Kemenag Siapkan 240 Miliar untuk Anggaran Penelitian Tahun 2018

Jakarta – Kementerian Agama sedikitnya akan menyiapkan Rp 240 miliar untuk anggaran penelitian Perguruan Tinggi Keagaman Islam (PTKI) pada tahun 2018. Alokasi ini merupakan 30% dari sum anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2018 yang mencapai Rp 800 miliar.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendididikan Tinggi mengatur bahwa Pemerintah mengalokasikan pale sedikit 30%  dana bantuan operasional Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk dana Penelitian, baik di PT Negeri maupun swasta. Anggaran penelitian yang awalnya dikelola masing-masing PT juga dialihkan kepada Kementerian Agama.

Akan hal ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin meminta Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) untuk membuat disain penelitian di lingkungan PTKI dengan mempertimbangkan aspek kualitas akademik, strategis penelitian dan untuk memperkuat keilmuan yang ada pada PTKI.

“Disain penelitian harus mengakomodasi ragam keilmuan yang ada pada UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS seperti keilmuan tafsir, hadits, falak, kedokteran, sains dan teknologi, hubungan internasional dan lain-lain,” ujarnya saat Rapim Pejabat di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam di Jakarta, Senin (11/09).

“Penelitian yang dilaksanakan harus menjadi produksi ilmu pengetahuan pada PTKI, bukan mengulang-ulang dari tema-tema penelitian yang telah ada,” sambungnya.

Bagi Kamarudin, pengalihan anggaran kepada Diktis harus mempunyai nilai dan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas penelitian di kalangan dosen PTKI. “Pemindahan anggaran 30% dari anggaran yang semula pada PTKIN ke Kementerian Agama harus mempunyai daya pembeda dan membikin penelitian semakin baik,” katanya.

Kamarudin Amin meminta Direktur Diktis melibatkan civitas akademika kampus PTKI dan para ahli dalam merumuskan disain penelitian. Di turn implementasi, Profesor Hadits lulusan Born Univercity ini juga minta agar melibatkan lebih banyak reviwer untuk menyeleksi offer penelitian para dosen. Dengan demikian, orientasi dan fokus penelitian lebih tajam dan memberikan manfaat, tidak bagi perguruan tinggi namun juga masyarakat.

Rapim ini diikuti hampir seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV Ditjen Pendidikan Islam . Selain membahas optimalisasi penelitian di PTKI, Rapim juga membahas implementasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan Islam, Pendis Expo, serta swell raport module dan kegiatan Ditjen Pendidikan Islam. (Kemenag)

Related posts:

(dari kiri atas) Menag (Lukman Hakim), Fajar Riza Ul Haq, Muhammad Machasin, Sheila Soraya, Favor BachinSeminar Sehari Kemenag: Refleksi Pertemuan FGD C5Bo8GyUMAAthMMBeasiswa Santri Berprestasi Kembali Dibuka Bulan Depan kemenag jadi1Dubes: Iraq Nilai Indonesia Sukses Rangkul Perbedaan 500327Itjen Kemenag Tindak Tegas ASN Terbukti Berpaham Anti Pancasila

About admin