10526094_737749346271587_4791019672983660222_n

Pertanyaan Satier Anak Palestina Kepada Gembong Takfiri Al-ARifi

10526094_737749346271587_4791019672983660222_nSatu Islam – “Nama-ku Muhammad dari Gaza dan usia-ku 11 tahun. Saya berharap dapat mengajukan sebuah pertanyaan kepadamu, Syaikh:

Apakah tanah dan batu-batu yang masuk kedalam mulutku akibat dari roket-roket yang yang jatuh itu, membatal-kan puasa-ku?

Begitulah bunyi pertanyaan yang ditujukan oleh seorang anak palestina kepada gembong terorist takfiri yang selama ini memprovokasi anak-anak muda untuk berjihad di suriah. Sebagaimana diketahui al arafi terlibat secara langsung dalam proses perekrutan dan penyebaran propaganda-propaganda kalangan oposisi suriah yang berniat melengserkan pemerintahan Bashar al-assad.

Baru-baru ini santer terdengar kabar perpecahan dikalangan pemberontak yang berakhir dengan kontak senjata atau bahkan saling sembelih. Da’i dan Ulama terkemuka Arab Saudi ini sempat menggugat surat kabar Inggris ‘Daily Mail’ atas pemberitaan yang merugikannya.

Ulama wahabi itu keberatan dengan pemberitaan Daily Mail yang menyebutkan bahwa Syaikh Al-Arifi memainkan peran dalam perekrutan Muslim Inggris untuk bertempur di Suriah. Ulama yang beberapa waktu lalu sempat ditahan pemerintah Saudi itu mengatakan dalam siaran pers yang dikeluarkan kantornya pada Selasa 24 Juni 2014 bahwa pihaknya telah menunjuk seorang pengacara Inggris untuk melayangkan gugatan tersebut.

Saat ini, gugatan itu tersebut telah sampai dan diterima pengadilan di Inggris. Dalam siaran pers itu, Syaikh Al-Arafi membantah semua tuduhan yang dilontarkan koran tersebut. Ia menegaskan bahwa kajiannya di Inggris diikuti oleh ribuan orang dari berbagai latar belakang budaya dan pemikiran. Al-Arafi mengaku tidak memiliki tanggung jawab atas pemikiran dan orientasi para peserta.

Al-Arafi,  tidak akan menyampaikan kajian kecuali para hadirin setuju dengan tema tersebut. Al-Arafi juga menunjukkan bahwa berita yang diturunkan Daily Mail tersebut mengacu pada ceramahnya beberapa tahun yang lalu, sebelum meletusnya konflik di Suriah. Ketika itu, ia menyampaikan kajian dengan temah ‘Ahklak Muslim dan Bagaimana Berdampingan dengan Barat’.

Dalam kajian itu, kata Syaikh Al-Arifi, lebih fokus membahas tentang pentingnya akhlak baik dan dakwah dengan bijaksana. Surat kabar Daily Mail menurunkan sebuah laporkan tentang tiga pemuda Inggris yang berangkat ke medan tempur Suriah. Belakangan diketahui, ketiga pemuda itu aktif di sebuah masjid yang pernah dikunjungi Syaikh Al-Arafi. Laporan itu menuduh bahwa kajian Syaikh Al-Arifi mendorong orang untuk berjihad ke Suriah.

Namun fakta-fakta yang terkumpul mengenai keterlibatan gembong takfiri ini baik berupa video ceramah dan pernyataan-pernyataan terbuka al arafi sepanjang masa konflik bersenjata antara pemerintah suriah dan pemberontak tidak dapat menutupi kebohongan yang di lontarkan melalui tuntutan hukum tersebut. Pertanyaan anak palestina kepada Al Arafi ini jika diselami bukanlah pertanyaan yang berangkat dari sikap keluguan, melainkan pertanyaan Satier yang ingin mengungkap hipokrasi pola keberagamaan yang di anut oleh al arafi. LONG LIVE PALESTINE!!

 

Sumber :Satu Islam

About admin