Monthly Archives: March 2017

Statemen Hamas Peringati Hari Bumi Palestina

Untuk memperingati Hari Bumi Palestina (setiap 30 Maret), gerakan Hamas menegaskan hak kepulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka.

Pusat Info Palestina melaporkan, Divisi Urusan Pengungsi Hamas pada Rabu (29/3/2017) menyatakan bahwa Palestina adalah milik seluruh warga Palestina dan ia adalah hak yang tidak bisa diganggu gugat.

“Hak kepulangan ke seluruh wilayah Palestina adalah sebuah hak yang tetap, di mana tidak hilang dengan berlalunya waktu dan pihak mana pun juga tidak dapat merundingkan perkara ini,” tegasnya.

Hamas lebih lanjut mengatakan, komitmen bangsa Palestina terhadap tanah airnya dan kesiapan mereka untuk berkorban adalah petunjuk bahwa rezim Zionis Israel dan konspirasi-konspirasinya sedang hancur.

“Pembebasan tanah Palestina, pengembalian hak-hak yang telah hilang dan pemulangan pengungsi ke kota-kotanya akan segera terwujud,” tambahnya.

Statemen Hamas menyebutkan bahwa peringatan ke-41 Hari Bumi Palestina merupakan titik balik dalam konflik dengan Israel, di mana bangsa Palestina selalu melawan upaya untuk menghapus atau mengubah indentitasnya.

“Dari tahun 1948 sampai sekarang, bangsa Palestina melawan proposal untuk berdamai atau berkompromi dengan para perampas tanah airnya,” tandas Hamas.

Hari Bumi Palestina adalah hari kebangkitan nasional rakyat Palestina di wilayah pendudukan tahun 1948.

Pada 30 Maret 1976, rezim Zionis merampas ribuan hektar tanah milik warga Palestina di wilayah pendudukan demi menyempurnakan kebijakan imperialismenya.

Pada hari itu, militer Israel menyerang rakyat Palestina di daerah al-Khalil dalam aksi protes kebijakan perampasan tanah Arab. Enam warga Palestina gugur syahid dalam serangan tentara Zionis.

Sumber: ParsToday

Related posts:

131008164823PNS Palestina Terancam Tak Rayakan Idul Adha Roket Hamas Hantam IsraelRoket Hamas Hantam Israel ali akbar salehiMenlu Iran Fatah-Hamas Mesra, Mimpi Buruk bagi Israel politisi PKSTanggapan Sekjen DPP ABI Atas Pernyataan Politisi PKS yang Mendukung Serangan AS ke Suriah

Video: Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang

Surabaya – Sejumlah organisi tergabung dalam jaringan Advokasi Syiah Sampang menggelar deklarasi untuk kepulangan pengungsi. Deklarasi digelar di Surabaya, dalam acara renungan malam “5 Tahun Warga Syiah Sampang menjadi Pengungsi di Negeri Sendiri,” Selasa (21/3).

Deklarasi “Kami Berhak Pulang” ditandatangani bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, AMAN Indonesia, Yakkum Emergency Unit (YEU), Ahlulbait Indonesia (ABI) Jatim, Amnesty International, Gusdurian, Keuskupan Jatim, GKI, PMII Sampang, YLBHU, YLBHI, PUSAD, ANBTI, PUSHAM UBAYA, dan Asian Human Rights Commission (AHRC).

Deklarasi yang berisi 5 poin tuntutan ini, juga dibacakan dalam acara renungan malam yang dihadiri sekitar 300 orang saat itu.

