Monthly Archives: June 2017

DPP Ahlulbait Indonesia Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H

abi idul fitri

Related posts:

clockJK: Indonesia Butuh 100 Mobil Donor Darah donaldKPK Diminta Tancap Gas Tuntaskan Tunggakan Kasus 91160313-kekerasaan agama358 santri se-Indonesia ikrar “Say No to Adu Jotos” RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama

HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1438 H

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad

Berdasarkan hasil sidang Dewan Itsbat Ahlulbait Indonesia pada hari Sabtu 24 Juni 2017 / 29 Ramadhan 1438 H pukul 19.10 – 19.50 WIB, merujuk kepada berbagai referensi kriteria visibilitas hilal pada hari ini, Sabtu 24 Juni 2017 / 29 Ramadhan 1438 H, termasuk prediksi hilal Syawal 1438 H yang diterbitkan oleh Pusat al-Islam Al Ashil dan Kantor Marja’ Sayid Ali Sistani (dzh) serta laporan hasil pemantauan lebih dari 20 Tim Rukyat Hilal ABI yang berjumlah lebih dari 100 orang dan tersebar di berbagai pusat observasi bulan dari Aceh hingga Papua, maka diberitahukan kepada segenap pengikut Ahlul Bait bahwa sesuai prinsip ajaran Fikih Ahlul Bait (as) kita wajib menggenapkan (ISTIKMAL) bulan Ramadhan hingga 30 hari dan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Senin, 26 Juni 2017 M.

Minal A idin Wal Fa iziyn, taqabbalallaahu minnaa wa minkum, taqabbal yaa Kariym.

Koordinator Dewan Itsbat Lembaga Falak Ahlul Bait Indonesia,
Abdullah Beik, M.A.

Mengetahui,

Ketua Dewan Syura ABI,
Dr. Umar Shahab, M.A.

Related posts:

Fadjroel RachmanHari Raya Reformasi 11733483_10204315232420989_1599034813_nKemenag RI Putuskan Idulfitri 1436 H Jatuh pada Hari Jumat 17 Juli 2015 Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Pengungsi Syiah SampangMenag Optimis Pengungsi Syiah Sampang Pulang ke Kampung Halaman Ulama dan Tokoh Masyarakat Bekasi Deklarasi Tolak ISISUlama dan Tokoh Masyarakat Bekasi Deklarasi Tolak ISIS

Baksos Ramadan DPW ABI Jakarta

Jakarta – DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) DKI Jakarta menyelenggarakan bakti sosial Ramadan sejak tanggal 21 hingga 23 Juni 2017. Kegiatan dimulai dengan penggalangan dana dari para dermawan kemudian dibagikan dalam bentuk bingkisan dan uang tunai kepada sejumlah fakir miskin dan duafa.

Baksos jadi 1

Sebanyak 54 paket sembako berisi beras, minyak goreng, biskuit, dan sirup di antar langsung oleh panitia baksos ke rumah-rumah penerima. “Ada juga penerima yang mengambil langsung ke sekretariat ABI DKI Jakarta, daerah Cawang Jakarta Timur,” kata Ibu Srie selaku ketua panitia baksos.

balsos jadi 3

“Kegiatan diselenggarakan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada mustadhafin di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” pungkas Ibu Srie. (Iid/Malik)

Related posts:

Upgreding jadi1Tingkatkan Kualitas Kader, DPW ABI DKI Jakarta Gelar “Upgrading and Coaching Programme” Posko Banjir Jakarta oleh Ahlulbait IndonesiaAntisipasi Curah Hujan Tinggi, Posko Ahlulbait Siaga Kembali jadiiii1ABI Sulawesi Selatan Ceriakan Ramadan dengan Berbagi Dewan Syuro, Para Guru  Ustad Memberikan Salam kepada Masyarakat Ahlulbait Indonesia, Foto by Lutfi JydAhlulbait Indonesia Dideklarasikan

Hari Al-Quds Sedunia Menggema di Jakarta

Ribuan massa memadati jalan-jalan di pusat kota Jakarta dalam demonstrasi Hari Internasional Al-Quds pada Jumat, 23 Juni 2017. Demonstrasi ini bertujuan menyuarakan dukungan bagi pembebasan Palestina dari pendudukan dan penindasan negara rasis ilegal Israel.

