Monthly Archives: February 2017

Musda DPD ABI Kabupaten Garut Jawa Barat

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Garut Jawa Barat bersama Departemen Pendidikan dan Kader ABI menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serta Pelatihan Kader Dasar. Kegiatan itu berlangsung di Garut Jawa Barat, Jumat, 24 Februari 2017.

WhatsApp Image 2017-02-27 at 14.47.17

Kegiatan Musda ini terselenggara selama tiga hari. Di antara rangkaian kegiatannya yaitu, menetapkan Program Kerja Daerah, serta memilih Ketua Umum periode 2017-2019. Pada pemilihan ketua kali ini, Jovi Adnan terpilih untuk priode 3 tahun kedepan.

”Kegiatan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan anggota kader dan terbentuknya kepengurusan hasil Musda.” Papar Yofi Adnan.

(Zen-Malik)

Related posts:

kaligrafiramadhanLukisan Kaligrafi Dipamerkan Selama Ramadhan LikurMalam Tujuh Likur, Tradisi Ramadhan Masyarakat Riau HUT-RI-71-DPW-ABI-Kalsel-2Bukti DPW ABI Kalsel Hormati Jasa Pahlawan dan Cinta NKRI Karnaval-Banjarnegara-2Karnaval Budaya Angkat Potensi Daerah Purbalingga

Buku: Pendekatan Sunnah dan Syiah

1d82f818-f700-4731-8aa8-e7169cf93e5eSyekh Salim Bahansawiy, seorang ulama Ahlus Sunnah di Cairo, Mesir berupaya memperjuangkan terwujudnya persatuan Muslimin sedunia melalui tulisan-tulisannya. Salah satunya ialah buku kecil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ust. Husein bin Abu Bakar Al-Habsyi berjudul “Pendekatan Sunnah dan Syiah” ini.

Beliau menyadari sepenuhnya bahwa dewasa ini usaha memecah belah dunia Islam dilakukan dengan mempertentangkan Ahlus Sunnah dan Syiah. Pihak-pihak yang tidak menghendaki kehadiran Islam tahu, jika keduanya bersatu Imperium Kafir di Barat dan Timur akan goncang dan Tumbang.

Berbagai kelompok yang berusaha mendekatkan berbagai madzhab Islam menjadi cuplikan awal buku ini. Sebagai contoh, Imam Al-Banna dan Imam Al-Qummy memeberikan sumbangannya masing-masing; terciptalah kerjasama yang baik antara Ikhwanul Muslimin dan Syiah. Usaha tersebut menghasilkan terlaksanannya kunjungan Imam Nuwwab As-Shafawiy ke Cairo pada tahun 1954. Di Cairo ia berada di Markas Ikhwanul Muslimin hingga saat diminta oleh pemerintah Mesir supaya kembali ke Iran.

Tidaklah mengherankan jika usaha yang ditempuh oleh dua golongan madzhab tersebut menghasilkan kerjasama dan saling bantu. Imam Hasan Al-Banna sendiri di dalam Risalah Kongres ke-V antara lain mengatakan: “Salah satu dari pandangan menyeluruh tentang Islam ialah , bahwa segenap kaum Muslimin, lepas dari perbedaan yang ada, harus dipandang sebagai peristiwa zaman. Adalah kewajiban bagi seluruh kaum Muslimin untuk mewujudkan kesatuan Islam sebagai kekuatan Internasional…..”

