310806_620

Pengungsi Syiah : Kami Berharap Pak Jokowi Bisa Pulangkan Kami

310806_620

Seorang warga Syiah Sampang termenung di depan kamar seusai sholat Idul Fitri di pengungsian rumah susun Jemundo, Sidoarjo (28/8). Tahun ini merupakan kedua kalinya bagi 300 pengungsi Syiah Sampang harus merayakan Hari raya Idul Fitri di pengungsian. – Foto : Tempo/Fully Syafi

Satu Islam, Sidoarjo – Pemimpin Syiah Sampang, Iklil Al Milal berharap Presiden Joko Widodo dapat menyelesaikan kasus Syiah Sampang yang terjadi sejak 2012. “Kami berharap, Pak Jokowi yang baru saja terpilih dapat membuat kami kembali ke Sampang,” kata Iklil di Hotel JW Marriot Surabaya. Rabu, 11 November 2014.

Iklil berharap Jokowi dapat mengambil dan memenuhi janji-janji yang tidak dapat diwujudkan oleh Presiden Indonesia sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono. Iklil berpendapat Jokowi mempunyai seorang Jusuf Kalla yang berpengalaman dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. “Mudah-mudahan bisa seperti saat menyelesaikan kasus Ambon,” ujarnya.

Koordinator Kontras Jawa Timur, Andi Arif, mengatakan hal yang sama. Menurut Andi, Presiden Jokowi dapat mengambil peran seperti yang dijanjikan mantan Presiden SBY dengan mengajak para tokoh masyarakat Sampang, sehingga dapat lebih cepat menyelesaikan permasalahan Syiah Sampang.

“Jangan hanya dikelola oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten saja, pemerintah pusat harus juga turun langsung,” ujar Andi.

Konflik Syiah di Sampang meletup pada lebaran ketupat tahun lalu. Saat itu, ratusan warga Sunni dari Sampang dan Pamekasan menyerang dan membakar puluhan rumah warga di Blu’uran dan Nangkernang. Setelah insiden penyerangan itu, warga Syiah Sampang sempat diungsikan ke Gedung Olahraga Sampang sebelum akhirnya dipindah ke kompleks rumah susun di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.(Tempo)

 

Sumber :Satu Islam

About admin