengurus dari proses produksi sampai ke distribusi,” katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan produksi garam, pemerintah harus membantu para petani, karena kalau tidak dibantu, maka petani garam Indonesia tidak akan kompetitif. Selain itu, tambak garam yang ada saat ini perlu dibenahi, juga infrastrukturnya.

Produksi garam di Indonesia saat ini menggunakan sistem evaporasi yakni air laut dialirkan ke dalam tambak kemudian air yang ada dibiarkan menguap. setelah beberapa lama akan tersisa garam yang mengendap di dasar tambak tersebut.

Menurutnya, dalam teknologi tersebut, perlu aliran air laut yang masuk ini diatur atau dijamin ke semua tambak.

Setelah dipanen juga perlu ada jalan untuk mengangkut garam tersebut. Selain itu, dasar tambak juga perlu diberi alas atau terpal agar tidak lagi seperti dulu yang tradisional, alasnya adalah tanah.

“Nah ini semua butuh investasi awal yang perlu mendapat dukungan pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan, tambak garam di Indonesia boleh dikatakan sangat tradisional, sehingga perlu sedikit sentuhan teknologi, misalnya dengan pemberian alas atau terpal tadi sehingga kualitas garam yang dihasilkan akan lebih baik dari yang ada saat ini. Saat ini garam yang dihasilkan umumnya kotor, bercampur dengan tanah atau lainnya.

Menurutnya, India mampu memproduksi garam dengan sistem yang praktis dan tetap ekonomis. Maka, Indonesia juga harus bisa. Berbeda dengan Australia, agak lain, karena garam ditambang oleh mereka.

“Tambang garam di Australia jadi praktis tinggal keruk, masukkan ke karung, lalu dijual,” katanya.

Indra menjelaskan, India dan Indonesia sama-sama menggunakan teknologi evaporasi dalam memproduksi garam. India mampu karena menangani dengan serius dan sungguh. India mengganggap industri garam sebagai lahan untuk memberi kesempatan kerja kepada rakyat. (AM)

Related posts:

IMG-20130922-WA0007Massa Pakaian Putih-putih Menolak Gereja St. Bernadet pengungsi-sampang-130923cRekonsiliasi Syiah Sampang Bisa Jadi Model Solusi Konflik Keagamaan DBNxXzEV0AAfWNsPresiden Jokowi: Pemerintah Pasti Tegas Terhadap Organisasi dan Gerakan Anti Pancasila Beasiswa DosenPemerintah Luncurkan Beasiswa untuk 1.000 Dosen

Kunjungi Rusun, Bupati Sampang Berusaha Pulangkan Pengungsi Syiah Melalui Mekanisme Rekonsiliasi

Pelaksana Tugas (Plt). Bupati Sampang, H. Fadhilah Budiono menegaskan bahwa pemerintah Sampang tidak pernah melepas bahkan meninggalkan warga pengungsi karena tetap merupakan warga Sampang dan menyampaikan hasil Ratas di Jakarta mengenai upaya pemerintah merealisasikan program PRONA agar tanah warga bisa tersertipikasi.

Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Rusun Puspo Agro, Jemundo-Sidoarjo dalam rangka silaturahmi dan melihat situasi pengungsi Syiah menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin. Dalam kunjungan itu, Bupati juga didampingi Kapolres dan Dandim 0828 beserta rombongan.

“Pihak Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sampang berusaha mengembalikan warga pengungsi ke Sampang melalui mekanisme rekonsiliasi, namun meminta dukungan dan kesabaran dari para warga,” kata Fadhilah Budiono saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan itu Bupati juga memberikan dana sebesar Rp. 50 juta dengan peruntukan Rp. 500 ribu untuk setiap KK untuk belanja hidangan Lebaran dan sisanya agar dikelola untuk acara Halal Bi Halal pada saat hari Raya Idhlu Fitri 1438 H di Rusun.