Sedangkan Imam Ayatullah Khomeini mengatakan: “Landasan satu-satunya yang menjadi sandaran kita ialah keadaan pada zaman hidupnya Rasulullah s.a.w, dan zaman hidupnya Imam Ali bin Abi Thalib r.a …” Lebih lanjut dikatakan: “Kita hendak menegakkan hukum Islam sebagaimana yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w. Bagi kita tidak ada perbedaan antara Ahlus Sunnah dan Syiah, karena madzhab-madzhab itu tidak dikenal pada zaman Rasulullah s.a.w”

Syekh Salim dalam buku ini juga menyuguhkan beberapa pandangan mengenai perbedaan-perbedaan Ahlus Sunnah dan Syiah. Seperti halnya 12 Imam yang diyakini oleh madzhab Syiah, juga terdapat pandangan yang sama mengenai jumlah 12 khalifah dalam riwayat Ahlus Sunnah. Muslim, di dalam shahih-nya Bab Imarah mengetengahkan sebuah hadits yang memberitakan tentang adanya 12 khalifah, yang semuanya berasal dari Quraisy. Kemudian yang tetap menjadi perselisihan ialah masalah ishmah (terpelihara dari kesalahan dan dosa).

Masalah lain misalnya tentang Al-Quran. Syekh Salim mengemukakan Mushaf (Kitab Suci Al-Quran) yang pada kaum Ahlus Sunnah sama saja dengan Mushaf yang ada di masjid-masjid dan rumah-rumah kaum Syiah. Kenyataan yang ada tidak seperti yang dituduhkan kelompok tertentu yang mengatakan Syiah memiliki Mushaf berbeda dengan Mushaf Ahlus Sunnah.

Selain itu, perbedaan pandangan mengenai wasiat Nabi Muhammad s.a.w, juga dikemukakan. Pandangan Syiah mengenai wasiat nabi, “Kitabullah dan Ahlulbait Nabi” juga diperkuat oleh riwayat-riwayat dari kalangan Ahlus Sunnah sendiri. Tentang wasiat ini, kemudian dikenal dengan hadits tsaqolain.

Dalam shahih At-Tirmudziy II/308, meriwayatkan, Rasulullah s.a.w mengatakan, “Hai orang-orang (kaum Muslimin) telah kutinggalkan sesuatu di tengah-tengah kalian, bila hal itu kalian ambil, kalian tidak akan tersesat: Kitab Allah dan keturunanku, Ahlul-Baitku.”

Mengenai hadits tsaqolain ini sendiri, beberapa kitab dan perawi Ahlus Sunnah juga menyebutkannya. Seperti dalam Shahih Muslim Bab Fadha’ilus Shahabah, pasal Fadha’il Ali bin Abi Thalib. Imam Muslim meriwayatkannya dari sanad-sanad lain. Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Al-Masnad IV/336; oleh All-Bayhaqiy dalam As Sunnah II/148; oleh Ad-Daramiy di dalam ringkasan Sunan-nya II/431; juga dalam Musykilul Atsar IV/368, juga tercantum di dalam kitab-kitab At Tajul Jami’ Lil Ushul Fi Ahaditsir Rasul III/347, Fadha’il Bab IV tentang Manaqib Ahlul Bait, yang dikutib dari Shahih Muslim dan Shahih At-Tirmudziy.

(AM)

Related posts:

Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab UntitledAktivis Persis: Rasionalitas dan Akhlakul Karimah, Sendi Dakwah Islam Buku Ahlulbait IndonesiaResensi Buku: Syiah Menurut Syiah abuDr. Alwi Shihab: Hindari Mengkafirkan Sesama Muslim

Penyusunan Kurikulum Diniyah Muslimah Ahlulbait Indonesia

Jakarta – Muslimah Ahlulbait Indonesia menggelar Pertemuan Nasional Tim Penyusunan Kurikulum Diniyah Anak Ahlulbait Indonesia. Pertemuan berlangsung di Jakarta selama tiga hari sejak tanggal 24 hingga 26 Februari 2017.

Zainab Endang Rahayu, selaku Ketua Muslimah Ahlulbait Indonesia (Muslimah ABI) menerangkan, penyusunan kurikulum dimaksudkan untuk mempermudah para pengajar mencapai target program pendidikan yang harus diberikan kepada anak didik.

2185d3f8-b146-453b-9ab1-4a323ce68c54

Zainab menambahkan, kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang harus dirumuskan oleh lembaga penyelenggara pendidikan.

