Monthly Archives: April 2016

Khutbah Jumat ICC – 29 April 2016

Ayat Tentang Kepemimpinan Imam Ali bin Abi Thalib

Dalam ceramahnya, Ustaz Hafidz Al-Kaff menjelaskan dalam ceramahnya, bahwasannya Imam Ali merupakan orang yang telah disebutkan oleh Allah sebagai Wali bagi seluruh manusia. Wali yang disebutkan namanya setelah Rasulullah saw., di dalam Al-quran.

Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas ra. beliau mengatakan ada lebih dari 300 ayat Al-quran yang turun berkenaan dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Salah satunya dalam surah Al-Maidah ayat 55: “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Di sini Para mufassirin mengatakan bahwa ayat ini berkenaan dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib yang bersedekah memberikan cincinnya dalam keadaan ruku’ (tunduk) ketika melakukan shalat.

Pada khutbah yang kedua, Ustaz Hafidz mengingatkan kepada jamaah atas peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di tengah-tengah umat Islam saat ini. Di antaranya, agresi yang dilakukan Israel di Palestina semakin membabi-buta, namun kebanyakan umat Islam saat ini masih berada dalam kepulasan dan kelalaian. Selain itu, agresi rezim Saudi di Yaman dan pemberontak di Suriah juga makin brutal. Semoga Allah swt segera mempersatukan umat Islam seluruhnya, dan membebaskan kaum tertindas dari kedzaliman. (Malik)

YouTube Preview Image

Related posts:


Badrus-SholehVideo : Badrus Sholeh : Ideologi, Peta Jaringan dan Antisipasi Masa Depan


Mengupas-Jejak-Ahlul-Bait-di-IndonesiaDiskusi : Benarkah Kesultanan Majapahit adalah Kesultanan Islam ?


Pesan Hari Al-QudsPesan Al-Quds Day 2015


Khotbah Idul FItriKhotbah Idul Fitri 1436 H di ICC

Tak Bisakah Membangun Tanpa Menggusur?

Penggusuran demi penggusuran yang terjadi di Jakarta mulai menuai keresahan warga Jakarta. Sebab Pemprov tak hanya menggusur warga miskin, namun cagar budaya bersejarah pun bisa lenyap oleh penggusuran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, tak bisakah melakukan pembangunan tanpa penggusuran?

Ketua Umum Komnas Rakyat Indonesia Menggugat (RIM), Effendi Salman mengatakan, ia tak menyangka  pendekatan militeristik yang dulu dipakai Orba kini kembali diterapkan.

“Kita tak menyangka akan terjadi lagi seperti ini. Sejumlah tentara dan polisi dikerahkan untuk menggusur rakyat,” keluh Effendi.

“Saya tanya, kenapa rakyat diadu dengan tentara dan polisi? Kenapa mereka digusur tanpa musyawarah?”  tanya Effendi.

Budayawan dan Tokoh masyarakat Betawi, Ridwan Saidi lebih jauh menyebutkan bahwa pembangunan suatu kota harus dengan peradaban. Bukan dengan melindas peradaban dan bahkan menghancurkan artefak-artefak bersejarah seperti di Pasar Ikan.

“Sebuah kota harus dibangun dengan peradaban,” ujar Ridwan.

Lebih jauh, selain membangun dengan manusiawi, menurut Ridwan pembangunan juga harus memperhitungkan aspej pertahanan dan keamanan bangsa.

Tokoh masyarakat Tionghoa Lius Sungkharisma meski juga mengkritik kebijakan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama berpesan agar jangan sampai isu kebijakan publik ini menjadi isu SARA.

