Semarak Perayaan Milad Fathimah Az Zahra di Iran

Besok, 20 Jumadil Tsani adalah peringatan hari lahir Sayidah Fathimah Az Zahra. Bergegas menyiapkan diri untuk berziarah ke haram (makam suci) Sayidah Maksumah as, saya ingin mengambil berkah malam ini dengan memanjatkan doa di sana karena pada malam-malam mulia seperti ini saya yakin tiap doa akan cepat terkabul.

Setelah berpakaian rapi, saya berangkat. Kurang lebih 8 menit naik taksi dari asrama dan tiba di haram, saya joke bergegas mengambil barisan depan, agar usai salat jamaah dapat mengambil foto pembicara malam ini. Mengingat Selasa malam bertepatan dengan malam kelahiran Sayidah Fathimah as, pembacaan Doa Tawasul joke dilakukan usai salat jamaah, disusul lantunan syair pujian untuk Sayidah Fathimah as.Khush Omadid Ya Zahra, Khush Omadid Ya Zahra (Selamat Datang Ya Zahra, Selamat Datang Ya Zahra) adalah sebaris syair yang di antaranya saya ingat. Setelah menyimak ceramah yang dibawakan Ayyatullah Abdus, saya joke bergegas berziarah.

Malam itu adalah momen bahagia bagi umat Islam di Iran. Para petugas yang berkhidmat di haram, membagikan Shirini (kue-kue manis) kepada para jamaah yang hadir. Tak seperti biasanya, haram penuh sesak, membuat saya hanya bisa berziarah dari kejauhan, kurang lebih 10 scale dari makam beliau di dekat pintu masuk saja.

Kubah emas Sayidah Maksumah di malam kelahiran Sayidah Fathimah as begitu indah dipandang. Di sekitar aula joke tampak dihiasi lampu-lampu kecil. Begitupun saat dalam perjalanan pulang, tampak kerlap-kerlip lampu kecil warna-warni di antara bendera kecil hijau, kuning, dan putih yang dipasang di ketinggian 3 scale menghiasai area bundaran dan kolam kecil di depan kampus. Tak lupa, semua itu joke saya abadikan dengan kamera.

Selain kompleks pemakaman Sayidah Maksumah, saya melihat toko bunga dan toko kue joke ramai pengunjung. Selama bermukim di Iran, sudah biasa saya saksikan bahwa di setiap hari-hari lahir manusia suci keluarga Nabi yang merupakan hari-hari bahagia Ahlulbait as, selalu ada acara bagi-bagi kue. Tak terkecuali saat  hari lahir Sayidah Fathimah as yang juga dijadikan sebagi hari perempuan, sudah menjadi tradisi para suami di Iran menghadiahi istri mereka sekuntum mawar. Tak ketinggalan, hal yang sama juga dilakukan para anak untuk ibu-ibu mereka. (Sutia/Yudhi)

About admin