Materi kurikulum yang disusun meliputi pendidikan Al-Qur’an, aqidah, fiqih, hadist/akhlak, dan pendidikan sejarah.

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan di antaranya perwakilan Muslimah ABI Pimwil Jawa Timur; TPQ al – Husaini, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah; Mahdian Az-Zahra Bandung; TPQ al-Kautsar Bogor; Islamic Sunday School Jakarta; Ummul Ushul Children’s Islamic School  (ULCIS) Jakarta; serta Muslimah ABI Pimnas, Bidang Pendidikan.

Zainab berharap, kurikulum yang disusun ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi penyelenggara Madrasah Diniyah Anak Ahlulbait Indonesia.

(Zain-Malik)

Related posts:

Agus PurwantoDunia Islam Mesti Kembali Pada Filsafat Diskusi LBH JakartaReformasi Kepolisian untuk Perburuhan Dialog mahasiswa UHAMKAWaspadai Meningkatnya Gerakan ISIS di Indonesia Wahid InstituteYenny Wahid: Pemerintah Indonesia Harus Tegas Kepada Myanmar

Video: Pernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia Tentang Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia

Related posts:

Pesan Ketua Umum MUI, Prof. Dien Syamsuddin dalam Muktamar II ABI 2014Sambutan Ust. Hassan Alaydrus pada Pembukaan Muktamar II ABI Muktamar II Ahlulbait IndonesiaSambutan Ketua MUI Pada Pembukaan Muktamar ABI ke Dua Muktamar II Ahlulbait Indonesia di Kemenag Jl. Thamrin Jakarta PusatSambutan oleh Prof.Dr. Machasin MA, Pada Pembukaan Muktamar II ABI donaldKPK Diminta Tancap Gas Tuntaskan Tunggakan Kasus

Pemerintah Keluarkan Peraturan Baru Pertambangan, Begini Tanggapan Ormas ABI

Pemerintah mengeluarkan peraturan baru (PP Nomor 1 tahun 2017) tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan dan Batu Bara. Melalui PP yang dikeluarkan 11 Januari itu, pemerintah mengubah status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dengan membangun smelter, dan divestasi sahamnya sebesar 51 persen kepada pemerintah.

PT Freeport Indonesia (PTFI) salah satu perusahaan tambang raksasa di Papua pun menghadapi situasi sulit pasca dikeluarkannya peraturan itu. Pihak PTFI yang keberatan dengan peraturan itu berencana menempuh jalur pengadilan internasional atau arbitrase.

Dalam keterangannya, pemerintah menerbitkan PP Nomor 1 2017 itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertama, dalam rangka pelaksanaan peningkatan nilai tambah mineral logam melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral logam sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Pemerintah terus berupaya mendorong terwujudnya pembangunan fasilitas pemurnian di dalam negeri;

Kedua, dalam rangka memberikan manfaat yang optimal bagi negara serta memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi pemegang IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, Kontrak Karya, dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara, perlu mengatur kembali ketentuan mengenai divestasi saham;

Ketiga, berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Terkait hal itu, DPP Ahlulbait Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

DPP Ahlulbait Indonesia dengan ini menyatakan dukungan serius kepada pemerintah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengubah kontrak karya pertambangan PT Freeport Indonesia menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

DPP Ahlulbait Indonesia mendukung penerapan pajak beragam, kebijakan smelter, divestasi, pembatasan luasan lahan dan sebagainya. Kami memandang semua itu sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip kedaulatan negara dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri.

Lebih lanjut, DPP Ahlulbait Indonesia ingin agar pemerintah yang telah mengesahkan PP No.1 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 6 Tahun 2017 juga dapat melihat masalah secara lebih luas, bukan hanya dari sisi kalkulasi untung rugi ekonomi. Pemerintah diharapkan dapat memperhatikan persoalan keadilan sosial, tanah rakyat Papua yang diambil oleh PT Freeport Indonesia, melihat perusakan ekologi yang terus terjadi dan pelanggaran hak asasi manusia yang masih merupakan ancaman laten. Dengan demikian, tata kelola tambang Freeport dan tambang-tambang lain di masa mendatang dapat memperhatikan aspek-aspek kemanusian, keadilan sosial dan ekologi secara lebih menyeluruh.