Berbagai elemen masyarakat dan organisasi seperti Voice of Palestine (VOP) Indonesia, Solidaritas Muslimin Indonesia untuk al-Quds (SMIQ), Komunitas Budaya Guntur, Garda Suci Merah Putih dan berbagai elemen lainnya turut serta dalam terlaksananya aksi solidaritas bagi Palestina dan bangsa-bangsa tertindas di seluruh dunia ini.

IMG20170623153714

“Palestina adalah simbol ketertindasan yang utama saat ini. Palestina adalah masalah yang harus diselesaikan oleh umat manusia di seluruh dunia, karena saat ini masalah Palestina adalah masalah paling urgent di antara kaum Muslimin,” kata Mujtahid Hashem dari Voice of Palestine.

Mujtahid menekankan bahwa masalah penindasan di Palestina adalah masalah yang harus menjadi fokus utama. “Berbagai kekisruhan yang terjadi di Timur Tengah; pembunuhan, teror, dan segala macamnya adalah pekerjaan tangan-tangan Zionis Israel, untuk mengecohkan kaum Muslimin, untuk menjadikan masyarakat dunia lupa, bahwa masalah sebenarnya adalah kanker Zionis Israel,” imbuh Mujtahid dalam orasinya.

IMG20170623153936

Orasi juga disampaikan oleh KH. Hassan Alaydrus (Ustaz Hassan) dari Ketua Umum Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI). Dalam kesempatan itu Ustaz Hassan menyampaikan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia karena beberapa hal. Pertama, kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan perjuangan. Dengan teriakan, “Allahu Akbar”. Kedua, setelah berjuang tidak putus, kemudian Undang-undang Dasar kita mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh karena itu penjajahan harus dimusnahkan dari muka bumi. Ketiga, presiden pertama Republik Indonesia mengatakan “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”.

IMG20170623161707

Aksi demonstrasi dimulai pukul 15.30 WIB di depan kedutaan Amerika di Jakarta, dilanjut dengan orasi, longmarch dan buka puasa di kawasan Monas.

Kedutaan ini dipilih karena Washington terus mendukung Israel secara finansial, militer, dan politik.

Sejak 1948, Amerika setidaknya telah menggunakan veto di Dewan Keamanan PBB untuk memblok 40 resolusi yang mengecam aksi ilegal rezim Zionis. Setiap harinya, Israel menerima US$ 8,5 juta bantuan militer dari Amerika.

Bahkan, Amerika di bawah rezim Presiden Donald Trump berambisi memindahkan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebuah gestur politik yang mengingkari hak bangsa Palestina atas Yerusalem dan negeri mereka secara keseluruhan.

IMG20170623151253

Hari Al-Quds internasional adalah hari pembebasan bangsa Palestina yang diperingati setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan. Dalam sejarahnya, Hari Quds Sedunia dicetuskan oleh pemimpin Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini.

Pada hari ini ada ratusan kota di seluruh dunia turut serta menyambut Hari Al-Quds di antaranya New York, London, Berlin, Los Angeles, Paris, Lebanon, Turki, Iran, Irak, Syria, Palestina Tepi Barat, juga di Gaza, Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 10 kota yang turut serta menyambut seruan Al-Quds, di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Garut, Surabaya, Batam, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Medan, Banjarmasin, Makassar dan kota-kota lainnya.

Saat ini perhatian dunia banyak teralihkan oleh persoalan lain di Timur Tengah, rezim Zionis terus menjalankan kebijakan ilegal pendudukannya. Pada awal 2017, Israel sudah memutuskan membangun 4.000 unit pemukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Perubahan demografis pun terjadi di dua wilayah ini, ketika koloni-koloni di dalamnya mulai dihuni sekitar 590.000 pemukim ilegal Yahudi. Ini angka perpindahan pemukim ilegal terbesar yang pernah terjadi dalam 20 tahun terakhir.

