Parade Budaya Banjarnegara Kokohkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

21 August, 2016

Leave a comment

Persatuan yang dimaknai perkumpulan beberapa komponen berbeda menjadi satu adalah suatu prinsip yang mesti dan harus dipegang erat oleh semua komponen masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Hal itu dikarenakan negara dan bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang mempunyai beragam suku atau etnik, bahasa, adat-istiadat dan agama.

Menurut sensus BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2010 ada 1.340 suku di Indonesia, sedangkan bahasa di Indonesia terdiri dari 746 bahasa daerah. Atas dasar itulah persatuan menjadi sesuatu yang critical bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tanpa persatuan, bangsa Indonesia tidak akan bisa menghadapi tantangan-tantangan dari dalam dan dari luar untuk menjadi negara yang berkedaulatan.

Bangsa Indonesia yang majemuk di satu sisi mempunyai nilai positif sebagai kekayaan bangsa yang dimiliki oleh Indonesia dan di sisi lain bisa menjadi potensi konflik, mudah dipecah-belah dan dikuasai bangsa lain.  Maka dari itu kunci kemajuan bangsa Indonesia adalah persatuan antar elemen bangsa yang harus selalu dijaga dan selalu ditumbuhkan pada setiap generasi bangsa Indonesia. Menyadari pentingnya persatuan setiap elemen bangsa, para Bapak Bangsa kita menuangkan prinsip persatuan dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

Berkaitan dengan itu, pada hari Sabtu (20/8), kota Banjarnegara mengadakan Parade Budaya dengan mengangkat tema “Lestarikan Budaya Banjarnegara Menuju Terwujudnya Generasi Bangsa Yang Berkarakter”. Parade tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 71 dan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke-185. Parade pada hari itu diikuti oleh pelajar dari tingkat TK (Taman Kanak-kanak) sampai dengan tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan kebanyakan dari mereka memakai pakaian tradisional sesuai tema yang diangkat.

Parade budaya dilakukan dengan karnaval star dari depan Pendopo Kabupaten mengitari kota Banjarnegara. Acara tersebut terlihat meriah dengan antusiasme warga yang menyaksikan dan para peserta karnaval berbaju adat dari suku-suku yang ada di Indonesia yang penuh semangat mengikuti jalannya acara sampai sore.

Parade budaya dan karnaval yang diikuti kontingen pelajar TK sampai SLTP di Kabupaten Banjarnegara dan mengusung tema keberagaman suku dan budaya di Indonesia dengan pakaian adat yang berbeda-beda dari suku-suku yang ada dari Sabang sampai Merauke diharapkan bisa menumbuhkan dan melatih rasa kesatuan dan persatuan bagi masyarakat Banjarnegara. Khususnya bagi peserta yang semuanya masih dalam periode anak–anak sampai remaja, sehingga diharapkan para penerus bangsa ini bisa tertanam karakter persatuan sejak dini dalam diri mereka sehingga ketika mereka dewasa bisa melekat jiwa persatuan antara sesama anak bangsa.

“Apabila karakter persatuan sudah tertanam pada jiwa bangsa Indonesia, maka akan tercipta kehidupan kebangsaan sesuai dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan juga Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Arifin, salah seorang warga yang terlibat dalam karnaval tersebut. (Faizal A/Yudhi)

Related posts:


Kemenag-IAIN-PontianakMenag Resmikan Gedung Baru IAIN Pontianak


Gerakan-Senyum-Kapuas-di-Pelabuhan-Senghie-Pontianak-1Gerakan Senyum Kapuas Bukti Warga Pontianak Peduli Lingkungan


Salat berjamaahSambut Gerhana Matahari Total Warga Pontianak Gelar Salat Kusuf


LGBT IndonesiaPraktisi Kesehatan Sebut LGBT Terkait Kepentingan Global Bidang Kesehatan

About admin