Demikianlah sikap DPP Ahlulbait Indonesia. Semoga Allah memberkahi bangsa dan negara tercinta ini, serta menguatkan pemerintah dalam mengemban amanat UUD 1945 dan mengantar Indonesia ke masa depan yang lebih cerah dan makmur.

Related posts:

ponpes al-zaytunNII dan Pembiaran Pemerintah Dialog-GudurianMengikis Stigma Buruk Gerakan Buruh Prof. Dr. Machasin dan Mujtahid Syiah Irak, Sayyid Izzuddin al-HakimSilaturahmi Mujtahid Syiah Irak ke KEMENAG RI Freedom-InstituteEkonomi Indonesia Melemah

Komunitas Pemuda Nusantara Menggelar Pena Award Kedua

Jakarta – Dalam rangka memeriahkan ulang tahunya yang ke-2, Komunitas Pemuda Nusantara (PENA) menggelar perhelatan PENA Award untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada  Tokoh, Pemuda, serta Pahlawan Literasi  yang telah berkarya, mengabdi dan menginspirasi banyak orang di Indonesia, pada Selasa (21/2/2017), di Jakarta.

Ketua PENA Miftahul Razaq menyampaikan bahwa penganugerahan PENA Award ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh PENA. Jika pada edisi pertama penghargaan hanya diperuntukkan untuk anggota PENA saja, kali ini penganugerahan tersebut diperluas, tidak hanya untuk anggota, namun juga para aktivis yang berada di luar komunitas PENA.

“Ini merupakan PENA Award yang kedua. Kali ini kami ingin mengapresiasi mereka, orang-orang di luar PENA yang telah berkarya untuk bangsa dan juga telah menginspirasi anak-anak muda Indonesia dengan menyuarakan nilai-nilai kejujuran, perdamaian dan persatuan,” ujar Miftah dalam sambutanya di acara PENA Award.

Pria kelahiran Demak itu juga mengatakan bahwa PENA Award dihadirkan untuk mendorong para pemuda Indonesia, khususnya anggota PENA agar selalu memiliki keinginan kuat dalam mendedikasikan bakti dan karyanya untuk Indonesia.

“Kami mengharapkan PENA Award dapat menstimulus para pemuda untuk berkarya dan mengabdi bagi bangsa Indonesia. Masa depan bangsa ada di tangan para pemuda,” paparnya.

Lebih lanjut Miftah mengungkapkan, sebagai komunitas yang bergerak di bidang Intelektual, Sosial, dan Agama, serta menjunjung nilai solidaritas dan persatuan, PENA akan berusaha terus menghadirkan program-program yang dapat memberikan manfaat kepada para pemuda serta masyarakat pada umumnya.

Dalam pagelaran PENA Award tersebut, enam orang terpilih sebagai pemenang dibagi dalam beberapa kategori; Pemuda Inspiratif (Andri Rizki Putra), Tokoh Inspiratif (Irfan Amalee), Pahlawan Literasi (Maman Suherman), Duta Terkreatif dan Terinspiratif (Zainab Aidid), Duta Teraktif (Rajib) dan Program PENA terbaik adalah Gerakan Anti Amnesia Buku.

