Monthly Archives: September 2016

Ahlulbait Indonesia Menolak Separatisme di Indonesia

Dalam sejumlah media nasional dan media online hari ini terdapat pernyataan sikap Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj yang secara tegas menolak siapa saja dari warga negara Indonesia yang mengusung agenda separatisme. Beliau menegaskan bahwa separatisme adalah musuh bagi Nahdlatul Ulama dan seluruh komponen bangsa ini. Beliau juga meminta pemerintah harus menyikapi dengan serius seruan separatisme tersebut.  “Seruan separatisme itu sangat berbahaya, tidak boleh didiamkan,” katanya.

Menanggapi seruan tersebut Ormas Islam Ahlulbait Indonesia menegaskan beberapa sikap sebagai berikut:

1. Dalam kondisi apapun, Ormas Islam Ahlulbait Indonesia mengaggap keutuhan bangsa dan negara sebagai prioritas tertinggi. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hasil jerih payah perjuangan para pendiri dan pahlawan yang harus dijaga dengan tekad yang tinggi.

2. Menegaskan kembali sikap dan prinsip Ormas Islam Ahlulbait Indonesia yang mengakui dan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, ABI memandang bahwa Pancasila dan NKRI adalah final dan tidak boleh diganggu gugat.

3. Menyeru umat Islam agar mempererat tali persaudaraan di antara mereka dan menolak segenap ajakan untuk bercerai-berai karena perpecahan dan pertikaian di dalam tubuh umat ini hanya akan merugikan umat itu sendiri dan membuatnya terus terbelakang.

4. Menyeru segenap komponen bangsa agar bersama-sama turut serta menjaga keutuhan dan kesatuan negara dengan menunjukkan sikap patriotik dan melawan upaya-upaya untuk memecah belah bangsa dengan hasutan-hasutan yang bermuatan SARA.

5. Meminta seluruh kalangan bangsa agar menolak provokasi SARA dan ujaran kebencian yang dapat berujung dengan perpecahan dan konflik horisontal yang merugikan semua anak bangsa.

6. Meminta pemerintah menindak tegas siapa saja yang bergerak, baik atas nama pribadi maupun organisasi, untuk melakukan upaya-upaya perpecahan dan separatisme.

7. Menuntut media massa lebih berhati-hati dalam mengutip masalah Syiah, karena komunitas Syiah di Indonesia telah memiliki perwakilan resmi berupa organisasi yang terdaftar di instansi-instansi pemerintah yang terkait.

Demikianlah pernyataan sikap Ormas Ahlulbait Indonesia. Semoga Allah memberi kejayaan dan kemakmuran bagi Tanah Air tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia

KH Hassan Daliel

Related posts:

ABI Press_Press Release: CondemsTerrorismPernyataan Sikap DPP Ahlulbait Indonesia Terhadap Rekomendasi Rakernas MUI ABI Press_Press Release: CondemsTerrorismSiaran Pers: Ahlulbait Indonesia Mengutuk Tindak Terorisme di Seluruh Dunia Ahlulbait Indonesia (ABI)Siaran Pers: Peringatan Hari Al-Quds Internasional Ahlulbait IndonesiaSurat Resmi ABI Dukung Keteguhan Sikap Moderat Syaikh Al-Azhar

Peduli Korban Banjir Bandang Sungai Cimanuk, DPD ABI Garut Bentuk Posko Gabungan

Banjir bandang yang menimpa kawasan beberapa kecamatan di Garut belum lama ini, telah menelan banyak korban jiwa dan memporakporandakan rumah serta harta benda ribuan warga.

Terkait bencana tersebut, Kamis, (22/9) pukul 21.00 WIB, Ustaz Rahmat selaku Ketua DPD ABI Garut memberi penjelasan tentang kronologi banjir bandang yang terjadi pas tengah malam saat warga sedang tertidur lelap itu.

“Terjadi hujan deras, daya hisap tanah tidak maksimal kemudian overload sehingga mengakibatkan tanggul jebol dan akhirnya air luapan sampai ke pemukiman warga,” jelasnya.

Ada beberapa daerah yang menurutnya terkena luapan banjir. Di antaranya wilayah Sukaresmi, Bayombong, Garut Kota, Banyu Resmi, arah jalur ke Cimanuk. Di wilayah-wilayah tersebut setidaknya 1.300 lebih rumah yang rusak dan terseret arus banjir.