Berikut video pembacaan isi deklarasi:

Related posts:

bf61f2a8-a82e-4ebb-85d3-be1c96f92d75Tersandera di Negara Merdeka 7994ae0e-0650-4726-a7d0-fdc7a3bdb041KontraS Surabaya: Pemerintah belum Temukan Solusi Pemulangan Pengungsi Syiah Sampang Pelukan RusunawaSiaran Pers YLBHU : Sampang Kondusif, Waktunya Pemerintah Bergerak 7653_17064Manisnya Proses Islah Sunni dan Syiah Sampang

ABI: 1 Rajab 1438 H Jatuh pada Hari Kamis

Berdasarkan hasil istihlal oleh Tim Ru’yatul Hilal kami di beberapa titik pantau yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta merujuk kepada berbagai referensi kriteria visibilitas hilal pada hari ini, Selasa, 29 Jumada Al-Akhira 1438 H/28 Maret 2017, termasuk prediksi awal bulan Rajab oleh kantor Markaz al-Islam al-‘Ashil dan website kantor Ayatullah Sayid Ali Sistani DZh, maka sesuai pandangan dan dasar-dasar fiqh Ahlul Bait yang kami anut, diberitahukan kepada segenap pengikut Ahlul Bait di Indonesia bahwa tanggal 1 Rajab 1438 H jatuh pada hari Kamis, 30 Maret 2017.

Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan.

 

Koordinator Dewan Itsbat Hilal Ahlul Bait Indonesia

Abdullah Beik, MA.

 

Mengetahui,

Ketua Dewan Syura ABI

Dr. Umar Shahab, MA.

Related posts:

Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab Ahlulbait IndonesiaMengutuk Bom Bunuh Diri di Qatif Siaran Pers DPP Ahlulbait IndonesiaPernyataan Sikap DPP ABI Terkait Demo 1 Muharam di Bangil WhatsApp Image 2017-01-26 at 18.19Melawan Hoax, Merawat Indonesia

Iran Jatuhkan Sanksi kepada 15 Perusahaan Amerika

Teheran – Republik Islam Iran membalas pengenaan sanksi-sanksi baru Washington terhadap Teheran dengan mengenakan sanksi pada 15 perusahaan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan dalam pernyataan Minggu (26/3) bahwa Republik Islam Iran telah menerapkan sanksi terhadap 1 5 perusahaan Amerika yang ikut menopang rezim Zionis, teroris dan menekan warga sipil di kawasan.

“Republik Islam Iran mengutuk kebijakan baru yang diambil pemerintahan Amerika Serikat untuk mengenakan sanksi ekstrateritorial sepihak terhadap warga Iran serta non-individu dan institusi Iran,” kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi negara itu, IRNA.

Kementerian menyebut pengenaan sanksi-sanksi baru tersebut dilakukan Amerika Serikat berdasarkan dalih palsu dan tidak sah dan setara dengan tindakan pelanggaran regulasi internasional serta isi dan semangat Rencana Aksi Komprehensif Bersama.

Menurut pernyataan kementerian, ke-15 perusahaan Amerika dijatuhi sanksi karena pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia.

Kementerian menyatakan perusahaan-perusahaan itu secara langsung dan atau tidak terlibat dalam kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis di daerah pendudukan Palestina, atau mendukung kegiatan teroris rezim dan pembangunan permukiman Zionis Israel di tanah Palestina, yang melanggar Resolusi 2334 yang disahkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendesak Tel Aviv menghentikan pembangunan permukiman baru.

Perusahaan Amerika yang dijatuhi sanksi Iran antara lain BENI Tal, United Technologies Produces, RAYTHEON, ITT Corporation, Re/Max Real Estate, Oshkosh Corporation, Magnum Research Inc., Kahr Arms, dan M7 Aerospace.

Selain itu ada Lewis Machine and Tool Company, Daniel Defense, Bushmaster Firearms International, O.F. Mossberg Sons, dan H-S Precision Inc.

Kebanyakan perusahaan yang masuk daftar sanksi terlibat dalam kegiatan keamanan dan militer dan membantu rezim Zionis melanjutkan kejahatan terhadap warga Palestina menurut IRNA.

Sumber: Antaranews

Related posts:

RaminMehmanparastIran: Amerika dan NATO Bukan Lindungi Rakyat, Tapi Incar Minyak Libya! barack-obama-dan-hassan-rouhani-_130929205942-123Israel Khawatirkan Kedekatan Obama-Rouhani Upaya Ulama Terkemuka Dua Mazhab Merajut Ukhuwah Sunni-Syiah 18dadb74-bb22-49b3-a6de-d9d18fae8326_169Iran Tanggapi Sanksi AS terkait Uji Coba Rudal

KontraS Surabaya: Pemerintah belum Temukan Solusi Pemulangan Pengungsi Syiah Sampang

Surabaya – Kepala Biro Pemantauan dan Dokumentasi HAM, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Fakhul Khair mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menemukan solusi untuk memulangkan pengungsi Syiah Sampang yang kini tinggal di rumah susun Jemundo Sidoarjo sejak tahun 2013.