(Amar Faizal Haidar)

Related posts:

210508820131010-185055780x390Lebih dari 2000 Pelajar Indonesia Tertarik Studi di Belanda Layanan e-Resources Perpusnas Dongkrak Minat Baca MasyarakatLayanan e-Resources Perpusnas Dongkrak Minat Baca Masyarakat Proxy WarMayjen TNI Agus Sutomo: Tugas Pemuda, Bersatu Melawan Proxy War ahlulbait-indonesia-benderaSurat Edaran Dewan Syura Ahlulbait Indonesia terkait Pilkada Serentak

Berkunjung ke Indonesia, Raja Salman Bawa 1500 Rombongan

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1 – 9 Maret mendatang. Raja Salman terlebih dahulu akan melakukan kunjungan kenegaraan pada 1 – 3 Maret, dan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 4 – 9 Maret mendatang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini merupakan kunjungan yang sangat bersejarah, karena kunjungan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia, terjadi pada tahun 1970, atau 47 tahun yang lalu.

Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, menurut Seskab, Raja Arab Saudi itu akan membawa rombongan terbesar. “Kurang lebih 1500 orang, 10 menteri, 25 pangeran,” kata Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/2) sore.

Lebih lanjut Seskab Pramono Anung menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi)  akan menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Bintang kehormatan ini diberikan, karena ketika melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Jokowi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi.

Ditambahkan Seskab, bahwa untuk pertama kalinya pula, Presiden Jokowi akan menjemput secara langsung tamu negara, Raja Salman di Bandar udara. “Kenapa ini dilakukan? Karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman. Sehingga dengan demikian, hubungan ini adalah hubungan yang sangat dekat, sangat erat, sangat akrab,” terang Pramono.

Menurut Sekab, dalam kunjungan Raja Salam ini nanti akan ditandatangani investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Cilacap dengan nilai 6 miliar dollar AS. Selain itu, juga akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar 1 miliar dollar AS dan project-project lainnya.

“Tadi bapak presiden mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan 25 miliar dollar AS,” sambung Pramono.

 

Dalam Rapat Terbatas tadi, lanjut Seskab, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, (BNPT) Suhardi Alius juga menyampaikan, ketika berkunjung ke Arab Saudi. Hal yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme, disepakati bagi keluarga Densus 88, yang meninggal dunia, maka orang tuanya per tahun akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Dan sudah ada lima orang keluarga Densus yang meninggal yang dihajikan karena mereka dianggap sebagai syuhada.

“Dengan demikian, tentunya kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini sungguh akan merupakan kunjungan kehormatan bagi bangsa Indonesia dan juga sekaligus menunjukkan keakraban, keeratan antara pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi,” pungkas Pramono.

Sementara itu, pada akhir bulan Januari lalu, masyarakat Indonesia tergabung dalam Aliansi Anti Perang menggelar demonstrasi menolak kedatangan Raja Salman. Aliansi Menilai Raja Salman Al-Saud merupakan penjahat kemanusiaan di berbagai belahan dunia seperti di Yaman, Irak, Suriah bahkan di Indonesia yang menjadi sponsor terorisme serta membiayai kegiatan terorisme dimana-mana.

Dalam aksinya Aliansi Anti Perang memberikan statement yang isinya :

1. Salman adalah sponsor dan penjahat perang dan juru adu domba di pelbagai negara seperti Yaman, Suriah, Irak, Bahrain, dll.

2. Rombongan delegasi yang dibawanya begitu banyak dan berlebihan. Menunjukkan arogansi dan berbahaya bagi Indonesia karena tak ada yang bisa memastikan di balik rombongan itu tak ada elemen ISIS, Al Qaida dan para intoleran yang akan masuk ke pelbagai daerah di Indonesia dan menyebarkan propaganda sektarianisme seperti selalu disponsori Salman selama ini.

3. Sesuai prinsip-prinsip berbangsa yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan keadilan seperti termuat dalam preambul konstitusi kita dan menjadi filosofi dari konsitusi, kita harus menolak penjahat perang seperti Salman dan penjajah kemanusiaan yang selama ini menjadi kepanjangan tangan kolonialisme Amerika, Israel dan Inggris di dunia Islam.

4. Kita menghormati rakyat Arab Saudi tapi menolak keras kerajaannya yang zalim, berlumuran darah dan suka mengadu domba negara-negara lain demi kepentingan-kepentingan kolonial.

