hasan-frhn

Hasan Farhan al-Maliki

hasan-frhnHasan Farhan al-Maliki adalah seorang ilmuwan Saudi yang sangat berpengaruh sekarang ini. Beliau dikenal sebagai peneliti ilmu-ilmu tradisional yang kritis, yang menuai banyak kecaman terutama dari ulama-ulama wahabi dan salafi yang ekstrem.

Upayanya untuk melakukan definisi ulang tentang makna sahabat melahirkan kontroversi yang cukup besar di semenanjung Arab. Beliau berteori bahwa para sahabat harus kita bedakan antara mereka yang masuk Islam sebelum Fathu Mekah dengan sahabat yang masuk Islam setelah Fathu Mekah. Para sahabat yang dipuji oleh Allah dalam al-Quran adalah mereka yang masuk dalam kategori sahabat pra-fathu Mekah. Sementara orang-orang seperti Abu Sufyan, Muawiyah dan Bani Umayyah dan Bani Marwan lainnya termasuk dalam kategori sahabat pasca Fathu Mekah.

Studi kritisnya tentang Muawiyah telah membuat merah telinga para ulama salafi dan wahabi Saudi. Apalagi buku-bukunya dalam tema ini sering kali keluar dengan judul yang cukup bombastis. Misalnya “Hadis Muawiyah adalah Firaun Ummat ini”; atau buku “Hadis Apabila Kalian Melihat Muawiyah di Mimbarku maka Bunuhlah Ia”; atau buku “Apakah Muawiyah Mati dalam Keadaan Islam” dan lain sebagainya.

Syaikh Hasan Farhan al-Maliki juga dikenal sebagai pegiat pluralism, tolerans dan prinsip-prinsip moderat lainnya. Ia menentang extremism, terrorism, dan menyeru kepada Islam yang moderat, dan penuh toleran. Pandangan-pandangan beliau sangat banyak diapresiasi oleh berbagai kalangan di Saudi terutama dari kalangan yang non-salafi. Namun melahirkan keterancaman yang sangat serius di kalangan para ulama salafi, sehingga mereka meminta pemerintah untuk menangkapnya.

Pada hari Jumat 17 oktober 2014 yang lalu beliau ditangkap oleh kerajaan Saudi Arabia dengan tuduhan bahwa Syaikh Hasan memprotes pemerintah yang telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Syaikh Nimr an-Nimr, ulama syiah yang ditangkap 2 tahun yang lalu.

Sebelumnya beliau juga menanggapi pidato putra mahkota Saudi yang berpidato ingin mencabut terorisme dan extremism di Saudi dengan mengajukan beberapa usulan. Antara lain beliau berkata:

“Kalau pemerintah Saudi serius ingin mencabut extremism dari Saudi maka yang ia harus lakukan bukan hanya membersihkan dampak-dampaknya saja namun harus pergi ke akar-akarnya. Dan akar-akarnya itu ada di Dewan Majlis Fatwa Saudi, Kementerian Penerangan Saudi, Ulama-ulama Salafi yang sektarian, dan system pembelajaran dan pendidikan di Saudi yang sectarian dan jauh dari logika dialog dan metode ilmiah yang objektif. Bersihkan itu semua dari para extremis salafi, niscaya Saudi akan bersih dari para teorisme”. Begitu kata Hasan Farhan.

Berita tertangkapnya Syaikh Hasan membuat para ulama salafi bergembira ria bahkan ada yang meminta kepada pemerintah Saudi untuk menghukumnya seberat-beratnya.

Lebih jauh tentang Syaikh Hasan Farhan al-Maliki bisa merujuk ke alamat berikut:

http://almaliky.org/news.php?action=view&id=9

About admin