IMG20170623151848

Jalur Gaza juga tetap masih dalam blokade ilegal oleh rezim Zionis di satu sisi dan junta militer Mesir di sisi lain. Blokade memperburuk kondisi Gaza pascaagresi Israel. Menurut catatan United Nations Relief and Works Agency for Palestinian Refugees in the Near East (UNRWA), angka pengangguran di Gaza mencapai 60%, terparah di dunia. Sekitar 80% penduduk bergantung hanya kepada bantuan luar untuk bertahan hidup.

Ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan apa yang disebut “komunitas internasional” tak bisa berbuat apa pun untuk menjamin terpenuhinya hak-hak asasi manusia bangsa Palestina. “Proses perdamaian” yang selama ini dibicarakan hanya berputar-putar pada proses. Lebih jauh, “proses perdamaian” dengan “solusi dua negara” itu justru mengingkari hak-hak bangsa Palestina: hak untuk menentukan nasib sendiri, hak untuk pulang, dan hak untuk melawan.

IMG20170623144438

Dalam kesempatan demonstrasi Hari Internasional Al-Quds 2017, massa aksi menyerukan beberapa pernyataan sebagai berikut.

  • Menyerukan kepada organisasi masyarakat sipil pencinta keadilan dan anti-Israel untuk mengenyampingkan segala perbedaan dan bersatu dalam agenda membela dan mendukung perjuangan serta perlawanan bangsa Palestina.
  • Menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk aktif berperan mempersatukan faksi-faksi politik di internal Palestina.
  • Menyerukan kepada organisasi masyarakat sipil pecinta keadilan untuk terus mendesakkan agenda pengucilan Israel di dunia internasional.
  • Menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali dukungannya kepada konsep “Solusi Dua Negara” yang semakin terlihat tak realistis.

Peringatan hari Al-Quds Internasional di beberapa kota di Indonesia

Al Quds Semarang

Quds Day di Semarang Jawa Tengah

bandung2

Quds Day di Bandung Jawa Barat

sulsel

Quds Day di Sulawesi Selatan

Quds Day di Pontianak Kalimantan Barat

Quds Day di Pontianak Kalimantan Barat

Quds Day di Jawa Timur

Quds Day di Jawa Timur

Related posts:

ABI PressSisi Lain Hari Solidaritas Palestina Hari Al-Quds Sedunia: Merawat Asa Palestina IMG_4743Peringatan Yaumul Quds Serentak di 12 Kota Besar Indonesia Seminar-inetrnational-PalestinaPembebasan Pikiran adalah Kunci Kemerdekaan Palestina

Yaumul Quds dan Pembebasan Palestina

Jakarta – Voice of Palestine (VOP) Indonesia menyelenggarakan konferensi pers dan dialog publik: Yaumul Quds dan Pembebasan Palestina (Catatan Akhir Ramadan atas Resistensi Palestina), Selasa 20 Juni 2017. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut Yaumul Quds (Hari al-Quds Internasional) yang akan diperingati pada hari Jumat pekan ini.

Yaumul Quds diperingati setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan di berbagai belahan dunia. Peringatan ini sebagai bentuk dukungan untuk kemerdekaan bangsa Palestina yang sampai detik ini masih dijajah oleh Rezim Zionist Israel

Di Indonesia, Yaumul Quds diselenggarakan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Palembang, Lampung dan Medan. Di Jakarta, VOP mengagendakan peringatan Yaumul Quds di kawasan Monas. Rangkaian kegiatan akan dimulai pukul 15.00 WIB dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

0c5b6e4b-c873-4265-a899-566606fa902a

Baca juga:

Catatan Akhir Ramadan Perlawanan Palestina

Al-Quds Day Beberapa Kota Di Indonesia

Al-Quds Day; Ibadah Kepada Allah Dan Suara Palestina

Al-Quds Day Jakarta 2014

International Quds Day 2013 – Jakarta

Aksi Al-Quds Day Di Kalbar

Peringatan Hari Al-Quds 2015

Jakarta Serukan Pembebasan Palestina

Related posts:

