Romo Magnis: Hormati HAM, Haramkan Kekerasan

“Bersedia menghormati dan menghargai mereka yang berbeda sekaligus tegas di dalam keyakinan diri sendiri,” ujar Prof. Franz Magnis Suseno, SJ yang biasa disapa dengan Romo Magnis dalam peluncuran sekaligus bedah buku Pendidikan Interreligius, di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).

Romo Magnis menyebutkan dua kombinasi antara menghormati keyakinan orang lain sekaligus tegas dengan keyakinan diri sendiri adalah modal yang diperlukan saat ini dalam rangka hidup bertoleransi antar umat beragama di Indonesia. Seninya menurut Romo Magnis adalah mantap dalam keyakinan diri sendiri dan tidak mengkafirkan orang lain yang berbeda keyakinan.

“Kalau itu bisa dikembangkan di sekolah, itu saya kira sangat bagus,” sarannya.

Dua Catatan

Terkait buku Pendidikan Interreligius, Romo Magnis memberikan dua catatan bagi tim penulis.

Pertama, perlu gerakan nasional untuk dapat keluar dari budaya kekerasan. Tidak hanya kekerasan atas nama agama tapi kekerasan di semua dimensi kehidupan masyarakat Indonesia. Apalagi jika ada satu ajaran yang karena dianggap sesat kemudian kekerasan dengan mudahnya ditimpakan terhadap mereka.

“Kita mesti membuat suatu kesepakatan mengharamkan kekerasan,” tegas Romo Magnis.

Kedua, diperlukan keyakinan pada Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan keyakinan kita pada HAM, berarti kita sekaligus meyakini bahwa kapanpun dan tanpa kecuali setiap manusia mesti diperlakukan sesuai dengan martabatnya.

“Kita memerlukan itu juga dalam hal hubungan antara umat beragama, yakni Hak Asasi Manusia!” pungkas Romo Magnis. (Lutfi/Yudhi)

Related posts:


Wahid InstituteYenny Wahid: Pemerintah Indonesia Harus Tegas Kepada Myanmar


Lemasko ke JakartaLemasko Papua Tolak Perusakan Sumber Daya Alam oleh PT. Freeport


mainan ular tanggaTanamkan Islam Cinta Sejak Dini


Palestina-VopDukung Total Palestina

About admin