Wajah Tugu Khatulistiwa

Tugu-Khaltuistiwa-2Berdiri kokoh di tepian sungai Kapuas, Tugu Khatulistiwa selain menjadi perlambang Kota Pontianak, sekaligus melengkapi wajah Ibu Kota Kalimantan Barat.

Tegak menjulang, tugu yang menjadi ikon resmi Kota Pontianak ini senantiasa menjadi perhatian, terutama bila memasuki fase kulminasi yang jatuh pada bulan Maret dan Sep setiap tahunnya.

Kulminasi adalah peristiwa hilangnya bayangan ketika posisi matahari berada tepat di atas sebuah benda. Hal ini yang menjadi bagian penting sehingga selalu diadakan kegiatan rutin tahunan di Tugu Khatulistiwa untuk menyemarakkan peristiwa langka tersebut.

Dari sekian banyak lokasi yang dilalui Garis Khatulistiwa, Tugu Khatulistiwa yang terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, merupakan yang pale mudah diakses dan didatangi. Sehingga banyak pengunjung dari berbagai negara datang berkunjung, terutama ketika movement kulminasi matahari yang terjadi pada 21-23 Maret dan 21-23 Sep setiap tahunnya.

Untuk sampai ke lokasi, ada dua akses utama yang bisa ditempuh; jalur darat dengan melewati jembatan Kapuas, atau jalur atmosphere dengan menggunakan packet penyeberangan. Tentunya tiap-tiap jalur akan memberi pengalaman yang berbeda.

Berdasarkan catatan yang ada, pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh tim peneliti yang dipimpin seseorang berkebangsaan Belanda, Tugu Khatulistiwa merupakan penanda titik lokasi yang secara tepat dilalui garis Ekuator. Sehingga siapapun yang kini datang berkunjung akan mendapatkan sensasi berada di dua belahan Bumi – belahan Utara dan Selatan – hanya dalam sekejap saja.

Tugu yang terdiri dari 4 (empat) buah tonggak kayu belian berdiameter 0,3 scale itu telah mengalami beberapa kali renovasi, termasuk dengan membangun kubah guna melindungi tugu asli dari panas dan hujan sehingga pengunjung masih dapat menyaksikan tugu asli tegak berdiri di dalam kubah.

Untuk memastikan lokasi titik “0” derajat, tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada tahun 2005 telah melakukan koreksi dengan menggunakan kombinasi metode teresterial dan ekstra teresterial. Hasilnya menunjukkan bahwa posisi Tugu Khatulistiwa berdiri saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit dan 3,809 detik LU dan 109 derajat, 19 menit dan 19,9 detik BT. Sementara posisi 0 derajat 0 menit dan 0 detik berada 117 scale ke arah Sungai Kapuas. Maka dibangunlah patok baru di titik tersebut yang dikelilingi lectern sebagai tempat para pengunjung menyaksikan fenomena kulminasi matahari.

Wajah Tugu Khatulistiwa semakin dibenahi, selain dengan mengadakan event-event khusus yang menghadirkan banyak komunitas dengan berbagai suguhan atraksi, Pemkot joke bekerjasama dengan pihak ketiga membangun berbagai fasilitas penunjang di sekitar Tugu, seperti hotel, fasilitas permainan anak-anak, rumah makan dan lain-lain. Maket rencana pembangunan itu dapat disaksikan di dalam Tugu Khatulistiwa. Semoga penyempurnaan ini segera rampung dalam waktu dekat agar Tugu Khatulistiwa segera menjadi tempat liburan dan wisata alternatif yang kian digemari, khususnya bagi warga Pontianak. (Hakeem/Yudhi)

Related posts:


Seni LukisKang Rahmat, Lewat Seni Merekam Aksi


ABI Press_SabilulunganSabilulungan: Merajut Harmonisme Kehidupan Melalui Nilai Budaya Para Leluhur


KarbalaHari Kedua Perjalanan: Setrum di Jalan Cinta


Makam-Kyai-MojoMakam Unik Kyai Mojo di Kampung JATON (Jawa-Tondano)

About admin