Setelah itu Ustaz Tajul selaku pimpinan dan koordinator para warga memberikan beberapa tanggapan dan harapan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati, Kapolres, Dandim dan rombongan yang sudi melihat warga pengungsi di Rusun. Menurut beliau Pihaknya dan para warga tetap menganggap warga Sampang adalah saudara dan tidak ada kebencian di hati warga pengungsi meskipun menjadi korban penyerangan, pengusiran dan pembakaran pada saat terjadi konflik.

”Berharap bantuan dari pemerintah Sampang untuk memfasilitasi ruang komunikasi dengan ulama dan kiai Sampang sehingga  upaya rekonsiliasi akan segera terwujud.” Pungkas Ustaz Tajul.

Related posts:

Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampungan22 Keluarga Pengungsi Syiah Siap Dipulangkan pengungsi-sampang-130923cRekonsiliasi Syiah Sampang Bisa Jadi Model Solusi Konflik Keagamaan 7653_17064Saningwar : Warga Sunni Ajak Pulang Pengungsi Syiah

Pasukan Israel Kembali Menyerang Kerumunan Damai di Situs Suci Yerusalem

Angkatan bersenjata Israel kembali menyerang kerumunan warga Palestina saat mereka berkumpul di masjid Al-Aqsa di Yerusalem Kamis siang (27/7). Menurut informasi dari staf Amnesty International di lokasi kejadian, serangan ini terjadi lagi untuk pertama kalinya sejak Israel menarik pengamanan pada situs tersebut.

“Tentara Israel mulai menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet kepada kerumunan saat mereka berada di depan dan di dalam lokasi Masjid Al-Aqsa. Serangan itu nampak terjadi tiba-tiba dan tidak dimulai dengan provokasi massa. Beberapa warga Palestina membalas dengan melemparkan botol air kosong dan bebatuan.” ujar Magdalena Mughrabi, Deputi Direktur Amnesty International regional Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Menggunakan unjuk kekuatan yang berlebihan demi membubarkan kerumunan damai menunjukkan gamblangnya pelanggaran Israel atas kewajibannya menjamin hak warga Palestina untuk berkumpul.” Magdalena Mughrabi, Deputi Direktur Amnesty International regional Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Menggunakan unjuk kekuatan yang berlebihan demi membubarkan kerumunan damai menunjukan gamblangnya pelanggaran Israel atas kewajibannya menjamin hak warga Palestina untuk berkumpul. Otoritas Israel harus segera mengatur pasukan keamanannya untuk mencegah setuasi makin memburuk, tak terkontrol, serta mencegah pertumpahan darah lebih lanjut”, lanjutnya.

Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa paling tidak 96 warga Palestina terluka di komplek masjid Al Aqsa. Semenjak kerusuhan Al-Aqsa terjadi, empat warga Palestina terbunuh dan 1090 lainnya terluka oleh angakatan bersenjata Israel di Tepi Barat dan Yerusalem.

Sumber: https://www.amnesty.org/en/latest/news/2017/07/israeli-forces-attack-peaceful-crowds-at-jerusalem-holy-site/?utm_source=TWITTER-ISutm_medium=socialutm_content=1003737236utm_campaign=Amnesty

 

 

 

 

 

Related posts:

7653_17064Manisnya Proses Islah Sunni dan Syiah Sampang islahUpaya Islah Sunni dan Syiah Sampang kian Menguat di depan Kedubes Amerika SerikatAksi Solidaritas Palestina di Kedubes Amerika Mamilla CemeteryIsrael Ubah Makam Syuhada Menjadi Hotel

Presiden Ingin Pelayanan Ibadah Haji Semakin Baik

Presiden Joko Widodo secara resmi melantik anggota Dewan Pengawas beserta Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Rabu, 26 Juli 2017. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta.

Sebanyak 7 anggota dewan pengawas dan 7 anggota badan pelaksana BPKH dilantik Presiden dalam kesempatan tersebut. Semuanya dilantik dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji. Dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden itu pada 7 Juni 2017, menandakan bahwa BPKH telah secara resmi dibentuk dan beroperasi.