“Selain itu, terdapat korban paling banyak di seberang lapang parit depan Rumah Sakit Umum. Terdiri dari 12-14 korban jiwa dan ada yang belum ditemukan dari Panti Wreda,” tambah Ustaz Rahmat.

Dijelaskannya pula bahwa DPD ABI Garut telah membuka posko gabungan yang terdiri dari berbagai elemen di antaranya Dana Mustadhafin, Formabi, Kurba Bandung dan Muslimah ABI. Selain itu, DPD ABI Garut juga telah membentuk tim hunter untuk melacak titik-titk daerah yang terkena banjir namun belum terjangkau bantuan.

“Bantuan DPD ABI untuk korban banjir sementara ini baru tenaga kerja atau relawan kerja saja yang membuka arus jalan yang tertumpuk lumpur,” terangnya.

“Ini baru pertama kali terjadi banjir besar. Orang tua kita dulu belum pernah mengalami banjir. Tentu ini merupakan peringatan bagi kita semua agar lebih memperhatikan lingkungan. Misalnya dengan menanam pohon untuk penyerapan air yang lebih banyak dan memperhatikan hulu-hulu sungai dan menjaga kelestarian alam seperti hutan-hutan dan gunung-gunung, khususnya di Garut,” tutup Ustaz Rahmat. (Zainuddin/Yudhi)

Related posts:

yapi bangilSidang Kasus YAPI ABI Press_Pelajar Islam IndonesiaBasic Training PII Sulawesi Tengah ABI Press_Aksi Demo di Car Free DayTolak Swastanisasi Air, Warga Jakarta Mandi Bareng di Bundaran HI Membumikan Islam NusantaraIslam Khas Nusantara Sebuah Keniscayaan

Ahlul Bait Indonesia Menolak Separatisme di Indonesia

Dalam sejumlah media nasional dan media online hari ini terdapat pernyataan sikap Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj yang secara tegas menolak siapa saja dari warga negara Indonesia yang mengusung agenda separatisme. Beliau menegaskan bahwa separatisme adalah musuh bagi Nahdlatul Ulama dan seluruh komponen bangsa ini. Beliau juga meminta pemerintah harus menyikapi dengan serius seruan separatisme tersebut.  “Seruan separatisme itu sangat berbahaya, tidak boleh didiamkan,” katanya.

Menanggapi seruan tersebut Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia menegaskan beberapa sikap sebagai berikut:

1. Dalam kondisi apapun, Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia mengaggap keutuhan bangsa dan negara sebagai prioritas tertinggi. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hasil jerih payah perjuangan para pendiri dan pahlawan yang harus dijaga dengan tekad yang tinggi.

2. Menegaskan kembali sikap dan prinsip Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia yang mengakui dan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, ABI memandang bahwa Pancasila dan NKRI adalah final dan tidak boleh diganggu gugat.

3. Menyeru umat Islam agar mempererat tali persaudaraan di antara mereka dan menolak segenap ajakan untuk bercerai-berai karena perpecahan dan pertikaian di dalam tubuh umat ini hanya akan merugikan umat itu sendiri dan membuatnya terus terbelakang.

4. Menyeru segenap komponen bangsa agar bersama-sama turut serta menjaga keutuhan dan kesatuan negara dengan menunjukkan sikap patriotik dan melawan upaya-upaya untuk memecah belah bangsa dengan hasutan-hasutan yang bermuatan SARA.

5. Meminta seluruh kalangan bangsa agar menolak provokasi SARA dan ujaran kebencian yang dapat berujung dengan perpecahan dan konflik horisontal yang merugikan semua anak bangsa.

6. Meminta pemerintah menindak tegas siapa saja yang bergerak, baik atas nama pribadi maupun organisasi, untuk melakukan upaya-upaya perpecahan dan separatisme.

7. Menuntut media massa lebih berhati-hati dalam mengutip masalah Syiah, karena komunitas Syiah di Indonesia telah memiliki perwakilan resmi berupa organisasi yang terdaftar di instansi-instansi pemerintah yang terkait.