“Kita harus melawan. Jangan takut melawan. Tapi jangan membawa isu ini mejadi isu SARA,” pesan Lius. (Muhammad/Yudhi)

Related posts:


10-8-11  pemerintah targetkan penyelamatan lima juta balitaPemerintah Targetkan Penyelamatan Lima Juta Balita


yohanes suryaIndonesia Bisa Jadi Super Power Tahun 2045


raymond-westerling-_130916061209-656Kompensasi Janda Korban Westerling Dinilai Hina RI


Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang

Kondisi Terkini HAM di Indonesia

30 April, 2016

Leave a comment

Pada 13 April lalu, Amerika Serikat mengeluarkan laporan tentang Hak Asasi Manusia (HAM) kurun 2015 di Indonesia setebal 46 halaman, meliputi berbagai kejadian terkait HAM di Indonesia.

Lalu seperti apa sebenarnya kondisi HAM Indonesia saat ini?

Muhammad Hafiz, Program Manager Human Rights Working Group (HRWG) Indonesia saat ditemui Tim ABI Press di Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Jakarta, Jumat (29/4) menjelaskan bahwa kondisi HAM di Indonesia saat ini masih sebatas normatif dan belum menjamin terlaksananya perlindungan HAM secara baik dan memadai.

“Masih sangat normatif. Negara sendiri belum mau menjamin hak-hak tersebut bisa terlaksana secara baik,” ungkapnya.

Dalam pandangan Hafiz, Negara masih menganggap pemenuhan HAM justru merupakan semacam beban. Belum lagi menurutnya, selain pelanggaran-pelanggaran aparat keamanan yang semakin memprihatinkan, juga tak ada kejelasan arah utama Reformasi terkait keamanan di Indonesia.

Dia juga memberikan contoh kasus-kasus yang terjadi di beberapa penjara di Indonesia akhir-akhir ini dan pelanggaran HAM berupa penyiksaan yang dilakukan aparat penegak hukum. Artinya, aparat saja masih belum mampu menahan diri saat melakukan proses pemeriksaan.

“Belum lagi pelanggaran terhadap kelompok minoritas agama, termasuk juga lemahnya pemerintah untuk melindungi dan mencegah terjadinya intoleransi dan diskriminasi,“ terangnya.

Solusi

Terkait kondisi HAM di Indonesia, Hafiz memberi beberapa catatan berupa langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Yang pertama menurut Hafiz, penting bagi Pemerintah membuat kerangka kebijakan yang jelas terkait perspektif HAM yang akan digunakan. Karena terbukti, dengan tak adanya kerangka yang jelas, akibatnya Pemerintah tidak memiliki cukup kapasitas untuk memenuhi atau melindungi HAM di Indonesia. Komitmen Pemerintah dalam hal itulah yang perlu terus ditagih sekaligus didukung pemenuhannya.

“Itu yang ingin kita dorong agar Pemerintah mampu dan mau memenuhi Hak-Hak Asasi Manusia itu sendiri,” ucap Hafiz.

Yang kedua adalah membangun kesadaran simpul-simpul masyarakat sipil agar bisa bersuara tentang apa yang mereka alami dan apa yang mereka rasakan. Selain itu yang juga penting menurut Hafiz adalah mendorong Pemerintah mentaati dan terikat dengan kerangka hukum tentang HAM.

“Jadi kita main di kerangka hukum,”  tegas Hafiz.

Menurut Hafiz, Indonesia sendiri memiliki beberapa perangkat yang dapat digunakan Pemerintah untuk menjalankan HAM atau mencegah terjadinya pelanggaran HAM, seperti Ombudsman dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Maka, jika semua berjalan dengan baik dan benar, sudah seharusnya kondisi HAM di Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi di tahun 2016 ini. (Lutfi/Yudhi)

Related posts:


10-8-11  pemerintah targetkan penyelamatan lima juta balitaPemerintah Targetkan Penyelamatan Lima Juta Balita


yohanes suryaIndonesia Bisa Jadi Super Power Tahun 2045


raymond-westerling-_130916061209-656Kompensasi Janda Korban Westerling Dinilai Hina RI


Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang

Gibah Menurut Islam

Permasalahan akhlak buruk masyarakat Islam yang sering ditemui dan telah menjamur dalam kehidupan sehari-hari mereka, salah satunya adalah gibah atau menggunjing.