Dalam menjalankan tugasnya, BPKH akan bekerja dengan dasar Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 mengenai Pengelolaan Keuangan Haji. Badan ini akan bertugas mengelola dana haji secara syariah dengan berdasarkan pada prinsip kehati-hatian, hasil yang optimal, transparan, dan akuntabel.

Adapun ketujuh anggota dewan pengawas yang dilantik tersebut ialah:

1. Yuslam Fauzi (ketua merangkap anggota)

2. Khasan Faozi

3. Mohammad Hatta

4. Marsudi Syuhud

5. Suhaji Lestiadi

6. Muhammad Akhyar Adnan

7. Abdul Hamid Paddu

Sementara ketujuh nama lain yang bertugas dalam badan pelaksana BPKH ialah:

1. Ajar Susanto Broto

2. Rahmat Hidayat

3. Anggito Abimanyu

4. Benny Witjaksono

5. Acep Riana Jayaprawira

6. A. Iskandar Zulkarnain

7. Hurriyah El-Islamy

Presiden Joko Widodo sendiri berharap agar dengan kehadiran badan baru ini pelayanan ibadah haji dapat semakin terus ditingkatkan. BPKH juga disebutnya akan lebih fleksibel dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan dana haji sebagaimana dilansir dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

“Kita ingin pelayanan menjadi lebih baik lagi. Karena ini badannya akan lebih fleksibel dalam pengawasan dan pengelolaan, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan dari para haji kita,” ujar Presiden setelah acara.

Presiden mengharapkan agar dana yang dikelola dapat diinvestasikan sehingga keuntungan dari investasi tersebut dapat digunakan untuk mensubsidi biaya-biaya dalam ibadah haji.

“Saya kira nanti badan ini bisa melihat, bagaimana negara-negara lain mengelola (dana haji). Jadi kalau pengelolaan dilakukan dengan baik, saya kira ini akan memberikan keuntungan yang baik kepada siapapun terutama masyarakat yang ingin naik haji,” ucap Presiden.

Sumber: setneg.go.id

Related posts:

IMG20170202141835Menyikapi Kebijakan Trump Larang 7 Negara Muslim Masuk Amerika Serikat C2dKNLxUAAAkudKPilkada Serentak, Jokowi Tetapkan 15 Februari Jadi Hari Libur Nasional 467189Aturan Baru Mengurus Paspor Umrah dan Haji Khusus 8a8bf12f-7247-4bb8-8408-7d66959cb5d1Seruan Kemenag tentang Ketentuan Ceramah Agama di Rumah-rumah Ibadah Seluruh Indonesia

Sekjen Hizbullah Jelaskan Tujuan Operasi Pembebasan Arsal Lebanon

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan bahwa tujuan dari operasi pembebasan Arsal dari pendudukan teroris yang dimulai dengan poros kekuatan Hizbullah adalah untuk mengusir para teroris dari wilayah ini, dan kemenangan Hizbullah dalam operasi ini dihadiahkan kepada umat Islam terutama Ahlusunnah yang menjadi korban teroris Takfiri.

Sayid Hassan Nasrullah mengatakan hal itu dalam pidatonya pada Rabu (26/7/2017) yang disiarkan Live oleh jaringan televisi al-Manar.

Ia menyinggung kemajuan signifikan pasukan Hizbullah dalam operasi pembebasan Arsal, dan juga menilai langkah-langkah militer Lebanon di dalam wilayah negara ini untuk merealisasikan prestasi ini sebagai sangat penting.

Kawasan perbukitan barat al-Qalamoun di wilayah Suriah dan perbukitan Arsal di wilayah Lebanon adalah daerah yang saling terhubung, dimana selama tiga tahun terakhir, kelompok-kelompok teroris takfiri khususnya Front al-Nusra menduduki wilayah ini. Operasi pembebasan dua wilayah tersebut oleh militer dan pasukan Hizbullah Lebanon dimulai pada Jumat, 21 Juli 2017.

Selama tiga hari operasi, 70 persen wilayah yang diduduki teroris berhasil dibebaskan, dan pada Senin, 24 Juli 2017, distrik Wadi al-Khail yang menjadi pusat komando teroris Front al-Nusra juga berhasil dikontrol oleh pasukan Hizbullah.