Demikianlah pernyataan sikap Ormas Ahlul Bait Indonesia. Semoga Allah memberi kejayaan dan kemakmuran bagi Tanah Air tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Ketua Umum DPP Ahlul Bait Indonesia

KH Hassan Daliel

Related posts:

Surat Pegowes Syiah Sampang Untuk Pak SBYLaporan Publik Temuan Rekomendasi Setahun Kasus Syiah Sampang (Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, dan LPSK) Bendera Ahlulbait IndonesiaPernyataan Pers Ahlulbait Indonesia Terkait Konflik di Yaman Ahlulbait Indonesia (ABI)Ucapan Selamat Idul Fitri 1436 H DPP Ahlulbait Indonesia 1 Ramadhan di tahun 2015Siaran Pers Dewan Isbat Ahlulbait Indonesia (ABI) Ramadhan 1437 H

Tiada Perdamaian Tanpa Solidaritas dan Keadilan

Lahirnya Indonesia dibidani oleh berbagai agama dan golongan, semua komponen bangsa turut terlibat. Tugas kita sekarang adalah merawat Indonesia dengan saling menghormati dan menjaga.

Demikian kata Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo dalam acara peringatan Hari Perdamaian Internasional di Omah Joglo Jl. Pemuda Jepara pada Rabu (21/9).

Ganjar lalu mengutip kata-kata bijak dalam kiat hidup berbangsa dan bernegara: “Jangan pernah berjalan di belakangku, karena belum tentu aku layak memimpin. Tapi berjalanlah di sampingku, karena kita akan berjalan sebagai sahabat.”

Gubernur kelahiran Karanganyar ini menyebutkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah, bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun banyak agama, suku dan bahasa yang berbeda-beda, akan tetapi tetap satu, Indonesia.

“Menjaga perbedaan itu keindahan, menjaga perbedaan itu persatuan,” ungkap Ganjar.

Acara yang mengusung tema “Just Peace Solidarity” itu dimulai pukul empat sore, dihadiri berbagai kalangan dan melibatkan anak-anak lintas iman, di antaranya ada perwakilan dari Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ), kalangan pesantren, PMII, Nahdliyin, Ahlul Bait Indonesia(ABI) dan juga kalangan seniman dan komunitas budaya, dengan harapan solidaritas tumbuh sejak belia.

Acara yang di gelar dengan gaya lesehan itu, berlangsung hangat. Menurut Ganjar, bangsa Indonesia terbiasa berdialog dan berkomunikasi dengan baik, inilah cara merawat kebersamaan dan solidaritas.

“Ada nilai kultural yang ditinggalkan, jagongan, dialog dan saling mengerti,” sesalnya terkait kondisi bangsa saat ini.

Menurut Ganjar, ada zona netral seperti kampus, organisasi, pasar, pos ronda, dan sarasehan atau forum-forum saling menghormati yang bisa dijadikan media komunikasi.

Saat ditanya Duta Besar dari Timur Tengah, kenapa Indonesia bisa merawat damai, Ganjar menjawab hagwa alasannya adalah karena kami suka berkomunikasi, berdialog dan silaturahmi.

Diharapkan, kata Ganjar, dengan terbiasa berdialog dan berkomunikasi dengan baik, maka itulah cara merawat kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

“Acara yang digagas komunitas lintas iman dan seni dan budaya ini  sudah memasuki tahun ketiga,” ungkap Romo Danang, salah satu panitia.

Menurut pendeta di GITJ ini, alasan tema tahun ini “Just Peace Solidarity” karena tiada perdamaian tanpa keadilan dan solidaritas.

Diharapkan masyarakat Jepara dan umumnya Indonesia bisa mendapatkan keadilan dan kedamaian yang merupakan haknya sebagai warganegara. (Muh/Yudhi)

Related posts:

Bersama Membangun Hidup Berbhinneka Tunggal IkaBersama Membangun Hidup Berbhinneka Tunggal Ika Seminar BaliPesan Toleransi Dari Bali Candra Malik, Islam Nusantara, Dari Langit turun ke BumiCandra Malik: Islam Nusantara, Ajaran Langit yang Membumi Satu Truk Bantuan Untuk Korban Banjir ManadoSatu Truk Bantuan Untuk Korban Banjir Manado

Umur Panjang Imam Mahdi Menurut Ayat dan Riwayat

Kemungkinan manusia bisa berumur panjang adalah sebuah permasalahan yang menjadi perhatian serta menjadi objek penelitian. Logikanya mempunyai umur panjang bukan sesuatu yang mustahil dan merupakan sebuah kemungkinan. Bahkan mungkin tak ada seorangpun yang berpikir bahwa mempunyai umur yang panjang merupakan sesuatu yang mustahil. Di samping itu, menurut penelitian para pakar kehidupan, dokter, dan para ahli bahwa mempunyai umur yang panjang bukan sesuatu yang mustahil.

