Muslim Syiah Sampang Peringati Milad Sayidah Fathimah di Pengungsian

1 April, 2016

Leave a comment

Milad-Sayyidah-Fathimah-Rusun-2“Fathimah belahan jiwaku, barang siapa yang mencintainya berarti ia mencintaiku, dan barang siapa yang membencinya berarti membenciku.”

Begitu sabda Rasulullah saw yang disampaikan oleh Habib Ali Asad Aljufri saat peringatan hari kelahiran putri Rasul, Fathimah Az Zahra, di pengungsian Muslim Syiah Sampang, Puspo Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (31/3) malam.

“Sayidah Fathimah belahan jiwa Rasulullah. Mencintai beliau artinya mencintai Rasulullah saw,” lanjut Habib Ali, setelah menyampaikan sabda Rasulullah tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa siapa saja yang mencintai Rasulullah, pastilah mencintai Fathimah Az Zahra dan begitupun sebaliknya. Layaknya Rasulullah yang menjadi “milik” setiap Muslim, maka begitupun Fathimah Az Zahra, yang menjadi belahan jiwanya.

Peringatan hari kelahiran Sayidah Fathimah Az Zahra, menurut Ustaz Tajul Muluk merupakan bukti kecintaan para pengungsi Muslim Syiah Sampang terhadap Rasulullah saw dan mencintai Rasulullah saw merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.

“Kami sebagai umat Islam merasa berkewajiban untuk memperingati hari kelahiran beliau sebagai tanda bukti keimanan kami terhadap Allah dan Rasul-Nya,” ucapnya.

Terkait tarnish bahwa peringatan kelahiran Putri Rasulullah sebagai hanya milik kalangan Syiah, Ustaz Tajul menepisnya. Menurutnya, Fathimah Az Zahra bukanlah milik kelompok atau mazhab tertentu, tapi milik seluruh umat, terutama umat yang mengaku mencintai Rasulullah saw.

“Jadi tidak ada alasan untuk melarang mengadakan acara ini, kecuali orang tersebut tidak mengaku sebagai umat Nabi saw,” jelas Tajul.

Ustaz Tajul berharap, acara peringatan kelahiran Sayidah Fathimah yang dilakukan dengan sederhana tersebut ke depan bisa dilakukan di kampung mereka sendiri di Sampang, Madura. Sebab bagi Ustaz Tajul dan para pengungsi lainnya, tetap lebih nyaman merayakannya di rumah mereka sendiri dan bukan di pengungsian.

“Tentu saja akan beda rasanya mengadakan acara di rumah sendiri dengan mengadakan acara di rumah orang lain,” tandas Ustaz Tajul. (Kholis/Yudhi)

Related posts:


Seminar Titik-Temu Sunni-SyiahGus Nuril dan GusDurian Ungkap Taktik Takfiri Incar NU


KH-Said-Aqil-SiradjSaid Agil: Islam Nusantara Berdiri atas Empat Spirit


Arbain Sayidina Husein di JeparaKetua MUI Jepara: MUI Harus Sadar Diri, Mendorong Ukhuwah dan Hidup Harmoni


Lesbumi-ManadoLESBUMI NU Sulut Gelar Diskusi Buku Bulan Sabit di Nusa Utara


About admin