Apa itu gibah? Seberapa haram dan berdosakah gibah? Lalu adakah pengecualian-pengecualian yang memungkinkan kita bisa menggibah?

Gibah adalah membicarakan keburukan-keburukan orang lain di belakang orang tersebut dalam bentuk sesuatu yang dilarang oleh akal dan syariat. Atau dengan kata lain, tidak ada dalil untuk membenarkan hal tersebut.[1]

Adapun definisi lain gibah ialah membicarakan sesuatu di belakang (menggunjing) seseorang, yang apabila orang itu mendengarnya maka ia akan sakit hati atau tidak senang.

Dalam Alquran, surah al-Hujurat, ayat 12, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Dengan ayat ini, Islam melarang seseorang untuk berburuk sangka kepada orang lain, mencari-cari keburukan orang lain, dan menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain.

Dari sini kita menyadari bahwa menggunjing adalah akhlak buruk yang dilarang oleh Islam, bahkan Allah SWT menyamakan mereka yang menggunjing dengan orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Begitu sangat tak layak dibayangkan dan sangat menjijikkan bukan?

Lalu seberapa haramnya menggunjing?

Jabir bin Abdullah meriwayatkan dari Rasul saw yang bersabda, “Jauhilah menggunjing orang lain, karena menggunjing orang lain lebih buruk daripada berzina.” Setelah itu beliau bersabda, “Karena (ketika) seorang insan berzina dan ia bertaubat maka Allah SWT menerima taubatnya. Namun untuk orang yang menggunjing, Allah SWT tidak akan mengampuni dosanya sehingga ia meminta keridhaan dari orang yang telah ia gunjinggkan.”[2]

Ada sebuah kisah tentang menggunjing dari Imam Khomeini. Suatu hari Imam Khomeini mengumpulkan keluarganya dan bertanya kepada mereka, “Apakah kalian tahu seberapa haramnya menggibah?”
“Iya.”
“Apakah kalian tahu seberapa berdosanya bagi pembunuh yang sengaja membunuh orang lain?”
“Iya.”
Setelah itu beliau berkata, “Dosa menggibah lebih banyak.” [3]

Namun demikian, ada beberapa hal yang penting diketahui bahwa ada beberapa poin pengecualian tentang gibah, yaitu:

1) Ketika dalam keadaan bermusyawarah tentang pekerjaan, pernikahan, dan semacamnya.[4]

Misalnya ketika ada seseorang yang bertanya tentang orang yang ingin ia nikahi, maka dalam hal ini kita bisa mengungkapkan seperti apa dia dalam batasan tertentu (sekadar menjawab pertanyaannya saja).

2) Menggibah seseorang yang melakukan dosa secara terang-terangan.[5]

3) Menggibah seorang penguasa yang suka berbohong dan berbuat jahat.[6]

4) Menggibah ahli bid’ah.[7]

5) Menjelaskan aib seseorang ketika bersaksi dalam pengadilan. Itu pun dengan ukuran/kadar yang diperlukan.[8]

6) Menjawab permasalahan keilmuan orang lain (hal ini dikemukakan oleh beberapa ulama).[9]

Jelas bagi kita betapa tercelanya perbuatan menggunjing atau menggibah, selain dalam kondisi pengecualian sebagaimana telah disebutkan di atas.

Menggunjing juga bisa menyebabkan kehormatan seseorang menjadi hancur. Padahal Islam begitu memperhatikan soal kehormatan.

Penulis pernah mendengar sebuah hadis bahwa orang Mukmin lebih terhormat dibandingkan Kakbah, padahal di sisi lain kita mengetahui bahwa Kakbah begitu terhormat kedudukannya dalam Islam. Namun kehormatannya masih kalah dengan kehormatan seorang Mukmin.

