Maarif Institute Rilis Hasil Penelitian Indeks Kota Islami

Setelah setahun melakukan penelitian Indeks Kota Islami (IKI) di 29 kota di Indonesia, akhirnya, Maarif Institute merilis hasil penelitiannya di Jakarta, (17/5).

Ahmad Imam Mujadid Rais, Direktur Riset Maarif Institute mengatakan ada tiga variabel serta berbagai turunannya yang dijadikan indikator penilaian. Rilis menyebut, “Kota Islami adalah kota yang aman, sejahtera, dan bahagia”.

Dalam variabel “aman”, yang menjadi indikator adalah kebebasan beragama dan berkeyakinan, perlindungan hukum, kepemimpinan dan pemenuhan hak politik perempuan, hak anak dan difabel. Dalam variabel “sejahtera”, yang menjadi indikator adalah Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Kesehatan. Dalam variabel “bahagia”, yang menjadi indikator adalah berbagi dan kesetiakawanan, dan harmoni dengan alam.

Metode pengumpulan information dilakukan dengan dua cara. Pertama, information obyektif dengan merujuk information resmi instansi terkait tahun 2014. Kedua, information subyektif dengan narasumber melalui wawancara.

Dari hasil penelitiannya di 29 kota, kota Yogyakarta, Bandung dan Denpasar menempati peringkat tertinggi dari tiga unsur variabel tersebut. Sedangkan Makassar, Padang, serta Kupang menempati urutan pale rendah.

Ahmad Mujadid berharap, dengan adanya penelitian ini, dengan terbukanya informasi, dapat memberi kontribusi bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

Yudi Latif salah satu penanggap yang diundang dalam rilis Maarif Institute menilai upaya Maarif dapat memberikan wawasan baru melalui penelitiannya. Contohnya, kota yang sebelumnya diklaim agamis, faktanya dalam riset Maarif justru menempati posisi rendah.

Yudi Latif juga memberikan masukan dalam kaitannya dengan variabel “bahagia”. Spiritual menurutnya juga unsur penting kebahagiaan seseorang. “Sejahtera belum tentu bahagia,” ucapnya.

Nilai spiritualitas itu menurutnya teraktualisasi dalam diri seseorang melalui 3 hal; hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan manusia (sosial), dan relasi dengan alam.

Masih menurut Yudi Latif, dalam penelitian ini mestinya juga harus dicari information mengenai kesenjangan sosial untuk menemukan korelasi khususnya dengan variabel “sejahtera”. (Malik/Yudhi)

Related posts:


OBITUARI  Selamat Jalan Kembang Ahlulbait IndonesiaOBITUARI – Selamat Jalan Kembang Ahlulbait Indonesia


FOSWAN: Forum Warga NU Anti Salafi PalsuFOSWAN: Forum Warga NU Anti Salafi Palsu


IBF 2014: Dorong Minat Baca-Tulis dan DialogIBF 2014: Dorong Minat Baca-Tulis dan Dialog


Bedah Buku IBF: Bahaya dan Kesia-siaan FitnahBedah Buku IBF: Bahaya dan Kesia-siaan Fitnah

About admin