Militer Suriah dan Lebanon juga terlibat dalam operasi tersebut, di mana dalam fase pertama operasi selama enam hari terakhir, pasukan Hizbullah berhasil membebaskan daerah-daerah yang diduduki teroris Front al-Nusra di perbukitan Arsal Lebanon dan barat al-Qalamoun Suriah.

Pasca penyelesaian fase pertama operasi ini, pasukan Hizbullah akan memulai fase kedua operasi yang bertujuan untuk membebaskan daerah-daerah yang diduduki oleh kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS).

Berbagai lapisan masyarakat dan tokoh-tokoh politik Lebanon mendukung operasi pembebasan wilayah Arsal dari pendudukan kelompok-kelompok teroris.

Sekjen Hizbullah dalam pidatonya juga menyinggung transformasi terbaru di Palestina. Sayid Nasrullah mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada rakyat Palestina yang selama beberapa hari terakhir, mereka hadir di al-Quds dan Masjid al-Aqsa serta menorehkan kemenangan baru dalam menghadapi Zionis.

Sejak hari Jumat, 14 Juli 2017 hingga Minggu, 16 Juli 2017, aparat keamanan Israel menutup gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina shalat di tempat suci ini. Langkah itu dilakukan atas perintah langsung Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.

Pasca pembukaan pintu-pintu masuk ke Masjid al-Aqsa, aparat keamanan rezim Zionis memasang gate-gate keamanan di pintu-pintu masuk masjid ini.

Di sisi lain, demonstrasi rakyat Palestina direaksi aparat keamanan Israel dengan kekerasan. Sejak 14 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, delapan warga Palestina telah gugur syahid dan ratusan lainnya terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel.

Langkah rezim Zionis tersebut menuai protes keras dari rakyat Palestina dan para pejabat di banyak negara muslim dan internasional. Menyusul protes luas rakyat Palestina dan dunia, rezim Zionis akhirnya pada Selasa terpaksa mencabut gate-gate keamanan yang dipasang di depan pintu-pintu Masjid al-Aqsa.

Sumber: Parstoday

Related posts:

barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani hara_blast3Tebar Teror Ala Jabhat al-Nusra 4bhe7e6ffc0fb9iem_800C450Presiden Lebanon Tolak Sanksi Baru AS terhadap Hizbullah Hizbullah jadi1Rudal Hizbullah, Ancaman Terbesar Israel

Kajian – Kenikmatan Dunia yang Sementara

(لا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ (196) مَتاعٌ قَليلٌ ثُمَّ مَأْواهُمْ جَهَنَّمُ وَ بِئْسَ الْمِهادُ (197

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (Surat Ali Imran, ayat 196-197)

Menjelaskan sebab turun ayat di atas, Ayatullah Makarim Syirazi dalam kitab tafsir Nemuneh berkata kebanyakan Ahli Mekah pada waktu itu berprofesi sebagai pedagang. Dengan profesi ini, mereka mendapatkan harta yang begitu banyak. Sehingga mereka bisa hidup dengan bahagia di sana. Dan hal ini juga terjadi dan dirasakan oleh orang Yahudi yang bertempat tinggal di Madinah. Di sana mereka terkenal sebagai orang-orang yang mahir berdagang. Ketika mereka pergi ke suatu tempat untuk berdagang tatkala kembali mereka mendapatkan untung yang berlimpah dari dagangannya tersebut.

Namun sayangnya pada waktu itu keadaan kaum Muslimin malah sebaliknya. Dikarenakan beberapa masalah seperti hijrahnya kaum Muslimin dari Mekah ke Madinah, dan embargo ekonomi kepada mereka yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, membuat mereka harus hidup sengsara, penuh kesusahan dan kesulitan. Perbandingan inilah yang membuat orang-orang beriman bertanya-tanya kenapa keadaan orang-orang kafir itu lebih baik dari keadaan mereka? Lebih jelasnya lagi, orang-orang kafir hidup berlimpah harta sedangkan orang yang beriman harus hidup dalam keadaan susah dan penuh dengan kesulitan. Hal seperti ini bisa menyebabkan keraguan bagi kaum Muslimin apabila tidak dijawab dan dijelaskan dengan benar.

