Islam Nusantara, Buah Proses Panjang

Dr. Zainul Milal Bizawie, penulis buku Masterpiece Islam Nusantara menjelaskan bahwa Islam Nusantara yang ada sekarang ini bukanlah simsalabim terjadi. Tapi merupakan hasil dari proses panjang keberislaman orang Indonesia.

“Islam di Indonesia itu perjalanan panjang, proses panjang yang luar biasa sekali,” ujar Milal.

“Indonesia berdiri bukan atas nama ideologi apapun, bukan demokrasi, bukan Komunis, Ia berdiri sendiri, dengan kaki sendiri, dengan prosesnya yang khas karena rahmat Allah SWT,” lanjut Milal.

“Karena itu (corak) Islam di Nusantara menjadi berbeda dengan Islam yang lain, seperti yang ada di Timteng,” terang Milal.

Meski memiliki kekhasan tersendiri, berbeda dari Islam di Timteng, bukan berarti tak ada hubungan. Justru ada hubungan erat antara Islam Nusantara dengan Timteng sebagai tanah asal Islam.

“Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah tokoh internasional. Anak Mesir dan Palestina. Jadi ada kaitan erat Nusantara ini dengan Timteng. Begitu juga banyak ulama Timteng bersanad kepada ulama-ulama Nusantara. Ulama Nusantara yang menjadi Imam besar di Timteng juga ada,” tambahnya.

Milal juga menerangkan peran penting Islam Nusantara bagi dunia Islam Timteng, yaitu ketika kelompok Wahabi ingin menghancurkan makam Nabi Muhammad saw, Ulama-ulama Nusantaralah yang menjaga makam Nabi agar tidak dihancurkan.

“Harapan dunia sekarang ini adalah Islam yang ada di Indonesia. Kita juga harus hati-hati terhadap kelompok-kelompok yang ingin menjadikan negara ini terkena konflik seperti di Timteng,” pesan Milal. (Muhammad/Yudhi)

Related posts:


Agus PurwantoDunia Islam Mesti Kembali Pada Filsafat


best_islamic_buildings_hd_wallpaper copyIslam Penyempurna Bukan Penghapus Agama Sebelumnya


Dubes-Mesir-IndonesiaAhmed El-Kewaisny: Mesir Belajar dari Indonesia


Islam-cintaTunjukkan Islam Cinta

About admin