Semoga Allah SWT memberikan kepada kita taufik agar terhindar dari menggunjing orang lain, kecuali sebatas yang diperbolehkan oleh syariat Islam. (Sutia/Yudhi)

[1] Akhlak dar pertuv-e Quran va hadist. hal. 453
[2] Ibid, hal 456, dikutip dari Mustadrak al-Wasail, Jilid 9, hal. 118.
[3] Darsha-e az Akhlak-e Imam, hal. 53
[4] Tafsir Muqadamati, hal. 105, dikutip dari Tafsir Nemuneh, Jilid 22, hal.194
[5] ibid
[6] ibid
[7] ibid
[8] ibid
[9] Ibid. *Ulama yang dimaksud adalah Syahid Tsani dan Syekh Baha’i

Raih Sehat dengan Salat

Tubuh manusia terdiri dari unsur jasmani dan ruhani. Keduanya, sama-sama membutuhkan asupan gizi. Jika kebutuhan gizi jasmani dapat terpenuhi dengan makan dan berolahraga, kebutuhan ruhani terpenuhi dengan ibadah seperti sedekah, salat, puasa, zakat, haji dan sebagainya.

Salat, kita ketahui merupakan ibadah atau kegiatan spiritual yang tidak hanya berisikan doa saja, melainkan juga terdapat gerakan-gerakan fisik seperti rukuk dan sujud di dalamnya. Tak heran jika salat, selain memenuhi kebutuhan gizi ruhani manusia, juga sekaligus berdampak kepada kebutuhan jasmani.

Berbicara tentang manfaat salat, ada analisa menarik dari buku Keajaiban Shalat menurut Ilmu Kesehatan China yang ditulis Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China). Di buku yang diterbitkan oleh penerbit Mizania Bandung (2007) itu, Lukman Hakim mengkaji dan meninjau gerakan-gerakan salat, waktu-waktu salat, kemudian menganalisis dengan kaidah ilmu kesehatan China.

Ditinjau dari perspektif ilmu kesehatan China, tiap-tiap gerakan, sikap, serta setiap perubahan gerak tubuh kita akan memberi dampak pada kesehatan jasmani secara keseluruhan. Demikian juga salat, jika dilakukan dengan benar, merupakan cara sempurna memelihara kondisi kesehatan kita.

Menurut para tabib China, seluruh organ internal manusia terkait dan terhubung dengan chi (energi). Dan mekanisme serta fungsi semua organ internal itu saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, jika sirkulasi chi dalam tubuh tidak lancar maka tentunya akan terjadi kemerosotan kondisi fisik atau bisa saja salah satu bagian tubuh tidak mampu berfungsi dengan baik.

Gerakan-gerakan salat mempunyai hubungan erat dengan sistem organ anatomi manusia. Misalnya, posisi berdiri tegak pada permulaan salat. Posisi ini memfungsikan setiap struktur tulang dan otot pada semua bagian tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Takbiratul Ihram merupakan gerakan yang menimbulkan tarikan ringan pada otot-otot dan rongga-rongga dada yang berfungsi untuk pernafasan. Rukuk berfungsi untuk memacu sistem saraf yang terletak di bagian pinggang. Pada saat sujud, letak kepala yang turun memperlancar proses peredaran darah yang membawa oksigen ke dalam otak. Efeknya, membuat otak bisa berfungsi secara maksimal.

Salat jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh, akan menyehatkan badan sekaligus menyehatkan jiwa. Menyehatkan badan karena gerakan-gerakannya, menyehatkan jiwa karena dalam salat kita berserah diri kepada Sang Khalik, maka hilanglah penyakit-penyakit hati.

Jika dilakukan dengan baik dan benar, salat juga akan memberikan dampak positif dan menghindarkan pelakunya terjerumus kepada tindakan-tindakan tidak baik, sebagaimana Allah firmankan:

“…Sesungguhnya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…” (QS. al -Ankabut [29]:45).

Dalam ilmu kesehatan China, sebagaimana yang dijelaskan penulis, sirkulasi harian chi di dalam tubuh manusia tidak bisa terlepas dari sirkulasi chi alam tempat kita tinggal yaitu bumi dan sistem kosmik. Sirkulasi ini dipetakan menjadi enam elemen yaitu tanah, air, api, api ministerial, kayu, dan logam. Masing-masing elemen mewakili organ internal manusia dan periode sirkulasi itu berjalan. Misalnya elemen air berhubungan dengan organ ginjal dan kandung kemih, dan bersirkulasi dari jam 15.00-19.00. Sehingga waktu yang sama dengan waktu salat Ashar ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih.

