Masa “Penantian” Bukan Hanya Milik Pengikut Ahlul Bait as

“Ada empat peristiwa penting yang tak boleh dilupakan oleh umat Islam yaitu pertama, hari Pengangkatan Kenabian. Kedua, hari Ghadir. Ketiga, hari Asyura dan keempat, hari Intizhar (masa menunggu kemunculan Imam Zaman afs),” pesan Ayatullah Khunsari membuka ceramah pada perayaan hari lahir Imam Mahdi afs, di Shabestan Imam Khomeini, Haram Sayidah Maksumah, Qum (21/5).

Dalam kesempatan itu Ayatullah Khunsari juga menjelaskan sebuah hadis dari Imam Ridha as tentang amalan di malam kelahiran Imam Mahdi afs, atau malam Nisyfu Syakban.

Suatu hari seorang sahabat Imam bertanya kepada Imam Ridha as, “Wahai Imam, apakah ada amalan khusus untuk dilakukan di malam ini?”

Imam menjawab, “Tak ada amalan khusus untuk malam ini. Hanya saja, kalau kau ingin beribadah di malam ini dirikanlah salat Jafar Thayar, bacalah Doa Kumail, senandungkanlah Alquran, zikir dan istighfar, serta di pagi hari bacalah Doa Nudbah.”

“Masalah ‘intizhar’ bukan hanya masalah pengikut Ahlulbait as saja, seyogianya secara fitri dan sesuai akal, setiap orang akan menunggu masa-masa hidupnya bisa lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mazhab yang lain joke sedang dalam proses menunggu.

Agama Yahudi, Masehi, Zardtusti, dan Budha juga sedang dalam keadaan menunggu seorang “Juru Selamat” dan begitu joke dengan mazhab Ahlussunah, semuanya sedang dalam masa menunggu.

“Alasan kenapa Imam Mahdi afs dighaibkan oleh Allah SWT bisa dilihat dari hadis yang diambil dari Imam Hasan Askari as bahwa beliau berkata, ‘Alasan Bani Umayyah dan Bani Abbas membunuh kami adalah pertama, mereka mengetahui bahwa hak khilafah bukan berada di tangan mereka bahkan mereka tidak mempunyai kelayakan untuk memimpin umat Islam. Kedua, mereka mengetahui dengan jelas bahwa akan ada seorang dari keturunan Nabi saw yaitu al-Qaim akan menumpas pemerintahan zalim. Maka dari itu mereka memenjarakan kami (Ahlul Bait as), merancuni kami, membunuh kami, supaya al-Qaim yakni Imam Mahdi afs tidak lahir ke dunia,’” ujar beliau.

Menutup tausiyahnya Ayatullah Khunsari membacakan sebuah hadis dari Imam Ali as, “Barang siapa yang tetap berdiri dengan agamanya dan menunggu kedatangan Imam Mahdi afs maka ia akan bertemu denganku di surga.” (Sutia/Yudhi)

Related posts:


Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRILetjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRI


Mencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah UmatnyaMencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah Umatnya


Islamic Book FairIKAPI: IBF Milik Umat Islam Dari Semua Golongan


The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?

About admin