Ukuran umur manusia merupakan sebuah permasalahan yang tidak bisa dijelaskan atau ditetapkan batasannya. Meski seandainya dikatakan bahwa umur si Fulan sampai seratus tahun atau lebih, bukan berarti ia telah sampai pada tahapan akhir umurnya. Tak akan pernah! Karena batasan umur seorang manusia itu tidak ada. Penemuan ilmiah yang paling baru pun menyatakan hal yang sama. Sebagian dari para ahli meyakini bahwa struktur penting dan asli yang dimiliki oleh tubuh manusia, mempunyai potensi untuk hidup dengan umur yang panjang. Kalau seandainya manusia bisa mencegah dirinya dari sebab-sebab yang bisa membahayakan dirinya, maka ia bisa hidup sampai ribuan tahun.

Semua ini adalah pendahuluan untuk menelaah perihal Imam Mahdi afs yang mempunyai umur panjang. Jika beliau dilahirkan pada tahun 250 H dan sekarang tahun 1437 H, maka beliau berusia 1187 tahun. Sebuah angka yang fantastis, bukan? Hal inilah yang terkadang dijadikan sebagai senjata musuh untuk menyerang keyakinan Syiah Imamiyah bahwa tidak mungkin Imam Mahdi afs bisa hidup sampai sekarang.

Maka dari itu penulis akan berusaha memaparkan dalil dan bukti menurut Alquran dan hadis bahwa Imam Mahdi afs bisa mempunyai umur yang panjang dan masih hidup sampai sekarang.

1. Surah An-Nahl (16) ayat 70.

(70) وَاللَّهُخَلَقَكُمْثُمَّيَتَوَفَّاكُمْوَمِنْكُمْمَنْيُرَدُّإِلى‏أَرْذَلِالْعُمُرِلِكَيْلايَعْلَمَبَعْدَعِلْمٍشَيْئاًإِنَّاللَّهَعَليمٌقَديرٌ

“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Merupakan sebuah pekerjaan yang mudah bagi Allah SWT untuk memberikan umur yang panjang kepada seseorang. Karena Dia adalah Yang Menciptakan dan Mematikan kita. Kalau seandainya Dia berkehendak maka hal itu akan terjadi. Dan hal ini merupakan konsekuensi dari prinsip tauhid kita.

2. Surah Fathir (35) ayat 11.

(11) وَاللَّهُخَلَقَكُمْمِنْتُرابٍثُمَّمِنْنُطْفَةٍثُمَّجَعَلَكُمْأَزْواجاًوَماتَحْمِلُمِنْأُنْثى‏وَلاتَضَعُإِلاَّبِعِلْمِهِوَمايُعَمَّرُمِنْمُعَمَّرٍوَلايُنْقَصُمِنْعُمُرِهِإِلاَّفي‏كِتابٍإِنَّذلِكَعَلَىاللَّهِيَسيرٌ

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”

Ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa urusan umur manusia berada di tangan Allah SWT, bukan di tangan manusia. Maka dari itu, mempunyai umur yang panjang untuk Imam Mahdi afs adalah sesuatu yang sifatnya mungkin.

3. Surah Shaffat (37) ayat 143-144.

(144) فَلَوْلاأَنَّهُكانَمِنَالْمُسَبِّحينَ (143)لَلَبِثَفي‏بَطْنِهِإِلى‏يَوْمِيُبْعَثُونَ

“Kalau seandainya dia (NabiYunus) bukan dari orang yang sering bertasbih maka sampai hari kiamat ia akan tinggal di dalam perut ikan.”

Dari ayat ini kita akan memahami bahwa kalau seandainya Allah SWT telah berkehendak maka bisa saja seseorang hidup sampai hari kiamat. Maka dari itu mempunyai umur yang panjang bagi Imam Mahdi afs merupakan sesuatu hal yang mungkin.

Dari ayat ini juga bisa dipahami bahwa ada kemungkinan kita bisa hidup abadi di dunia, lebih jelasnya hidup sampai hari kiamat.

