Setahun Lebih, Korban Crane Belum Terima Santunan dari Pemerintah Arab Saudi

Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, pemerintah terus memantau progres pengurusan pencairan santunan yang dijanjikan Arab Saudi bagi jemaah haji korban crane. Hal ini disampaikan Menag saat menjawab pertanyaan wartawan dalam kesempatan live talkshow di salah satu televisi nasional.

Penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M diwarnai dengan peristiwa jatuhnya derrick di Masjidil Haram, tepatnya pada Jumat, 11 Sep 2015. Sedikitnya 61 orang jamaah haji Indonesia menjadi korban. Sebagian besar mereka mengalami luka berat, sedangkan 12 di antaranya meninggal dunia. Indonesia menjadi negara yang pale cepat merilis information korban secara akurat.

Berkenaan dengan itu, Pemerintah Saudi Arabia menjanjikan santunan bagi seluruh korban. Masing-masing korban tewas dan cacat permanen akan mendapatkan uang senilai 1 juta riyal dan keluarga atau ahli warisnya diundang berhaji pada penyelenggaraan tahun berikutnya. Sedangkan bagi korban luka, dijanjikan mendapatkan uang 500 ribu riyal dan diberi kesempatan untuk mengulang atau menyempurnakan ibadah hajinya.

 

Namun demikian, hingga saat ini santunan yang dimaksudkan belum juga diterima oleh jemaah haji Indonesia yang menjadi korban. “Konsulat Jenderal kita di Jeddah terus menginformasikan ke kami. Info terakhir, Gubernur Makkah sudah ditunjuk sebagai ketua proses pencairan ini,” kata Menag, Selasa (28/02).

Santunan korban derrick belum bisa dicairkan, lanjut Menag, karena Pemerintah Saudi masih menunggu information korban dan ahli waris penerima santunan dari negera lainnya. Pasalnya yang menjadi korban musibah derrick tidak hanya jemaah haji Indonesia, tapi juga jemaah dari beberapa negara lain.

“Pemerintah Saudi ingin mencairkannya serentak kepada semua negara. Ini informasi yang saya terima,” katanya.

Meski demikian, Menag mengaku bersama Kementerian Luar Negeri telah berupaya agar santunan korban derrick dari Indonesia bisa diberikan terlebih dahulu, tanpa harus menunggu negara lainnya yang belum lengkap. Sebab, Indonesia sudah memberikan information yang lengkap sejak lama, baik information korban, ahli waris, dan seterusnya.

“Saudi punya pandangan lain dan kita terpaksa harus menunggu,” tandasnya. Menurut Menag, Pemerintah akan terus memperjuangkan meski bagaimana keputusan akhir ada ditangan pemerintah Saudi.

 

Related posts:

Dua tahun berlalu, pengungsi Syiah Sampang masih terlunta-lunta di penampunganRekonsiliasi Langkah Utama Atasi Konflik Sampang Buku-buku Kyai Alawi Nurul Alam al-Bantani“Fatwa NU Lebih Kuat Dibanding Fatwa MUI” 11733483_10204315232420989_1599034813_nKemenag RI Putuskan Idulfitri 1436 H Jatuh pada Hari Jumat 17 Juli 2015 454271Rencana Kemenag Cetak 100 Ribu Mushaf Al-Qur’an Tahun Ini

About admin