Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)
Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Warga Syiah dan Sunni Hidup Rukun di Irak

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Redaktur Senior Aktual.co. (Foto: Aktual.co/Satrio Arismunandar)

Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.

Jakarta, Aktual.co — Pertentangan Muslim Sunni dan Syiah di Irak sebetulnya lebih banyak merupakan komoditi dan kepentingan para elite politik. Jika dilihat pada kehidupan sehari-hari warga Sunni dan Syiah, mereka biasa hidup bertetangga dengan baik, tidak bermusuhan satu sama lain.  

Demikian dikatakan sejumlah diplomat Muslim kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar, yang melaporkan langsung dari Irak hari Senin (23/2). Satrio melakukan kunjungan jurnalistik ke berbagai wilayah di Irak sejak Kamis (19/2).
Para diplomat Muslim –yang kebetulan penganut Sunni– memberi contoh, warga Sunni bisa sholat di masjid Syiah dan diterima baik. Tidak ada masalah. Sebaliknya orang Syiah juga bisa sholat di masjid Sunni, dan juga tidak dipersoalkan.
“Mungkin semula kita membayangkan, akan ada masalah. Soalnya orang Syiah kalau sholat kan menggunakan keping tanah dari Karbala untuk tempat sujud. Tetapi ketika mereka menggunakan ritual itu di masjid Sunni, saya lihat jamaah Sunni yang ada di masjid juga cuek saja. Artinya, hal itu tidak dipersoalkan,” ujar seorang diplomat pada Aktual.co.
Menurut data, penganut Syiah adalah mayoritas di Irak, sekitar 60 persen. Sedangkan penganut Sunni sekitar 40 persen. Di Irak juga terdapat penganut Kristen, Yazidi, dan lain-lain. Etnis Arab dominan di Irak, tapi juga ada etnis Kurdi yang cukup besar.

About admin