Begitu juga waktu-waktu salat fardhu yang lain merupakan waktu yang tepat untuk terapi kesehatan organ internal tubuh manusia. Salat Subuh merupakan waktu yang tepat untuk terapi paru-paru, salat Zuhur untuk terapi jantung dan usus kecil, salat Maghrib untuk terapi ginjal, dan salat Isyak untuk terapi perakardium dan triple burner.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan salat lima waktu, sesungguhnya kita hidup selaras dengan siklus alamiah tubuh dan alam. Rangkaian wudhu, waktu salat, dan salat mengajari kita untuk selalu hidup bersih, hidup sehat, dan menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta, sekaligus sebagai sarana meraih ketakwaan kita sebagai hamba kepada Sang Pencipta. (Malik/Yudhi)

Related posts:


ABI Press_Tips Membersihkan Paru-paruTiga Hari Bersihkan Paru-Paru


Manfaat PuasaKenali 10 Manfaat Puasa Untuk Kesehatan


Kasiat-luar-biasa-apelKhasiat Buah Apel yang Luar Biasa


12-Manfaat-buah-naga12 Manfaat Sehat Buah Naga

Cak Nun: Mustahil Cinta Allah Tapi Benci Sesama

25 April, 2016

Leave a comment

Dalam acara “Tadabburan Bersama Cak Nun dan Kyai Kanjeng” di Pondok Al Islah Sitiharjo Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, Senin (25/4), Emha Ainun Najib (Cak Nun) menyampaikan bahwa bagi seorang Muslim sudah seharusnya segala sesuatu yang menjadi dasar dalam kehidupannya adalah cinta. Sehingga apapun yang dilakukan, seperti salat, puasa, naik haji, berbuat baik terhadap sesama dan lain sebagainya, semua itu dasarnya adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT sebagaimana termuat dalam Alquran.

Dalam acara yang dihadiri hampir seluruh warga Sitiharjo bahkan warga luar kota Wonosobo itu, Cak Nun selanjutnya juga menegaskan tentang mustahilnya seseorang yang mengaku mencintai Allah tetapi dia tidak mencintai sesamanya.

“Mustahil mencintai Allah tetapi tidak mencintai sesama,” kata Cak Nun.

Dicontohkan oleh Cak Nun bahwa salah satu bentuk mencintai sesama adalah dalam hal harga-menghargai pemahaman yang berbeda tentang keyakinan agama. Boleh saja seseorang berpemahaman ‘tahlil’ tidak ada dalam ajaran agama dan termasuk bid’ah misalnya, namun janganlah kemudian pemahamannya itu diterapkan kepada orang lain yang memiliki pemahaman berbeda dengan dirinya. Begitupun sebaliknya, seseorang yang memiliki pemahaman ‘tahlil’ sebagai amalan bukan bid’ah pun tidak harus memandang sebelah mata terhadap mereka yang tidak memiliki pemahaman yang sama.

“Silakan memiliki tafsir sendiri, namun jangan memaksakan tafsirnya itu kepada yang lain,” lanjut Cak Nun di hadapan hadirin yang tampak antusias mendengar ceramahnya meski siang itu terasa sangat panas. (Malik Az/Yudhi)

Related posts:


BungaOBITUARI – Selamat Jalan Kembang Ahlulbait Indonesia


Seminar Titik-Temu Sunni-SyiahGus Nuril dan GusDurian Ungkap Taktik Takfiri Incar NU


gus-mus-MuktamarGus Mus : Islam Nusantara Jawaban Bagi Dunia Islam


workshop-validasi-Penerjemahan-al-Quran-bahasa-Mongondow-1Kemenag Gelar Workshop Validasi Terjemahan Alquran Bahasa Mongondow

LBH Jakarta : Keputusan Hakim Tidak Komprehensif

Sidang terhadap buruh dan tiga advokat dari LBH Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (25/4) kembali ditunda. Setelah hakim membacakan putusan sela yang menolak eksepsi dari pengacara terdakwa, tim pengacara meminta sidang dilanjutkan dua minggu lagi.

