Hikmah Ketidaktahuan Manusia Terhadap Batas Usia

Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Pikirkanlah, wahai Mufadhdhal apa yang telah dirahasiakan pengetahuan manusia dari masa kehidupannya; seandainya dia mengetahui batas usianya sedangkan dia pendek usianya maka dia tidak akan merasa senang dengan hidup karena harus menjaga kematian dan perhatiannya kepada waktu yang telah diketahuinya, bahkan dia laksana orang yang telah kehilangan hartanya atau mendekati kehancuran, sungguh dia telah merasakan kekosongan, kehancuran hartanya dan takut kehilangan, padahal yang seharusnya yang ditanamkan pada manusia adalah bahwa kehilangan usia lebih besar dari kehilangan harta, karena orang yang sedikit hartanya dia akan berangan-angan untuk mencarinya dan menempatinya.

Baca juga Nasihat Imam Ja’far Shadiq a.s tentang Amal

Dan barangsiapa yang meyakini hilangnya usia maka dia akan memerkokoh keputusasaannya, dan jika panjang usianya kemudian dia mengetahui hal itu maka dia percaya dengan kekekalan, dan terjerumus dalam kelezatan dan kemaksiatan, dan dia akan mengerjakan sesuatu yang dia akan sampai pada hal itu karena keinginannya, kemudian dia bertaubat pada akhir umurnya.

Maka jika kamu katakan, “Dan inilah dia sekarang, yang dulu telah dirahasiakan batasan hidup darinya maka dia menjaga kematiannya, pada setiap waktu dia akan berbuat kekejian, terjerumus pada yang haram!” Kami berkata, “Sesungguhnya, sisi pemikiran dalam bab ini adalah perkara yang terjadi atasnya, dan jika manusia dengan semua hal itu tidak menjaganya, tidak berpaling dari keburukan maka sesungguhnya itu adalah dari kesombongannya, dari kekerasan hatinya dan bukan dari kesalahan berpikirnya.”

 

Bihar Al Anwar, juz 3, hal. 83 / Mizanul Hikmah, jilid 3, hal. 326. hadis ke-4614.

About admin