Mampus IsraelFoto: Demo Voice of Palestine dan HMI di PBB di depan Kedubes Amerika SerikatAksi Solidaritas Palestina di Kedubes Amerika Viva PalestinaViva Palestina d3b8bafe-3c8e-4c89-8380-d02949d897d0Aksi Massa Tuntut Bebaskan Tahanan Palestina

Catatan Akhir Ramadan Perlawanan Palestina

Catatan Akhir Ramadan Perlawanan Palestina

100 Tahun Kolonisasi Palestina

Tahun 2017 menjadi momentum yang menggenapkan penderitaan bagi bangsa Palestina di bawah penjajahan Zionis-Israel. Pada tahun ini, 50 tahun sudah tanah mereka di Tepi Barat, jalur Gaza, dan Yarusalem Timur secara efektif dikendalikan rezim pendudukan Israel setelah perang 6 hari pada 1967 (diperingati sebagai “Naksa Day”). Tahun ini juga menandai 69 tahun gelombang pengusiran bangsa Palestina dari negeri mereka setelah Israel resmi mendeklarasikan diri pada 1948 (diperingati sebagai “Nakba Day”). Pada tahun ini pula, mereka akan mengenang 100 tahun Deklarasi Balfour 1917, cikal bakal rencana kolonisasi Palestina yang dirumuskan Inggris dan Zionis Eropa.

Ironisnya, pada tahun ini atau setidaknya dalam empat tahun terakhir, isu penjajahan Israel atas Palestina seperti berada di samping jalan. Berbagai perkembangan politik di Timur Tengah menyusul apa yang disebut “Musim Semi Arab” seperti menenggelamkan isu Palestina. Aktor politik negara maupun non negara di dunia Arab dan Islam, pada khususnya, serta komunitas Internasional seakan tersedot ke sejumlah persoalaan lain, baik langsung maupun tidak langsung, berpengaruh terhadap gerakan perlawanan Palestina.

Catatan Politik

Di internal Palestina, upaya Fatah dan Hamas dua faksi politik terbesar di Palestina terus gagal membentuk pemerintahan bersatu hingga 2016. Kegagalan rekonsiliasi disebabkan utamanya oleh pengaruh negatif Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Mohmoud Abbas dari Fatah. Amerika menuntut Abbas menekan Hamas untuk mengakui Israel sebagai rekonsiliasi.

Kegagalan rekonsiliasi ini berdampak negatif terhadap perjuangan Palestina di forum politik Internasional. Otoritas Nasional Palestina yang dikendalikan Abbas kian melemah, tak lagi memiliki legitimasi di mata rakyat Palestina, terutama karena mandatnya telah habis pada 2019 dan tak pernah mampu menyelenggarakan pemilu di seluruh wilayah administratifnya sejak saat itu. Di sisi lain, meskipun popular di kalangan akar rumput, terutama di jalur Gaza, Hamas kian terkucil di forum internasional, apalagi dengan krisis diplomatik yang terjadi antara Qatar dengan sejumlah negara Teluk.

Kevakuman kendali politik di internal Palestina dimanfaatkan dengan baik oleh Israel. Pada awal 2017, Israel sudah memutuskan untuk membangun 4.000 unit pemukiman ilegal di tepi Barat dan Yerusalem Timur. Perubahan demografis pun terjadi di wilayah ini, ketika koloni-koloni di dalamnya mulai dihuni sekitar 590.000 pemukiman ilegal Yahudi, angka perpindahan pemukiman ilegal terbesar yang pernah terjadi dalam 20 tahun terakhir.

Perkembangan politik eksternal pun mempengaruhi politik di internal Palestina, hubungan Palestina dengan negara-negara Arab dan Muslim, serta relasi isu Palestina dengan komunitas internasional. Perkembangan utama yang terjadi adalah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada akhir 2016.

Sejak kampanye, Trump tak sungkan menunjukkan dirinya sebagai kandidat pro-Israel. Dia, misalnya, berjanji akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Suatu langkah yang bisa memicu kemarahan bukan hanya Palestina dan Arab, tapi juga umat Islam. Namun, mendekati tenggat, seperti presiden sebelumnya, Trump ternyata menunda pemberlakuan Jarusalem Act hingga enam bulan ke depan.