“Kita minta dilanjutkan nanti tanggal 5 Mei karena 1 Mei kan ada Hari Buruh. Jadi tidak kondusif kalau sidang hari Senin depan,” ujar Arif Maulana, S.H. M.H pengacara publik dari LBH Jakarta.

Menurut Arif, putusan sela hakim yang menolak eksepsi dari tim pengacara LBH Jakarta terlalu normatif dan tidak melihat kasus secara komprehensif.

“Hakim sangat normatif. Hakim tidak melihat kasus ini secara komprehensif, bahwa di balik penangkapan ini ada aksi damai yang dilakukan teman-teman buruh, kemudian didampingi rekan-rekan advokat dari Jakarta. Ini situasi aksi dan penangkapan itu berbeda,” ujar Arif.

“Hakim seharusnya melihat kasus ini lebih kontekstual dan berani untuk tidak terpaku pada alasan normatif,” tandas Arif.

Sementara Tigor Hutapea, salah satu advokat buruh yang menjadi salah satu terdakwa menyebut hakim tidak memiliki keberanian untuk memutuskan perkara ini.

“Harapannya nanti kita akan dengar kesaksian dari jaksa, dan akan hadirkan Kapolres Jakarta Pusat. Kita harapkan saksi yang dihadirkan ini bisa berikan keterangan yang sejelas-jelasnya,” ujar Tigor. (Muhammad/Yudhi)

Related posts:


260242MK Galau : “Wakil” Tuhan Nodai Keadilan


Teaterikal Mengenang MunirKampanye 10 tahun Wafat Munir Di Acara Car Free Day


Jayadi (kiri)Rekomendasi Tim Gabungan Advokasi Jemaah Ahmadiyah Indonesia


Kasus-Pelanggaran-HAMTugas Negara Hilangkan Impunitas dan Penuhi Hak Korban Pelanggaran HAM

Milad Imam Ali di ICC

Ustaz Muhammad bin Alwi BSA dalam peringatan hari lahirnya Imam Ali bin Abi-Thalib as di Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta Selatan (22/4), menyampaikan dalam tausyiahnya bahwa kita tidak akan mampu untuk melukiskan keagunngannya. Yang kenal Imam Ali as adalah Allah SWT penciptanya, Rasulullah SAW dan keluarga dekat beliau. Sedangkan kita hanya mampu membicarakan hal-hal yang sangat sedikit tentang Imam Ali as.

Ustaz Muh menjelaskan beberapa kemuliaan dari Imam Ali as, diantaranya yaitu, Imam Ali as lahir di dalam Kakbah, tempat yang paling suci dan menjadi kiblat bagi seluruh kaum Muslimin saat menjalankan shalat. Keistimewaan yang kedua adalah Imam Ali sejak kecil mendapatkan didikan langsung dari Nabi Muhammad SAW dan ini kemuliaan yang sangat Agung.(Lutfi)

YouTube Preview Image

 

Related posts:


imam-huseinVideo : Memahami Asyuro


wayang kulitvideo : Satu Suro Dalam Tradisi Jawa


Yusuf-KallaPidato Yusuf Kalla Pada Penutupan ICIS ke 4 di Malang


Syiah-Sektarianisme-dan-GeopolitikVideo : Peluncuran Jurnal MAARIF “Syiah, Sektarianisme dan Geopolitik”

Pembangunan Jangan Hancurkan Alam

Tak ada orang yang menolak pembangunan dan kemajuan. Namun jika semua pembangunan, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan itu tanpa memperhitungkan terjaganya kelestarian alam, maka hal itu tak bisa didiamkan.

Pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam ini ditekankah oleh Edo Rakhman, Manajer Kampanye Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam wawancara dengan ABI Press.

