Setara Institute Rilis Survei Toleransi Siswa

Setara Institute rilis hasil survei Toleransi Siswa SMA Negeri di Jakarta dan Bandung Raya, (24/5).  Dari hasil survei yang dilakukan di 171 sekolah (Jakarta 106 dan Bandung 65) sekolah, meliputi 760 siswa dari sum populasi 18.000 siswa/siswi, tingkat toleransi siswa mencapai angka 61,6%, sisanya 35,7% intoleran pasif/puritan, 2,4% intoleran aktif,  dan 0,3 % berpotensi menjadi teroris.

Pelaksanaan survei dilakukan sejak 4 sampai dengan 18 Apr 2016 dengan mengambil 20 sampel dari setiap sekolah sebagai responden dengan berbagai macam pertanyaan.

Dengan menggunakan 18 pertanyaan kunci yang dipilih pada tiga dimensi; sosial, politik, dan ideologis, Setara Institute memberikan skor pada setiap jawaban responden untuk memperoleh standing toleransi setiap responden; toleran, intoleran pasif/puritan, intoleran aktif/radikal, dan teroris. Akumulasi jawaban dari 18 pertanyaan itu meletakkan kategori responden pada derajat yang berbeda-beda seperti disebut di awal.

Mengenai alasan kenapa sekolah SMA Negeri yang menjadi objek survei, Ismail Hasani selaku Direktur Riset Setara Institute menjelaskan bahwa SMA Negeri merupakan sekolah publik yang ditopang dari pajak berbagai kalangan.

“Karena sekolah publik maka etika publik harus bekerja di situ, karena sekolah publik keberagaman harus menjadi kunci,” kata Ismail Hasani.

“Artinya, sekolah-sekolah ini punya tanggung jawab lebih dari sekolah-sekolah (berbasis) agama,” imbuhnya.

Menurutnya, sekolah-sekolah berbasis agama bisa jadi angka intoleransinya lebih tinggi.

“Dalam konteks kewajiban negara, itu juga kewajiban negara … tapi sebatas mana kita pantas menuntut tanggung jawab negara, pertama-tama di sekolah-sekolah publik,” pungkas Ismail.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Jakarta itu, Setara Institute juga meluncurkan buku seri komik toleransi. (Malik/Yudhi)

Related posts:


189344171 Guru Pendidikan Agama Dapat Honor Tetap


kantor DPP Ahlulbait IndonesiaPengungsi Sampang Kembali Tagih Janji SBY


Mudapa BosaraTantangan Pelestarian Budaya Nusantara


#NyalaUntukYuyunSimponi: Laki-Laki Bertanggung Jawab atas Tingginya Perkosaan

About admin