Pengaruh besar Trump lainnya adalah upayanya dalam Konferensi Saudi-Amerika, Arab-Amerika, dan Islam-Amerika di Riyadh, Arab Saudi, pada akhir Mei lalu. Dalam forum itu, Trump sukses mengucilkan sejumlah negara (di antaranya Iran dan Qatar) dengan dalih “perang melawan terror”.

Saudi, yang selama kampanyenya, kerap dia sebut sebagai negara pendukung teroris justru dia tempatkan sebagai pemimpin utama perang Amerika melawan terror di Timur Tengah dan dunia Islam. Menyusul konferensi itu, pecahlah krisis diplomatik sejumlah negara Teluk pimpinan Saudi dengan Qatar. Negara Teluk terakhir ini dikucilkan karena dianggap melindungi Ikhwanul Muslimin dan Hamas, dua organisasi yang oleh Saudi dan Amerika dimasukkan ke dalam “daftar hitam” teroris.

Pengucilan Qatar oleh Saudi dan sekutunya berdampak terhadap Hamas, faksi perlawanan terbesar di Palestina. Qatar dilaporkan menjadi penyokong utama finansial Hamas menyusul dinginnya hubungan Hamas dengan Iran setelah pecahnya perang di Suriah.

Situasi politik di internal Palestina pun terbelah dalam menyikapi keputusan Saudi dan sekutunya. Meskipun tidak secara eksplisit, Fatah sepertinya mendukung keputusan Saudi sedangkan Hamas mengecam langkah Saudi itu sebagai hal yang tak sesuai dengan kebijakan kerajaan itu terkait isu Palestina.

Yang tak kalah penting dari manuver Trump adalah kian mendekatnya sejumlah negara Arab dengan Israel. Saudi dikabarkan mulai menimbang membangun relasi ekonomi dengan negara Zionis itu. Negara-negara Arab, terutama Saudi dan Mesir, tampaknya memandang relasi dengan Israel sebagai pintu masuk menjalin kemesraan dengan rezim Trump, yang pada gilirannya akan memberi mereka jaminan kekuasaan bagi rezim di negara masing-masing menyusul dunia Arab yang masih belum stabil.

Luka yang ditimbulkan di Timur Tengah oleh krisis di timur Tengah, khususnya di Suriah, juga belum benar-benar pulih. Isu Palestina semakin meredup dan potensi normalisasi relasi Arab-Israel kian meningkat sementara, negara Muslim non-Arab, seperti Iran dan Turki, pun tampaknya lebih disibukkan dengan perang dan sejumlah konflik di sekitar wilayah mereka.

Hubungan Hamas dengan Iran dan Hizbullah di Lebanon dingin sejak perang di Suriah terjadi. Meskipun beberapa tahun terakhir, kedua pihak berupaya memperbaiki hubungan itu (terutama dengan rencana kunjungan pemimpin baru Hamas Ismail Haniyah ke Teheran), masih perlu dilihat hasil akhirnya. Selain itu, juga masih perlu dianalisis, apa pengaruh krisis diplomatik Qatar terhadap hubungan antara Hamas, Iran, Qatar, dan Hizbullah.

Catatan Perlawanan Militer

Berbeda dengan aktor politik, aktor perlawanan bersenjata anti-Israel di lapangan bisa dikatakan lebih sedikit terpengaruh dengan perkembangan konflik di Timur Tengah. Di tengah berkecamuknya perang di Suriah, pemimpin sayap militer Hamas Brigade Izzuddin al-Qassam, Mohammade al-Deif, masih sempat berkirim surat kepada pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah, pada Januari 2015.

Dalam suratnya, al-Deif mengucapkan belasungkawa atas terbunuhnya anggota Hizbullah di Quneitra oleh Israel. Al-Deif juga menyerukan pentingnya persatuan antara faksi-faksi perlawanan untuk menghadapi kemungkinan perang baru Israel. Seruan yang sama disampaikan pemimpin Jihad Islam Ramadan Abdullah Shalah pada Februari 2017 dalam sebuah konferensi di Teheran.

