red-question-mark-circle-clip-art_428358

Kenapa kaum muslim terpecah menjadi berbagai mazhab ?

 Tanya: Pa Ust, saya mau tanya, kenapa kaum muslimin ini terpecah menjadi berbagai macam mazhab. Ada Sunni ada syiah bahkan ada juga yang namanya salafi. Apakah tidak sebaiknya kaum muslimin itu bersatu saja. Bukankah kalau orang-orang Islam bersatu maka mereka akan menjadi kuat?

 

Jawab: Bismillahir  Rahmanir Rahim. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.Pada hakekatnya kaum Muslimin itu satu. Ummat Nabi Muhammad saw itu satu. Mereka sesungguhnya disatukan oleh satu keimanan dan keyakinan bahwa Tuhan mereka satu yakni ALLAH; Nabi mereka satu yakni Nabi Muhammad saw; keimanan mereka pada hari akherat sama. Kitab mereka satu yakni kitab suci al-Quran; kiblat mereka satu yakni Ka’bah; syareat mereka satu yakni syareat Allah.

Secara prinsip sesungguhnya mereka itu satu. Karena itu al-Quran menyebut mereka dengan satu kata “wa inna hadzihi ummatukum ummatan wahidatan wa ana Rabbukum fa’buduni” (sesungguhnya ummat kalian ini adalah ummat yang satu. Dan Aku adalah Tuhan kalian maka sembahlah Aku”.

Perbedaan muncul ketika penafsiran yang beraneka ragam lahir. Sebab yang namanya penafsiran pasti akan dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman manusia yang dilaluinya.  Maka wajar saja apabila kemudian kita menyaksikan berbagai macam penafsiran yang berbeda sementara ayat atau hadis yang ditafsirkannya satu.  Ini karena ilmu masing-masing mereka tidaklah sama, demikian juga latar belakang pendidikan, budaya bahkan niat mereka juga berbeda-beda.

Misal ayat al-Quran yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah seperti “Yadullah fauqa aidihim” bahwa tangan Allah di atas tangan mereka. Ayatnya satu. Tapi penafsiran apa yang dimaksudkan dengan tangan Allah itu berbeda-beda. Ada yang menafsirkannya secara harfiah bahwa Allah benar-benar punya tangan meskipun kita tidak perlu tahu bagaimana bentuknya. Ada yang lain menafsirkan tangan Allah di ayat itu berarti Kekuasaan Allah. Sehingga kata “tangan” Allah disitu tidak diartikan secara harfiah tetapi diartikan secara takwil atau kiasan.

DI dalam al-Quran dan hadis-hadis Nabi banyak sekali hal yang serupa itu terjadi. Banyak ayat atau hadis yang ditafsirkan berbeda-beda oleh para ulama atau sarjana Muslim sehingga lama kelamaan ia membentuk sebuah mazhab dan juga komunitas atau pengikut. Dari gambaran ini Insya Allah mudah bagi kita untuk bisa memahami bagaimana asal muasal lahirnya berbagai macam mazhab di tengah ummat Islam yang sekarang telah berjumlah sekitar 1,6 miliar Muslim.

Bagaimana seharusnya kita menyukapi perbedaan2 seperti ini? Saya pikir pada point inilah setiap kita harus berjuang. Kita harus berjuang mensosialisasikan sebuah prinsip bahwa berbeda penafsiran itu tidak jelek bahkan itu adalah kodrat manusia yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT sejak alam azali. Asalkan penafsiran yang diberikan adalah penafsiran yang ilmiah, objekrif dan jauh dari motif-motif tendensius atau destruktif lainnya. Yang jelek itu adalah ketika kita mengecam atau menyalahkan secara sepihak penafsiran orang lain yang berbeda dengan penafsiran kita. Kecam mengecam apalagi kafir mengkafirkan adalah sebuah sifat yang tentu tidak gentleman bahkan itulah yang menyebabkan terciptanya perpecahan dalam tubuh Ummat Islam yang satu ini.

Dari sana kita bisa faham bagaimana pentingnya sifat dan sikap toleran yang harus kita sandang dalam hidup kita demi kesatuan dan kekuatan Ummat Nabi Muhammad saw.

 

About admin