Pernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia tentang Bom di Kampung Melayu

Rabu 24 Mei pukul 9 malam, dua bom bunuh diri meledak di Halte Transjakarta, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Akibat kejadian itu tiga korban meninggal dan beberapa lainnya luka-luka. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi keji itu.

Tragedi di Kampung Melayu terjadi tidak lama setelah aksi teror di Manchester, Inggris dan Marawi, Filipina. Entah rangkaian itu benar-benar terkait atau tidak, tetapi hakikat perbuatannya adalah sama-sama teror terhadap penduduk sipil. Ironisnya, eskalasi teror ini terjadi tak lama setelah KTT Amerika-Arab yang diselenggarakan di Riyadh.

Atas semua aksi keji, teror dan keberingasan yang tidak berperikemanusiaan, absurd dan pengecut itu, terutama yang terjadi di Tanah Air tercinta, Ormas Ahlulbait Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk sekeras-kerasnya segala bentuk aksi teror yang dilakukan terhadap warga sipil, terutama di tempat-tempat yang padat penduduk.

2. Menyatakan bahwa Islam sebagai ajaran yang penuh rahmat dari Rasul terakhir yang disebut sebagai rahmat atas sekalian alam, sama sekali tidak berhubungan dengan aksi-aksi teror yang keji, absurd dan pengecut tersebut.

3. Menuntut seluruh elemen umat Islam untuk mengutuk aksi-aksi yang terus memperburuk citra Islam, tanpa memberi justifikasi yang seolah-olah menimbulkan kesan bahwa aksi-aksi teror serupa dibenarkan oleh Islam.

4. Menyatakan bahwa aksi-aksi teror ini telah mencoreng citra Islam yang suci dan mengakibatkan umat awam kebingungan memahami nilai-nilai luhur dari agama yang agung ini.

5. Memohon kepada seluruh ulama Indonesia untuk dengan tegas menolak ajaran takfiri yang menjadi landasan gerakan teror ini.

6. Menolak dan mengutuk invasi kekuatan Barat, terutama AS dan Israel di Timur Tengah yang memperbesar wilayah pengaruh ajaran takfiri di tengah umat Islam.

7. Mewaspadai pola pikir takfiri yang menyusup dalam lembaga keagamaan, terutama yang mengklaim diri sebagai mayoritas umat Islam.

8. Mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak meremehkan bahaya takfiri yang dengan sekejap dapat menimbulkan teror dan menghancurkan bangsa dan negara seperti yang terjadi di Timur Tengah.

9. Mengingatkan seluruh anak bangsa untuk memikul tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam menjaga indahnya kebhinnekaan dan toleransi yang selama ini telah menjadi kekayaan dan keunggulan bangsa ini.

10. Menuntut pemerintah dengan seluruh jajarannya untuk sungguh-sungguh mewaspadai benih-benih gerakan ekstremis takfiri yang menolak eksistensi semua golongan Muslim dan non Muslim selain golongannya.

11. Mendesak pemerintah bekerja serius membendung aliran takfiri yang berciri utama penolakan terhadap aliran dan mazhab Islam yang berbeda serta mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka.

Demikian pernyataan Ormas Islam Ahlulbait Indonesia. Semoga Allah menjaga bangsa dan negara Indonesia.

 

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلب يَنقَلِبُونَ

‎‏”Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”

(Q.S. 26: 227).

Jakarta, 25 Mei 2017/ 28 Syakban 1438H

Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia

K.H. Hassan Alaydrus

 

Related posts:

Ahlulbait IndonesiaSikap Resmi Ormas Islam Ahlul Bait Indonesia atas Klasifikasi Syiah Indonesia Menurut Habib Rizieq Shihab ahlulbait-indonesia-benderaPernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia Tentang Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia Untitled...Video: Pernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia Tentang Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia ustazMilad Fatimah Az Zahra di ICC Jakarta

About admin