Juru bicara Popular Resistance Committees – faksi militer yang menyempal dari sayap militer Fatah, Brigade Martir Al-Aqsha – Abu Mujahid mengatakan, meskipun disibukkan oleh perang di Suriah, Hizbullah masih menjalin koordinasi dengan faksi perlawanan Palestina, terutama di jalur Gaza. Abu Mujahid juga menyerukan agar faksi-faksi perlawanan di Gaza dan Hizbullah membuka sejumlah Front pertempuran dengan Israel jika militer negara Zionis itu melancarkan serangan baru, baik atas Gaza maupun Lebanon.

Catatan Perlawanan Sipil

Yang patut dicatat dari perlawanan sipil tak bersenjata atas Israel pada 2017 adalah mogok makan sekitar 1.500 tahan Palestina di penjara Israel. Mogok makan ini dipimpin tokoh legendaris Fatah di dalam penjara Israel Marwan Barghouti. Mogok makan massal oleh tahanan politik di penjara-penjara Israel sebagai bagian dari perlawanan sipil yang dikenal dengan intifada ke-3 atau intifada al-Quds di wilayah Tepi Barat.

Marwan merupakan sedikit tokoh Fatah yang dengan integritas teruji. Dia pun berawal dari perlawanan bersenjata dan dijebloskan ke penjara karena tuduhan pembunuhan. Namun, seperti idolanya Nelson Mandela, Marwan tetap tak menolak perjuangan bersenjata yang menurutnya merupakan hak setiap bangsa terjajah.

Di sinilah letak titik temu antara perlawanan tak bersenjata dengan perlawanan militer. Keduanya kerap coba dipisahkan oleh sejumlah kalangan. Mereka menilai perlawanan bersenjata menghasilkan citra buruk bagi perjuangan bangsa Palestina. Namun, kehadiran Marwan Barghouti menjadi bukti bahwa perlawanan, entah bersenjata ataupun tidak, menjadi dua sisi dari koin yang sama untuk mengakhiri penjajahan Israel.

Perkembangan penting lain dari perlawanan sipil adalah kian terkucilnya Israel di mata gerakan-gerakan masyarakat sipil. Resolusi Dewan HAM PBB terkait “daftar hitam” perusahaan yang beroperasi di Wilayah pendudukan dan resolusi UNESCO tentang Yerusalem sebagai “Situs Suci Umat Islam” adalah sedikit hasil dari perjuangan masyarakat sipil.

Selain itu, agresivitas Israel dalam mengolonisasi wilayah Palestina kian menipiskan harapan dari apa yang disebut sebagai “Solusi dua Negara”. Organisasi masyarakat sipil internasional kini mulai memandang bahwa solusi satu-satunya untuk mengakhiri penjajahan Israel adalah solusi seperti yang terjadi terhadap rezim apartheid di Afrika Selatan, yakni bubarnya negara rasis Israel.

Rekomendasi

1. Penting untuk memformulasikan tujuan dan kampanye bersama organisasi perlawanan masyarakat sipil anti Israel, terutama karena afiliasi mereka dengan kekuatan politik tertentu, organisasi-organisasi, mulai disibukkan dengan konflik bernuansa sektarian di Timur Tengah.

2. Penting bagi masyarakat sipil di Indonesia untuk merapatkan kembali dukungannya terhadap bangsa Palestina setelah beberapa tahun terakhir terpolarisasi akibat misinformasi atas konflik di Timur Tengah dan Afrika Utara.

3. Pentingnya bagi pemerintah Indonesia untuk mengisi kevakuman peran negara-negara Arab dalam mempersatukan faksi-faksi politik di internal Palestina.

4. Pentingnya bagi organisasi masyarakat sipil untuk mendesakkan agenda pengucilan Israel di dunia internasional.

5. Pentingnya untuk mendesak pemerintah Indonesia meninjau kembali dukungannya kepada konsep “Solusi Dua Negara” yang semakin terlihat tak realistis.

