Kapolres Jepara: Tokoh Masyarakat Mestinya Cepat Meredam Isu Ahok

Usai menggelar silaturahmi dan deklarasi bersama antara para pemuka agama dengan jajaran pemerintahan di Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (2/11), Kapolres Jepara, AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH menyampaikan pandangannya terkait kisruh isu Pilkada DKI Jakarta.

Menurutnya, persoalan kisruhnya Ibu Kota bukan hanya masalah Basuki Tjahaya Purnama saja, namun berjalin kelindan dengan isu-isu tumpangan yang ruwet.

“Persoalan Ahok bukan lagi gugatan kepada seorang yang diduga bersalah, karena proses hukum sedang berjalan, tapi sudah berkolaborasi dengan isu-isu Pilkada di DKI. Maka semestinya tokoh-tokoh berusaha meredam isu yang ada, karena isunya sudah merembet isu SARA dan menyapu dengan cepat ke seluruh pelosok negri,” katanya dalam dialog yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jepara.

Ditambah dengan cepatnya media sosial memprovokasi isu yang ada, sehingga kehancuran masif seperti yang terjadi di Timur Tengah dan kerusuhan di Tanjung Balai bisa terjadi.

“Dulu ketika seseorang ingin memprovokasi perlu perjuangan panjang. Dengan pamflet, buku, kaset, CD dan sebagainya. Namun sekarang hanya dengan jari dan hitungan detik, isu-isu tak bertanggung jawab bisa tersebar dengan cepat,” terang Kapolres.

Selanjutnya, jika tidak bijak menyikapi isu-isu yang ada maka binasalah bangsa kita.

“Tujuh puluh tahun lebih kita merdeka, namun kita masih harus belajar bijaksana menyikapi perbedaan di masyarakat yang beragam suku, bahasa dan agama ini,” imbuhnya.

Samsu Arifin berpesan bahwa Jepara ini sangat berharga bagi anak cucu. Pilkada hanyalah satu proses demokrasi di tengah masyarakat.

“Maka jangan sampai Pilkada merusak kedamaian di antara kita,” pesannya.

Kapolres juga menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan menjaga Jawa Tengah yang damai menjelang Pilkada juga digelar di berbagai daerah di Jawa Tengah. (Muh/Yudhi)

Related posts:

debate“Nebang”

About admin