Muhammad bin Muslim berkata: aku bertanya tentang Imam Mahdi afs pada Imam Muhammad Baqir as. Ketika aku menghampiri beliau, walaupun aku belum menjelaskan pertanyaan ini, Imam Baqir berkata, “Wahai Muhammad bin Muslim! Imam Mahdi afs mempunyai kesamaan dengan lima Nabi Allah…Dan kemiripannya dengan Nabi Yunus adalah ketika masa keghaiban (masa tinggal di perut ikan) Nabi Yunus berakhir dan ia muncul, walaupun umurnya telah berlalu, ia masih saja muda.”

Dari hadis di atas kita memahami bahwa Imam Mahdi afs ketika berakhir masa keghaiban dan beliau muncul, beliau akan muncul dengan usia muda seperti halnya Nabi Yunus as.

4. Surah Ankabut (29) ayat 14.

(14) وَلَقَدْأَرْسَلْنانُوحاًإِلى‏قَوْمِهِفَلَبِثَفيهِمْأَلْفَسَنَةٍإِلاَّخَمْسينَعاماًفَأَخَذَهُمُالطُّوفانُوَهُمْظالِمُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

Secara dzahirnya, ayat di atas menyebutkan bahwa jarak antara tablig dan dakwah Nabi Nuh as dengan terjadinya angin topan dan banjir bandang adalah 950 tahun. Dan juga kita mengetahui bahwa Nabi Nuh as sudah hidup sebelum menjadi Rasul dan juga masih hidup setelah kejadian angin topan. Dan seperti yang dicatat dalam sejarah bahwa Nabi Nuh as sampai pada umur 2500 tahun.

Dalil Riwayat

Syeikh Shaduq dalam Kamalu Din dan Ali bin Khiraz Razi dalam Kifayatul Atsar meriwayatkan hadis dari Imam Hasan Mujtaba as, beliau berkata, “Putra kesembilan dari putra-putra saudaraku Husein as, Allah SWT memanjangkan umurnya dan masa keghaibannya akan panjang. Setelah itu dengan kuasa-Nya memunculkannya dalam keadaan muda yang mana kurang dari umur empat puluh.”

Kesimpulannya bahwa dengan memperhatikan dalil Alquran dan riwayat di atas maka tidak ada keraguan bahwa Imam Mahdi afs bisa mempunyai umur yang panjang. (Sutia/Yudhi)

Satlantas Polres Banjarnegara Lestarikan Budaya Rakyat Lewat Lomba Kamtibmas

Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Lalu Lintas yang ke 61, Satlantas Polres Banjarnegara mengadakan lomba kamtibmas antar Polsek se-Kabupaten Banjarnegara.

Lomba tersebut digelar pada Sabtu (17/9), di jalan A. Yani timur alun-alun Banjarnegara dengan kemasan seni tradisional.

Peserta lomba yang terdiri dari 20 kelompok yang mewakili 20 Polsek se-Kabupaten Banjarnegara itu mengenakan pakaian tradisional, dan dengan diiringi musik tradisional memperagakan pula aksi teatrikal dan tarian bertemakan Kamtibmas dan kelancaran tertib lalulintas.

Dalam sambutan pembukaan lomba kamtibmas, Suparno Spd, sebagai juri dan pihak penyelenggara menyebutkan ada empat aspek penilaian lomba kamtibmas ini. Keempat penilaian tersebut adalah kesesuaian syair lagu dengan tema kamtibmas dan kelancaran tertib lalu lintas, aransemen musik, penampilan dan yang terakhir adalah properti atau kostum.

Sementara itu untuk menjaga independensi penilaian lomba, maka para dewan juri diambil juga dari pihak di luar Polres Banjarnegara yaitu dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Dewan juri diambil dari pihak luar, kita kerjasama dengan rekan-rekan kita dewan juri yang sudah terbiasa menjadi dewan juri pada setiap perlombaan,” ujar Kompol Supanah, Wakalpolres Banjarnegara, ketika membuka acara peringatan HUT Polantas ke 61 di Banjarnegara. (Faisal A/Yudhi)

Related posts:


ABI Press di BandungRemaja Karbala: Membagikan Air Minum, Mengingatkan Kehausan Al Husein


ABI Press_KOBASepeda Onthel Masih Eksis di Jakarta


Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf


Karnaval Budaya PurbalinggaCermin Kerukunan Antar Etnis dan Agama dalam Karnaval Budaya Purbalingga

Tingkatkan Layanan, Polantas Banjarnegara Siap Antar STNK dan BPKB ke Rumah Warga

Satlantas Polres Banjarnegara mengadakan berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas yang ke-61 di alun-alun Banjarnegara, atau di depan kantor DPRD Banjarnegara pada Sabtu-Minggu (17-18/9).

Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut diisi beragam kegiatan. Ada lomba Kamtibmas antar Polsek, hiburan ndolakak, kopi darat klub otomotif Banjarnegara, serta penandatanganan kesepakatan bersama budaya tertib berlalu-lintas antara polisi dengan beberapa klub motor di Banjarnegara.

Kemudian, Minggu (18/9) digelar jalan sehat bersama jajaran Pemkab Banjarnegara dan masyarakat, kesenian Tek-Tek Polres Banjarnegara, yang dilanjutkan dengan senam bersama, serta penampilan grup band Polres Banjarnegara, kegiatan Polantas Peduli yang akan menyerahkan santunan kecelakaan dan donor darah, pawai komunitas otomotif Banjarnegara dan ditutup dengan pembagian doorprize.

Acara ini dibuka oleh Wakapolres Banjarnegara Kompol Sopanah SH. Dalam sambutannya Kompol Sopanah menyampaikan tugas pokok dan program-program Polantas.

“Selain menekan angka kecelakaan lalu-lintas, tugas pokok Polantas juga memberikan pelayanan kepada warga Banjarnegara, baik pelayanan penerbitan SIM, STNK, maupun BPKB,” terangnya.

Selain itu disampaikan pula program-program Polantas, baik yang sudah dijalankan maupun yang akan dijalankan oleh Polantas Banjarnegara.

“Program Polantas yang dijalankan antara lain pelayanan Samsat keliling, pos pelayanan terpadu hari Minggu di alun-alun untuk perpanjangan SIM, selain itu bisa juga untuk membuat SKCK, bahkan untuk menerima pengaduan tindak kriminalitas,” ungkapnya.

“Untuk program yang akan kita laksanakan yaitu program pelayanan dengan mengantarkan STNK dan BPKB kepada para pemohon,” lanjutnya.

Polantas Banjarnegara juga mempunyai program pendidikan lalu lintas untuk anak-anak yang selalu dan terus dilaksanakan bekerjasama dengan Dindikpora.

“Selain meningkatkan pelayanan, kita juga selalu sosialisasikan mengenai tertib berlalu-lintas sebagai wujud kecintaan Bapak Ibu polisi terhadap adik-adik dan anak-anak kita,” ungkap Kompol Sopanah. (Faizal A/Yudhi)

Related posts:


ABI Press di BandungRemaja Karbala: Membagikan Air Minum, Mengingatkan Kehausan Al Husein


ABI Press_KOBASepeda Onthel Masih Eksis di Jakarta


Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf


Karnaval Budaya PurbalinggaCermin Kerukunan Antar Etnis dan Agama dalam Karnaval Budaya Purbalingga

Donatur Buku di Semarang Meningkat

17 September, 2016

Leave a comment

Ada peningkatan jumlah donatur buku dalam pameran buku tiga bulan sekali yang biasa diselenggarakan Gramedia. Pameran buku bertajuk “Gramedia Super Sale” ini dibuka  sampai 9 Oktober 2016, tepat sebulan setelah pembukaan pameran buku di Toko Buku Gramedia Jl. Pandanaran No. 122, Mugassari, Semarang Selatan, Jawa Tengah.

Pameran rutin yang digelar kembali setelah sebelumnya pernah diadakan ini, tampak menarik minat banyak pengunjung. Terutama para pemborong atau donatur buku.

“Kali ini ada beberapa pengunjung yang sengaja membeli banyak buku untuk disumbangkan ke perpustakaan. Biasanya yang menjadi sasaran adalah perpustakaan sekolah,” papar karyawan Gramedia, Desi.

Tak hanya pameran buku, Gramedia Super Sale juga menggelar Lomba Mewarnai Tas Blancu dan Membatik Bersama Trasty. Selain itu, ada juga bonus permainan yang dilakukan di hari Minggu, yakni Meraup Buku bagi pengunjung yang total belanja bukunya mencapai Rp. 500.000,00.