 

Jakarta, 20 Juni 2017

VOICE OF PALESTINE

Related posts:

ali akbar salehiMenlu Iran Fatah-Hamas Mesra, Mimpi Buruk bagi Israel 131008164823PNS Palestina Terancam Tak Rayakan Idul Adha Viva PalestinaViva Palestina Mamilla CemeteryIsrael Ubah Makam Syuhada Menjadi Hotel

ABI Sulawesi Selatan Ceriakan Ramadan dengan Berbagi

Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Yayasan Marajal Bahrain (YMB) dan Dana Mustadhafin mengadakan acara Ramadhan Ceria. Kegiatan diisi dengan buka puasa bersama dan pembagian santunan kepada para pelajar dari keluarga kurang mampu di Desa Mata Allo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu 18 Juni 2017.

“Kegiatan diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat silaturrahmi dengan masyarakat sekaligus untuk menjaga persatuan dan toleransi yang telah berjalan selama ini,” kata ustaz Mahdi selaku penyelenggara acara.

Pada kesempatan itu, ustaz Mahdi yang juga ketua YMB menyampaikan ceramah tentang pentingnya menjaga persatuan. “Memelihara persatuan sebagai salah satu kewajiban setiap manusia dan itu merupakan amanah agama,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, bantuan diberikan kepada 150 siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan dalam bentuk buku tulis dan peralatan sekolah lainnya.

Acara ini dihadiri tidak kurang dari 300 orang, dari perwakilan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

jadiii2

“Insya Allah setiap akhir Ramadhan YMB juga membagikan sembako untuk masyarakat kurang mampu,” pungkas Ustaz Mahdi. (Z/M)

Related posts:

nahdlatul ulamaNU Persiapkan Ensiklopedia Anggota DPR Bantah Anggaran Pulsa Rp14 Juta Agus PurwantoDunia Islam Mesti Kembali Pada Filsafat Diskusi LBH JakartaReformasi Kepolisian untuk Perburuhan

Langkah Antisipasi Mencegah ISIS Menurut Anggota DPR

Jakarta – Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi menilai ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk mencegah ISIS. Pertama, kata dia, harus memetakan dengan jelas, mana masyarakat sipil dan mana gerombolan ISIS apabila disinyalir suatu daerah sudah disusupi.

“Kedua memperkuat pengawasan perbatasan untuk lalu lintas penyelundupan senjata,” kata Bobby di Jakarta, seperti dilansir laman Republika, Sabtu (17/6). Dia menjelaskan langkah ketiga, menyiapkan operasi pencegahan ancaman teroris apabila sudah ada bukti yang cukup dan berkoordinasi juga dengan penegak hukum untuk melihat eskalasi ancamannya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan terdapat 16 wilayah yang didiami sel ISIS di Indonesia sehingga harus segera ditutup karena berbahaya. “Di Indonesia ada 16 tempat itu ISIS yang sudah ada, sudah bergabung dengan kita. Kalau kita tidak segera tutup pelarian ISIS yang ke Indonesia maka akan berbahaya,” kata Gatot di Gedung Nusantara II DPR Jakarta, Kamis (15/6).

Gatot hanya mencontohkan wilayah tersebut Bima, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur namun dirinya enggan merinci 16 wilayah yang disebut telah didiami sel ISIS di Indonesia. Sel itu, kata Gatot, merupakan sel “tidur” yang dapat bangun sewaktu-waktu dan salah satu indikasi sel itu aktif adalah peristiwa bom yang selalu berkaitan dengan ISIS.

“TNI sudah mengambil langkah dengan menutup gerak jaringan ISIS masuk ke Indonesia di pulau-pulau terluar seperti Pulau Marore, Miangas, Tahuna dan Kalawu,” ujarnya.

