Makanan Kesukaan dan Adab Makan Nabi Muhammad Saw

Beliau menyukai labu kuning, cuka, dan kurma ‘ajwah’ ( kurma yang melekat satu sama lain dan termasuk jenis yang berkulitas]

Sayuran yang beliau sukai adalah kemangi, andewi, dan sayur mayur lunak.

Beliau tidak memakan tujuh bagian dari kambing: pelir, buah pelir, kantung kencing, kantung empedu, kelenjar, kemaluan (betina), dan darah.

Suatu kali, Utsman bin Affan membawa faludah untuk Rasulullah saw. Beliau menyantapnya dan bertanya, “Makanan apa ini?” Utsman menjawab, “Semoga ayah dan ibuku jadi tebusanmu! Kami menuang madu dan minyak ke dalam panci, lalu memasaknya di atas api hingga mendidih. Kemudian kami mencampurnya dengan gandum giling sampai matang.” Beliau bersabda, “Ini makanan yang suci.” Nabi saw sering menyantap roti gandum yang masih menyisakan kulitnya.[19]

Kebanyakan makanan beliau terdiri dari atmosphere dan kurma. Nabi saw lebih menggemari daging dibanding makanan lain. Beliau berkata, “Daging mempertajam pendengaran dan penghulu makanan di dunia dan akhirat.” Dan juga pernah berkata, “Andai aku memohon kepada Allah untuk memberiku daging tiap hari, niscaya itu akan terlaksana.”

Beliau selalu menyantap daging dengan roti yang dihancurkan dan labu. Beliau bersabda kepada Aisyah, ‘Wahai Aisyah, tiap kali hendak mengisi panci, isilah dengan banyak labu, karena itu akan menggembirakan hati yang sedih.” [20]

Beliau menyantap makanan dalam mangkuk berukuran sedang.

Nabi saw sangat menghargai roti. Tiap kali roti telah dihidangkan, beliau menyuruh orang-orang untuk segera makan dan tidak menunggu hidangan lain. [21] Melakukan hal-hal seperti tidak mencabik-cabik roti, dan tidak menendangnya disebut beliau sebagai penghormatan terhadap roti.

Beliau banyak memuji kurma dan susu. Keduanya disebut beliau sebagai dua (makanan) suci.” [22]

Nabi saw melarang makan daging secara berlebihan. [23] Beliau juga mengkonsumsi kebab [24] menyantap keju dengan cara memotong-motongnya terlebih dahulu [25] dan gemar mengkonsumsi manisan dan madu.

Nabi saw tidak menyantap makanan yang mengandung bawang putih demi menghindari baunya. Beliau memberikannya kepada orang lain untuk dimakan mereka [26] (sebab mereka tidak banyak berurusan dengan muslim dan nonmuslim seperti beliau, sehingga bau bawang dari mereka tidak terlalu mengganggu).

Saat makan kurma, beliau berhati-hati agar tidak memakan kurma yang berulat.[27] Beliau juga menyantap kurma dengan semangka putih. Beliau berkata, “Kami menetralisir panasnya (kurma) ini dengan dinginnya (semangka) ini.” [28]

Nabi saw juga gemar mengkonsumsi krim susu beserta kurma,  memakan kismis yang telah direndam dalam air
dan meminum perasan kismis sebelum berfermentasi menjadi arak. [29]

Beliau menyantap semua jenis makanan halal. [30] Kadang-kadang beliau makan anggur satu per satu, dan di saat lain (jarang sekali) menaruh seikat anggur langsung di mulutnya. [31]

Nabi saw selalu menunggu makanan panas menjadi dingin, baru menyantapnya. Beliau bersabda, “Allah tidak memberi api untuk kita makan. Makanan panas tidak memiliki berkah. Jadi, tunggulah sampai dingin terlebih dahulu.” [32]

Nabi saw sering berdoa, “Ya Allah, muliakan roti bagi kami dan jangan pisahkan kami dengannya. Jika tak ada roti, kami tak bisa salat, berpuasa, dan menunaikan kewajiban kewajiban kami.” [33]

Beliau banyak memuji kurma dan berkata, “Keluarga yang memiliki kurma, tidak akan kelaparan. [34]

Nabi saw bersabda, “Ketika wanita melahirkan anak, sesuatu yang harus ia makan pertama kali adalah kurma segar. Jika tak ada kurma segar, maka kurma (biasa). Andai ada makanan lain yang lebih baik dari kurma, niscaya Allah akan memberikannya kepada Maryam as setelah melahirkan Isa as.” [35]

Beliau menyebut madu sebagai salah satu dari dua penyembuh yang diciptakan Allah, dan bersabda, “Tak ada obat yang lebih manjur dari madu.” [36]

Menurut beliau, orang mukmin adalah orang yang menyantap makanan kegemaran keluarganya. Sedangkan orang munafik adalah yang memaksa keluarganya menyantap makanan kegemarannya. [37]

Beliau amat menyukai daging, dan pernah berkata, “Kami, para nabi, sangat gemar makan daging.”[38]

Nabi saw kerap bersabda, “Jibril menemuiku dan menyuruhku makan halim agar pinggangku kuat dan mampu banyak beribadah.” [39]

Barangsiapa yang ingin memiliki daya ingat kuat, maka ia harus mengkonsumsi madu. [40] Beliau juga mengimbau orang lain untuk makan adas. [41]

Kadang-kadang Nabi saw menyantap daging asin kering tanpa roti dan terkadang dengan roti. [42] Beliau menggemari kemangi gunung dan sayuran lunak.

Nabi saw memberi peringatan kepada orang-orang yang gemar makan, dengan bersabda, “Wadah pale buruk yang diisi manusia adalah perutnya sendiri. Manusia cukup makan hanya untuk (memenuhi kebutuhan jasmani) dan memperkuat tubuhnya.” [43]

About admin