“Ternyata pemerintah tidak mau mengurus pemulangan mereka,” imbuh Fatkhul pada acara renungan malam “5 Tahun Warga Syiah Sampang menjadi Pengungsi di Negeri Sendiri,” di Suarabya, Selasa 21 Maret 2017.

Apa yang disampaikan Fakthul merujuk kepada pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin saat ditanya Kompas usai menghadiri wisuda ke-78 di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu 18 Maret 2017.

“Masalah ini (pengungsi Syiah) lebih ditangani Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah, kita terus koordinasikan,” kata Menteri Lukman saat itu.

Fatkhul pun menyoroti peran pemerintah yang hanya memberikan jatah hidup kepada warga Syiah Sampang selama di pengungsian. Padahal pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan mereka melalui berbagai upaya di antaranya advokasi. Bahkan, upaya diskusi mencari solusi pun sudah dilakukan, namun ternyata belum ada respon positif.

Oleh karena itu ia mengajak berbagai pihak melakukan diskusi publik agar bisa menyuarakan rekonsiliasi yang sempat dibentuk pemerintah.

Tidak adanya polical will dari pemerintah ini dikhwatirkan malah membesarkan praktik intoleransi yang mengarah pada radikalisme.

“Tanggungjawab kita bersama mendesak negara memulangkan mereka,” pungkasnya.

(LY)

 

Related posts:

bf61f2a8-a82e-4ebb-85d3-be1c96f92d75Tersandera di Negara Merdeka Pelukan RusunawaSiaran Pers YLBHU : Sampang Kondusif, Waktunya Pemerintah Bergerak 7653_17064Peneken Islah Sunni-Syiah Sampang Diinterogasi Pemakaman Habib Lukman BilfaqihHabib Lukman, Duka Kami Kau Tinggalkan

Nobar dan Diskusi Film Bid’ah Cinta

Jakarta – Nurcholish Madjid Society (NCMS) menggelar acara nonton bareng dan diskusi film Bid’ah Cinta di bioskop XXI Epicentrum Jakarta Selatan, Rabu (22/3). “Kami melihat film ini sesuai dengan konsepsi dan ide-ide yang diusung dan didukung NCMS,” kata Nanang Tahqid mewakili NCMS.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, NCMS concern pada persoalan keagamaan yang berhubungan dengan perbedaan, keyakinan, termasuk juga kajian Islam. Nanang melihat, semangat yang disusung dalam film Bid’ah Cinta, selaras dengan semangat NCMS mengangkat isu-isu radikalisme dan intoleransi serta upaya penanganannya, sehingga penting untuk mendiskusikan film yang disutradarai Nurman Hakim ini.

Semangat pembuatan Film Bid’ah Cinta diangkat bermula dari keresahan melihat situasi keagamaan di masyarakat. Terutama potensi konflik yang begitu besar akibat perbedaan keyakinan. “Semoga setelah menonton film ini wawasan dan perspektif kita terhadap perbedaan lebih terbuka,” kata sutradara yang juga hadir meramaikan diskusi saat itu.

Nurman Hakim berpandangan, bahwa film tidak sekedar sebagai hiburan, tapi juga harus merepresentasikan suatu kondisi masyarakat untuk mendorong perubahan. Namun begitu, tidak melulu konflik perbedaan pemahaman agama yang disajikan dalam film Bid’ah Cinta. Penonton juga berkali-kali dibikin ketawa dengan adegan-adegan lucu dan sesekali dibikin sedih dengan kisah haru.

Selain sutradara, dalam diskusi dan nonton bareng juga dihadirkan beberapa pemeran film, penulis, serta para penanggap di antaranya Dr. Rumadi Ahmad dari Lakpesdam NU, Fajar Riza Ul Haq dari Maarif Institute dan beberapa lainnya.