Al-Quran dalam menjawab pertanyaan ini, pertama mengingatkan bahwa kondisi material orang-orang kafir jangan sampai menipu menipu diri kita. Karena penghasilan dan fasilitas tersebut adalah temporal dan bakal sirna. Sebaliknya, kesulitan hidup yang kita alami juga hanya sementara. Kedua, kesejahteraan duniawi yang dibangun atas dasar kufur akan berlanjut dengan siksaan akhirat yang pedih. Jika ingin membandingkan kondisi kita dengan kondisi mereka, maka hendaknya kita juga melihat kesudahan kerja mereka.

Satu poin yang tidak boleh dilupakan bahwa barang siapa yang dalam kehidupan dunia bersikap serius dan istiqomah disertai ilmu pengetahuan, maka ia akan sukses. Tidak ada bedanya, apakah ia seorang kafir atau mukmin. Sementara siapa saja yang malas, maka dia akan menderita  dalam hidupnya, baik dia itu mukmin ataupun kafir.

Oleh karenanya, akar kesuksesan orang kafir adalah kerja keras mereka, bukannya kekufuran mereka. Sebaliknya, jika ada orang Islam yang hidupnya sengsara, lebih dikarenakan kurang bekerja keras dan sungguh-sungguh, bukan disebabkan karena keislamannya.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1.  Kekayaan dan kehidupan orang-orang kafir jangan sampai membuat mata orang orang mukmin gelap dan terpedaya.

2.  Dalam membandingkan kondisi orang, maka hendaknya kita melihat kondisi di dunia dan di akhirat.

3.  Kesejahteraan dunia hanyalah sementara. Oleh karenanya, hendaknya kita lebih fokus kepada kesejahteraan yang abadi.

Fakhrur Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghaib mengatakan bahwa sifat kenikmatan dunia itu fana (sementara) yaitu bahwasanya suatu saat kenikmatan dunia ini akan terputus. Jadi kenapa kenikmatan dunia digambarkan dengan kata qillah, karena kenikmatan dunia selalu dibayang-bayangi oleh kerusakan dan keterbatasan. Jadi apabila dibandingkan dengan nikmat akhirat yang abadi maka kenikmatan dunia itu tidak ada apa-apanya.

Selain itu bila kita melihat akhir dari ayat surah Ali Imran ayat 197, kita memahami bahwa tempat kembali orang-orang kafir adalah neraka Jahanam dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Untuk apa bahagia di dunia yang fana namun sengsara di akhirat yang kekal.

Maka dari itu kita sebagai kaum Muslimin hendaknya tidak boleh terperdaya dengan kenikmatan dunia yang dimiliki orang lain. InshaAllah, dengan memperbanyak ikhtiyar, penuh semangat, berdoa dengan hati tulus, dan pasrah kepada Allah swt, kita tidak hanya akan mendapatkan kenikmatan dunia saja akan tetapi juga kesejahteraan akhirat yang abadi. (AM/Sutia)

Related posts:

jug-and-glassTafsir Etimologi Kata Kyai Liang_LahatKenapa Kita Takut Mati? Muhsin“Habib” 7manfaat pisangMengapa Pisang Lebih Manjur Daripada Pil?

Kak Seto tekankan apresiasi dalam mendidik anak

Jakarta  – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengatakan orang tua perlu mendidik anak dengan penuh apresiasi.

“Mendidik anak harus penuh apresiasi, semua anak ingin dihargai potensinya, jangan sampai ada perbedaan atau diskriminasi,” kata Seto di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan apabila orang tua membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya merupakan tindakan perundungan atau bullying dan bisa menimbulkan naluri untuk merundung anak lainnya.

Seto meminta orang tua untuk meyakinkan anaknya bahwa semua anak hebat dan cerdas dengan kecerdasannya masing-masing.

