alquran

Pernyataan para ulama Syiah tentang Kesempurnaan al-Quran

  1. Syeikh Shaduq (wafat-318 H)

alquranKitab al-I’tiqad  (59-60)

اعتقادنا أن القرآن الذي أنزله الله على نبيه محمد صلى الله عليه و آله هو ما بين الدفتين و هو ما في أيدي الناس ليس بأكثر من ذلك ، ومبلغ سوره عند الناس مائة و أربع عشرة سورة ، وعندنا أن الضحى وألم نشرح سورة واحدة ولإيلاف وألم تر كيف سورة واحدة ، ومن نسب إلينا أنا نقول أكثر من ذلك فهو كاذب “

Aqidah kami adalah bahwa al-Quran yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw adalah al-Quran yang sekarang ini ada tengah-tengah ummat manusia. Tidak lebih dari itu. Jumlah surahnya 114 surah. Dalam pandangan kami surah ad-dhuha dan alam nasyrah adalah satu surah, dan liilaf dengan alam tara kaifa juga dianggap satu surah. Orang yang mengatakan bahwa kami berpendapat bahwa kitab al-Quran syiah lebih dari itu adalah pembohong.”

  1. Syeikh Mufid ( wafat 413 H)

Kitab Awail al-Maqalat (54 – 56)

وقد قال جماعة من اهل الامامة : انه لم ينقص من كلمة ولا من آية ولا من سورة ..)

“ Telah berkata sejumlah Jamaah dari Syiah bahwa sesungghunya al-Quran tidak sekalimatpun kurang, Demikian juga  tidak ada ayat atau surah yang kurang.”

  1. Syeikh Murtadha ( wafat 436 H)

Risalah al-Ajwibiah al-Ula

لأن القرآن معجزة النبوة ومأخذ العلوم الشرعية والاحكام الدينية’ وعلماء المسلمين قد بلغوا في حفظه وحمايته الغاية حتى عرفوا كل شئ اختلف فيه اعرابه وقراءته.. فكيف يجوز ان يكون مغيراً أو منقوصاً مع العناية الصادقة والضبط الشديد ! وقال : ان القران كان على عهد رسول الله (ص) مجموعاً مؤلفاً على ما هو عليه الآن

“Sesungguhnya al-Quran adalah sebuah mukjizat, sumber ilmu-ilmu syareat dan hukum agama. Para ulamasungguh-sungguh menjaganya sampai mereka tahu apapun yang diperselisihkan di dalamnya,baik tentang i’rabnya maupun bacaannya.

Lalu bagaimana mungkin al-Quran akan mengalami perobahan atau pengurangan ayat-ayatnya sementara pemeliharaan tentangnya benar-benar ketat. Sungguh, al-Quran di zaman Nabi adalah telah dikumpulkan dan disusun seperti yang ada sekarang ini.”

  1. Syaikh Thusi ( 460 H)

Kitab al-Bayan fi Tafsir al-Quran (I: 3)

أما الكلام في زيادته ونقصانه فمّما لايليق به ‘لأن الزيادة فيه مجمع على بطلانه

“”Bicara tentang apakah al-Quran mengalami penambahan atau pengurangan ayat-ayatnya adalah tidak pantas sama sekali. Karena hal itu sudah disepakati salah dan keliru.”

  1. Syaikh Tabarsi (548 H)

Majma’ al-Nayan (I: 15)

اما الزيادة فمجمع على بطلانها’ واما القول بالنقيصة فالصحيح من مذهب أصحابنا الامامية خلافه .

“ Mengatakan bahwa ada penambahan dalam al-Quran, maka secara aklamasi pendapat itu adalah batil dan salah. Pendapat yang mengatakan bahwa ada kekurangan maka yang benar dari mazhab kami (syiah Imamiah) adalah menentang pendapat itu.”

  1. Sayyid Ali ibn Thawus Alhilli ( 663 H)

إنَ رأي الإمامة هو عدم التحريف

“Pandangan Syiah Imamiah adalah ketiadaan tahrif dalam al-Quran

Dan dari ulama-ulama syiah kontemporer misalnya:

 

  1. Sayyid Abul Qasim al-Khui

Al-Bayan fi Tafsir Al-Quran hal. 220

إنَ من يدَعي التحريف يخالف بداهة العقل

“Orang yang beranggapan adanya tahrif al-Quran maka itu berlawanan dengan aksiomatika rasional”.

  1. Imam Khomeini

Kitab Tahdzib al-Ushul (II: 165)

«إن الواقف على عناية المسلمين على جمع الكتاب وحفظه وضبطه قراءة وكتابة يقف على بطلان تلك المزعمة

“ Melihat betapa perhatiannya kaum muslimin untuk mengumpulkan al-Quran, menghafalnya dan mencatatnya baik secara qiraah maupun tulisan maka dengan mudah kita berkesimpulan akan ketidakabsahan asumsi (tentang tahrif al-Quran).

وما وردت فيه من الأخبار بين ضعيف لا يستدلّ به، إلى مجعول يلوح منها إمارات الجعل، إلى غريب يقضى منه العجب، إلى صحيح يدلّ على أن مضمونه تأويل الكتاب وتفسيره،

“Adapun sejumlah riwayat tentang tahrif maka sebagiannya adalah dhaif yang tidak bisa dijadikan hujah; sebagian lagi maj’ul (maudhu’); sebagian lagi gharib (aneh); sebagian shaheh namun maksudnya adalah makna takwil dan tafsir al-Quran dsb. “

…” وأوضحنا إليك أن الكتاب هو عين ما بين الدفّتين، والاختلاف الناشئة بين القراء ليس إلا أمراً حديثاً لا ربط له بما نـزل به الروح الأمين على قلب سيّد المرسلين

 

“Kami juga sudah jelaskan bahwa kitab al-Quran yang asli adalah Kitab al-Quran yang sekarang ini ada di tangan kita. Adapun perbedaan yang terjadi antara para qurra’ adalah perkara baru yang tidak ada hubungannya dengan apa yang diturunkan oleh Malaekat Jibril ke dalam hati Penghulu para Rasul saw.”

 

About admin