(Zen-Malik)

Related posts:

Diskusi Budi UtomoBudi Utomo dan Tantangan Nasionalisme Masa Kini Aksi Solidaritas AJIAksi Solidaritas AJI: Lawan Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan Aula Nurcholis Majid Universitas ParamadinaDiskusi Budaya: Menguatkan Prinsip Kebhinekaan ABI-MenkopolhukamSilaturahmi ABI ke Kemenko Polhukam

Tersandera di Negara Merdeka

Sungguh ironis manakala negara telah menyatakan merdeka namun ada segilintir anak bangsa yang belum merasakan kebebasan. Ternyata ada perbedaan makna antara merdeka dengan bebas.

Hal itu disampaikan Dr. Muhsin Labib dalam orasi renungan malam “5 Tahun Warga Syiah Sampang menjadi Pengungsi di Negeri Sendiri,” di Surabaya, Selasa 21 Maret 2017.

“Merdeka mewakili institusi negara yaitu lepasnya okupasi negara lain, sementara bebas mewakili free will atau kehendak manusia sendiri,” ucap Muhsin Labib.

Bangsa Indonesia yang bangga dengan jargon kebhinnekaan ternyata masih terjadi disharmoni antara makna dengan kata. Korban disharmoni itu dialamai warga muslim Syiah Sampang yang sampai sekarang masih terusir dari kampung halamannya sendiri.

Muhsin Labib meminta kepada awak media dan para aktivis untuk terus menyuarakan kebebasan mereka. Untuk itu ia meminta kepada awak media dan aktivis untuk meluruskan tiga hal.

Pertama, persoalan Sampang bukanlah konflik antara dua kelompok masyarakat. Menurutnya, makna konflik terjadi bila dua masyarakat yang berimbang saling berbenturan. Yang terjadi di Sampang merupakan tragedi kemanusiaan.

“Yang terjadi di Sampang hanyalah sekelompok masyarakat kecil  yang tinggal di desa, diserang kelompok yang jauh lebih besar hanya karena pemegang sentra-sentra kuasa merasa terancam. Padahal Muslim Syiah Sampang ini orang-orang yang lugu, bahkan sebagiannya berbahasa Indonesia saja tidak bisa,” katanya.

Kedua, yang terjadi di pada Muslim Syiah Sampang bukan karena dongeng sengketa cinta sebagaimana yang selama ini disebarkan. Ketiga, bukan pula karena rumor sumber minyak.

“Tapi karena kehendak dominasi berselimut doktrin,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengingatkan, konstitusi mengamanatkan tidak ada keharusan beragama tertentu di Indonesia ini. Pemaksaan untuk beragama dan berkeyakinan tertentu hanyalah upaya rezim despotik menguasai pihak lain dengan menggunakan agama.

Muhsin Labib mengutip filsuf Nietzsche yang menyatakan, kehendak paling jahat dari manusia adalah kehendak dominasi dan menghambakan orang lain.

“Padahal tauhid tujuannya untuk memastikan tidak ada orang yang menghambakan diri kepada manusia,” tegasnya.

Warga Muslim Syiah Sampang tidak lagi tinggal di kampung halamannya. Pengungsi Syiah ini sekarang mendiami rumah susun Jemundo terhitung sudah empat tahun lebih sejak Agustus 2012 diusir dari kampung halaman di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, dan Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

(LY-Malik)

Related posts:

Pelukan RusunawaSiaran Pers YLBHU : Sampang Kondusif, Waktunya Pemerintah Bergerak IMG-20130923-WA0051Foto Dokumen Piagam Perdamaian Syiah Sampang islahUpaya Islah Sunni dan Syiah Sampang kian Menguat Muslim Syiah SampangNasib Pengungsi Muslim Syiah Sampang: Jalani Ramadhan Kedua di Rusunawa

Refleksi 5 Tahun Perjalanan Advokasi Syiah Sampang

bc1148d5-96cf-41cc-b38d-950b2aa85880

Surabaya – Sejumlah organisasi tergabung dalam jaringan Advokasi Syiah Sampang terdiri dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, AMAN Indonesia, Yakkum Emergency Unit (YEU), Ahlulbait Indonesia (ABI) Jatim, Amnesty International, Gusdurian, Keuskupan Jatim, PMII Sampang, YLBHU, YLBHI, PUSAD, ANBTI, dan Asian Human Rights Commission (AHRC), mengadakan acara refleksi lima tahun perjalanan advokasi Muslim Syiah Sampang, di Surabaya, Selasa (21/3).