Dia memberi contoh dengan kisah Lima Rudy, yakni Rudy Habibie, Rudy Salam, Rudy Hartono, Rudy Choirudin, dan Rudy Hadisuwarno.

“Mana yang paling cerdas? Semua orang bilang Rudy Habibie. Ya, Rudy Habibie cerdas matematika. Tapi Rudy Salam cerdas akting, Rudy Hartono cerdas olahraga, Rudy Choirudin cerdas masak, Rudy Hadisuwarno cerdas gunting rambut. Ini yang sering dilupakan,” jelas Seto.

Menurut Seto, setiap orang tua harus bisa mengenali kecerdasan anaknya masing-masing dan melatih potensinya dari yang dia senangi.

“Kalau semua diapresiasi tidak ada naluri untuk bullying atau sebagainya. Ada satu pasang anak kembar bersumpah tidak mau kenal kembarannya sampai dewasa, karena dari kecil dibeda-bedakan,” kata Seto.

Sumber: Antaranews

Related posts:

UntitledKPAI: 3 Strategi Menekan Angka Kriminalitas pada Anak Layanan e-Resources Perpusnas Dongkrak Minat Baca MasyarakatLayanan e-Resources Perpusnas Dongkrak Minat Baca Masyarakat f1f3da1a-a70b-4640-a187-6bd1b8d456afPenyusunan Kurikulum Diniyah Muslimah Ahlulbait Indonesia odomi 111Psikolog: Pelaku Bully Kurang Pendidikan Toleransi

Iran Desak Persatuan Umat Islam Lawan Israel

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian, menekankan pentingnya persatuan umat Islam untuk melawan rezim Zionis Israel. Pernyataan itu diungkapkannya dalam pertemuan dengan Nasser Abu Sharif, perwakilan Gerakan Jihad Islam Palestina di Tehran, Minggu (23/7/2017) sore. Demikian dilaporkan kantor berita IRIB.

Amir-Abdollahian mengutuk serangan brutal militer rezim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa yang menyebabkan sejumlah warga Palestina gugur syahid dan terluka.

“Umat Islam harus bersatu untuk melawan Israel, rezim pendukung teroris dan pembuat kekacauan di kawasan ini,” tegasnya.

Menurutnya, Masjid al-Aqsa memiliki sakralitas sebagai kiblat pertama kaum Muslim dan serangan rezim Zionis terhadap tempat suci tersebut, sama dengan serangan terhadap keyakinan dan kepercayaan kaum Muslim dunia.

Amir-Abdollahian juga menyampaikan kesiapan Republik Islam Iran untuk mengirimkan bantuan darurat obat-obatan, tim dokter dan mendirikan rumah sakit lapangan di titik terdekat untuk membantu ratusan korban luka.

Dalam pertemuan tersebut, Nasser Abu Sharif memaparkan laporan seputar situasi terbaru di Masjid al-Aqsa dan kota suci Quds. Ia juga menyuarakan kemarahan atas pembatasan yang diberlakukan Israel untuk jamaah shalat dan pembunuhan warga Palestina.

Abu Sharif mendesak persatuan dan pengambilan sikap seluruh kaum Muslim dunia dalam menghadapi krisis tersebut.

Sebagaimana dikutip dari ParsToday, pada 14 Juli lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan pintu-pintu Masjid al-Aqsa bagi peziarah dan jamaah shalat Palestina. Rezim Zionis kemudian memasang metal detector di pintu-pintu masuk masjid.

Tindakan arogan ini mengundang protes luas dari rakyat Palestina dan para pejabat dari negara-negara Muslim dan dunia. (Z/M)

Related posts:

barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani 18dadb74-bb22-49b3-a6de-d9d18fae8326_169Iran Tanggapi Sanksi AS terkait Uji Coba Rudal Atlet Iran jadi1Atlet Tenis Meja Iran Tolak Tanding dengan Israel timnas iranDemi Palestina, Tim Olahraga Iran Menolak Berhadapan dengan Tim Israel