zanjan_rakhtshui_kahneh

Mengenal Zanjan; Ibu Kota Peringatan Duka Imam Husein as

Oleh: Emi Nur Hayatizanjan_rakhtshui_kahneh

 

Slogan ‘Haihata Minna Dzillah…Pantang Hina’ adalah slogan para pecinta Abu Abdillah Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw. Detik-detik peristiwa Karbala seakan tidak mau mundur dan berlalu, bahkan dari masa ke masa semakin tumbuh dan merekat di hati umat Muhammad yang mencintai keluarga nabinya.

Sekali lagi tibalah tanggal 8 Muharram 1346 Hq bertepatan dengan 2 November 2014. Setiap tahun pada tanggal ini penduduk kota Zanjan mengadakan acara peringatan duka untuk para syuhada Karbala. Tanggal 8 Muharram ini diperingati sebagai hari khusus untuk Abu Fadhl Abbas, yang dikenal dengan Yaumul Abbas, hari Abbas. Para pecinta keluarga Rasulullah Saw dari berbagai kota bahkan dari berbagai negara lain datang ke kota ini untuk hadir mengikuti acara duka Asyura. Acara duka untuk memperingati syahadah keluarga Rasulullah Saw yang dibantai oleh manusia-manusia durjana yang mengklaim dirinya sebagai Umat Muhammad Saw.

Di hari ini para pecinta keluarga Rasulullah memperingati duka syahadah syuhada Karbala dalam bentuk barisan besar dan pawai di jalan utama kota Zanjan. Pawai acara duka ini dimulai dari masjid Huseiniyeh Azam dan berakhir di makam Imam Zadeh Ibrahim. Acara ini berakhir seiring dengan dikumandangkannya azan Maghrib. Tentunya acara duka ini akan berlanjut pada hari berikutnya yaitu hari Tasua sampai pada puncaknya hari syahadah Imam Husein as di hari Asyura dan malam keterasingan Ummul Mashaib, ibu segala musibah, Sayidah Zainab as bersama tawanan lainnya.

Kota Zanjan setiap tahun menjadi tuan rumah ratusan ribu para pecinta keluarga Rasulullah Saw. Jumlah peserta yang hadir mencapai lima ratus ribu orang. Kota Zanjan pada hari itu sangat ramai. Semua datang untuk menunjukkan rasa cintanya kepada Abu Fadhl Abbas. Tua-muda, laki-perempuan, besar-kecil, semua datang, seakan-akan kita berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang tinggal di rumah. Semuanya keluar untuk menghadiri acara hari Abbas dan mengingat keberaniaannya dengan menyuarakan slogan ‘Aku adalah Abbas, pembawa panji kebangkitan’Pengikut garis Husein wassalamHaihat Minna Dzillah dan slogan-slogan lainnya seperti Ya Husein!!!

Sebagian dari mereka yang ikut hadir dalam acara ini untuk menunaikan nazarnya karena hajatnya yang sudah terkabulkan. Mulai dari mereka yang punya hajat ingin memiliki anak sampai mereka yang berkeinginan untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya dan lain-lain.

Sebagian para peserta acara duka ini menyerahkan kambing korban ke masjid Huseinieh Azam Zanjan untuk disembelih. Masjid Huseinieh Zanjanlah yang mengelola acara spiritual ini. Pada tahun 1389 Hs, kambing korban telah mencapai 12 ribu ekor. Itulah mengapa kota Zanjan ini dikenal sebagai kota tempat korban kedua setelah kota Mina di Dunia Islam.

Peserta lainnya juga ada yang menghadiahkan uang, emas, beras, gula dan lain-lain. Para petugas yang menerima hadiah dan nazar memakai seragam yang sama demikian juga para petugas penyembelih kambing korban. Bahkan mereka sudah menyiapkan POS (pos hand book) untuk menerima tranferan uang dari para pemberi hadiah dan nazar yang tidak perlu lagi membawa uang tunai.

Peringatan acara duka Yaumul Abbas ini pada 15 Dey 1389 Hs tercatat sebagai warisan tak bendawi negara yang ke 10 dalam warisan budaya Iran.

Warga Zanjan hadir dalam acara duka putra Zahra as untuk mengatakan, ‘selama suara Ya Husein tetap ada di dalam mulut setiap pecinta keluarga Rasulullah, maka peristiwa Karbala dan keteraniayaan Imam Husein dan keluarganya yang suci tidak akan terlupakan.

Tetesan air mata sebagai rasa cinta kepada Imam Husein dan keluarganya yang suci menjadi harapan untuk mendapatkan syafaatnya di dunia dan akhirat, sembari menjadikan ibunya putri semata wayang Rasulullah Saw sebagai perantara untuk mendapatkan ampunan dari Allah Swt dan menjadikannya sebagai peziarahnya di mana saja kita berada. (IRIB Indonesia)

Sumber :Indonesia Irib

About admin