“Acara ini digelar sebagai upaya mendorong pemerintah segera menyelesaikan tragedi Sampang dengan landasan Undang-Undang untuk menghindari tragedi serupa yang dapat menimpa warga negara rentan lainnya di kemudian hari,” papar Muadz selaku wakil ketua panitia acara itu. Muadz menambahkan, acara tersebut juga dimaksudkan untuk mengingatkan publik akan dampak buruk aksi intoleransi. Kasus yang menimpa Muslim Syiah Sampang merupakan contoh nyata dampak dari tindakan intoleransi di negeri ini.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat luas dan mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah kongkrit atas persoalan yang dihadapi komunitas Syiah Sampang. Sampai hari ini belum ada kejelasan menyangkut nasib mereka. Pada Agustus 2012, mereka diusir dari rumah-rumah mereka di Kabupaten Sampang setelah sebuah kelompok massa anti-Syiah menyerang. Atas kejadian itu, kemudian otoritas pemerintah Sampang menempatkan komunitas Syiah di GOR Sampang. Pada 20 Juni 2013, pihak berwenang Kabupaten Sampang kembali mengusir paksa dan memindahkan mereka ke rusun Jemundo, kec. Sepanjang, kab. Sidoarjo. Jawa Timur hingga kini.

Lima tahun berlalu, jaringan advokasi telah melakukan berbagai upaya mendesak pemerintah untuk mengambil langkah dan memastikan pemulangan secara bermartabat dan memenuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. Janji penyelesaian dan pemulangan terhadap komunitas Syiah Sampang sudah mencuat sejak Juli 2013, saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menemui anggota-anggota komunitas Syiah dan berjanji untuk memulangkan mereka ke kampung halaman dan membangun kembali rumah-rumah yang dirusak.

Selain itu, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah membentuk Tim Rekonsiliasi dengan menunjuk Rektor IAIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai ketua. Dalam perjalanannya tim rekonsiliasi tidak berjalan sesuai harapan. Pada Agustus 2014, Menteri Agama Lukman Hakim, sebelumnya juga telah menemui komunitas Syiah maupun para pemimpin dari komunitas Sunni di Sampang, dan mengklaim ia sangat optimis bahwa komunitas Syiah bisa pulang ke rumah mereka. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tindakan nyata upaya pemerintah memulangkan pengungsi.

Oleh sebab itu, dalam renungan malam ini jaringan advokasi mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk memulangkan pengungsi ke kampung halamanya, serta mengembalikan hak-hak pengungsi yang dihilangkan paksa selama berlangsungnya pengusiran.

Dalam renungan malam juga digelar penandatanganan deklarasi bersama mendukung kepulangan pengungsi oleh jaringan advokasi.

Baca juga:

Lima Tahun Terusir dari Kampung Sendiri

Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang

(Malik)

Related posts:

Pelukan RusunawaTemu Kangen Warga Bluuran, Karang Gayam dan Panden dengan Pengungsi Syiah Sampang Kronologis Kasus Muslim Syiah SampangKronologis Kasus Muslim Syiah Sampang Muslim Syiah Sampang Rayakan Idul AdhaMuslim Syiah Sampang Rayakan Idul Adha Kedua di Pengungsian Bersama Membangun Hidup Berbhinneka Tunggal IkaBersama Membangun Hidup Berbhinneka Tunggal Ika

Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang

Surabaya – Sejumlah organisi tergabung dalam jaringan Advokasi Syiah Sampang menggelar deklarasi untuk kepulangan pengungsi. Deklarasi digelar di Surabaya, dalam acara renungan malam “5 Tahun Warga Syiah Sampang menjadi Pengungsi di Negeri Sendiri,” Selasa (21/3).

