Monthly Archives: February 2015

Menag Minta Soal Sunni-Syiah Disikapi dengan Arif

menagMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam untuk menyikapi perbedaan Sunni dan Syiah dengan arif.

  Ia mengakui bahwa diskursus yang mengangkat perbedaan Sunni – Syiah belakangan meningkat, sesuatu yang tidak ditemui 5-10 tahun lalu.

“Kita harus menyikapi fenomena ini dengan arif. Jangan sampai kita diadu dan dibenturkan dengan saudara sesama Muslim,” harap Menag usai menjadi Narasumber pada Mudzakarah Perhajian di Jakarta, seperti dikutip laman kemenag.go.id, Kamis (26/2/2015).

Menurutnya,  pertentangan yang terjadi di Timur Tengah sungguh memprihatinkan. Pasalnya, umat, dengan syahadat yang sama dan Muhammad sebagai Rasulnya, karena berbeda faham justru saling menumpahkan darah. “Jika kita salah sikap, pertumpahan darah itu, berpeluang terjadi di negeri tercinta ini,” tuturnya.

Menag sadar bahwa Indonesia memang tidak bisa disamakan dengan negara-negara di Timur Tengah, karena mempunyai dasar negara yang berbeda. Namun demikian, lanjut Menag, apakah perbedaan itu harus dilanjutkan dengan saling mengkafir-kafirkan, lalu saling membunuh?

“Hal ini perlu kita sikapi bersama. Kami membutuhkan masukan dan arahan para ulama, agar apa yang terjadi di Timur Tengah, tidak terjadi di Indonesia,” harapnya. (IRIB Indonesia / Antara / SL)

Read More »

Umat Muslim Bisa Saling Bergandengan Tangan

IMG_3544Berkumpulnya beberapa tokoh dan pemimpin organisasi masyarakat Islam di kediaman Ustadz Arifin Ilham, selepas insiden penurunan spanduk anti-syiah yang berujung pada pemukulan terhadap pemimpin penegak Syariah kompleks Perumahan Az-Zikra beberapa waktu lalu, membuat kesimpulan yang mengarah kepada kelompok Syiah sebagai pelakunya. Read More »

Warga Syiah dan Sunni Hidup Rukun di Irak

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.

Jakarta, Aktual.co — Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.   Read More »