Dien-Syamsuddin-dan-Hasan-Alaydrus-copy1-660x330

Muhammadiyah Dan Ahlulbait Indonesia Siap Tampilkan Islam Ramah

Dien-Syamsuddin-dan-Hasan-Alaydrus-copy1-660x330Dalam peringatan miladnya yang ke-102 di gedung DPR RI, Jakarta, Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dien Syamsuddin menekankan pentingnya menampilkan wajah Islam yang ramah dan toleran serta menyebarkan kedamaian ke seluruh penjuru dunia.
 
Hal ini disampaikan Dien saat membuka acara milad Muhammadiyah ke-102, bersamaan dengan acara Forum Perdamaian Dunia ke-5 yang dihadiri 40 negara.
 
“Menciptakan perdamaian mesti bersama-sama,” ujar Dien Syamsuddin. “Karena itu pula banyak negara yang hadir di sini. Karena kita semua berkepentingan bagaimana bisa menyelesaikan konflik-konflik yang ada.”
 
Islam Ramah, Bukan Islam Marah
 
ABI Press_Dien Syamsuddin dan Hasan AlaydrusSaat ditanya mengenai kelompok-kelompok radikal Islam seperti ISIS yang justru berlaku keras dan jauh dari wajah Islam ramah, Dien Syamsuddin mengatakan bahwa mereka bukan representasi Islam yang sejatinya rahmatan lil ‘alamin.
 
“Islam itu agama rahmah wa salamah, agama perdamaian. Tetapi mereka memakai kekerasan. Al-Qur’an itu melarang membunuh, menghilangkan nyawa. Sama dengan membunuh umat manusia. Tapi mereka membunuh banyak orang, kan?” tanya Dien. “Muhammadiyah hadir justru untuk menampilkan wajah Islam yang ramah dan cinta damai, dan siap bergandeng tangan dengan siapa pun yang memiliki keinginan yang sama untuk menyebarkan perdamaian,” imbuhnya.
 
Mengapresiasi pernyataan Dien, Ketua Umum Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) Ustad Hassan Alaydrus, yang juga hadir sebagai tamu undangan dalam Milad Muhammadiyah ke-102 ini, menyatakan ABI siap bersinergi dengan Muhammadiyah guna menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
 
“Pernyataan Pak Dien itu selaras dengan apa yang dikemukakan oleh ulama-ulama besar Ahlusunnah dan Ahlulbait. Kelompok garis keras seperti ISIS itu tak berhak memakai kata Islamic. Karena kalau kata Islami itu harus ramah, damai, penuh rahmat kasih-sayang. ISIS dan sejenisnya itu kan berwajah garang bagai drakula. Bagaimana drakula haus darah mengatakan dirinya adalah Islam? Itu justru merampas nama suci Islam sendiri,” ujar Hassan Alaydrus.
 
Lebih lanjut Hassan Alaydrus kembali menekankan, sebagai adik dari Muhammadiyah dan NU, Ahlulbait Indonesia selalu siap bergandengan tangan untuk menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
 
“Kita adalah adik Muhamamdiyah, adik NU. Kita akan bersama-sama untuk membangun Islam yang ramah. Dan insya Allah dengan kebersamaan ini rencana jahat musuh-musuh Islam selama ini akan gagal,” pungkas Ketua Umum ABI tersebut. (Muhammad/Yudhi)

About admin

One comment

  1. Teorinya begitu, ….fakta di lapangan “Sunni” lagi “MARAH BESAR2AN” dengan Syiah, kebencian dan fitnah yang tak pernah berakhir.