KUMAIL: Al-Quds, Penegasan Komitmen untuk Pembebasan Palestina

Siapa tak kenal semangat juang are-arek Suroboyo dalam aksi heroik 10 Nov 1945, yang kemudian diterapkan dan dikenal sebagai Hari Pahlawan?
Kini semangat menentang penjajahan kembali ditunjukkan. Seperti halnya perjuangan mereka 71 tahun yang lalu, masyarakat Jawa Timur yang datang dari berbagai wilayah, pada Jumat (1/7) kembali berkumpul dalam aksi damai menentang penjajahan Israel atas Palestina dalam peringatan Hari Solidaritas untuk Palestina atau yang  dikenal sebagai Al-Quds Day.

Ribuan massa yang dikoordinir oleh Komite Umat Islam anti-Amerika dan Israel (KUMAIL) berkumpul 100 scale dari Konjen Amerika Serikat di Surabaya sambil meneriakkan yel-yel anti Amerika dan Israel untuk mengingatkan kembali isu Palestina yang mulai tergeser oleh isu-isu peperangan sejumlah negara di Timur Tengah, sehingga mengakibatkan termarjinalkannya isu pembebasan Palestina dari Israel. Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi massa KUMAIL.

Untuk itu, peringatan Al-Quds Day, bagi KUMAIL merupakan movement pencerahan bagi kaum Muslimin, untuk menegaskan komitmen terhadap isu pembebasan rakyat Palestina dan Al-Quds atau Jerusalem dari cengkeraman penjajah Israel. Hal yang juga selaras dengan cita-cita bangsa Indonesia seperti termuat dalam Pembukaan UUD 1945, yakni untuk menghapuskan seluruh penjajahan di seluruh dunia.

Dalam aksi ini, KUMAIL menyampaikan beberapa poin komunike, antara lain menyerukan umat Islam untuk mendukung pembebasan Palestina, mengutuk setiap tindakan kriminal rezim Zionis, menganggap pendudukan Palestina adalah akar krisis di Timur Tengah, serta mengajak kaum Muslimin mewaspadai makar dan konspirasi kotor Amerika dan Israel.

Setelah berorasi di depan Konjen Amerika, massa melakukan prolonged impetus diiringi Drum Band di posisi depan, diikuti barisan perempuan, dan para pria di barisan belakang. Tepat azan Maghrib, prolonged impetus tersebut berakhir di Taman Bungkul Surabaya. (Lutfi/Yudhi)

Related posts:


Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRILetjen TNI (Purn) Djaja Suparman: Syiah Bukan Ancaman NKRI


Mencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah UmatnyaMencintai Rasul: Menghargai Perbedaan Di Tengah Umatnya


Islamic Book FairIKAPI: IBF Milik Umat Islam Dari Semua Golongan


The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?The Syrian Virus: Apa Antisipasi Jakarta?

About admin