Beragam boneka dari Gramedia juga ikut ditawarkan di sana. Jika sesuai agenda, pameran serupa akan diadakan kembali Desember mendatang. (Nida Ka/Yudhi)

Related posts:


ABI Press di BandungRemaja Karbala: Membagikan Air Minum, Mengingatkan Kehausan Al Husein


ABI Press_KOBASepeda Onthel Masih Eksis di Jakarta


Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf


Karnaval Budaya PurbalinggaCermin Kerukunan Antar Etnis dan Agama dalam Karnaval Budaya Purbalingga


Tuntut Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer Wonosobo Demo Dewan

10 September, 2016

Leave a comment

Senin (5/9), kurang lebih 1300 guru honorer dari sekolah-sekolah tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Wonosobo melakukan demo di depan gedung DPRD Wonosobo dengan tuntutan kenaikan kesejahteraan.

Demo yang mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Wonosobo itu berlangsung aman dan tertib, dengan beberapa orang tampak berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

“Kami hanya ingin kenaikan kesejahteraan,” kata Eko Subarjo, salah satu peserta demo yang merupakan guru honorer di SD Bejiarum 1 Wonosobo.

Pihak Dewan sendiri dengan senang hati menerima sembilan orang perwakilan dari para pendemo untuk berdialog perihal apa yang menjadi tuntutan mereka.

Menjelang sore, wajah para pendemo terlihat sumringah saat kesembilan perwakilan mereka selesai berdialog dan keluar dari gedung Dewan dengan membawa keputusan yang memuaskan. Di antara keputusan itu adalah akan diupayakan kenaikan kesejahteraan bagi mereka untuk tahun 2016 di bulan Oktober – Desember. Sedangkan untuk tahun 2017 Dewan akan mengupayakan agar kenaikan kesejahteraan setara atau mendekati UMK (Upah Minimum Kabupaten). (Malik Az/Yudhi)

Related posts:

No related posts.


Memutus Siklus KDRT dengan Pelatihan Basis Komunitas (Baskom)

11 September, 2016

Leave a comment

Gunung Tugel adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Akses jalan mendaki dengan pemandangan jajaran pohon pinus yang rapi, menjadi ciri khas wilayah desa ini. Kamis (8/9), berlangsung pengambilan gambar dan video untuk memotret kehidupan pedesaan dalam rangka mengikuti ajang lomba binaan PKK tingkat Provinsi. Bersamaan dengan itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Wonosobo (BKKB PP dan PA) bekerjasama dengan LSM UPIPA mengadakan pelatihan Basis Komunitas (Baskom).

“Pelatihan Baskom ini untuk melatih kader pendamping keluarga di tingkat desa agar dapat menangani dan peduli terhadap permasalahan perempuan dan anak,” ujar Suranti selaku Kabag PP dan PA Kabupaten Wonosobo.

Mengingat kasus perceraian dan permasalahan keluarga yang kian memprihatinkan khususnya di Wonosobo, BKKB PP dan PA dalam setahun paling tidak harus melatih 10 desa dari 365 desa di Kabupaten Wonosobo dan hal itu  berganti dalam setiap tahunnya. Hal ini disebabkan masih banyaknya penduduk desa yang awam tentang permasalahan kekerasan dalam rumah tangga.

Fenomena tersebut tercermin dalam apa yang diungkapkan oleh Handayani, salah satu peserta dari 25 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pengurus serta anggota masyarakat desa Gunung Tugel.

“Kami masih bingung apakah kekerasan itu sebuah aib atau bukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Nuraini, dari LSM UPIPA, menegaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah siklus yang harus diputus mata rantainya, karena kalau tidak pasti akan berulang terus-menerus.

“Jadi tugas Baskom (Basis Komunitas)-lah untuk menangani agar ada jaminan KDRT tidak terulang lagi,” katanya.

“Namun Baskom hanya bisa menangani di tingkat KDRT saja kalau masalah kekerasan seksual harus diproses secara hukum dan bisa dirujuk dulu ke lembaga perlindungan perempuan atau ke BKKB PP dan PA,” tutur Suranti memberi batasan pada penanganan Baskom di tingkat desa. (Betty NK/Yudhi)

Related posts:


Satu Truk Bantuan Untuk Korban Banjir ManadoSatu Truk Bantuan Untuk Korban Banjir Manado


Indojalito PeduliIndojalito Peduli: Safari Penyelamatan Moral Remaja di Ranah Minang


Rayakan KemerdekaanRayakan Kemerdekaan Hingga Akhir Agustus


Sayyid Musawi (Atas 2 dr kiri)Sayyid Musawi: Syarat Utama Qurban adalah Takwa