(AM)

Related posts:

indonesia dilanda tujuh krisisIndonesia Dilanda Tujuh Krisis 91160313-kekerasaan agama358 santri se-Indonesia ikrar “Say No to Adu Jotos” Asian Muslim Action NetworkAsian Muslim Action Network (AMAN): Tidak Ada Konflik Berbasis Agama hilal66Ormas-Ormas Islam Perlu Duduk Bersama Atasi Perbedaan Hilal

Pernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia Tentang Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia

Preeport-JPG

Related posts:

Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab kantor DPP Ahlulbait IndonesiaPengungsi Sampang Kembali Tagih Janji SBY Potret Buram Kesetaraan Gender Di IndonesiaPotret Buram Kesetaraan Gender di Indonesia Pesan Ketua Umum MUI, Prof. Dien Syamsuddin dalam Muktamar II ABI 2014Sambutan Ust. Hassan Alaydrus pada Pembukaan Muktamar II ABI

Beasiswa Santri Berprestasi Kembali Dibuka Bulan Depan

Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, tahun ini mengeluarkan anggaran sebesar Rp36miliar untuk membiayai Program Beasiswa Santri Berprestasi atau yang biasa disebut PBSB.

“Anggaran ini untuk membiayai beasiswa 1.138 santri yang masih berlangsung serta 250 santri baru yang akan diterima pada tahun ini,” kata Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag Ainur Rofiq, di Jakarta, akhir pekan lalu.

PBSB dibuka oleh Kementerian Agama sejak tahun 2005. Hingga kini, tidak kurang dari 3.800 santri telah mendapatkan akses untuk belajar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Tidak sedikit pula dari mereka yang sudah lulus kini berkiprah sebagai profesional pada bidangnya masing-masing, mulai dari teknokrat, dokter, pendidik pesantren dan madrasah, serta lainnya. Bahkan, banyak juga yang saat ini meneruskan kuliah di luar negeri, baik Eropa maupun Asia.

 

Bagi para santri yang lulus seleksi dan diterima di perguruan tinggi, lanjut Rofiq, mereka akan mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah sampai selesai serta living cost (biaya hidup) selama menjadi mahasiswa. Bahkan, khusus untuk program studi yang memerlukan tambahan pendidikan khusus, seperti kedokteran, Kemenag juga akan menyediakan anggarannya sampai mereka benar-benar lulus sebagai dokter.

Saat ini terdapat tiga belas perguruan tinggi yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam program beasiswa ini. Ketiga belas perguruan tinggi tersebut adalah IPB Bogor, UGM Yogjakarta, UPI Bandung, ITS Surabaya, dan Unair Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Khusus untuk para santri di wilayah Indonesia Timur, kini Kemenag membuka akses PBSB di UIN Sultan Alauddin Makassar serta Universitas Cendrawasih Jayapura.

PBSB membuka kesempatan para santri untuk memilih program studi umum dan agama, sesuai minat, bakat, dan kompetensi dasarnya. Untuk program studi umum, antara lain ada pilihan kedokteran, keperawatan, serta teknik informatika. Sedang untuk program studi agama, ada pilihan seperti ilmu falak, tasawuf, dan bahasa.

Pendaftaran PBSB dibuka pada akhir Maret 2017. Menurut Rofiq, pendaftaran dilakukan secara online sehingga para santri dapat mengaksesnya dari seluruh Indonesia. Proses seleksi juga akan dilakukan secara ‘online’ melalui tes berbasis computer atau computerized based test/CBT. (Informasi lengkap terkait PBSB dapat diakses melalui website http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/).

