Keistimewaan Lapar dan Bahaya Perut Kenyang

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat tersebut secara menjelaskan tentang kewajiban puasa bagi orang-orang yang beriman agar menjadi orang yang bertakwa. Pada ayat selanjutnya, dijelaskan secara khusus puasa yang di maksud adalah puasa di bulan Ramadhan.

Dalam hal ini, kenapa Allah menginginkan hambanya yang beriman agar menjadi orang bertakwa melalui jalan puasa?

Dalam sebuah riwayat, Imam Ali as berkata, Kekenyangan mampu merusak ketakwaan.” Dalam riwayat lain Imam Ali as berkata, “Jika perut dipenuhi dengan (makanan) yang mubah, niscaya hati menjadi buta terhadap kebaikan.”

Dari sini kita memahami bahwa Allah hendak menjadikan kita hamba yang lebih baik secara ruhani juga jasmani dengan memerintahkan kita menjaga kondisi perut dalam keadaan lapar. Keutamaan perut lapar dan bahaya kenyang juga dijelaskan dalam berbagai riwayat, antara antara lain:

Disebutkan dalam hadis mikraj: Rasulullah saw bertanya (kepada Allah), “Wahai Tuhanku, apa yang diwariskan lapar?” Allah berfirman, “(Yang diwariskan lapar adalah) hikmah, keterjagaan hati, kedekatan kepada-Ku, kesedihan terus menerus, ringannya beban perbekalan makanan di anatara manusia, ucapan yang benar, dan tidak peduli hidup dalam keadaan lapang atau kesulitan.” (Mizanul Hikmah)

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang makannya sedikit, niscaya perutnya sehat dan hatinya menjadi baik; dan barangsiapa yang makannya banyak, niscaya perutnya sakit dan hatinya menjadi keras.”

(Mizanul Hikmah)

Imam Ali as berkata, “Barangsiapa banyak makan, niscaya kesehatannya berkurang dan memberatkan diri sendiri dalam (penyediaan) bahan makanan untuknya.”

(Mizanul Hikmah)

Imam Ali as berkata, “Lapar tidak dapat berkumpul dengan penyakit.”

(Mizanul Hikmah)

Imam Ali as berkata, “Sebaik-baik penolong kemaksiatan adalah kenyang.”

(Mizanul Hikmah)

Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang lapar dan bersabar, mereka itulah orang-orang yang kenyang pada Hari Kiamat.”

(Mizanul Hikmah)

 

Related posts:

Nasionalisme ElusifNasionalisme Elusif Pasar Loak JatinegaraNasib Medali Seroja di Pasar Loak Jatinegara Universitas Pelita HarapanBerlibur Ke Pangkuan Rakyat Musda 112th International Congress of Women Qur’an Researches

About admin