Upaya Kemenag Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama

Jakarta – Kerukunan adalah simpul utama dan kata kunci terwujudnya bangunan sosial keberagamaan masyarakat Indonesia. Karenanya, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menag ketika membuka kegiatan Launching Laporan Tahunan Kehidupan Keagamaan di Indonesia Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan di Jakarta, Selasa (14/03).

Menurutnya, visi Kementerian Agama adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Kerukunan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi tersebut.

“Kementerian Agama terus berupaya memperkuat layanan-layanan strategis demi terwujudnya kerukunan yang berkualitas dan produktif, demi kemaslahatan bersama,” ujar Menag.

 

Lantas apa saja yang dilakukan Kementerian Agama? Menag menegaskan bahwa ada sejumlah langkah yang terus dilakukan dalam mewujudkan kehidupan keagamaan yang sehat, yaitu:

1. Optimalisasi dan sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait kerukunan umat beragama (KUB);

2. Peningkatan peran Pemerintah Daerah dalam menggalakkan kegiatan sosial lintas agama;

3. Penguatan aspek kerukunan melalui Perda-Perda dan peraturan lain sampai tingkat kecamatan;

4. Peningkatan wawasan dan kegiatan sosial masyarakat terkait hubungan lintas agama, melalui media kerukunan atau kebijakan;

5. Peningkatan peran penyuluh agama sebagai agen penggerak kerukunan;

6. Peningkatan peran tokoh-tokoh agama sebagai figur perekat sosial di tengah masyarakat.

“Dalam kesempatan yang baik ini pula, saya ingin mengajak kita semua untuk terus berpartisipasi dalam memperkuat bingkai kerukunan umat, terutama dengan membangun pemahaman dan kesadaran beragama yang sehat,” imbaunya.

Kegiatan Launching ini dihadiri oleh para pimpinan majelis agama, para pimpinan ormas keagamaan serta para pejabat eselon we dan II di lingkungan Kementerian Agama.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Guru Besar Hukum Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Prof Dr M Atho Mudzhar dan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Bambang Pranowo MA. (Didah/mkd/mkd)

Related posts:

Screen Shot 2013-11-19 during 6.52.12 AMPesan Asyura Nasional Ahlul Bait 1435 H Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab (dua dari kiri) Ustaz Hassan Alaydrus, Ustaz Jalaluddin Rakhmat, dan Kyai Alawi Nurul Alam al BantaniMaulid Bersama: Bukti Kokoh Ukhuwah Sunni-Syiah C5Bo8GyUMAAthMMBeasiswa Santri Berprestasi Kembali Dibuka Bulan Depan

About admin