Related posts:

7783Kemenag: Tidak Ada Materi Syahadat di Sekolah Menengah (dua dari kiri) Ustaz Hassan Alaydrus, Ustaz Jalaluddin Rakhmat, dan Kyai Alawi Nurul Alam al BantaniMaulid Bersama: Bukti Kokoh Ukhuwah Sunni-Syiah RUU Perlindungan BeragamaKemenag Persiapkan RUU Perlindungan Beragama 454271Rencana Kemenag Cetak 100 Ribu Mushaf Al-Qur’an Tahun Ini

Kemajuan Iran Pasca Revolusi Islam

Revolusi Islam Iran telah memasuki usia 38 tahun. Tepatnya tanggal 11 Februari 1979 lalu, kekuasaan monarki di bumi Persia (Iran) di bawah kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi runtuh. Kejadian itu menjadi peristiwa paling spektakuler pada abad ke 20. Peristiwa besar yang menggetarkan dunia, baik di timur maupun di barat. Sebuah gelombang kekuatan rakyat (people power) yang digerakkan oleh seorang Faqih, Filosof dan Revolusioner Agung yang telah menginjak usia 77 tahun, yakni Imam Khomeini.

Penyalahgunaan kekuasaan oleh rezim pada saat itu, ditambah eratnya hubungan Zionis Israel dan Amerika, rakyat Iran sebelum revolusi berada di bawah ketidakadilan dan penderitaan. Revolusi Islam merubah segalanya. Meski mendapat serangan balik bertubi-tubi; diembargo dan diboikot oleh banyak negara; Iran justru mengalami kemajuan dan perubahan besar dengan kecepatan yang tinggi, baik kemajuan  yang dinikmati bangsa Iran sendiri maupun masyarakat dunia.

Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Dr Hakimelahi dalam seminar memperingati kemenangan Revolusi Islam Iran di Jakarta menyampaikan beberapa kemajuan-kemajuan yang dimiliki Republik Islam Iran saat ini.

Dr. Hakimelahi meringkas kemajuan-kemajuan itu menjadi 3 poin: Kemajuan spriritual yang berhubungan dengan maknawi, kemandirian sebagai sebuah bangsa, dan kemajuan di bidang ilmu dan teknologi.

Pertama, tentang kemajuan dari sisi spiritual (hal- hal yang berhubungan dengan maknawi).

Bisa disaksikan dengan adanya perkembangan dan kecenderungan kepada hal-hal yang bersifat maknawi. Hal-hal yang bersifat keagamaan dan spiritual, sehingga satu sama lain kemudian dengan dasar keagamaan itulah akan makin erat persaudaraan di kalangan mereka.

Kehadiran para pemuda Republik Islam Iran di masjid-masjid dalam acara ritual keagamaan seperti itikaf dan acara lainnya, dengan penuh semangat, itu juga sebagai pertanda perkembangan dan perolehan pasca revolusi.

Kedua, kemandirian sebagai sebuah bangsa.

Iran merupakan negara yang sangat jarang ada di dunia, dengan kemandiriannya mengambil kebijakan tanpa adanya tekanan dan hegemoni dari negara luar.

Iran sampai saat ini telah menyelenggarakan pemilu lebih dari 35 kali baik tingkat daerah maupun pusat, maupun memilih dewan ahli yang memilih pemimpin spiritual Republik Islam Iran. Selain itu kebebasan di negara Republik Islam Iran juga bisa dilihat dengan adanya 17.000 LSM dalam negeri, dan terbitnya 2.635 majalah.

Ketiga, Kemajuan di bidang ilmu dan teknologi.

Ada berbagai angka-angka yang menurut logika bayak orang dianggap mustahil dan tidak mungkin terjadi, tapi relitas bisa disaksikan itu telah terjadi di Republik Islam Iran.

Sebelum revolusi, dalam hal produksi sama sekali Iran tidak memiliki kemampuan untuk produksi dalam negeri. Semua yang dibutuhkan adalah impor dari berbagai negara luar. Namun saat ini berkah dari revolusi, Iran termasuk 10 negara yang memproduksi barangnya serta kebutuhanya di dalam negeri sendiri. Dari segi ilmu pengetahuan Iran adalah 11 kali lebih maju dari berbagai negara regional.