Bagaimana WALHI melihat kondisi pelestarian alam kita saat ini?

“Saat ini kita melihat trennya bahwa pemerintah kita masih konsen untuk memanfaatkan kekuatan sumber daya alam (SDA). Artinya sektor SDA ini masih jadi fokus untuk dalam tanda petik sebagai ‘penguatan ekonomi bangsa’ ini. Tapi sebenarnya itu mengabaikan apa yang menjadi perintah Undang-Undang. Misalnya mengedepankan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup dan lebih berpikir untuk generasi masa datang juga. Artinya ada prinsip keadilan generasi masa datang yang harus diperhatikan.”

“Trennya adalah, WALHI melakukan gugatan hukum di mana-mana itu karena kita ingin melindungi lingkungan dan semata-mata untuk menyelamatkan SDA dalam konteks ekstratkfif. Karena selama ini industri ekstraktif yang selama ini dimajukan, seperti sawit, Logging, Hutan Tanaman Industri, tambang, itu industri yang dimajukan.”

“Dan pemerintah juga tidak berkomitmen, tak ada lagi perluasan sawit di Indonesia. Karena itu yang kita dorong selama ini tidak ada lagi ekspansi kelapa sawit, dan kita mendorong pemerintah untuk melakukan review perizinan. Izin-izin perkebunan sawit yang ada itu harus direview. Karena terlalu luas. Karena ada perusahaan yang tak mampu mengurus luas lahan konsesinya. Dan itulah yang menjadi penyebab kenapa setiap tahun ada kebakaran hutan. Ya karena itu tadi, perusahaan menguasai ratusan ribu hektar yang kemudian itu tak dihabiskan ratusan kali. Kan dia cicil itu tiap tahun untuk membuka lahan dan seterusnya. Kan seperti itu. Dan itu yang menjadi penyebabnya.”

“Artinya, konsep pengelolaan tata kelola sumber daya alam ini yang kemudian kita masih karut-marut. Itu yang harus kita perbaiki sebetulnya.” 

Apa yang paling merusak alam dari semua itu?

“Saya kira itu industri ekstraktif yang saat ini konteksnya mempersempit lahan hutan yang ada saat ini. Artinya tiga sektor ini sawit, HTI, tambang ini yang memberikan sumbangsih terbesar dalam perusakan kawasan hutan kita. Data dari WALHI kalau yang terluas sekarang ini HPH, pembalakan, kedua Hutan Tanaman Indusrtri (HTI), yang ketiga perkebunan sawit, yang keempat adalah pertambangan.” 

“Kalau sekarang yang ramai diberitakan juga ada reklamasi pesisir pantai. Kalau reklamasi, kita sebenarnya bicara wilayah. Kalau reklamasi dalam konteks PP no. 122 tahun 2012 itu konteksnya kan di wilayah pesisir. Istilah reklamasi lain itu reklamasi pasca tambang, itu di sektor pertambangan, begitu selesai digali harusnya ditutup lagi. Kalau data WALHI kurang-lebih sekarang ada 32.000 hektar yang saat ini sudah, sedang dan akan berlangsung di berbagai titik di Indonesia.”

“Soal reklamasi, juga ada masalah perebutan wilayah tangkap nelayan, pencemaran wilayah tangkap nelayan. Ada juga sektor lain yang merugikan wilayah pesisir, misalnya pencemaran yang diakibatkan oleh pembangkit listrik dari pendistribusian batu-bara. Itu kan mengakibatkan perusakan dan pencemaran di pesisir.” 

Siapa aktor yang paling banyak melakukan perusakan alam ini?

“Menurut data WALHI, aktor utama perusak sumber daya alam atau lingkungan itu korporasi. Yang kedua adalah kerjasama antara korporasi dan pemerintah. Baru yang ketiga adalah pemerintah. Masyarakat itu ada juga, tapi tidak banyak. Lebih sering mereka dijadikan alat oleh korporasi untuk merusak alam.”

