Urgensi Mengenal Ahlulbait

Dalam khazanah Sunni dan Syiah, kata ‘Ahlulbait’ dan shalawat pada keluarga Nabi menduduki peran yang sangat penting dan sentral. Dalam shalat misalnya, tidak sah shalat tanpa membaca shalawat. Perintah untuk mencintai, meneladani dan mengikuti Ahlulbait begitu banyak dalam berbagai riwayat hadis.

Urgensi mengenal Ahlulbait ini ditegaskan oleh Abdullah Beik, MA dan Alwi Husein, MA dalam dalam “Diskursus Ahl-al-Bayt Nabi SAW Dalam Hadits” di Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra, Jakarta, Sabtu (21/5).

Alwi Husein dalam disertasi yang kini sudah diterbitkan dalam bentuk buku, setelah meneliti sumber khazanah Ahlusunnah, menyebutkan bahwa makna ‘Ahlul’ secara bahasa adalah anak-anak dan cucu-cucu, bukan istri.

“Dalam Alquran pun, di surah al-Qashash, surah al-Hud dan surah al-Ahzab kata ‘ahlul’ dinisbahkan pada keturunan,” terang Alwi Husein.

“Dan sudah kita ketahui istilah atau pendapat pribadi tidak bisa melawan ketentuan nash yang spesifik. Yaitu bahwa Ahlulbait itu khusus untuk Nabi Muhammad, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain seperti dalam ‘hadis Kisa’,” tandas Alwi Husein. 

Posisi Penting Ahlulbait

Abdullah Beik menekankan pentingnya posisi Ahlulbait dalam Islam.

“Pembahasan mengenai Ahlulbait sangat penting sekali. Pembahasan Ahlulbait umurnya sangat lama, tapi masih banyak yang masih belum jelas. Perlu pembahasan akademis dan konsekuen,” ujarnya.

“Dalam shalat kita harus pakai shalawat. Kita tiap hari baca, tapi tak jelas (yang ada dalam bacaan shalawat) itu siapa. Ibarat kita menulis surat tapi tidak jelas ditujukan untuk siapa. Itu kan aneh?”

“Semua tahu Ahlulbait harus diikuti, harus dicintai, tidak boleh diberi shadaqah, dan lainnya. Tapi anehnya kenapa tak dibahas? Kalau joke dibahas, kenapa ambigu dan tidak jelas?” tanya Abdullah Beik.

Padahal menurut Abdullah Beik, mengenal Ahlulbait adalah kunci yang bisa menjawab banyak permasalahan dalam agama.

“Dengan memahami Ahlulbait, banyak masalah yang akan selesai. Khususnya pada rujukan siapa pelanjut Rasulullah, siapa yang berhak menjelaskan agama ini, siapa yang akan menjadi mitra Alquran, untuk menjelaskan Alquran,” terang Abdullah Beik.

Karena itu, tak bisa tidak, mengenal dan memahami Ahlulbait sangatlah penting bagi seorang Muslim agar dia tak terputus dari sumber Islam yang sejati. (Muhammad/Yudhi) 

 

Related posts:


Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab


Banjarnegara Bershalawat bersama Haddad AlwiBanjarnegara Bershalawat


Agama dan Pancasila: Menakar Ulang Tafsir dan Makna Pancasila Sebagai Ideologi NasionalMimpi Basah Wahabi Mengganti Pancasila


Teladan Damai MUI YogyakartaTeladan Damai MUI Yogyakarta

About admin