Dia mencontohkan sel tersebut menuju ke Maluku Utara lalu TNI menutup dengan operasi udara, militer, patroli udara dan laut serta kapal selam pun ditaruh di sana dan di setiap pulau-pulau tadi diadakan penebaran. Gatot menilai Indonesia harus memperhatikan secara serius kejadian di Marawi, Filipina Selatan karena sebagai pusat ISIS di Asia Tenggara, di daerah tersebut terdapat hingga 600 simpatisan. (Z/M)

Related posts:

IMG_0687Asal Usul ISIL Tokoh lintas kepercayaanTokoh Agama dan Aliran Kepercayaan Tolak ISIS Demi keutuhan NKRI Gereja di Serang ISISISIS Di Mata Umat Nasrani Indonesia ABI Press_ISISYenny Wahid: ISIS, Titik Kulminasi Kelompok Intoleran

Ketua MPR: Jangan Lagi Ribut Soal Agama

Ketua MPR Zulkifli Hasan melanjutkan hari kedua safari Ramadhan di Lampung, Sabtu (17/8). Pada kegiatan itu Zulkifli melakukan silaturrahmi bersama warga Pulau Panggang, Tanggamus.

Dalam sambutan silaturrahminya, Zulkifli Hasan menyampaikan pentingnya persatuan dalam keberagaman. “Kalau mau maju jangan lagi ribut soal suku dan agama. Pilihan boleh beda tapi persatuan tetap yang utama,” ujar Zulkifli, seperti dilansir laman Republika.

Permusuhan dan kebencian, kata Zulkifli, hanya membuat kita mundur jauh ke belakang. “Bayangkan sejak 71 tahun lalu kita sudah sepakat bersatu di atas perbedaan. Saatnya maju jangan mundur lagi,” ujarnya.

Selain Zulkifli, hadir mendampingi Ketua MPR, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri. Hadir pula Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan serta ribuan warga Pulau Panggang. (Z/M)

Related posts:

Lukman-Hakim-SaifuddinMPR: Rekonsiliasi, Syiah tak harus pindah keyakinan (dua dari kiri) Ustaz Hassan Alaydrus, Ustaz Jalaluddin Rakhmat, dan Kyai Alawi Nurul Alam al BantaniMaulid Bersama: Bukti Kokoh Ukhuwah Sunni-Syiah Peran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap PerempuanPeran Negara dan Pemuka Agama Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan 468447Tingkatkan Toleransi Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama

Demi Palestina, Tim Olahraga Iran Menolak Berhadapan dengan Tim Israel

Tim sepakbola Iran berpartisipasi dalam Kompetisi Olahraga Buruh Dunia yang berlangsung di Lituania. Seperti dilansir situs ParsToday (15/6), setelah menang 9-1 atas tim dari Belgia, tim sepakbola Iran menolak maju ke babak selanjutnya karena berada dalam satu grup dengan dua tim dari Israel.

Sikap itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rezim Zionis, demi membela perjuangan bangsa Palestina.

Pada kompetisi ini Iran menurunkan 19 tim dalam 11 cabang olahraga.

Sebelumnya, timnas tenis meja Iran juga menolak berhadapan dengan tim dari Israel pada pertandingan dunia Düsseldorf, Jerman.

Sikap serupa juga pernah ditunjukkan oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno (Bung Karno) terhadap Israel. Dalam sebuah pertandingan olahraga, Bung Karno dengan lantang menentang kepesertaan Israel dan tidak mengundang Israel di Asian Games tahun 1962 yang berlangsung di Jakarta.

Atas sikap tegas Bung Karno itu, Komite Olimpiade Internasional (KOI) kemudian mencabut sementara keanggotaan Indonesia dalam organisasi tersebut. Tak kalah galak, Bung Karno lantas menyatakan Indonesia keluar dari KOI dan menggagas dibentuknya olimpiade tandingan dengan nama GANEFO (Games of the New Emerging Forces).

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” kata Bung Karno dalam pidatonya pada 1962 silam. (AM)

Related posts:

ali akbar salehiMenlu Iran Fatah-Hamas Mesra, Mimpi Buruk bagi Israel 131008164823PNS Palestina Terancam Tak Rayakan Idul Adha Viva PalestinaViva Palestina Mamilla CemeteryIsrael Ubah Makam Syuhada Menjadi Hotel