Kemajuan Iran juga bisa dilihat dari nanoteknologi dan peluncuran satelitnya ke udara. Tercatat pula 36.000 produk kualitas internasional dihasilkan. Dalam hal keilmuan, lebih dari 10.000 makalah ilmiah dicatat di dunia internasional dan diakui hasil karya putra-putri Republik Islam Iran saat ini.

Mereka yang buta huruf sebelum revolusi jumlahnya lebih dari 47 persen, tapi pasca revolusi, hari ini, dari mulai anak kecil yang saatnya sudah membaca sampai usia 50 tahun, 100 persen semuanya bisa membaca. Artinya, di Iran tidak ada yang buta huruf usia di bawah 50 tahun.

Di atas usia 50 tahun sampai saat ini ada 92 persen mereka telah melek huruf dan beberapa bulan dan tahun kedepan Iran akan mencapai 100 persen semuanya melek huruf.

Sebelum revolusi, Iran hanya miliki 223 perguruan tinggi. Saat ini Iran memiliki 2.540 Perguruan tinggi. Artinya, setiap kota memiliki perguruan tinggi.

Sebelum revolusi, mahasiswa Iran yang di perguruan tinggi kurang dari 170.000 orang. Saat ini lebih dari 5 juta mahasiswa dan mahasiswi sedang menempuh pelajaran atau di perguruan tinggi.

Begitu juga dari sisi jurusan yang ada di perguruan tinggi, Iran telah memiliki semuanya. Artinya Iran tidak bergantung lagi para perguruan tinggi di luar negeri.

Sebelum revolusi Iran kekurangan dokter. Banyak dokter yang diimpor dari Pakistan dan Bangladesh dan beberapa negara lainnya. Namun, pasca revolusi hari ini Iran memiliki kelebihan dokter, bahkan kelebihan hingga puluhan ribu dokter dan mereka banyak yang “nganggur” karena kebanyakan.

Sebelum revolusi Iran hanya memiliki 7.000 orang dokter spesialis. Sekarang, Iran memiliki 120.000 dokter spesialis. Begitu juga dari sisi obat,  97 persen diproduksi di dalam negeri.

Dalam produksi berbagai vaksin, Iran saat ini telah mampu untuk menanggulangi kebutuhan dalam negeri dan bahkan ekspor ke berbagai negara di Timur Tengah.

Di Tehran ada lebih dari 300 lembaga riset yang tingkatnya tidak kalah dengan berbagai negara Eropa dan Amerika.

Hal yang mungkin banyak diketahui adalah kemajuan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Iran saat ini masuk 5 negara besar dunia yang berhasil mengembangkan itu. Begitu juga dalam hal produksi peralatan militer dan mengirim satelit ke angkasa, Iran juga telah mengunggulinya.

Semua itu didapat dalam kondisi embargo. Tapi, semuanya dapat diraih Iran dengan kesungguhan, kegigihan dan kepercayaan diri kepada potensi yang dimiliki.

“Perbandingan yang dilakukan antara sebelum revolusi dan pasca revolusi ini merupakan satu catatan penting, mengingat semuanya itu juga diraih Iran dalam kondisi berada dalam boikot ekonomi,” terang Dr. Hakimelahi.

Seminar yang diselenggarakan Jumat malam, 17 Februari 2017 itu juga menghadirkan pembicara lain yakni, Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, Msc, (Anggota DPR RI), dan Dr Valiullah Mohammadi (Dubes Republik Islam Iran). (AM)

 

Related posts:

RaminMehmanparastIran: Amerika dan NATO Bukan Lindungi Rakyat, Tapi Incar Minyak Libya! syeikh-al-azhar-mesir-prof-dr-ahmed-al-tayeb-_120321133653-243Al-Azhar: Serangan AS di Suriah, Agresi atas Arab Islam Upaya Ulama Terkemuka Dua Mazhab Merajut Ukhuwah Sunni-Syiah img_20161130_111815-copyKonferensi Islam Galang Persatuan Islam dalam Islam Berkemajuan