Peringatan Yaumul Quds yang unik di Pantai Losari Makassar

injak bendera israhel bersama-Al-quds-MakassarYaumul Quds atau hari peduli kepada nasib bangsa Palestina yang dijajah Israel adalah peringatan yang digagas oleh ulama sepuh, Imam Ruhullah Khomeini. Imam menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia untuk menjadikan hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan sebagai hari kepedulian kepada bangsa Palestina.

Di Makassar, Komunitas Peduli Palestina yang dikomandoi oleh Dg. Kulle menyelenggarakan aksi demo Yaumul Quds yang unik di Pantai Losari Makassar, Jumat (1/7) mulai pukul 16.15 sampai dengan bakda Maghrib dan dihadiri sekitar 30 aktivis Komunitas Peduli Palestina dan puluhan masyarakat yang sedang ngabuburit di Pantai Losari Makassar.

Acara ini terhitung unik karena menurut Ketua Panitia, Dg. Kulle digelar tidak hanya dengan orasi sebagaimana demo-demo kepedulian Palestina yang biasa dilakukan di seluruh pelosok Indonesia, tetapi juga dirangkaikan dengan cara yang menarik simpati masyarakat yang sedang ngabuburit di Pantai Losari Makassar.

Rangkaian acaranya berupa pemasangan ornamen demo di sekitar Tugu Adipura Kota Makassar di Pantai Losari, melukis bendera Palestina di wajah, melantunkan lagu-lagu pro Palestina semisal Gaza Tonight, pembacaan puisi, art opening injak bendera Israel dan pembagian takjil untuk buka bersama.

Sebelum waktu berbuka, masyarakat yang lalu lalang ngabuburit di sekitar wilayah demo sangat antusias dengan art opening injak bendera.

Adalah ibu Ani, seorang pengusaha restoran dari Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah sangat antusias melakukan art opening bersama dua anaknya.

Menurut Bu Ani, acara-acara seperti ini sangat penting untuk memberi penyadaran kepada masyarakat Indonesia, bahwa kepedulian kepada Palestina sebenarnya adalah ibarat peduli kepada bangsa sendiri, karena penjajahan Israel tidak hanya terjadi di Palestina, tetapi juga terjadi di negara-negara lain tanpa disadari oleh negara-negara itu.

Selain Ibu Ani, ada juga anak-anak muda dari luar kota seperti Ahmad dari Galesong Takalar, Bani dari Pulau Barranglompo, bahkan ada juga salah seorang anggota Satpol PP yang ikut dalam art opening injak bendera Israel. Tak terkecuali juga Paul, turis asal London yang baru sampai di kota daeng juga ikut andil dalam prosesi injak bendera Israel.

Setelah pembagian 300an porsi takjil berupa kue-kue tradisional Bugis Makassar dan es buah, acara demo Yaumul Quds diakhiri doa dan injak bendera Israel. (Kahaye/Yudhi)

Related posts:


Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRILetjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRI


Mencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah UmatnyaMencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah Umatnya


Islamic Book FairIKAPI: IBF Milik Umat Islam Dari Semua Golongan


The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?

About admin