Pilkada DKI dan Radikalisme

Selasa, (1/11) Aliansi Masyarakat Sipil Konstitusi (AMSIK) mengadakan diskusi bertema “Ancaman Radikalisme dan Terorisme di PILGUB DKI” di The Wahid Institute Jakarta Pusat.

Adapun narasumber dalam diskusi ini yaitu; KH Ahmad Ishomuddin (Rois Syuriah PBNU), Sidney Jones (Peneliti Terorisme) dan Ust. Nasir Abbas (Pengamat Jaringan Terorisme dan Mantan Amir Mantiqi Jamaah Islamiyyah).

Pemaparan pertama diawali oleh Nasir Abbas yang menjelaskan tentang sejarah Indonesia merdeka tidak lepas dari perjuangan Islam sehingga negara Indonesia diputuskan tidak menjadi Negara Islam.

Selanjutnya, Ishomuddin yang baru selesai memenuhi undangan dari presiden untuk datang ke Istana dalam rangka menyikapi rencana demonstrasi 4 November, mengatakan agar seluruh umat Islam percaya kepada pemerintah bahwa sudah kasus Ahok (Gubernur DKI Jakarta) sudah diproses hukum.

“Kami tidak menganjurkan umat Islam ikut serta dalam demonstrasi demi menghindari perpecahan dan menjaga ketertiban,” harapnya.

Sedangkan Sidney Jones menjelaskan bahwa pemerintah dalam penanganan isu kerusuhan demo cukup terlambat padahal dari awal kampanye ada isu yang ingin memanfaatkan isu Ahok bukan orang Islam untuk kepentingan kampanye.

Setelah semua pemaparan selesai, ada enam penanya untuk semua narasumber berkaitan dengan radikalisme dan analisis terkait demo 4 November.

Setelahnya, acara diskusi diakhiri ramah tamah dan foto bersama dengan para narasumber. (Zainuddin/Yudhi)

Related posts:

Sidney Jones: Teroris Incar Syiah IndonesiaSidney Jones: Kelompok Radikal Ancam Syiah Indonesia. Negara Jangan Diam Saja! International-Crisis-GroupSidney Jones: Teroris Incar Syiah Indonesia Bom Saudi ArabiaSidney Jones: Tak ada Hubungan antara Serangan Teror di Saudi dan Solo Jalaludin Rahmat dan Todung Mulya LubisBongkar Mitos HAM, Kuatkan Bingkai Kewarganegaraan

About admin