Deklarasi “Kami Berhak Pulang” ditandatangani bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, AMAN Indonesia, Yakkum Emergency Unit (YEU), Ahlulbait Indonesia (ABI) Jatim, Amnesty International, Gusdurian, Keuskupan Jatim, GKI, PMII Sampang, YLBHU, YLBHI, PUSAD, ANBTI, PUSHAM UBAYA, dan Asian Human Rights Commission (AHRC).

d7c373d2-5633-41ea-bb6b-d4ce72316b51

Deklarasi yang berisi 5 poin tuntutan ini, juga dibacakan dalam acara renungan malam yang dihadiri sekitar 300 orang saat itu.

Berikut isi deklarasi:

Deklarasi Bersama “Kami Berhak Pulang”

Selasa, 21 Maret 2017

Mendesak Pemerintah (Presiden, Gubernur, Kepala Daerah terkait) untuk:

1. Mengambil langkah strategis dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk memulangkan pengungsi ke kampung halamanya.

2. Mengembalikan hak-hak pengungsi yang dihilangkan paksa selama berlangsungnya pengusiran.

3. Memberikan jaminan keamanan kepada para pengungsi pasca pemulangan.

4. Memulihkan keadaan sosial kemasyarakatan pasca konflik di Kabupaten Sampang dan kelompok-kelompok masyarakat lain yang mengalami nasib yang sama.

5. Memastikan tidak terjadi lagi pengusiran kelompok minoritas atau komunitas tertentu dalam internal negara Indonesia.

806f5cbf-9694-4ba4-aea3-6bb948595dfd

 

Baca juga:

Lima Tahun Terusir dari Kampung Sendiri

Refleksi 5 Tahun Perjalanan Advokasi Syiah Sampang

(Malik)

Related posts:

7653_17064Manisnya Proses Islah Sunni dan Syiah Sampang 7653_17064Saningwar : Warga Sunni Ajak Pulang Pengungsi Syiah Surat Pegowes Syiah Sampang Untuk Pak SBYSurat Pegowes Syiah Sampang Untuk Pak SBY Kronologis Kasus Muslim Syiah SampangKronologis Kasus Muslim Syiah Sampang

Bom Mobil di Baghdad Renggut Puluhan Korban Jiwa

Baghdad – Sedikitnya 23 orang tewas dan 45 lainnya terluka akibat ledakan bom mobil di barat Baghdad, ibukota Irak.

Ledakan terjadi di distrik perbelanjaan Hay al-Amil, Senin malam (20/3/2017).

Menurut laporan AFP, tanggung jawab insiden itu diklaim oleh kelompok teroris Takfiri Daesh, dalam sebuah pernyataan online yang menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa mencapai 23 orang.

Rangkaian aksi oleh Daesh terjadi sejak awal operasi militer Irak dimulai untuk merebut kembali kota Mosul, Irak utara. Dalam dua tahun terakhir, teroris Takfiri telah menderita serangkaian kekalahan. Namun secara teratur para teroris melancarkan serangan di sekitar Baghdad.

Militer dan pasukan relawan Irak terlibat dalam serangan untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir para teroris Daesh Takfiri ‘di negara Arab, sejak Oktober 2016.

Pasukan Irak menguasai Mosul timur pada bulan Januari setelah 100 hari bertempur dan memulai pertempuran di bagian barat kota itu pada 19 Februari.

Sumber: ParsToday

Related posts:

0932361Bom-Mobil-di-Sadr-City780x390Sembilan Bom Hantam Permukiman Syiah di Baghdad, 30 Tewas 4bmv4a08dc4032o190_800C450Serangan Bom Tewaskan Puluhan Peziarah di Damaskus sekjen pbbSekjen PBB Kecewa dengan Perluasan Permukiman di Jerusalem Timur 10-8-11  harga minyak jatuh setelah fed turunkan prospek pertumbuhanHarga Minyak Jatuh Setelah Fed Turunkan Prospek Pertumbuhan