Prof. Hasan Rahim Pour: Cegah Hegemoni Musuh Islam dengan Persatuan dan Berpegang pada Alquran-Hadis

Kamis, (17/11) pada pukul 09.00-12.00 WIB, Thoughts on Human Sciences in Islam (IC-THUSI) mengadakan The Third Internasional Conference yang diselenggarakan di STFI-SADRA Jakarta Selatan, di antaranya untuk menyikapi pandangan-pandangan miring terhadap Islam.

Salah satu narasumber dalam konferensi ini adalah Prof. Dr. Hasan Rahim Pour Azqadi yang merupakan Direktur Lembaga Riset untuk Peradaban Islam Teheran.

Pada sesi pertama Hasan menjelaskan secara singkat arti dan sebab kata Syiah dan Sunni digunakan. Menurutnya, Syiah dan Sunni memiliki persamaan dalam banyak hal, baik dalam hal shalat, puasa, zakat, dan haji, begitu juga hukum-hukum lainya. Meski demikian, ada pula beberapa perbedaan pandangan yang bisa diselesaikan dengan dialog yang sehat.

“Tapi musuh Islam lah yang kerap menebar benih permusuhan dengan menciptakan dan merekayasa opini agar para ulama Sunni dan Syiah terkesan seolah bermusuhan sehingga memperkeruh suasana demi melanggengkan kekuasaan mereka (musuh Islam-red) sebagai rezim,” tambahnya.

“Selama kaum Muslimin bersatu dan berpegang teguh dengan Alquran dan Hadis Nabi maka musuh tidak akan bisa lagi menghegemoni mereka,” pungkasnya.

Sebelum acara berakhir, berlangsung sesi tanya jawab yang disambut antusias para peserta. Terutama pertanyaan terkait tuduhan miring terhadap Islam sebagai agama teror,  langkah-langkah menghadapi dekadensi dignified dan pengaruh ISIS.

Selanjutnya acara ditutup dengan Shalat Zuhur dan makan siang bersama. (Zainudin/Yudhi)

Related posts:

Aula Terapung Universitas IndonesiaPopulerkan Islam Damai Untuk Indonesia Diskusi-utan-KayuFenomena Ateisme Arab: Tantangan Baru Umat Islam Milad-Imam-MusaHikmah Milad Imam Musa Kazhim as SabilulunganSabilulungan: Selami Budaya Nusantara Kembalikan Islam Damai Di Tengah Umat

About admin