Bagaimana sikap WALHI mengenai hal ini?

“Tentu kita ajukan protes atau kritik. Kita ingin menunjukkan kepada pemerintah Indonesia bahwa kita juga ingin melibatkan pemerintah untuk turut melindungi lingkungan hidup yang ada saat ini. Tidak melulu kemudian bicara soal eksploitasi, eksplorasi, pemanfaatan dan seterusnya. Tapi penting juga untuk perlindungan lingkungan hidup itu sendiir. Jadi kritik, kampanye itu sebetulnya modal kita untuk melakukan protes ke pemerintah bahwa penting untuk melindungi lingkungan itu.” 

“Kita tak jarang ketemu kawan-kawan di KSP, menteri juga kita lobi langsung. Lobi-lobi itu terus kita lakukan. Target kita, kita ingin menghadirkan negara untuk melindungi lingkungan hidup, sumber daya alam yang tersisa saat ini. Karena selama bertahun-tahun invest pertumbuhan kita sangat tergantung pada pemanfaatan SDA. Nah, apakah SDA ini mau kita habiskan sekarang? Apakah kita tak mengenal lagi prinsip keadilan antar generasi misalnya? Prinsip-prinsip itu yang kemudian ingin kita dorong dalam proses perlindungan dan penyelamatan sumber daya alam yang ada saat ini.”

Tak hanya korporasi dan pemerintah, kita juga justru melihat banyak masyarakat malah mendukung perusakan alam atas nama pembangunan. Bagaimana pendapat Anda?

“Saya kira itu adalah fakta yang ada saat ini. Karena tidak semua masyarakat saat ini mempunyai pemahaman mengenai penyelamatan lingkungan dan soal menjaga lingkungan itu sama. Terus tidak sedikit juga yang apatis. Yang ketika dipengaruhi oleh investasi timbul pikiran itu. Atau karena media yang kemudian mempengaruhinya.”

“Itu memang adalah fakta yang terjadi saat ini. Tapi bagaimanapun fakta saat ini, negara tidak boleh melupakan kewajibannya. Kita punya Undang-Undang Dasar, kita punya konstitusi. Harusnya itu yang dijalani. Dan kemudian kalau sudah diregulasi ya hormati regulasi itu, jalani regulasi itu. Jangan kemudian disalahgunakan.” (Muhammad/Yudhi) 

Related posts:


god-is-greatJangan Sembarangan Membusuk-busukkan Tuhan


Yenny Wahid Kampanyekan Islam DamaiYenny Wahid: Lawan Kebencian Dengan Cinta


Hate-LoveIndahnya Dakwah Cinta vs Buruknya Dakwah Benci


Riza-DamanikApakah Warga Teluk Jakarta Butuh Reklamasi?

Khutbah Jumat ICC 22 April 2016

Khutbah Jumat (22/4) di ICC oleh Ustaz Umah Shahab menjelaskan tentang pentingnya berwilayah kepada Amirul Mukminin, Ali bin Abi-Thalib. Sebab Berwilayah kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi-Thalib merupakan kebersinambungan dari berwilayah kepada Rasulullah SAW dan berwilayah kepada Allah SWT. Oleh karena itu wilayah pada Amirul Mukminin mendapatkan perhatian yang besar oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Ketika seseorang beriman, maka dia akan mendapatkan syurga. Ketika seseorang beramal soleh, maka dia akan mendaptkan syurga. Tapi ada syarat pelengkap yang harus dipenuhi, kalau tidak maka seseorang itu tidak akan masuk syurga. Syarat itu adalah mencintai keluarga Rasulullah.

YouTube Preview Image

Related posts:


Khutbah JumatVideo : Khutbah Jumat Sayyid Murtadho Musavi


Khutbah-Jumat-Sayyid-MusaviKhutbah Jumat Bersama Sayyid Musavi


Khutbah-Jumat-ICC-8-April-2016Khutbah Jumat ICC 8 April 2016


Khutbah-Jumat-15-April-2016Khutbah Jumat 15 April 2016