taqiyya11

Memahami Makna Taqiyah

taqiyya11 Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Prof. Dr. H. Machasin, MA pada tanggal 14 November 2014 atas nama Menteri Agama bapak Lukman Hakim Saifudin membuka secara resmi muktamar ABI II yang berlangsung di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Sebelum beliau menyampaikan pesan-pesannya beliau sempat menyampaikan sesuatu yang beliau sebut dengan istilah “rahasia”. “Beberapa jam sebelum acara ini diselenggarakan saya mendapatkan telefon yang mempertanyakan ketulusan orang-orang syiah. Katanya orang syiah itu selalu bertaqiyah dan taqiyah itu artinya tidak tulus”

Dengan kata lain ketulusan orang syiah dalam menyatu dengan orang sunni dan sama- sama bekerja dalam memajukan ummat Islam Indonesia ini perlu diragukan.

Namun bapak dirjen menampik kecurigaan sang penelefon. Beliau berkata: “kemauan orang-orang syiah untuk menyelenggarakan muktamarnya di lingkungan kemenag adalah bukti bahwa mereka mau terbuka dan tidak sembunyi- sembunyi. Kemauan mereka mau bekerjasama dengan kemenag dan yang lainnya juga bukti lain bahwa sesungguhnya mereka punya niat yang tulus dan bagian dari ummat Islam yang satu”.

Taqiyah memang sering dijadikan sebagai “peluru” untuk menembak syiah. Dan taqiyah sering diartikan dengan kebohongan, kemunafikan dan ketidakjukuran dalam diri orang Syiah.

Padahal tidaklah demikian pengertian dari taqiyah. Taqiyah secara bahasa memiliki asal kata yang sama dengan taqwa, yang berarti secara harfiah takut dan khawatir. Secara istilah taqiyah berarti takut menampakkan keimanannya karena khawatir ia akan jatuh dalam bahaya karena kesewenang-wenangan pihak lain. Para ulama Syiah menyebut dua kategori taqiyah: pertama taqiyah lantaran bahaya kesewenang-wenangan yang mengancam nyawa atau hartanya. Kedua taqiyah mudarah, yakni khawatir akan menimbulkan fitnah dan perpecahan ummat lantaran kejahilan mereka.

Taqiyah jenis pertama sangat perlu bahkan wajib demi keselamatan nyawa seperti orang-orang Syiah yang sekarang hidup dalam wilayah kekuasaan ISIS. Baru-baru ini ISIS mengeluarkan perintah untuk membunuh siapapun yang bernama Syiah dimanapun mereka dapati. Bahkan ISIS mengancam akan membunuh siapapun yang dianggapnya sebagai lawannya meskipun ia Sunni. Saya yakin dalam hal ini tidak ada perbedaan antara sunni dan Syiah dalam memandang keabsahan prinsip taqiyah.

Taqiyah Mudarah sebenarnya adalah sebuah solusi yang bisa membangun persaudaraan dan kerjasama antara dua mazhab besar yang berbeda ini. Lewat taqiyah mudarah Syiah bisa menghargai prinsip-prinsip ahlu Sunnah wal jamaah dan juga sebaliknya. Lewat taqiyah mudarah Syiah seringkali meninggalkan baju syiahnya demi menjaga hati kaum muslimin dan memelihara persatuan ummat Islam. Alkisah Almarhum KH Buya Hamka tokoh Muhammadiyah pernah haji bareng dengan KH Idham Khalid tokoh NU. Ketika shalat subuh berjemaah dan Hamka menjadi Imam beliau qunut subuh demi menghormati KH Idham Khalid yang NU. Besoknya ketika KH Idham Khalid yang Imam beliau tidak qunut subuh karena menghormati Pa  Buya Hamka yang Muhammadiyah. Itulah contoh taqiyah mudarah. Ia tidak hanya dilakukan oleh orang Syiah namun juga dilakukan oleh orang-orang non syiah. Sadar atau tidar sadar.

Syiah adalah mazhab yang paling tua dan yang sudah paling banyak makan asam garam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Syiah adalah mazhab yang paling menginginkan persatuan dan persaudaraan terjalin di antara ummat Nabi Muhammad sebagaimana yang dipesankan oleh para Imam Ahlul Bait as.

Menyadari realitas umat yang sudah terkotak-kotakkan oleh mazhab, aliran, tradisi dan sebagainya maka yang masih tersisa adalah kesatuan dan kesamaan mereka sebagai ummat Nabi Muhammad saw yang mengimani akan keesaan Allah, kerasulan Nabi Muhammad, adanya hari akherat, bahwa Alquran sebagai kitab Allah, ka’bah sebagai kiblat bersama dan syareat yang dibawa oleh Rasulullah adalah syareat yang terakhir.

Perbedaan dalam memahami dan menafsirkan pesan-pesan Allah dan Nabi Muhammad harus disikapi dengan bijak. Dan salah satu dari prinsip kebijakan itu adalah taqiyah.

Imam Ja’far bilang “Taqiyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku”.

Wallahualam

About admin

One comment

  1. kalau yg dimaksud wahabi taqiyah itu apa pak?